Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENYULUHAN MANAJEMEN KEPERAWATAN PELAYANAN DI RUANG GAWAT DARURAT PUSKESMAS BADAS, PARE, KEDIRI Imam Fatoni; Octo Gyan Falesta; Devi Fitria Sandi; Baroroh Barir; Esti Pratiwi Yosin
Jurnal Bhakti Civitas Akademika Vol. 6 No. 2 (2023): Volume VI, Nomor 2, Juli 2023
Publisher : Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unit Gawat Darurat adalah titik awal pelayanan untuk para pasien gawat darurat yang membutuhkan pertolongan pertama sehingga mampu memberikan pertolongan yang optimal pada pelayanan yang cepat. Pada Unit Gawat Darurat memberikan pelayanan yang cepat, tanggap dan optimal terhadap pelayanan diagnose penyakit, serta memprioritaskan dalam melayani pasien yang perlu ditangani terlebih dahulu. Puskesmas semua mempunyai pelayanan pada UGD, tetapi ada beberapa puskesmas tidak melayani UGD 24 jam karena minimnya jumlah tenaga medis dan kurang memadainya sarana dan prasarana. Hal ini juga akan menjadi pemicu lambatnya penanganan dan layanan sehingga menimbulkan rasa ketidakpuasan terhadap pelayanan puskesmas pada pelayanan gawat darurat. Pencapaian responsive terhadap penanganan pasien dipengaruhi beberapa faktor, salah satu nya adalah kecepatan serta kualitas pemberian penanganan pertolongan untuk menyelamatkan hidup atau mencegah kecacatan mulai awal kejadian sampai pertolongan di puskesmas. Penanganan di UGD Puskesmas dikatakan baik ditentukan oleh pengguna dalam hal ini pasien jika pelayanan yang kita berikan kepada pasien da keluarga terpenuhi semua kebutuhan nya. Persepsi yang dinilai oleh pasien dan keluarga hanya diterima dengan nilai memuaskan atau mengecewakan, dan juga termasuk ketepatan dan kecepatan dalam memberikan pelayanan selama di UGD. Untuk mempercepat penanganan terhadap pasien di UGD sebaiknya menggunakan penilaian triase, hal itu akan menjadi patokan yang sangat berpengaruh terhadap cepat atau lambat penanganan yang berkaitan dengan respon time perawat dan ini akan jadi patokan pada tingkat kepuasan keluarga pasien dengan data yang didapatkan terutama pelayanan di UGD
EDUKASI GIZI SEIMBANG PADA ANAK PRA SEKOLAH DI RA SYAFAAT DESA PESANTREN KECAMATAN TEMBELANG KABUPATEN JOMBANG Barir, Baroroh; Fatmawati, Zeny; Aini, Inayatul; Kristianingrum, Dhita Yuniar
Jurnal Bhakti Civitas Akademika Vol. 7 No. 1 (2024): Volume VII, Nomor 1, Januari 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gizi seimbang merupakan salah satu yang berpengaruh paling penting pada pertumbuhan dan perkembangan pada anak pra sekolah. Gizi berperan untuk menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan serta mengatur proses-proses kehidupan. Gizi seimbang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan kematangan perkembangan. Tujuan kegiatan ini adalah menambah pengetahuan orang tua tentang gizi seimbang pada anak pra sekolah dan mampu menyiapkan bekal gizi seimbang sebagai upaya pencegahan stunting. Metode dalam kegiatan ini terdiri dari tahap persiapan yaitu mengurus ijin kegiatan dengan RA Syafaat, berkoordinasi dengan team mitra terkait jadual kegiatan, dan tempat, serta persiapan bahan materi yang akan di sampaikan, pelaksanaan kegiatan tanggal 22 Juli 2023 jam 08.00-10.00 wib penyampaian materi dengan ceramah dengan membagian leaflet dan diskusi, hasil kegiatan ini 80% siswa siswi memahami materi yang disampaikan dan mampu untuk menyiapkan gizi seimbang pada putra putrinya, selama kegiatan orang tua wali juga aktif bertanya tentang menu gizi seimbang pada anak pra sekolah. Pentingnya edukasi gizi seimbang pada anak pra sekolah sebagai upaya peningkatan pengetahuan orang tua sebagai bagian pencehaan permasalahan gizi pada anak pra sekolah
The Effectiveness of Red Ginger Tamarind Tea (Kusamera Tea) on Reducing Menstrual Pain in Adolescent Girls Barir, Baroroh; Fatmawati, Zeny; Aini, Inayatul; Kristianingrum, Dhita Yuniar
Jurnal MIDPRO Vol 16 No 1 (2024): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/md.v16i1.760

