Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Relaksasi Pernafasan dengan Teknik Ballon Blowing terhadap Peningkatan Saturasi Oksigen pada Pasien PPOK Ni Made Dwi Yunica Astriani; Putu Indah Sintya Dewi; Kadek Hendri Yanti
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.716 KB) | DOI: 10.31539/jks.v3i2.1049

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of respiratory relaxation with the ballon blowing technique on increasing oxygen saturation in COPD patients. The study design used a one group pre-post test design. The results of the 30 COPD respondents showed the gender prevalence of the majority of male respondents 73.3% with an average age of 61.87 with an age range of 45-80 years, the mean (pre-test) was 89, 27 and the post-test mean is 94.53 with a p-value of 0,000. Conclusions, there Is An Influence of breathing relaxation with ballon blowing technique on increasing oxygen saturation in COPD patients in RSUD Buleleng Regency. Keywords: Increased Oxygen Saturation, COPD, Ballon Blowing Technique
Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Pra Sekolah 4-5 Tahun dengan Kegiatan Montase I Made Sundayana; Kadek Yudi Aryawan; Putu Cyndy Fransisca; Ni Made Dwi Yunica Astriani
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.675 KB) | DOI: 10.31539/jks.v3i2.1052

Abstract

The purpose of this study is to analyze the effect of montage activities on the fine motor development of pre-school aged children 4-5 years. The research method used was pre-experimental with one group pre and post test design. The results showed an average pre-test value was 43.44 and the post-test mean value was 68.21. Paired Sample T-test results obtained ρ-value (0,000) <α (0.05), there is the effect of montage activity on fine motor development in pre-school age children 4-5 years. Conclusion, fine motor is a limited movement of parts that include small muscles, especially movements of the fingers such as writing, drawing, and holding something. Keywords: Children 4-5 Years Old, Montage Activities, Fine Motor Development
Teknik Clapping dan Vibrasi Meningkatkan Saturasi Oksigen Pasien PPOK Ni Made Dwi Yunica Astriani; Kadek Yudi Aryawan; Mochamad Heri
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.766 KB) | DOI: 10.31539/jks.v4i1.1767

Abstract

This study aims to determine the effect of clapping and vibration on oxygen saturation in COPD patients. The research design used a one-group pre-post test design. The research respondents' results in 26 COPD show the average oxygen saturation values before the intervention was 90.42 into the category of moderate hypoxemia, after a given intervention for two times a day gained an average weight of 95.00 SaO2 SaO2 into the type of standard p-value 0.000. In conclusion, most of them are male, with the lowest age of 31 years, while the respondents' highest period is 60 years. There is an effect of this value, indicating the impact of clapping and vibration on the oxygen saturation of COPD patients. Keywords: Clapping, COPD, Oxygen Saturation, Vibration
Terapi Okupasi Memasang Tali Sepatu terhadap Motorik Halus pada Anak Tunagrahita Sedang Mochamad Heri; Ni Made Dwi Yunica Astriani; Komang Gde Trisna Purwantara; Putu Devi Kurnia Sari
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.685 KB) | DOI: 10.31539/jks.v4i1.1771

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of occupational therapy on attaching shoelaces to the improvement of fine motor skills in mentally disabled children in SLB N 1 Badung. This research method is quantitative research with pre-experimental research design pre-post test one group design. The result of univariate analysis of the intervention of 41 respondents before being given occupational therapy for fine motor development was 1.20, and after being given occupational therapy, fine motor development was 1.41. The results of this study showed the average fine motor development during the pre-test was 1.20. After being given the occupational therapy treatment of attaching shoelaces, the average fine motor development was 1.41. Data analysis results with the Wilcoxon test get a value of 0.003 or p <α (0.05). In conclusion, occupational therapy influences placing shoelaces on fine motor skills in children with moderate mental retardation in SLB N 1 Badung. Keywords: Fine Motoric, Occupational Therapy, Impairment
Teknik Relaksasi Nafas Dalam terhadap Peningkatan Saturasi Oksigen pada Pasien PPOK Ni Made Dwi Yunica Astriani; Aditha Angga Pratama; Putu Wahyu Sri Juniantari Sandy
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.465 KB) | DOI: 10.31539/jks.v5i1.2368

Abstract

This study aims to determine the effect of deep breathing relaxation techniques on oxygen saturation in COPD patients. The research design used a pre-experimental one-group pre-post test design. The results showed that the average oxygen saturation value before being given deep breath relaxation was 90.19, and the average oxygen saturation after being given deep breath relaxation was 93.27. Based on the results of the paired t-test showed that the results of pre and post (0.000) < (0.05). In conclusion, there is an effect of deep breathing relaxation techniques on increasing oxygen saturation in COPD patients. Keywords: COPD, Oxygen Saturation, Deep Breathing Relaxation Technique
Penanganan Hipertensi untuk Mencegah Stroke pada Negara Berpendapatan Menengah Kebawah: Literature Review Astuti, Ni Luh Seri; Astriani, Ni Made Dwi Yunica; Dewi, Putu Indah Sintya; Antariksawan, I Wayan
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v12i2.681

