Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Praktik Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Sosiolinguistik dan Nilai-Nilai Islam Melalui Ethnografi Kelas di Sekolah Dasar Muhammadiyah Labschool Universitas Muhammadiyah Kendari Fitri Handayani; Maulina Maulina; Andi Rachmawati Syarif; Yuliyanah Sain; Rahmat Nasrullah; Andi Hamzah Fansury; Widya Rizky Pratiwi; Radiah Hamid; Khadijah Maming
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 3 (2026): Mei
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i3.4398

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan praktik pembelajaran Bahasa Inggris berbasis sosiolinguistik yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam melalui pendekatan etnografi kelas di Sekolah Dasar Muhammadiyah Labschool Universitas Muhammadiyah Kendari. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui observasi kelas, pendampingan guru, praktik pembelajaran kontekstual, serta pemanfaatan media berbasis budaya dan religius. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola interaksi bahasa dan integrasi nilai Islam dalam pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pembelajaran kontekstual mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam penggunaan Bahasa Inggris sederhana pada situasi sosial sehari-hari. Integrasi ungkapan religius, kesantunan berbahasa, dan strategi alih kode turut mendukung perkembangan kompetensi komunikatif siswa. Pendekatan etnografi kelas juga memperkuat pembentukan karakter religius melalui praktik komunikasi yang kontekstual, interaktif, dan berbasis budaya sekolah Islam.
Penguatan Keterlibatan Emosional Siswa EFL melalui Pemanfaatan Kecerdasan Buatan dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Sufrianti Purnama; Titin Rahmiatin; Yuliyanah Sain; Maulina Maulina; Mark Ren D Villaflor
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 2 No. 11 (2026): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v2i11.291

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterlibatan emosional siswa EFL melalui pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pembelajaran bahasa Inggris. Kegiatan dilaksanakan di SMKN 4 Buton Utara dengan jumlah 27 siswa menggunakan pendekatan edukatif partisipatif yang meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi, praktik langsung, diskusi, dan pendampingan berbasis teknologi. Evaluasi dilakukan melalui observasi, kuesioner, dan wawancara untuk mengukur partisipasi, respons emosional, dan motivasi belajar siswa. Hasil menunjukkan peningkatan partisipasi hingga 92%, keterlibatan emosional 88%, motivasi belajar 85%, serta respons positif terhadap teknologi AI sebesar 94%. Siswa menjadi lebih aktif, percaya diri, dan tertarik dalam mengikuti pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi AI mampu menciptakan pengalaman belajar yang interaktif, adaptif, dan bermakna. Oleh karena itu, pemanfaatan AI dapat menjadi alternatif efektif untuk meningkatkan keterlibatan emosional siswa dalam pembelajaran EFL di sekolah. Implikasinya, guru didorong mengembangkan kompetensi digital dan strategi pembelajaran berbasis teknologi agar proses belajar lebih personal, inklusif, serta mampu memenuhi kebutuhan dan karakteristik siswa secara berkelanjutan optimal.
Pemanfaatan Code-Mixing Secara Pedagogis untuk Meningkatkan Pemahaman Bahasa Inggris Siswa Ahmad Dani; Andi Rachmawati Syarif; Yuliyanah Sain; Maulina Maulina; Rosenell B Flores
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 2 No. 11 (2026): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v2i11.296

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap pembelajaran bahasa Inggris melalui pemanfaatan code-mixing secara pedagogis. Kegiatan dilaksanakan di MTs Ihya Assunnah Kolaka pada tanggal 27 April 2026 dengan melibatkan 23 siswa sebagai peserta utama. Pendekatan yang digunakan adalah edukatif dan partisipatif, di mana siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran dan fasilitator berfungsi sebagai pembimbing. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan memanfaatkan media pembelajaran seperti PowerPoint, kartu kosakata, dan lembar dialog yang mengintegrasikan penggunaan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Data dikumpulkan melalui observasi, diskusi interaktif, serta evaluasi lisan dan dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 90% siswa berpartisipasi aktif dalam pembelajaran, 85% memiliki pemahaman yang baik terhadap materi, 80% mampu melakukan praktik percakapan sederhana, dan 75% mulai konsisten menggunakan kosakata bahasa Inggris dalam interaksi di kelas. Selain itu, 95% siswa memberikan respons positif terhadap penggunaan media pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan code-mixing secara pedagogis efektif dalam meningkatkan pemahaman, partisipasi, serta kepercayaan diri siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Dengan demikian, strategi ini dapat menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, komunikatif, dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah menengah pertama.
The Utilization of Digital Flashcard in English Vocabulary Learning at Elementary School Ronal Saputra; Maulina Maulina; Rahmat Nasrullah
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i5.7845