Abstract

Pain that occurs during menstruation that is common in adolescent adolescents due to an increase in prostaglandins (PG). F2-alpha which is a cyclooxygenase (COX-2) that results in hypertonus and vasoconstriction in the myometrium. The purpose of this study is to determine the effectiveness of the red ginger acid turmeric on reducing the intensity of menstrual pain. Type of Quantitative Research, The research design used is pre-experiment with one group pretest-postest design. The number of samples was 60 adolescent female respondents at ITKes Icme Jombang, who experienced menstrual pain. In this study, the sample was treated by consuming 200cc/day of sour turmeric during the 1st-3rd day of menstruation, and pain measurements were carried out before and after consuming red ginger tamarind turmeric. In sampling, the data analysis was carried out using the purposive sampling technique with the T-test. The results of the statistical test were obtained with a mean of 1. 268Sd 0. 058 p value 0.000 means that H0 is rejected and Ha is accepted, which means that there is an Effect of Giving Red Ginger Sour Turmeric Decoction on Menstrual Pain in Adolescent Women. With Mean menstrual pain before being given a decoction of turmeric red ginger acid. Turmeric ginger acid tea is effective in reducing menstrual pain in adolescent girls during menstruation.
Relationship of Early Breastfeeding and Sunbhating Initiation to Physiological Jaundice Decreased on Neonates in MombyKids Jombang: Hubungan Inisiasi Menyusu Dini dan Sunbhating Terhadap Penurunan Ikterus Fisiologis Pada Neonatus Di Mombykids Jombang Fatmawati, Zeny; Barir, Baroroh; Kristianingrum, Dhita Yuniar
Jurnal Kebidanan Midwiferia Vol. 8 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/midwiferia.v8i1.1638

Abstract

Newborns are prone to physiologic icterus characterized by yellow mucosa and baby's skin due to deposition of heme catabolism, bilirubin. Various prevention can be done to prevent jaundice of newborns to become hyperblirubinemia. The purpose of this study was to analyze the relationship between the reduction in physiologic jaundice in neonates. Analytic observational research design, samples of all babies born in Mombykids Jombang in November 2019 -March 2020 were 60 babies, purposive sampling technique, instruments used were observational sheets and fisher's exact test was analyzed. Early breastfeeding initiation done for one hour y 75%, sunbhating done for 15-30 in the morning minutes as much as 80%, decreased physiological signs of jaundice as much as 80%, there is a relationship between early breastfeeding initiation, sunbhating with decreased physiological signs of jaundice during neonates with fisher's exact test p = 0,000 α = 0.05. Educating mothers and breastfeeding on the importance of prevention of jaundice during neonates about the benefits of giving early breastfeeding initiation, namely providing the opportunity for newborns to immediately get breast milk in the form of collustrum and do neonatal drying in the morning sun for 15- 30 minutes.
INTEGRASI MUSIK DALAM PENDIDIKAN SOSIAL CARA BARU UNTUK MENINGKATKAN EMPATI DAN KESADARAN SOSIAL Rasimin; MS Viktor Purhanudin; Rifky Fandanu; Baroroh Barir; Al Ikhlas; Ali Ramatni
EDU RESEARCH Vol 5 No 4 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i4.337

