Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

MA’RIFATULLAH: KEARIFAN TENTANG TUHAN DALAM KITAB TARIKAT SUMEDANG: MA’RIFATULLAH: KEARIFAN TENTANG TUHAN DALAM KITAB TARIKAT SUMEDANG Kosasih, Ade; Rohmаyаni, Yani
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i2.151

Abstract

Umаt Islаm sedаng dihаdаpkаn pаdаpersoаlаn аkidаh yаng cukup kompleks. Upаyаdeislаmisаsi dаn pendаngkаlаn аkidаh mаrаk terjаdi. Oleh kаrenаitu, penting diаngkаt kаjiаn yаng bisаmembаwаkembаli umаt islаm kepаdаkesаdаrаn dаn penghаyаtаn аkаn Tuhаnnyа. Konsep tersebut dikenаl dengаn terminologi mаrifаtullаh. Penelitiаn ini mengkаji konsep mа’rifаtullаh yаng terkаndung dаlаm Kitаb Tаrikаt Sumedаng. Tujuаn penelitiаn untuk mengungkаp cаrаdаn prosedur mengenаli Аllаh swt sebаgаi upаyаpenguаtаn аkidаh di tengаh mаrаknyааrus deislаmisаsi. Metode penelitiаn yаng digunаkаn аdаlаh deksriptif-аnаlitik dengаn pendekаtаn studi pustаkа. Teks-teks dаlаm nаskаh-nаskаh itu selаnjutnyаdiаnаlisis mаknаnyаmelаlui pendekаtаn prаgmаtik berdаsаrkаn teori resepsi.Pembаcааn mendаlаm terhаdаp Kitаb Tаrikаt Sumedаng dilаkukаn dengаn mengаmbil аspek-аspek yаng membаhаs mengenаi mаrifаtullаh. Hаsil penelitiаn menunjukkаn bаhwаcаrаdаn prosedur mengenаli Аllаh swt dаpаt dilаkukаn melаlui pemаhаmаn terhаdаp mаrtаbаt tujuh, yаitu: mаrtаbаt аhаdiyаh, mаrtаbаt wаhdаh, mаrtаbаt wаhidiyаh, mаrtаbаt аlаm аrwаh, mаrtаbаt аlаm mitsаl, mаrtаbаt аlаm аjsаm, dаn mаrtаbаt аlаm insаn kаmil.Dengаn memаhаmi dаn menyаdаri keаrifаn Аllаh swt secаrаutuh, umаt Islаm bisаterhindаr dаri pendаngkаlаn аkidаh dаn dаpаt berpegаng teguh pаdаkeimаnаn terhаdаp Аllаh swt.
ETIKA PENGGUNAAN LIDAH DALAM NASKAH SERAT TASAWUF: ETIKA PENGGUNAAN LIDAH DALAM NASKAH SERAT TASAWUF Rohmayani, Yani; Kosasih, Ade; Syabana, Muntazhar Nur
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i2.156

Abstract

Lidah merupakan cikal bakal utama tersebarnya ujaran kebencian, cacian, hinaan, makian, hingga ungkapan-ungkapan kasar dan rasial beredar menyakiti hati orang. Oleh karena itu, penting untuk menjaga lidah sesuai dengan etika penggunaannya. Artikel ini mengkaji tentang etika penggunaan lidah yang tertuang dalam Naskah Serat Tasawuf. Metode penelitian adalah deksriptif-analitik dengan jenis penelitian kualitatif. Kandungan naskah ST dikaji dan didialogkan dengan teks-teks keagamaan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anjuran penggunaan lidah dalam naskah ST terangkai dalam 5 hal, yaitu agar lidah digunakan dalam: banyak berdzikir, rajin membaca al-Quran, berdakwah, amar maruf nahi munkar, serta berdoa. Sedangkan larangan penggunaan lidah dalam naskah ST terurai pada 8 hal, yaitu: jangan berbohong, jangan mengingkari janji, jangan ghibah, jangan menyela omongan orang lain, jangan sombong, jangan melaknat, jangan mendoakan keburukan, jangan bersenda gurau berlebihan.
KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL IZRAIL KARYA YUSUF AS SIBA’I: KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL IZRAIL KARYA YUSUF AS SIBA’I Kosasih, Ade; Hodijah, Ooh; Riyanti, Yuni
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Februari, 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v6i1.216

