Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Alat Bantu Untuk Meningkatkan Kinerja Mesin Dust Collector Menggunakan Metode Perancangan Produk Rasional (studi Kasus Cv. Xyz) Shafira Nurlita; Agus Kusnayat; Ilma Mufidah
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— CV. XYZ merupakan badan usaha yang beroperasi dibidang produksi bahan baku pakan ternak. Badan usaha yang telah berdiri mulai tahun 1983 ini memproduksi bahan baku pakan ternak jenis konsetrat dengan berbagai macam bahan baku, seperti kulit kopi, dedak padi, onggok, bungkil sawit, dan bungkil kopra. Proses utama dari pembuatan pakan ternak adalah proses penggilingan dengan menggunakan hammer mill, namun pemakaian mesin ini kurang efektif untuk menghasilkan hasil produksi yang optimum, dikarenakan jumlah input dan output yang dihasilkan oleh mesin ini selalu tidak sesuai. Perbaikan sistem produksi telah dilakukan pada CV. XYZ, dengan tujuan mengurangi jumlah produk yang hilang (waste), yaitu dengan menggunakan mesin dust collector. Meskipun jumlah waste yang dihasilkan sudah mengalami penurunan dari rata-rata 4,9% menjadi 1,2%, akan tetapi didapatkan masih terdapat dust yang menempel dan tertinggal didalam dust collector. Akibatnya produktivitas perusahaan CV.XYZ belum dapat maksimal, sehingga dibutuhkan perancangan alat bantu yang dapat meningkatkan produktivitas perusahaan dan meminimalisisir adanya dust yang tertinggal pada dinding dalam dust collector dengan menggunakan perancangan produk rasional. . Kata kunci: Perancangan produk rasional, dust, waste, hammer mill, dust collector Abstract— CV. XYZ is a business entity that runs the production of animal feed raw materials. The business entity, which opened in 1983, produces concentrated animal feed raw materials with a variety of raw materials, such as coffee skin, rice bran, onggok, oil palm cake, and copra cake. The main process of making animal feed is the grinding process using a hammer mill, but the use of this machine is less effective to produce optimal production results, calculating the number of inputs and outputs produced by this machine is always inappropriate. Production system improvements have been made to the CV. XYZ, with the aim of reducing the amount of lost product (waste), by using a dust collection machine. Although the amount of waste produced has decreased from an average of 4.9% to 1.2%, it is still obtained in the form of dust that adheres and remains in the dustcollector. CV. XYZ has not been able to be maximized, design is needed to help improve company productivity and minimize dust loss on walls in dust collectors by using orientation product design.. Keywords: Rational product design, dust,waste, hammer mill, dust collector
Optimasi Desain Trash Rack Dengan Parameter Nilai Head Loss Menggunakan Full Factorial Design Latip Sutiyana; Rino Andias Nugraha; Ilma Mufidah
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Masalah sampah plastik merupakan masaah yang umum dan terjadi di berbagai negara di dunia. Semakin meningkatnya tingkat konsumsi masyarakat yang menghasilkan sampah plastik yang tidak diimbangi pengelolaan sampah yang baik menyebabkan sampah plastik terbawa oleh aliran air melalui saluarn air, sungai hingga berujung di lautan. Salah satu solusi untuk mencegah aliran sampah agar tidak terus mengalir hingga ke lautan yaitu dengan peasangan alat penyaring sampah (trash rack) pada saluran air. Namun pemasangan trash rack ini menimbulkan masalah baru yaitu banjir yang diakibatkan nilai head loss yang tinggi yang ditimbulkan oleh pemasangan trash rack tersebut. Oleh karena itu, diperlukan perubahan desain trash rack untuk meminimalkan nilai head loss yang ditimbulkan. Untuk menghasilkan nilai head loss yang minimm, diperlukan perubahan pada bentuk bar, sudut kemiringan pemasangan, serta ketebalan bar. Dengan ketiga faktor desain tersebut dengan masing-masing memiliki tiga level, maka dilakukan eksperimen sebanyak 27 kali menggunakan simulasi CFX pada ANSYS untuk mengetahui nilai head loss yang ditimbulkan oleh masing-masing desain. Pada tahap pengolahan data digunakan metode two-way ANOVA untuk mengetahui tingkat signifikansinya. Dari