Abstract

Social education plays an important role in shaping individuals who care about the social environment and humanity. However, conventional approaches often lack the ability to capture students' attention and build deep emotional engagement. This research explores the potential of music integration as an innovative tool in social education to enhance empathy and social awareness. Music has the unique ability to bridge cultural differences, stimulate emotions, and encourage deep reflection on social issues. In this study, qualitative methods were used to analyze the impact of music on students' understanding of social themes, such as social justice, diversity and solidarity. The study involved observations, interviews, and analysis of the experiences of students who participated in music-based learning programs in several secondary schools. The results showed that music not only enriched the learning process, but also significantly improved students' ability to feel empathy for others and understand complex social issues. Thus, music integration in social education can be a transformative approach to creating a more socially sensitive, caring and responsible generation.
MENGURANGI KELUHAN DISMINORE PADA REMAJA PUTRI DENGAN MINUMAN HERBAL Fatmawati, Zeny; Fatmawati, Elis; Barir, Baroroh; Aini, Inayatul; Kristianingrum, Dhita Yuniar
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 1 No. 2 (2022): Volume I, Nomor 2, Oktober 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia remaja terjadi karena kurangnya asupan zat besi dan penyerapan yang tidak adekuat, factor inhibitor penyerapan mineral zat besi yaitu tannin dan oksalat, kehilangan darah secara siklik akibat menstruasi, terjadinya peningkatan sel darah merah yang berlangsung pada masa remaja. Salah satu terapi komplementer yang dapat diapalikasikan untuk mengatasi perrmasalahan ini adalah dengan mengkonsumsi serai kurma secara teratur. Serai mengandung antioksidan yang terdapat dalam senyawa sitronelal dan geraniol yang berfungsi sebagai meringankan rasa nyeri saat menstruasi. Kurma mengandung zat besi yang dapat diserap oleh usus dan di bawa oleh darah untuk hemopoiesis atau proses pembentukan darah, air kelapa muda (Cocos Nucifera L) mengandung asam folat yang membantu pembentukan inti sel darah merah pada proses pembentukan darah. Berdasarkan analisa tersebut tim dosen kebidanan melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat sebagai bagian dari tri darma perguruan tinggi dengan tema “Mengurangi Keluhan Disminore Pada Remja Putri Dengan Minuman Herbal” dengan tujuan menambah pengetahuan dan pemahaman remaja tentang menstruasi, dampak dan solusinya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, brainstorming dan tanya jawab serta melakukan pemeriksaan hemoglobin serta pembagian jus remakuda. Hasil kegiatan ini remaja memahami tentang definisi, proses terjadinya haid, gangguan haid, dampaknya dan penatalaksanaannya, sebelum di berikan edukasi dilakukan pemeriksaan hemoglobin dan setelah dilakukan edukasi dilakukan pemeriksaan hemoglobin
PEMBERDAYAAN KELUARGA DALAM MEMBUAT OLAHAN DAUN KATUK UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DALAM PRODUKSI ASI SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN STUNTING Aini, Inayatul; Kristianingrum, Dhita Yuniar; Barir, Baroroh; Shofiyah, Siti
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 3 No. 2 (2024): Volume 3, Nomor 2, April 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberdayaan keluarga merupakan upaya yang dilakukan berbagai pihak untuk membuat keluarga lebih berdaya dan berkualitas melalui kemampuan yang dimilikinya. Daun katuk merupakan tanaman yang pada umumnya sudah dikenal oleh masyarakat khususnya ibu hamil maupun ibu menyusui. Tanaman daun katuk mempunyai manfaat bagi kesehatan dan membantu ibu menyusui untuk melancarkan produksi ASI. Tujuan pengabdian kepada masyarakat yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam membuat olahan pangan dari tanaman daun katuk dapat terpenuhi sehingga dapat meningkatkan produksi ASI serta sebagai upaya menurunkan kejadian stunting. Metode yang digunakan pada pengabdian kepada masyarakat berbasis penelitian melalui kegiatan pelatihan membuat berbagai macam olahan dari daun katuk. Sasaran pelatihan yaitu keluarga. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa pengetahuan responden saat pre-test sebesar 66% baik dan post-test sebesar 93% baik. Hasil pelatihan untuk nilai keterampilan, saat pre-test sebesar 59% baik dan post-test sebesar 83% baik. Kesimpulan pelatihan membuat olahan daun katuk berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam membuat olahan pangan dari tanaman daun katuk dapat terpenuhi sehingga dapat meningkatkan produksi ASI serta sebagai upaya menurunkan kejadian stunting
Pengaruh Asi Ekslusif dan Stimulasi Terhadap Perkembangan Balita Usia 1-2 Tahun Di Momby Kid Jombang Baroroh Barir; Zeny Fatmawati
Jurnal Kebidanan Vol 10 No 1 (2020): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v10i1.729

Abstract

Pendahuluan, Anak pada usia dini mengalami peningkatan pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Masa ini disebut “Golden Age” atau periode emas bagi tumbuh dan berkembang.Ketidaktahuan terhadap pentingnya ASI eksklusif bagi tumbuh kembangbayi.Pemberian susu formula sangat dibatasi agar bayi-bayi generasi penerus bisa mendapatkan makanan terbaik yaitu Air Susu Ibu (ASI). Stimulasi psikososial merupakan faktor lingkungan psikososial dan kebutuhan asah untuk menunjang perkembangan balita dimana stimulasi psikososial adalah cikalbakal proses pembelajaran anak melaluipendidikan dan pelatihan dalam bentuk aktivitas bermain. Tujuan, penelitian mengetahui pengaruh Asi Eksklusif dan Stimulasi terhadap perkembangan balita usia 1-2 tahun. Metode, Penelitian menggunakan desain Crossectional Populasi adalah seluruh ibu balita usia 1-2 tahun yang berkunjung di Momby Kids Jombang. Sampel dalam penelitian adalah 50 ibu dan balita usia 1-2 tahun. Tehnik sampilng menggunakan purposive sampling.Instrumen penelitian menggunakan kuesioner ASI dan stimulasi dan perkembangan menggunakan kuesioner praskrining perkembangan (KPSP). Uji statistik menggunakan Chi square Penelitian menunjukkan riwayat pemberian Asi Eksklusif yang di berikan pada bayi usia 0-6 bulan berpengaruh positif terhadap perkembangan balita usia 1-2 tahun dengan nilai P=0.050 dan pemberian stimulasi berpengaruh positif terhadap perkembangan balita usia 1-2 tahun dengan nilai P=0.03. Terdapat pengaruh positif antara pemberian Asi eksklusif dan stimulasi terhadap perkembangan balita usia 1-2 tahun. Sehingga Kesimpulan adalah pendidikan kesehatantentang pemantauantumbuh kembang balita adalah sangat penting serta factor yang mempengaruhi keberhasilan tumbuh kembang balita secara optimal melalui pembeiran ASi eksklusif dan pemberian stimulasi. Kata kunci : Asi Eksklusif, stimulasi, pertumbuhan dan perkembangan
Leukorea Pada Akseptor Kontrasepsi Hormonal dengan Ekstrak Rebusan Daun Sirsak dan Sirih Merah di PMB Ny “C” Desa Mojokrapak Kabupaten Jombang Zeny Fatmawati; Elly Rustanti; Baroroh Barir; Inayatul Aini; Dhita Yuniar Kristianingrum
Jurnal Kebidanan Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Kebidanan Maret 2023
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v13i1.1160

