Claim Missing Document
Check
Articles

Motivasi Lansia Terhadap Penggunaan Gigi Tiruan Di Posyandu Lansia Sekar Arum Gubeng Surabaya Vidya Saradevi; I.G.A Kusuma Astuti N.P; Rohisotul Laily; Agus Marjianto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1257

Abstract

Kehilangan gigi merupakan salah satu permasalahan kesehatan gigi dan mulut yang banyak dialami lansia sertadapat menurunkan fungsi pengunyahan, kemampuan berbicara, estetika, dan kualitas hidup. Meskipunpenggunaan gigi tiruan merupakan upaya rehabilitasi yang efektif, tingkat pemanfaatannya masih rendah. Studiini dirancang guna mengkaji pengaruh motivasi lanjut usia terhadap pemanfaatan gigi tiruan di Posyandu LansiaSekar Arum, Gubeng, Surabaya. Penelitian ini menerapkan metode analitik observasional dengan pendekatancross-sectional. Penentuan sampel melibatkan 54 orang lansia yang direkrut melalui teknik simple randomsampling. Pengumpulan data variabel motivasi dijalankan lewat instrumen kuesioner, sementara statuspemakaian gigi tiruan dipantau memakai lembar checklist. Pengolahan data dieksekusi secara univariat sertabivariat dengan memanfaatkan uji Chi-Square pada taraf signifikansi 0,05. Temuan riset mengindikasikan bahwamayoritas subjek studi mempunyai tingkat motivasi yang rendah, yakni sebesar 61,1%, dan sebagian besar tidakmengenakan gigi tiruan (83,3%). Lebih lanjut, analisis bivariat membuktikan adanya pengaruh yang bermaknaantara motivasi lansia terhadap keputusan penggunaan gigi tiruan (p = 0,000). Kelompok lansia yang memilikimotivasi lebih kuat menunjukkan kecenderungan yang lebih tinggi untuk memakai gigi tiruan apabiladibandingkan dengan mereka yang bermotivasi rendah. Hasil ini menegaskan bahwa motivasi memegangperanan krusial sebagai determinan perilaku penggunaan gigi tiruan, sehingga intervensi berupa penguatanmotivasi lewat edukasi kesehatan gigi amat diperlukan, penguatan dukungan keluarga, serta peningkatan aksesterhadap pelayanan kesehatan gigi agar pemanfaatan gigi tiruan pada lansia dapat meningkat.
Dukungan Keluarga Dengan Kejadian Karies Gigi Pada Anak Prasekolah Di Blega Bangkalan Madura (Studi TK Al-Barokah Kepong Rosep) Nurul Lailatul Muqorinah; Imam Sarwo Edi; Siti Fitria Ulfah; Agus Marjianto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1514

Abstract

Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering terjadi pada anakprasekolah. Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya karies gigipada anak. Kurangnya dukungan keluarga dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut anak dapatmeningkatkan risiko terjadinya karies gigi. Berdasarkan hasil survei data awal yang dilakukan padaanak prasekolah di Tk Al-Barokah Blega Bangkalan diperoleh rata-rata indeks def-t sebesar 6,3 yangtermasuk dalam kategori sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungankeluarga dengan kejadian karies gigi pada anak yang diduga di Blega Bangkalan Madura. Metodeyang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional serta melibatkanresponden penelitian berjumlah 55 orang tua dan anak-anak di Tk Al-Barokah Blega Bangkalan.Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan lembar pemeriksaan karies gigidengan indeks def-t. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahuihubungan dukungan keluarga dengan kejadian karies gigi pada anak prasekolah. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa sebagian besar dukungan keluarga berada dalam kategori yaitu kurang dari45,5% dan kejadian karies gigi pada anak diprediksi termasuk kategori tinggi. Hasil Chi-SquareP=0,037< 0,05 menunjukkan adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan kejadian karies gigipada anak yang diduga di Tk Al-Barokah Blega Bangkalan Madura. Kesimpulan penelitian ini adalahdukungan keluarga semakin baik maka kejadian karies gigi pada anak cenderung lebih rendah.