pengolahan data yang telah dilakukan, dihasilkan parameter optimal yang dihasilkan yaitu bentuk ke-3 untuk bentuk bar, 45o untuk sudut kemiringan pemasangan, dan 8 mm untuk ketebalan bar. Kata kunci : trash rack, head loss, ANSYS, ANOVA Abstract The problem of plastic waste is the problem that occurs in various countries in the world. The higher level of public consumption that produces plastic waste which is not balanced by good waste management causes plastic waste to be carried by the water flow through the river to the end in the ocean. One solution to prevent the flow of plastic waste so that it does not continue to flow into the ocean is by pairing a trash rack device on the water duct. But the installation of this trash rack raises a new problem, namely flooding caused by the value of the head loss caused by the installation of the trash rack. Therefore, it is necessary to change the design of the trash rack to ask for the resulting head loss value. To produce a minimum head loss value, changes in the shape of the bar, the angle and thickness of the bar are needed. With three design factors each of which has three levels, 27 experiments were carried out using CFX simulations on ANSYS to determine the value of head losses caused by each design. In the process of making data used the two-way ANOVA method to determine the level of significance. From the data processing that has been done, the optimal parameters produced are the third form for the bar shape, 45o for the angle, and 8 mm for the bar thickness. Keywords: trash rack, head loss, ANSYS, ANOVA
Optimasi Parameter Desain Lambung Kapal Pengangkut Mesin Automated River (AURI) Cleaner Sungai Citarum Untuk Meminimasi Seakeeping Menggunakan Metode Taguchi Muhammad Rayes Fitra Gifari; Rino Andias Anugraha; Ilma Mufidah
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Usaha pengurangan kuantitas sampah yang terbawa aliran sungai semakin ditingkatkan setiap tahunnya. Kuantitas sampah berjumlah banyak dapat mengakibatkan banjir di lingkungan sekitar sungai. Studi ini merupakan salah satu solusi akan permasalahan tersebut dengan merancang kapal pada mesin Automated River (AURI) Cleaner. Kapal pada AURI Cleaner ini dioptimasi agar mesin dapat bekerja dengan stabil dan gerakan kapal tidak terlalu besar. Parameter kontrol yang akan dioptimasi untuk menghasilkan hasil yang stabil adalah jenis kapal dan panjang kapal. Jenis kapal yang digunakan pada studi ini adalah Catamaran, SWATH (Small Waterplane Area Twin Hull) dan Monohull. Sedangkan panjang kapal dipilih berdasarkan metode Enlarge Ship Concept dengan menaikan ukuran kapal sebesar 25% per level nya dan dilakukan pembulatan sehingga dipilih ukuran 5 meter, 6 meter dan 7 meter. Variabel responnya merupakan aspek seakeeping criteria, yaitu pitching, rolling dan heaving lalu dioptimasi menggunakan metode Taguchi. Metode Taguchi tidak dapat mengoptimasi beberapa respon sekaligus, sehingga digunakan pendekatan Grey-Relational Analysis untuk mengatasi permasalahan multirespon. Merujuk pengolahan data yang telah dilakukan, parameter optimal untuk seakeeping criteria pada aspek pitching, rolling dan heaving adalah jenis kapal Catamaran pada panjang 7 meter. Parameter jenis kapal dan panjang kapal memiliki pengaruh yang saling berhubungan terhadap nilai respon dengan nilai P-value secara berturut-turut 0,002 dan 0,006 dengan metode uji ANOVA. Setelah menggunakan uji Post-hoc Fisher Least Significant Difference (LSD), maka diketahui bahwa perubahan level Jenis Kapal dari Monohull ke Catamaran dan perubahan Panjang Kapal dari 7 meter ke 5 meter berdampak signifikan terhadap hasil simulasi. Kata kunci: ESC, seakeeping criteria, metode taguchi, GRA Abstract Efforts to reduce the quantity of waste carried by the river flow are increasing every year. The quantity of large amounts of waste can cause flooding in the environment around the river. This study is one solution to this problem by designing ship on the Automated River (AURI) Cleaner machine. The vessel on the AURI Cleaner is optimized so that the engine can work stable and the motion of the ship is not too active. The control parameters that will be