Abstract

Perkembangan penyakit saat ini bergeser dari penyakit menular ke penyakit tidak menular (PTM) akibat adanya sebuah modernisasi seperti penyakit stroke, jantung coroner, gagal ginjal, diabetes mellitus, dan kanker. Tekanan darah yang tidak terkontrol adalah penyebab utama kematian yang dapat dicegah di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Oleh karena itulah perlu mengetahui cara yang dilakukan di Negara yang berpendapatan menegah ke-bawah dalam mencegah hipertensi menjadi penyakit stroke. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review menggunakan 4 data base yakni PubMed, Scopus, Science Direct, dan ProQuest. Keyword yang dimasukkan dalam proses pencarian pada data base yakni: “Hypertension”; “Prevention”; “stroke”; “low- middle”;“income”; “country”, artikel yang digunakan memiliki beberapa retriksi yakni dipublikasi 10 tahun terakhir (2015-2025), original research, artikel full text, open access dan desain penelitian true experiment. Proses seleksi artikelmenggunakan PRISMA Diagram dan penilaian kualitas menggunakan instrument dari JBI (Joanna Briggs Institute). Total sebanyak 27 artikel dibaca secara full tex tyang kemudian diseleksi kembali dan total 9 artikel yang disintesis oleh peneliti. Hasil sintesa didapatkan bahwa proses pencegahan dan penanganan hipertensi dalam mencegah stroke adalah menggunakan 4 M (man, money, machine, methods). Keempat domain ini sangat efektif mencegah peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolic di negara yang berpendapatan menengah kebawah
PENGABDIAN MASYARAKAT TENTANG BAHAYA RABIES DAN PENCEGAHANNYA Ketut putri Marthasari; I Dewa Ayu Rismayanti; I Made Sundayana; I Wayan Antariksawan; Ni Made Dwi Yunica Astriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 1 No. 1 (2023): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v1i1.12

Abstract

Pendahuluan: Rabies adalah penyakit infeksi tingkat akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies. Rabies disebabkan oleh virus rabies yang masuk dalam keluarga Rhabdoviridae dangenus Lysavirus. Penyakit ini bersifat zoonotik, yaitu dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Penyakit Rabies menyerang Bali sejak tahun 2008, dan sampai saat ini. Upaya peningkatan pengetahuan tentang pencegahan rabies di masyarakat sangatlah penting. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan Pendidikan kesehatan tentang bahaya rabies dan pencegahannya. Metode Penelitian: Tahap pelaksanaannya adalah dengan memberikan penyuluhan yang di hadiri 30 warga Banjar Kubu Anyar, Desa Kubutambahan. Kemudian tahap evaluasi dengan melihat pemahaman dan perilaku warga dalam melaksanakan pencegahan terhadap penyakit rabies dengan memberikan pertanyaan atau timbal balik dari semua informasi yang diberikan di tahap pelaksanaan. Hasil: bahwa seluruh warga dapat menjawab dan memahami tentang bahaya penyakit rabies.. Kesimpulan: Penyuluhan tentang bahaya rabies dan pencegahannya ini sangatlah penting guna menekan angka kejadian rabies di Bali khususnya di Banjar Kubu Anyar, Desa Kubutambahan Singaraja.
PENERAPAN KOMPRES HANGAT REBUSAN JAHE MERAH PADA LANSIA RHEUMATOID ARTHRITIS DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI AKUT Mastini, Luh Ade; Rismayanti, I Dewa Ayu; Astriani, Ni Made Dwi Yunica
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45412

Abstract

Rematik merupakan suatu penyakit inflamasi sistemik kronik dengan manifestasi utamanya poliartritis progresif pada membran sinoval, yang menyebabkan timbulnya nyeri hebat. Untuk mengurangi intensitas nyeri dapat diberikan terapi non farmakologis dengan kompres hangat rebusan jahe merah. Tujuan dari studi kasus ini untuk menjelaskan asuhan keperawatan gerontik dengan masalah utama nyeri akut pada klien rheumatoid arthritis dengan intervensi terapi kompres hangat rebusan jahe merah. Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif analisis menggunakan studi kasus dengan jumlah sampel 1 klien, instrument yang digunakan yaitu menggunakan format asuhan keperawatan gerontik sesuai ketentuan yang berlaku di institusi serta menggunakan lembar observasi Numeric Ratting Scale untuk menilai intensitas nyeri dari klien. Hasil penelitian ini menunjukan sebelum diberikan terapi intensitas nyeri klien berada pada rentan skala 6 dan setelah pelaksanaan terapi kompres hangat dengan rebusan jahe merah selama 3 kali pertemuan, dimana setiap pertemuan klien diberikan intervensi kompres hangat 10 – 20 menit dengan 100g jahe merah direbus dengan 1 liter air menunjukkan bahwa intensitas nyeri klien berkurang menjadi skala 3 atau dalam kategori nyeri ringan. Terapi kompres hangat dengan rebusan jahe merah terbukti efektif dalam menurunkan intensitas nyeri pada klien dengan rheumatoid arthritis.
ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PAD A PASIEN PRE OPERASI FRAKTUR DENGAN INTERVENSI TEKNIK GENGGAM JARI TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN DI GEDUNG AYODYA DI RUANG LANTAI 2 KELAS 2 RSUD SANJIWANI GIANYAR Lorenza, Tania; Heri, Mochamad; Astriani, Ni Made Dwi Yunica
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45613