Abstract

In Indonesia’s elementary education, English vocabulary acquisition remains challenging due to limited exposure and traditional methods. Digital flashcards, recognized for their interactivity and accessibility, offer a potential solution, yet their efficacy in low-resource settings is underexplored. This study investigates the effectiveness of Canva-based digital flashcards in enhancing vocabulary comprehension among Grade I students at SD Negeri 50 Kendari, a school with minimal English proficiency. A pre-experimental one-group pretest-posttest design was employed with 24 students. Pretest and posttest data (10 multiple-choice questions) were analyzed using SPSS 16.0, including paired samples t-tests (α = 0.05). Results showed a significant increase in mean scores from 21.25 (pretest) to 46.25 (posttest) (p = 0.000), confirming digital flashcards’ effectiveness. However, external factors (e.g., motivation) were noted as limitations. The study underscores digital flashcards’ utility in resource-constrained contexts and advocates for further research on long-term retention, multimodal integration, and adaptive technologies. Practical contributions include a replicable model for teachers using Canva to create low-cost, engaging materials.
A contextual digital comic-based approach (DCBA) for enhancing multimodal literacy in a rural EFL context Addienul Haq; Maulina Maulina; Titin Rahmiatin Rahim; Abdul Halim; Mark Ren D. Villaflor
Tell : Teaching of English Language and Literature Journal Vol 14 No 1 (2026): JUNE
Publisher : English Department FKIP Universitas Muhammadiyah Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/tell.v14i1.30981

Abstract

\ Research on digital media in English literacy has largely emphasized technological effectiveness while overlooking the role of learners’ sociocultural context, particularly in non-urban settings. This study develops and evaluates a contextual Digital Comic-Based Approach (DCBA) designed for junior high school students in a rural coastal area of Southeast Sulawesi. Using a mixed-methods explanatory sequential design, the study involved 13 eighth-grade students and combined pre- and post-tests with semi-structured interviews. Quantitative analysis indicated an increase in students’ mean literacy scores from 33.08 to 41.54, with a mean difference of 8.46 points. A paired-samples t-test showed that the improvement approached statistical significance, t(12) = –2.13, p = .055, with a moderate effect size (d = 0.59). Qualitative findings revealed that students relied primarily on visual elements such as images, layout, and character expressions as central semiotic resources for constructing meaning, enabling them to compensate for limited linguistic proficiency. Engagement emerged from the coordinated orchestration of visual and textual modes grounded in students’ coastal lived experiences, which reduced cognitive barriers and supported vocabulary and pronunciation development through contextualized input. These findings suggest that the pedagogical value of digital comics in under-resourced EFL contexts lies less in immediate statistical gains and more in their capacity to mediate meaning-making through contextual multimodal design. The study contributes to multimodal literacy research by demonstrating how socially situated visual orchestration can expand textual accessibility for beginner learners and offers a context-responsive model for digital material development in rural EFL education.
Parenting Styles and EFL Motivation: A Phenomenological Study in Indonesian Vocational Education Julianti; Maulina; Yuliyanah Sain; Sam Hermansyah; Sheryl Ann V. Narciso
FOSTER: Journal of English Language Teaching Vol. 7 No. 2 (2026): FOSTER JELT
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/foster-jelt.v7i2.420