optimized to produce stable results are the type of vessels and the length of the vessels. The types of vessels used in this study are Catamaran, SWATH and Monohull. While the length of the ship was chosen based on the Enlarge Ship Concept method by increasing the size of the ship by 25% per level and rounding down so that the size of 5 meters, 6 meters and 7 meters was chosen. The response variable is the aspect of seakeeping criteria, namely pitching, rolling and heaving and then optimized using the Taguchi method. The Taguchi method cannot optimize multiple responses at once, so the Gray-Relational Analysis approach is used to overcome multi-response problems. Referring to data processing that has been done, the optimal parameter for seakeeping criteria in the pitching, rolling and heaving are Catamaran Vessel Type with 7 meters Length of the Vessel. The parameters of the type of vessel and the length of the vessel have a significant influence on the response with P-value respectively 0.002 and 0.006 calculated by ANOVA test. After using the Post-hoc Fisher Least Significant Difference (LSD) test, it is known that changes in the level of Ship Types from Monohull to Catamaran and changes in Ship Length from 7 meters to 5 meters have a significant impact on simulation results. Keywords: ESC, seakeeping criteria, taguchi method, GRA
Perancangan Ulang Hopper Dan Simulasi Aliran Bahan Baku Pada Hammer Mill Di Pt. Xyz Dengan Metode Reverse Engineering Afi Ihsanul Arief; Agus Kusnayat; Ilma Mufidah
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan kopi memiliki banyak kegunaan, dimulai dari untuk diolah menjadi minuman, kecantikan, penghilang bau sampai bisa dijadikan pakan ternak. Cara membuat pakan ternak melalui kulit kopi mentah biasanya dilakukan dengan cara tradisional dan menggunakan alat bantu mesin pengolah seperti hammer mill. Pengolahan menggunakan alat bantu mesin hammer mill menjadi populer di zaman sekarang karena dapat menghemat tenaga kerja dan waktu. Setiap proses membutuhkan waktu siklus yang mempengaruhi biaya akhir produksi. Salah satu proses pengolahan ini adalah proses pemindahan kulit kopi dari suatu proses ke proses lainnya yang melewati wadah atau hopper. Objek penelitian ini adalah mensimulasikan perpindahan kulit kopi dari penampungan ke mesin penumbuk melewati hopper, menggunakan desain hopper yang optimal agar bahan baku mengalir lancar untuk mengurangi waktu siklus. Perangkat lunak yang digunakan adalah Autodesk Inventor dan Altair Edem. Melakukan redesign hopper dengan menggunakan Autodesk Inventor sedangkan untuk analisis simulasi menggunakan Altair Edem. Hasil simulasi dari Altair Edem menunjukkan terjadinya blocking didalam hopper eksisting dan dilakukan perbandingan dengan rancangan hopper terbaru untuk mengeliminasi area stagnan ataupun blocking. Analisis dari Altair Edem juga menunjukkan peningkatan 26% lebih banyak partikel yang masuk dan residence time partikel yang meningkat sebanyak 150% dibanding dengan hopper eksisting. Hasil yang didapat menunjukan bahwa kemiringan sudut hopper sangat mempengaruhi laju aliran bahan baku, dan pada penelitian ini didapatkan sudut yang paling optimal dalam proses distribusi bahan baku melalui hopper adalah 500 . Setelah itu, desain hopper yang terpilih akan dibuktikan dengan simulasi visual pergerakan aliran bahan baku dan membuat protipe serta pengujian langsung. Dengan desain ini, waktu siklus (residence time) menurun dan laju kulit kopi dengan lancar turun ke mesin hammer mill. Kata kunci: hopper, reverse engineering, hammer mill, partikel, residence time
Perancangan Alat Bantu Pemindah Potongan Plastik Untuk Membantu Proses Pemindahan Potongan Plastik Pada Bank Sampah Hijau Lestari Menggunakan Metode Ergonomic Function Deployment Ryan Gamas Agromega; Sri Widaningrum; Ilma Mufidah