Abstract

Karya sastra erat kaitannya dengan realita sosial. Kehidupan sosial kerap kali mengilhami pengarang untuk melahirkan karya sastra. Karya sastra tersebut terkadang juga diciptakan sebagai kritik terhadap kehidupan sosial. Penelitian ini hendak membahas bagaimana novel Izrail karya Yusuf As-Siba’i hadir sebagai kritik terhadap manusia. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sedangkan untuk menemukan hubungan antara karya sastra dan realita sosial menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa novel Izrail berusaha untuk menyampaikan dua kritik sosial. Kritik pertama disampaikan kepada manusia pada umumnya yang diperlihatkan suka berbohong, hidup mementingkan hal-hal duniawai dan memberi makan hawa nafsunya, manusia seringkali manipulatif, dan sering bergunjing. Kritik sosial kedua ditujukan khusus kepada pemerintah, bagaimana pemerintah yang seharusnya mengayomi masyarakat seringkali malah mengadu domba dan menjadikannya boneka atas kepentingannya sendiri. Novel Izrail yang ditulis bertahun-tahun yang lalu ternyata masih relevan sampai saat ini.
AVERROEISME: AJARAN IBNU RUSYD YANG DIPAHAMI DUNIA BARAT DAN PENGARUHNYA TERHADAP RENAISSANCE Kosasih, Ade; Muhammad Fahmi, Rezza Fauzi
Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan Vol 5 No 01 (2024): Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51190/jazirah.v5i01.142

Abstract

The discourse on the role and contribution of Muslim scholars to the progress of mankind and modern life needs great attention. Their traces cannot be erased either from the existing facts or the collective memory of mankind. Ibn Rushd is one of the Muslim scholars who has made his mark on the Western World. Ibn Rushd is known in the Western world as Averroes. It is an indisputable fact that the traces of Ibn Rushd's scholarship are very clear in the Western world. This research explores the teachings and thoughts of Ibn Rushd who were influential in the Western World. The result of Ibn Rushd's thought has a very strong network to this day. The various rationality movements that took place in the West were inspired by the thought of Ibn Rushd. Therefore, the expression of Ibn Rushd's thought is something that really needs to be revealed, both its origin and its substance. The revelation of the origins and substance of this thought will prove the extent to which Muslim scholars contributed to modern civilization. Ibn Rushd's thought related to the relationship between philosophy and religion, namely that between philosophy and religion are interrelated. Philosophy reveals the nature of truth based on ratios; while Islam expresses a truth based on revelation from God. Islamic philosophy and religion should not contradict, so that the two cannot be separated and should even strengthen each other. Ibn Rushd's thought is understood and implemented by the West very differently, that is, only philosophical thought is considered correct.
FENOMENA MENJELANG KELAHIRAN NABI MUHAMMAD: KAJIAN TERHADAP NASKAH AL-HAMZIYYAH KARYA AL-BUSHIRI: FENOMENA MENJELANG KELAHIRAN NABI MUHAMMAD: KAJIAN TERHADAP NASKAH AL-HAMZIYYAH KARYA AL-BUSHIRI Kosasih, Ade
KABUYUTAN Vol 1 No 2 (2022): Kabuyutan, Juli 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v1i2.40