Abstract

This study investigates how parenting styles shape students’ motivation to learn English in an Indonesian vocational high school. Adopting a qualitative phenomenological approach, the study involved seven students, seven parents, and two English teachers. Data were gathered through semi-structured interviews, classroom observations, and field notes, and analyzed using thematic analysis. The findings indicate that students’ motivation was dynamic and context-dependent, with stronger engagement at school than at home. In the classroom, motivation was reflected in active participation, peer interaction, persistence, and future-oriented goals. At home, motivation tended to weaken because of limited parental monitoring and the lack of structured learning routines. Although parents provided little direct academic supervision, they influenced motivation indirectly through reminders, encouragement, recognition of effort, and support for study time and space. These practices supported students’ needs for autonomy, competence, and relatedness. In addition, teacher support, classroom climate, peer interaction, and future aspirations played a compensatory role when home support was limited. The study contributes to the EFL motivation literature by showing that motivation is both psychologically experienced and behaviorally observable, emerging through the interaction of family practices, school environment, and personal goals.
Penguatan Pembelajaran Pengucapan dalam Pemerolehan Bahasa Inggris: Efektivitas dan Persepsi Pembelajar terhadap AI Pronunciation Tools Evinda Purnama; Maulina Maulina; Andi Rachmawati Syarif; Sam Hermansyah; Rosenell B Flores
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 7 (2026): Mei
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/va72bd09

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pengucapan bahasa Inggris siswa di MIS YPRI Desa Wawondula dengan menggunakan alat pengucapan berbasis AI. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 25 September 2025 dengan pendekatan pendidikan-partisipatif yang menekankan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, latihan pengucapan secara berulang, demonstrasi penggunaan aplikasi AI, serta evaluasi berbasis observasi dan persepsi siswa. Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam mencoba teknologi baru yang mendukung pembelajaran mereka. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan alat pengucapan AI terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan pengucapan siswa sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, fleksibel, dan mandiri. Tingkat partisipasi siswa mencapai 92%, pemahaman materi pengucapan sebesar 85%, dan respons positif terhadap penggunaan teknologi mencapai 94%. Selain itu, siswa menjadi lebih percaya diri dalam melafalkan kata-kata bahasa Inggris. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi teknologi AI dalam pembelajaran dapat menjadi strategi inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar.
Instagram Usage in Learning English: A Literature Review Rizal Nur Rasyiid; Maulina Maulina; Celso P. Resueňo; Rahmat Nasrullah; Tri Indah Rusli
Tell : Teaching of English Language and Literature Journal Vol 9 No 2 (2021): September
Publisher : English Department FKIP Universitas Muhammadiyah Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/tell.v9i2.9482

Abstract

The social media of Instagram, one of the most used mediums to connect online, is used to build relations and correlations among individuals to support long-distance interaction. Educators and researchers often apply it in global contexts for educational purposes like teaching and researching English vocabulary learning. Moreover, vocabulary is essential in order to enhance EFL learner’s skills. This study presents an analysis of Instagram usage in learning English Vocabulary. The purpose is to analyze how Instagram can assist EFL students in learning vocabulary and investigate whether or not Instagram improves vocabulary comprehension. The authors also review journals taken from several trustworthy sources like Research Gate, Turkish Online Journal of Educational Technology, Arab International English Journal, Springer link, Atlantis press, and Science Direct.
Social Media Utilization for Self-Regulated English Learning during COVID-19 Outbreaks Maulina Maulina; Rahmat Nasrullah; Risman Wanci
Tell : Teaching of English Language and Literature Journal Vol 10 No 1 (2022): April
Publisher : English Department FKIP Universitas Muhammadiyah Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/tell.v10i1.12599

Abstract

It is quite challenging at this moment for undergraduate students to study from home (SFH) during the COVID-19 outbreaks. Social distancing practices applied during the coronavirus outbreaks to most of the public settings, including at academic activities at university. Fortunately, there have been many platforms of social media provided and accessed easily in this digital era. This current study aimed at investigating and understanding higher education students’ perspectives on social media in learning English independently in the COVID-19 outbreak. Researchers used an online survey as the main research instrument to gather data from 147 potential students to be the respondents to fill out the survey from three universities in the Sulawesi region, Indonesia. The result showed that 81% of respondents used WhatsApp as the medium to study autonomously at home during the pandemic. Besides, YouTube (77.6%), Instagram (57.8%), Facebook (29.3%), and Twitter (24.5%) also became the additional choices. They used those friendly-users and cheap accessed social media platforms to watch and to listen to English videos (79.6%) also to have the written chats in English with friends and teachers (67.3%) as well as to have the audio and video calling in English (36.1%). Further, during the pandemic, respondents improve their speaking skills (37.4%), listening skills (29.3%), reading skills (17%), and writing skills (16.3%) through social media. Even though the world is distracted, university students in this region keep their motivation to learn English from home autonomously.
Social Media as Mobile Learning Oral Chat-Based Constructive Communication to Improve Speaking Skills Maulina; Titin Rahmiatin Rahim; Angelica Ordanza Cortez; Sheryl Ann V. Narciso; Anwar Said
Decode: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Vol. 3 No. 1: MARET 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Infromasi UMK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/decode.v3i1.144