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bank Sampah Hijau Lestari adalah tempat pengolahan limbah plastik pusat yang ada di kota Bandung. Ada beberapa tahap dalam pengolahan limbah di bank sampah ini, mulai dari pemilahan, pencacahan, pencucian dan pemindahan ke dalam karung, pengeringan. Namun, pada proses pencucian dan pemindahan potongan plastik masih dilakukan secara manual. Setelah dilakukan analisis RULA, REBA, dan RWL didapatkan skor yang sangat tinggi yang dapat menyebabkan resiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) sehingga perlu adanya perbaikan postur melaui alat bantu usulan. Perancangan alat bantu usulan ini menggunakan metode Ergonomic Function Deployment (EFD) yang menerapkan aspek ergonomi yaitu EASNE (Efektif, Aman, Sehat, Nyaman, dan Efisien) sehingga dapat memperbaiki postur operator untuk mengurangi resiko cidera MSDs. Berdasarkan penelitian didapatkan spesifikasi alat bantu usulan terpilih yang dapat memindahkan potongan plastik menggunakan screw conveyor, alat bantu dapat disesuaikan tingginya, memiliki pengunci roda, sehingga didapatkan nilai skor RULA sebesar 3, nilai skor REBA sebesar 4, nilai RWL sebesar 23 kg, dan LI sebesar 0.28 sehingga nilai tersebut dapat mengurangi resiko cidera MSDs pada operator saat melakukan proses pemindahan potongan plastik. Kata kunci : RULA, REBA, RWL, Musculoskeletal Disorders, EASNE, Ergonomic Function Deployment Abstract Bank Sampah Hijau Lestari is a central plastic waste processing facility in the city of Bandung. There are several stages in waste management in this garbage bank, ranging from sorting, crushing, washing and transferring into sacks, drying. However, in the process of washing and transferring pieces of plastic is still done manually. After RULA, REBA, and RWL analysis, very high scores are obtained which can lead to the risk of Musculoskeletal Disorders (MSDs) so that there is a need to improve posture through the proposal aids. The design of this proposed aid uses the Ergonomic Function Deployment (EFD) method that applies the ergonomic aspects of EASNE (Efektif, Aman, Sehat, Nyaman, dan Efisien) so as to improve the operator's posture to reduce the risk of MSDs injuries. Based on the research, it was found that the specifications of the selected auxiliary tool that can move pieces of plastic using a screw conveyor, the tool can be adjusted in height, has wheel lock, so that the RULA score is 3, the REBA score is 4, the RWL value is 23 kg, and the LI is 0.28 so that this value can reduce the risk of MSDs injury to the operator when carrying out the process of transferring pieces of plastic. Keywords: RULA, REBA, RWL, Musculoskeletal Disorders, EASNE, Ergonomic Function Deployment
Perancangan Material Handling Equipment Untuk Mengangkat Mold Menggunakan Metode Ergonomic Function Deployment Laras Nurul Fazria; Sri Martini; Ilma Mufidah
eProceedings of Engineering Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—PT. XYZ Indonesia merupakan perusahaan manufaktur sepatu. Terdapat divisi pendukung yaitu divisi Tooling, dimana tugasnya adalah membuat mold (cetakan) yang digunakan oleh divisi Press untuk membuat outsole. Selama proses penanganan mold divisi Tooling diberikan MHE berupa meja hidrolik untuk membantu operator memindahkan mold antar sub-divisi. Namun, penggunaan MHE tersebut memunculkan skenario-skenario dimana postur operator berisiko cedera muskuloskeletal atau MSDs. Selain itu faktor risiko MSDs lainnya yaitu frekuensi/periode dan beban material pada kondisi di lantai kerja memiliki nilai yang tinggi sehingga mempengaruhi tingkat risiko MSDs. Hasil observasi menyimpulkan bahwa faktor risiko MSDs yang sangat tinggi muncul dikarenakan kurang-sesuainya MHE eksisting dengan kebutuhan di kondisi aktual. Maka dari itu, perubahan rancangan MHE dilakukan untuk membantu mengurangi risiko MSDs operator. Perubahan rancangan MHE eksisting dilakukan menggunakan metode EFD (Ergonomic Function Deployment) untuk perancangan yang memperhatikan kesehatan dan kenyamanan operator. Hasilnya, rancangan akhir MHE usulan menunjukkan bahwa penggunaan MHE usulan membantu menurunkan tingkat risiko MSDs dari skor 11 (risiko sangat tinggi) menjadi skor 6-4 (risiko sedang). Hasil validasi dari Lead User menyatakan bahwa berdasarkan konsep, MHE usulan lebih baik daripada MHE eksisting dalam kesesuaiannya dengan kebutuhan di kondisi aktual. Kata kunci – material handling equipment (MHE), musculoskeletal disorders (MSDs), ergonomic function deployment (EFD).