Abstract

Pemakaian kontrasepsi hormonal yang terlalu lama menyebabkan turunnya ketahanan alami pada dinding portio atau leher rahim terhadap trauma sehingga mudah menyebabkan infeksi. Lekorea abnormal dapat terjadi pada semua infeksi alat kelamin. Ekstrak rebusan daun sirsak dan sirih merah mengandung zat anti leuchorea, tujuan penelitian ini untuk menganalisa ekstra rebusan daun sirsak dan sirih merah terhadap leuchorea pada Akseptor kontrasepsi hormonal. Desain penelitian mengggunakan pra eksperimen one group pre test post test design, jumlah sampel 30 subjek penelitian tehnik pengambilan sampel secara purposive sampling, tempat PMB Ny Chusnul C waktu 15 Agustus – 15 September 2020, Variabel independen perlakuan ekstrak rebusan daun sirsak dan sirih merah, variabel dependent leuchorea, bahan ekstrak rebusan daun sirsak dan sirih merah dengan konsentrasi 10%, instrument penelitian dengan lembar observasi, di analisa dengan uji Man whitney Karakteristik subjek penelitian usia sebagian besar 20-35 tahun sebanyak 50%, Berat badan 40-55 kg sebesar 56.7%, metode kontrasepsi suntik 1 bulan dan 3 bulan sama-sama palng diminati sebanyak 36.7% dengan lama penggunaan kurang dari 3 tahun sebanyak 63.3%, dan jumlah anak yang pernah dilahirkan baik primipara dan multipara sama sama 43.3 %, Sebelum dilakukan perlakuan 30 memiliki keluhan leukorea setelah dilakukan perlakuan 23 subjek penelitian sembuh dari leukorea dilakukan uji Mann whitney dengan nilai P=0.01 artinya Ada pengaruh rebusan daun sirih merah dan daun sirsak terhadap keluhan leukorea pada akseptor alat kontrasepsi hormonal. Ekstrak rebusan daun sirsak dan sirih merah dapat sebagai obat alternative yang efektif sebagai anti Leuchorea /vagina discharge/ Flour Albus atau keputihan yang terjadi pada seorang wanita.
Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Universitas Asyha, Agus Faisal; Barir, Baroroh; Rukhmana, Trisna; Ikhlas, Al; Andriani, Nining; Kurniadi, Pahar
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 2 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i2.578

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat universitas. Menggunakan pendekatan kualitatif, studi ini menyelidiki dampak kurikulum baru terhadap proses pembelajaran, pengembangan soft skills mahasiswa, dan kolaborasi antara universitas dengan industri. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan dosen, mahasiswa, dan perwakilan industri, serta observasi partisipatif dalam lingkungan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka telah membawa perubahan signifikan dalam pendekatan pembelajaran. Fleksibilitas dalam pemilihan mata kuliah meningkatkan motivasi belajar mahasiswa dan mendorong pengembangan soft skills, terutama kreativitas dan kemampuan berpikir kritis. Dosen menghadapi tantangan dalam menyesuaikan metode pengajaran, namun juga melaporkan peningkatan keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran. Temuan lain menunjukkan peningkatan kolaborasi antara universitas dan industri, yang berkontribusi pada perancangan kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Meskipun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan dalam implementasi, termasuk kebutuhan untuk pelatihan berkelanjutan bagi dosen dan penyesuaian infrastruktur pembelajaran. Kesimpulannya, Kurikulum Merdeka menunjukkan potensi yang menjanjikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, namun memerlukan evaluasi dan penyesuaian berkelanjutan untuk memastikan efektivitas jangka panjangnya. Penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi pembuat kebijakan pendidikan dan administrator universitas dalam mengoptimalkan implementasi Kurikulum Merdeka.