Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Pengabdian Multidisiplin

Pendampingan Organisasi Remaja Islam Masjid (RISMA) Dalam Menginternalisasi Nilai-Nilai Keislaman Pada Pemuda Dusun Margo Katon Desa Sri Busono Kecamatan Way Seputih Kabupaten Lampung Tengah Mukhlishin, Ahmad; Indrawan, Ghosel; Rudi Wijaya, Muhamad
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Kuras Institute & Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/00202303695000

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini yaitu: (1) Pendampingan Terhadap Organisasi (RISMA) dalam Menginternalisasi Nilai Keislaman pada generasi muda dusun Margo Katon desa Sri Busono kecamatan Way Seputih kabupaten Lampung Tengah; (2) Mengetahui Internalisasi Nilai Keislaman pada generasi muda dusun Margo Katon desa Sri Busono kecamatan Way Seputih kabupaten Lampung Tengah; (3) Mengetahui Faktor Pendukung dan Penghambat Pendampingan Organisasi (RISMA) dalam menginternalisasi nilai Keislaman pada generasi muda dusun Margo Katon desa Sri Busono kecamatan Way Seputih kabupaten Lampung Tengah. Selama melakukan pengabdian, Pengabdian ini menggunakan pendekatanAset Based Communities Develompment (ABCD) Penggunaan teknik pengumpulan datanya dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. subjekPengabdian ini adalah ketua, pengurus, dan 5 Remaja Islam Masjid. Sumber data dari sumber data primer dan skunder (observasi, wawancara, dan dokumentasi yang berkaitan dengan Organisasi (RISMA).).selanjutnya dalam menganalisis data, Pengabdi menggunakan 3 cara, antara lain: teknik reduksi data, penyajian data, dan verivikasi. Setelah memahami diatas, selanjutnya Pengabdi menyimpulkan bahwa: 1) Pendampingan organisasi (RISMA) dalam menginternalisasi nilai Keislaman pada generasi muda berjalan dengan baik; 2) Pendampingannya dua yaitu organisasi sebagai Motivator dan sebagai Fasilitataor; 3) Setelah itu didalam pelaksanaanya menemukan faktor pendukung yaitu: faktor lingkungan yang nyaman, kondusif, antusias anggota dan orang tua yang selalu mendukung. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu kendala sosial (antusias remaja semakin menurun), terkendala sarana dan prasarana, dan faktor lingkungan luar
Pendampingan Santri Dalam Budidaya Magot Di Provinsi Lampung: Meningkatkan Kemandirian Pondok Pesantren Melalui Ekonomi Circular Mukhlishin, Ahmad
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Kuras Institute & Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/00202404735000

Abstract

Program kemandirian pesantren adalah upaya yang dilakukan untuk mengembangkan kemampuan para santri pondok pesantren dalam mengelola sumber daya, memperoleh pendapatan mandiri, dan mengurangi ketergantungan pada pihak eksternal, Tujuan utama dari program ini adalah agar pesantren dapat mandiri secara finansial dan dapat melaksanakan fungsi pendidikan dan sosialnya dengan lebih efektif. Adapun cara atau strategi dalam meningkatkan kemandirian pesantren ialah menggunakan ekonomi sirkular yaitu suatu pendekatan ekonomi yang bertujuan untuk mengurangi pemborosan sumber daya dan limbah melalui pengoptimalan penggunaan sumber daya, daur ulang bahan, dan penggunaan produk yang tahan lama. Program ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan ekonomi yang berkelanjutan, di mana limbah diubah menjadi sumber daya dan dimanfaatkan kembali dalam siklus produksi. Dalam Pengabdian Masyarakat ini fasilitator lakukan dengan menggunakan pendekatan ABCD atau Asset-Based Community Development dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam program budidaya maggot di pondok pesantren. Berikut adalah metodologi yang dapat diikuti dalam pengabdian ABCD untuk budidaya maggot: Pertama Pengenalan dan pemahaman: dimulai dengan memperkenalkan konsep budidaya maggot kepada santri pondok pesantren dengan memberikan Berikan penjelasan tentang manfaat dan potensi bisnis budidaya maggot serta cara melibatkan masyarakat dalam program ini. Mendorong santri untuk berbagi pengalaman yang mereka miliki terkait dengan lingkungan, pertanian, atau peternakan yang dapat mendukung budidaya maggot. Pendampingan yang dilakukan oleh fasilitator terhadap santri Pondok Pesantren Wali Songo dalam budidaya magot di Provinsi Lampung menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan kemandirian, menerapkan prinsip ekonomi circular, dan menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Ini merupakan langkah progresif menuju pembangunan berkelanjutan yang harmonis antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, Praktik budidaya magot memungkinkan santri pondok pesantren untuk mengimplementasikan prinsip ekonomi circular dengan mengubah limbah organik menjadi produk bernilai tambah, yaitu pakan ternak berkualitas tinggi.