Perancangan Muffler Untuk Mesin Diesel Fuso D-16 Menggunakan Metode Perancangan Produk Rasional (Studi Kasus Cv. Xyz) Lutfita Astifani Rundana; Agus Kusnayat; Ilma Mufidah
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak CV. XYZ merupakan UMKM produsen pakan ternak. CV. XYZ melakukan produksi sesuai pesanan atau MTO (make to order), dengan rata-rata waktu produksi yaitu 8 jam per hari. Dalam proses produksinya, CV. XYZ menggunakan mesin hammer mill sebagai penggiling bahan baku pakan ternak dan mesin diesel fuso D-16 sebagai penggerak mesin hammer mill. Mesin diesel fuso D-16 yang digunakan kerap mengeluarkan kebisingan yang telah membuat dua dari total duabelas pekerja mengalami penurunan fungsi pendengaran. Dua pekerja tersebut kesulitan untuk mendengar dalam jarak lebih dari 1 meter. Berdasarkan pengukuran langsung menggunakan Sound Level Meter, tingkat kebisingan yang dikeluarkan oleh mesin diesel fuso D-16 dengan menggunakan muffler eksisting memiliki nilai desibel yang tinggi, yaitu 94.68 dB. Nilai desibel tersebut telah melewati batas ketentuan nilai desibel yang telah ditentukan di Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (PER.13/MEN/X/2011) yaitu 85 dB per 8 jam. Maka dari itu, penelitian ini akan merancang muffler dengan metode perancangan produk rasional untuk memenuhi customer needs. Setelah melakukan observasi dan wawancara, pada penelitian ini ditemukan bahwa kebutuhan dari CV. XYZ adalah muffler yang dapat mengurai kebisingan, mudah dirawat, dan tahan panas. Lalu pada penelitian ini, dilakukan perancangan muffler yang memiliki perforated hole, absorptive component, dan pipa yang dapat dibongkar pasang. Muffler usulan yang dirancang dapat mengurangi tingkat kebisingan menjadi 83.05 dB, memiliki pipa yang dapat dibongkar pasang dengan baut sebagai perekat antara pipa dan badan muffler, dan dapat menahan aliran panas yang keluar dari mesin diesel. Kata Kunci : kebisingan, kehilangan pendengaran, muffler, metode perancangan produk rasional. Abstract CV. XYZ is a forage producer UMKM. CV. XYZ do the production to order or MTO (make to order), with an average production time of 8 hours per day. In the production process, CV. XYZ uses a hammer mill machine as a raw material grinder for foage and a diesel engine Fuso D-16 as an activator. The diesel engine Fuso D-16 often emit noise that has made two out of a total of twelve workers has decreased hearing function. The two workers had difficulty hearing within a distance of more than 1 meter. Based on direct measurements using a Sound Level Meter, the noise level emitted by the Fuso D-16 diesel engine using an existing muffler has a high decibel value of 94.68 dB. The decibel value has exceeded the limit of the decibel value stipulated in the Minister of Manpower and Transmigration Regulation (PER.13 / MEN / X / 2011), which is 85 dB per 8 hours. Therefore, this study will design a muffler with a rational product design method to meet customer needs. After doing the observations and interviews, it was found that the requirement of CV. XYZ is a muffler that can reduce noise, is easy to maintain, and is heat resistant. Then in this research, we design a muffler that has a perforated hole, absorptive component, and a pipe that can be assembled. The proposed muffler design can reduce the sound level to 83.05 dB, have pipe that can be assembled with a bolt as an adhesive between the pipe and the muffler body, and can withstand the flow of heat from diesel engine. Keyword : noise, hearing loss, muffler, rational product design method
Designing Tools to Increase Productivity and Efficiency in the Agricultural Sector by Paying Attention to User Needs and Product Design Herfaida Nadia Ningrum; Sri Martini; Ilma Mufidah