Abstract

Nabi Muhammad adalah simbol dan teladan utama bagi para pengikutnya di kalangan kaum muslimin. Pembicaraan tentang sosok Nabi Muhammad akan terus mendapatkan perhatian setiap generasi dan kawasan, sehingga belum berakhir, bahkan semakin semarak ditinjau dari berbagai sisinya. Bahasan terkait Nabi Muhammad disajikan dalam berbagai bentuk karya dengan bermacam-macam pendekatan sesuai dengan khalayak pembacanya. Penelitian ini mengungkap sosok Nabi Muhammad dari hal keterpilihan sisilah keturunan nenek moyangnya dalam kaitannya dengan sisi-sisi kekhususan yang dimilikinya. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap keterpilihan, kemuliaan, dan keistimewaan asal-muasal keturunan Nabi Muhammad untuk mendapatkan pelajaran keteladanannya. Hal itu sangat penting untuk memberikan narasi baru tentang kenabian dalam khazanah intelektual Islam. Data yang jadi bahan kajian adalah Naskah Al-Hamziyyah Karya Al-Bushiri. Dalam bentuk naskah tulisan tangan, naskah ini tersimpan sebanyak 3 (tiga) buah di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan kajian teks secara kritis. Teks sebagai data diintepretasi dan ditafsirkan, kemudian dihubungkan dengan teks-teks lain yang relevan dan sudah teruji kesahihannya. Teori-teori filologi menjadi landasan utama dalam penelitian ini, terutama tekstologi. Hasilnya adalah bahwa Nabi Muhammad sebagai sosok yang sudah terpilih, termulia, dan teristimewa asal-muasal dan cikal-bakal keturunannya. Secara kritis, penelitian ini menemukan eksistensi baru dalam sosok Nabi Muhammad, yaitu suasana yang sangat dramatis menjelang dan saat kelahirannya.
STRUKTUR TEKS HIKAYAT SYEKH ABDUL QODIR JAILANI DALAM TRADISI KARYA SASTRA SUNDA: STRUKTUR TEKS HIKAYAT SYEKH ABDUL QODIR JAILANI DALAM TRADISI KARYA SASTRA SUNDA Kosasih, Ade
KABUYUTAN Vol 2 No 3 (2023): Kabuyutan, Nopember 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v2i3.202

Abstract

Salah satu ciri ajaran Islam adalah konsep spiritualnya yang mendalam. Penelitian ini mengungkap sisi spiritualitas pada Naskah Hikayat Syekh Abdul Qodir Jailani (NHSAQJA) melalui kajian strukturnya. NHSQJA merupakan karya sastra bernuansa Islam yang menceritakan seorang tokoh spiritual yang sangat terkenal di lingkungan kaum Muslimin dalam tradisi Kebudayaan Sunda. Tujuan penelitian ini adalah terungkap struktur Hikayat Syekh Abdul Qodir Jailani dalam Naskah Sunda. Struktur sangat penting sebagai dasar untuk dapat mengungkap makna yang terkandung di dalam teks. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengungkapkan unsur-unsur intrinsik secara struktural NHSAQJA serta menghubungkan keterjalinan antar unsurnya. Sebagai karya sastra Sunda keagamaan, NHSAQJA merupakan puisi dengan sepuluh pupuh, yaitu dandanggula, asmarandana, sinom, kinanti, pangkur, lambang, durma, pucung, kumambang, dan mijil. Dalam NHSAQJA terdapat seratus cerita tentang sosok Syekh Abdul Qodir Jailani. Temanya kepemimpinan atas semua wali. Alurnya adalah alur maju. Tokoh utamanya Abdul Qodir. Sedangkan tokoh pembantunya, diantaranya, tersebut Abdul Razak, Abdul Jabar, Siti Aisyah, Syekh Abdul Wafa, Syekh Muzhaffar, dan Syekh Hasan. Seting atau latar yang terdapat dalam NHSAQJA meliputi latar waktu, yaitu kurun sejak kelahiran hingga wafatnya Syekh Abdul Qodir Jailani sekitar tahun 1077 hingga tahun 1166 dalam tahun Masehi. Latar tempatnya adalah wilayah Irak dan Iran seperti Bagdad, Jilan, Mosul, Tibriz, Nisabur, dan Asfahan. Selain itu terjadi juga peristiwa di Libanon, Siria, Mesir, Mekkah, dan Arafah.
KARAKTERISTIK NASKAH FUTŪḤUL ‘ĀRIFĪN: KAJIAN KODIKOLOGIS DAN ANALISIS PALEOGRAFI: KARAKTERISTIK NASKAH FUTŪḤUL ‘ĀRIFĪN: KAJIAN KODIKOLOGIS DAN ANALISIS PALEOGRAFI Hazmi Fauzan, Mohammad; Kosasih, Ade; Ikhwan, Ikhwan
KABUYUTAN Vol 3 No 2 (2024): Kabuyutan, Juli 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v3i2.248