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas teknik relaksasi genggam jari dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien yang akan menjalani operasi fraktur di RSUD Sanjiwani Gianyar. Kecemasan pra-operasi merupakan kondisi umum yang dapat mengganggu kelancaran tindakan medis, sehingga dibutuhkan pendekatan non farmakologis yang sesuai untuk mengatasinya. Studi ini menggunakan pendekatan keperawatan melalui terapi relaksasi genggam jari. Subjek penelitian adalah seorang pasien dengan diagnosis fraktur yang dirawat di ruang kelas 2, lantai 2 RSUD Sanjiwani Gianyar. Hasil pengukuran menggunakan skala kecemasan menunjukkan penurunan signifikan dari skor awal 24 menjadi 16 setelah intervensi dilakukan, yang mengindikasikan bahwa teknik ini efektif dalam mengurangi kecemasan.Intervensi ini diharapkan dapat membantu pasien dalam mempersiapkan kondisi mental sebelum operasi serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu keperawatan, khususnya melalui pendekatan non-farmakologis dalam manajemen kecemasan. Selain itu, hasil penelitian ini juga diharapkan menjadi acuan dalam praktik keperawatan pre-operatif, terutama dalam penerapan teknik relaksasi sederhana namun efektif. Studi ini mendukung model keperawatan yang holistik dan berfokus pada kebutuhan pasien.Metode:Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi kasus. Subjeknya adalah satu pasien pre-operasi dengan fraktur yang dirawat di RSUD Sanjiwani Gianyar. Intervensi berupa teknik genggam jari diberikan selama 10–15 menit per sesi, dilakukan sebanyak dua kali sebelum prosedur operasi. Tingkat kecemasan diukur dengan Skala Kecemasan Hamilton, yang dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan skor kecemasan pra dan pasca intervensi.Hasil:Skor kecemasan awal pasien berada pada angka 24, tergolong kecemasan sedang hingga berat. Setelah diberikan intervensi teknik genggam jari, skor menurun menjadi 16, masuk dalam kategori kecemasan ringan. Hasil ini menunjukkan bahwa teknik genggam jari efektif dalam meredakan kecemasan pada pasien yang akan menjalani operasi fraktur.Kesimpulan:Teknik genggam jari terbukti mampu menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre-operasi fraktur. Metode ini merupakan alternatif non-farmakologis yang aman, sederhana, dan praktis, yang dapat membantu meningkatkan kesiapan mental pasien menjelang tindakan operatif. Temuan ini memperkuat penerapan keperawatan berbasis bukti dalam pengelolaan kecemasan dan mendukung peningkatan mutu pelayanan keperawatan pre-operatif.
ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DHF DENGAN MASALAH NYERI AKUT DENGAN INOVASI INTERVENSI TEKNIK DISTRAKSI AUDIOVISUAL DI RSUD KARANGASEM Septiani, Gusti Putu Dian; Astriani, Ni Made Dwi Yunica; Widiarta, Gede Budi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45712

Abstract

Infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti menyebabkan dengue hemorrhagic fever (DHF). Penanganan DHF perlu diberi perhatian khusus agar tidak terjadi komplikasi yang berhubungan dengan hospitalisasi. Pasien akan menjalani prosedur invasif seperti injeksi obat yang dapat menyebabkan nyeri selama masa hospitalisasi. Penatalaksanaan nyeri dapat dibagi menjadi dua cara yakni dengan teknik farmakologi dan teknik non farmakologi. Salah satu teknik non farmakologi yang dapat diaplikasikan langsung oleh perawat adalah teknik distraksi. Teknik distraksi audiovisual seperti menonton film kartun adalah salah satu bentuk penatalaksanaan nyeri yang dapat dilakukan oleh perawat secara mandiri. Audiovisual merupakan salah satu cara yang efektif digunakan untuk melakukan pendekatan kepada anak, hal ini dikarenakan adanya animasi kartun yang digemari dapat menarik perhatian mereka dari rasa tidak nyaman Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis bagaimana teknik distraksi audiovisual dapat digunakan dalam asuhan keperawatan anak dengan masalah utama nyeri akut pada pasien DHF. Masalah asuhan keperawatan pasien DHF yang menjalani tindakan invasif (injeksi) diidentifikasi dalam studi kasus ini, yang dirancang dengan desain penelitian deskriptif. Pasien mendapatkan diagnosis nyeri akut, dan intervensi inovatif yang diberikan adalah teknik distraksi audiovisual. Teknik ini diterapkan selama tiga hari, selama 5 hingga 10 menit, dan dapat digunakan untuk mengalihkan perhatian pasien, khususnya anak-anak dari rasa nyeri yang mereka alami selama prosedur invasif.