Abstract

WhatsApp is one of the most practical, cost-effective, and communicative mobile applications for college students to enhance their speaking skills. This study reconciled to consuetude college students to flexible habitual use of the English language learning and intended to improve their speaking abilities with specially tailored learning resources and activities aid known as WhatsApp-based speaking instructional material (WABSIM). This exploratory mixed-methods research evaluated oral chat-based utilization of WhatsApp by twenty-eight students for one semester using audio voice messages and video recordings of communicative activities in pairs or groups, dialogues, and interviews activities recorded in the WhatsApp group managed to produce every day classroom and noncollegiate activities. Speaking test consisted of an oral evaluation of student's fluency, vocabulary used, grammar, pronunciation, and comprehensibility aspects. It reveals that students demonstrated a stupendous developing speaking interest in building English sentences by raising questions and delivering responses, improved learning collaboration, created better learning engagement, increased learning self-awareness, and accelerated flexible communication. Besides, students achieved substantial academic progress astoundingly in a semester. Therefore, to emerge the significance acknowledged from this current study, in the current era of mobile technology advancement supporting teaching and learning English, WhatsApp oral chat-based assistance offering teaching and learning English flexibility is the most effective.
Co-Authors Abdul Halim Abdul Halim Addienul Haq Ahmad Dani Ahmad Dani Ahmad Junandar Alfredo M. Esteban Jr Alma Sri Andriyani Analiza Tanghal Andi Hamsiah Andi Hamzah Fansury Andi Rachmawati Syarif Andi Syaiful Zainal Angelica Ordanza Cortez Anwar Said Apple Jane Dj. Serrano Asdar Asdar Celso P. Resueňo Dewi Roosnitasari Erica G. Dellos Santos Ete Rahmatia Evinda Purnama Fansury, Andi Hamzah Faridawati Faridawati Faridawati Faridawati Fitri Handayani Geminastiti Sakkir Griffin Mewoh Hastianah Hastianah Hastianah Hastianah Herianah Herianah Herianah Herianah Irfan Ullah Stanikzai Iwan Iwan Jerico Feliciano Ignacio Julianti Julianti Julianti Khadijah Maming Lejhana Andrea C. Bersabe Mark Ren D Villaflor Mark Ren D. Villaflor Miftahul Khair Muflihun Muflihun Muhaimin Abdullah Muhammad Asrafil Husein La Ede Muhammad Ilham Mul Hasana Naicellyn G. Carpio Nining Nining Novi Scorpianti Amrin Novita Purnamasari Rahayu Nurul Aisyah Arif Pelis Petriani Radiah Hamid Rahmat Nasrullah Rahmiatin, Titin Ramli Ramli Reza Eksa Ramadhan Risman Wanci Risman Wanci Risna Ladjagang Rizal Nur Rasyiid Ronal Saputra Rosenell B Flores Rusli, Tri Indah Sachrul Muh Saleh Sain, Yuliyanah Sam Hermansyah Sheryl Ann V. Narciso Sheryl Ann V. Narciso Sitti Nurfaidah Sofa Intan Sutarso Setyaningsih Sri Ratna Meldayana Sufrianti Purnama Sufrianti Purnama Sujariati Sujariati Syarif Amin Syarif Amin Syarif, Andi Rachmawati Titin Rahmiatin Ulan Rindayan Saputra Vetriana Aksam Widya Rizky Pratiwi Willy Andriani Yuliyanah Sain