Abstract

Penelitian ini berfokus pada kajian kodikologi dan pengidentifikasian aksara dalam naskah Futūḥul ‘Ārifīn. Futūḥul ‘Ārifīn adalah naskah yang menguraikan amaliah-amaliah tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah mengenai tata cara dzikir, talqin, bai’at dan tingkatan-tingkatan lathifah dalam tradisi tasawuf yang ditulis pada tahun 1287 Hijriah atau 1870 Masehi. Secara umum, kajian mengenai kodikologi dan identifikasi aksara terhadap naskah Futūḥul ‘Ārifīn belum pernah dilakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan filologi dan paleografi. Pendekatan filologi dilakukan untuk menguraikan fisik naskah mulai dari judul, bahasa, ukuran, tempat penyalinan, dan sebagainya, sedangkan paleografi digunakan untuk menentukan pola atau model aksara yang digunakan dalam naskah. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif dan deskriptif analitik. Dari hasil penelitian penulis menemukan bahwa kondisi naskah Futūḥul ‘Ārifīn dalam kondisi baik, karena tidak terdapat korup, hanya saja ada beberapa halaman yang sobek, namun tidak sampai mengenai teks naskah. Dari segi aksara, naskah ini menggunakan jenis tulisan tsuluts, farisi dan diwani. Selain itu, terdapat beberapa kekhasan dalam penulisannya, yaitu seperti penulisan huruf /p/ tidak menggunakan titik tiga, dan huruf /g/ tidak terdapat titik di atasnya.
EPISTEMOSUFI: RAHASIA ILMU DALAM PANDANGAN SULTANUL-AULIYA AL-JAILANI: EPISTEMOSUFI: RAHASIA ILMU DALAM PANDANGAN SULTANUL-AULIYA AL-JAILANI Kosasih, Ade
KABUYUTAN Vol 3 No 2 (2024): Kabuyutan, Juli 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v3i2.258

Abstract

Ilmu merupakan suatu entitas abstrak pada manusia, tetapi dapat menyertai manusia untuk menopang kehidupan. Artikel ini mengungkapkan ilmu dalam paradigma sufistik Syekh Abdul Qodir Jailani yang tertuang dalam Kitab Sirr al-Asrâr. Penulisan artikel ini terinspirasi oleh sangat majunya ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada sekarang, tetapi banyak orang belum mengetahui apa esensi ilmu yang sebenarnya dalam paradigma sufistik. Kaum sufistik dituduh menjauh dari ilmu, karena mereka lebih mengedepankan spiritualitas sebagai motivasi hidup untuk mendekati Tuhan sedekat mungkin. Ternyata Jailani mengungkap ilmu ini dengan pandangan sufistiknya yang sarat dengan nilai-nilai ketuhanan yang hakiki, tetapi mengedepankan solusi untuk kehidupan umat manusia. Allah, Tuhan Sang Pemilik Ilmu, mentransfer ilmu kepada manusia melalui wahyu, ilham, dan proses-proses transmisi lainnya. Pembahasan mendalam dan kritis merupakan cara menggali makna serta menafsirkan teks. Hasil analisis dengan kritis, ilmu itu terdokumentasikan dalam Al-Quran, baik tersurat maupun tersirat. Pembagiannya adalah ilmu syariah, ilmu tarikah, ilmu ma’rifah, dan ilmu hakikat.
Eksistensi Manusia dalam Naskah Aulia Syeikh Abdul Qadir Jailani: Kajian Filologi dan Analisis Resepsi Kosasih, Ade; Mahdi, Setiono
Manuskripta Vol 9 No 1 (2019): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v9i1.105