International Journal of Social Service and Research Vol. 3 No. 4 (2023): International Journal of Social Service and Research (IJSSR)
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/ijssr.v3i4.331

Abstract

The agricultural sector is one of the important sectors that can improve the industrial economy of a country. Indonesia is a country with a high level of agricultural sector. One important aspect that needs to be considered in the agricultural sector to increase the country's income is the level of welfare of agricultural actors themselves. This welfare can be in the form of adequate agricultural tools that can streamline the flow and processes in their business. With the development of time and modernization changes, the agricultural sector is the most impacted sector in industrialization. Farmers must strive to understand technological changes that make it difficult for them to use modern agricultural tools. This research intends to innovate traditional tools such as shovels and forks called the Multifunctional Folding Shovel with product specifications including (1) hinges that rotate 90', and (2) product prices that are less than Rp. 90,000, (3) the product has a brown color, (4) the height of the product is following the average Indonesian, (5) iron that does not rust easily, (6) rubber that is not slippery, (7) product that can be folded, and (8) iron that does not get hot easily. The main purpose of this innovation development is diverse, namely to increase the effectiveness and efficiency of shovels and forks, and to facilitate farmers in carrying out their business processes without having to think about their limited ability to use technology.
Customer Satisfaction Analysis with Importance Performance Analysis on Academic Services at Faculty of Dentistry, University X Ajie Ahmad Safari; Endang Chumaidiyah; Ilma Mufidah
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri (JRSI) Vol 10 No 01 (2023): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Juni 2023
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jrsi.v10i01.532

Abstract

Pelayanan adalah kunci keberhasilan dalam berbagai usaha atau kegiatan suatu jasa. Keberhasilan suatu pelayanan dapat dilihat ketika pelanggan menerima pelayanan sesuai dengan yang diharapkan. Berdasarkan data awal, skor kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan akademik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas X masih rendah. Tujuan pada penelitian adalah untuk menentukan tingkat kepuasan mahasiswa dan melakukan evaluasi terhadap atribut pelayanan akademik pada program Pendidikan profesi dokter gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas X. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan metode Service Quality (SERVQUAL) yang terdiri dari 5 dimensi yaitu Reliability, Tangibles, Assurance, Responsiveness, dan Empathy. Pengolahan data menggunakan SPSS 25, metode Customer Satisfaction Index (CSI) digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kualitas pelayanan akademik, metode Importance Performance Analysis (IPA) digunakan untuk mengetahui atribut-atribut pelayanan akademik yang harus dipertahankan dan ditingkatkan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tingkat kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan akademik sebesar 80,23%. Hasil dari analisis IPA menunjukkan adanya 2 atribut yang harus ditingkatkan pada kuadran A dimensi Assurance yaitu V9 (Kemudahan dalam melaporkan hasil pekerjaan) dan V10 (Kemudahan dalam mendapatkan informasi nilai dan progress pekerjaan).
INTEGRASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA ON GRID UNTUK MEMBANTU SISTEM KELISTRIKAN DI MASJID JAMI’ P3SB Jangkung Raharjo; Bandiyah Sri Aprillia; Novi Prihatiningrum; Irwan Purnama; Yusuf Nur Wijayanto; Ilma Mufidah; Augustina Asih Rumanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16867

Abstract

Abstrak: Berdasarkan hasil wawancara dengan pengurus Pondok Pesantren Pembangunan Sumur Bandung (P3SB) salah satu masalah yang dihadapi yaitu tagihan listrik bulanan yang cukup besar untuk memenuhi fasilitas kelistrikan di wilayah pondok pesantren. Selain itu berdasarkan hasil analisis dari tim Universitas Telkom, secara lokasi P3SB cocok untuk integrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Selain untuk mengurangi tagihan listrik bulanan adanya sistem PLTS yang dibangung juga diharapkan menjadi media belajar santri pada bidang sistem energi terbarukan. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dalam 3 tahap yaitu survey lokasi, pemasangan pembangkit tenga surya atap dan evalusi kegiatan. Selama pelatihan dan pemaparan Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) para siswa dan guru berjumlah 15 orang dapat menjawab pertanyaan dengan rerata akurasi jawaban 90%. Adanya pelatihan K3 ini diharapkan mitra dapat melakukan perawatan pembangkit surya secara mandiri. Berdasrkan hasil umpan balik, 72% dari masyarakat sasar sangat setuju dan 28% Setuju menerima kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dan berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan di masa yang akan datang.Abstract: Based on the results of interviews with the management of the Islamic Boarding School (P3SB), one of the problems faced is the monthly electricity bill which is large enough to fulfill electricity facilities in the Islamic boarding school area. In addition, based on the analysis results from the Telkom University team, the location of P3SB is suitable for the integration of Solar Power Plants (PLTS). In addition to reducing monthly electricity bills, the PLTS system being built is also expected to become a learning medium for students in the field of renewable energy systems. The implementation of this activity was carried out in 3 stages, namely site survey, installation of a rooftop solar generator and activity evaluation. During training and presentation on Occupational Safety, Health, and Safety (K3) students and teachers consist of 15 peoples can answer questions with an average answer accuracy of 90%. K3 training is expected that partners to carry out solar generator maintenance independently. Based on the results of the feedback, 72% of the target community strongly agreed and 28% agreed to accept the community service activities being carried out and hoped that similar activities could be continued in the future. 
Co-Authors Adyatama, Achmad Reza Afi Ihsanul Arief Agus Achmad Suhendra Agus Kusnayat Agustin, Rista Reza Virzinia Ajie Ahmad Safar Ajie Ahmad Safari Aldhama, Shofa Aulia Amelia Zunaidi, Rizka Anastasia Febiyani Aniq Atiqi Rohmawati Anwar Azhar Ardani, Farell Arifah Romizah Zalfa Arzeta, Audhiya Fachda Aufar Fikri Dimyati Augustina Asih Rumanti Bandiyah Sri Aprillia Budimansyah , Arief Budimansyah, Arief Chandrawati Putri Wulandari Chiuhsiang Joe Lin Dewanty, Aldarhena Putri Dharmawan, Muhammad Alfian Dimas Ramadhan, Aditya Dino Caesaron Endang Chumaidiyah Firjatullah Nastari Garini, Queenadartha Vania Kusuma Hassani, Gilang Fadly Hengky Herfaida Nadia Ningrum Himawan Santoso Husaini, Luthfi Romiz Husni Amani Iphov Kumala Sriwana Irwan Purnama Jangkung Raharjo Jasmine Raisya Salsabila Jodia Ridha Arrozak Karyo Muji Hartono Kevin RA Joelian Kusuma, Muhammad Rafi Laras Nurul Fazria Latip Sutiyana Luciana Andrawina Lutfita Astifani Rundana Majid, Falahal Mira Rahayu Mohammad Deni Akbar Muhammad Iqbal Muhammad Rayes Fitra Gifari Nabila, Azzahra Yandra Novi Prihatiningrum Novianti, Irma Paramaditya Arismawati Paramitha, Vanya Amabella Marsha Perdana Suteja Putra Pratya Poeri Suryadhini Putri, Shafa Jasmina Anggita Ramadhani, Muhammad Shiddiq Ratnawia Ratnawia Rino Andias Anugraha Rino Andias Nugraha Riri Indah Lestari, Riri Indah Rizky Paramarta, Muhammad Rulia, Rulia Ryan Gamas Agromega Sadewa, Adhimas Nanda Arya Salim , M Fahmi Sam, Nadia Sadira Santoso, Diesya Latifa Setiawan, Sapphira Rizkitania Setyaningrum, Hanny Shafira Nurlita Sheila Amalia Salma Silvi Istiqomah Sri Martini Sri Martini Sri Widaningrum Sunar, Muhammad Akbar Tubagus, Hichael Rally Vincent, Adriel Maruli Vip Paramarta Yudistira Yudistira Yusha Rahman Adiguna Yusuf Nugroho Doyo Yekti Yusuf Nur Wijayanto