Abstract

Ki Sarahmadu Brajamakutha (KSB) is a manuscript collection of Widyapustaka, the library of Pakualaman Palace, Yogyakarta. This manuscript was written in Javanese script and language in macapat metre. KSB contains didactic stories on how to rule a kingdom, depicted in stories of prophets and kings mainly from the Middle East. Those stories are embeded in three texts: Tajusalatin, Hikayat Nawawi, and a text containing teachings of Paku Alam I and Paku Alam II. The “kafir king” story of Nusirwan appears in the manuscript as part of the Tajusalatin text. Despite being specifically mentioned as “kafir” or non-believer in the text, he is portrayed as a just king. The study of respon aesthetic of Wolfgang Iser is applied to the story of King Nusirwan as to how contemporary readers can understand the repertoire, making them easier to acquire the conventions on how the story was build, so that they can easily interpret the meaning as intended by the author. === Ki Surahmadu Brajamakutha (KSB) adalah manuskrip koleksi Widyapustaka, Perpustakaan Istana Pura Pakualaman, Yogyakarta. Manuskrip ini ditulis dengan aksara dan bahasa Jawa dalam tembang macapat. KSB berisi cerita didaktis tentang bagaimana aturan seorang raja, menggambarkan kisah nabi-nabi dan raja dari Timur Tengah. Cerita-cerita tersebut terdapat di dalam tiga teks: Tajusalatin, Hikayat, Nawawi, dan sebuah teks yang berisi ajaran-ajaran Paku Alam I dan Paku Alam II. Cerita “raja kafir” Nusirwan muncul di dalam sebuah manuskrip sebagai bagian teks Tajusalatin. Meskipun di dalam teks secara khusus disebutkan sebagai “kafir” atau tidak percaya, ia digambarkan sebagai raja yang adil. Studi tentang estetika respons Wolfgang Iser diterapkan pada kisah RajaNusirwan tentang bagaimana pembaca kontemporer dapat memahami repertoar, membuat mereka lebih mudah untuk memperoleh konvensi tentang bagaimana cerita itu dibangun, sehingga mereka dapat dengan mudah menafsirkan makna sebagaimana dimaksud oleh penulis.
K.H. Tubagus Ahmad Bakri Sempur’s Theological Thinking and Its Implications in Mashlahah Al-Islamiyyah Fi Ihkami Al-Tawhidiyyah Kosasih, Ade; Mahdi, Sutiono; Fahrullah, Tb. Ace
Interdisciplinary Social Studies Vol. 1 No. 10 (2022): Special Issue
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/iss.v1i10.242

Abstract

K.H. Tubagus Ahmad Bakri (died 1975) was a cleric in Sempur Village, Plered District, Purwakarta Regency, West Java. One form of his legacy is in the form of written works known as "nuqilan" or adaptations. One of them is Mashlahah Al-`Islamiyyah Fi `Ihkami Al-Tawhidiyyah (MIFIT) which specifically reveals thoughts on theological aspects in Islam. Uncovering patterns of theological thinking and religious teachings that can be applied in the lives of rural communities. This research uses the reception method, which is a critical study of the text and revealing the meanings contained in it. It is a qualitative method in whihch every sentence contained in the text is interpreted and connected with the reality of its implementation in everyday life in order to set an example to the audience, both students and society. The philological and textological studies of MIFIT critically produced the model of theological thinking that is very Ahlussunnah-centric by revealing the arguments of the Qur'an and the Prophet's Hadith as well as several Sunni scholars from the Middle East and the Indonesian Archipelago. The implications are at the level of practice of religious teachings in life which tend to be exclusive even though they prioritize tolerance.