Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

KARAKTERISTIK NASKAH FUTŪḤUL ‘ĀRIFĪN: KAJIAN KODIKOLOGIS DAN ANALISIS PALEOGRAFI: KARAKTERISTIK NASKAH FUTŪḤUL ‘ĀRIFĪN: KAJIAN KODIKOLOGIS DAN ANALISIS PALEOGRAFI Hazmi Fauzan, Mohammad; Kosasih, Ade; Ikhwan, Ikhwan
KABUYUTAN Vol 3 No 2 (2024): Kabuyutan, Juli 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v3i2.248

Abstract

Penelitian ini berfokus pada kajian kodikologi dan pengidentifikasian aksara dalam naskah Futūḥul ‘Ārifīn. Futūḥul ‘Ārifīn adalah naskah yang menguraikan amaliah-amaliah tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah mengenai tata cara dzikir, talqin, bai’at dan tingkatan-tingkatan lathifah dalam tradisi tasawuf yang ditulis pada tahun 1287 Hijriah atau 1870 Masehi. Secara umum, kajian mengenai kodikologi dan identifikasi aksara terhadap naskah Futūḥul ‘Ārifīn belum pernah dilakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan filologi dan paleografi. Pendekatan filologi dilakukan untuk menguraikan fisik naskah mulai dari judul, bahasa, ukuran, tempat penyalinan, dan sebagainya, sedangkan paleografi digunakan untuk menentukan pola atau model aksara yang digunakan dalam naskah. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif dan deskriptif analitik. Dari hasil penelitian penulis menemukan bahwa kondisi naskah Futūḥul ‘Ārifīn dalam kondisi baik, karena tidak terdapat korup, hanya saja ada beberapa halaman yang sobek, namun tidak sampai mengenai teks naskah. Dari segi aksara, naskah ini menggunakan jenis tulisan tsuluts, farisi dan diwani. Selain itu, terdapat beberapa kekhasan dalam penulisannya, yaitu seperti penulisan huruf /p/ tidak menggunakan titik tiga, dan huruf /g/ tidak terdapat titik di atasnya.
EPISTEMOSUFI: RAHASIA ILMU DALAM PANDANGAN SULTANUL-AULIYA AL-JAILANI: EPISTEMOSUFI: RAHASIA ILMU DALAM PANDANGAN SULTANUL-AULIYA AL-JAILANI Kosasih, Ade
KABUYUTAN Vol 3 No 2 (2024): Kabuyutan, Juli 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v3i2.258

Abstract

Ilmu merupakan suatu entitas abstrak pada manusia, tetapi dapat menyertai manusia untuk menopang kehidupan. Artikel ini mengungkapkan ilmu dalam paradigma sufistik Syekh Abdul Qodir Jailani yang tertuang dalam Kitab Sirr al-Asrâr. Penulisan artikel ini terinspirasi oleh sangat majunya ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada sekarang, tetapi banyak orang belum mengetahui apa esensi ilmu yang sebenarnya dalam paradigma sufistik. Kaum sufistik dituduh menjauh dari ilmu, karena mereka lebih mengedepankan spiritualitas sebagai motivasi hidup untuk mendekati Tuhan sedekat mungkin. Ternyata Jailani mengungkap ilmu ini dengan pandangan sufistiknya yang sarat dengan nilai-nilai ketuhanan yang hakiki, tetapi mengedepankan solusi untuk kehidupan umat manusia. Allah, Tuhan Sang Pemilik Ilmu, mentransfer ilmu kepada manusia melalui wahyu, ilham, dan proses-proses transmisi lainnya. Pembahasan mendalam dan kritis merupakan cara menggali makna serta menafsirkan teks. Hasil analisis dengan kritis, ilmu itu terdokumentasikan dalam Al-Quran, baik tersurat maupun tersirat. Pembagiannya adalah ilmu syariah, ilmu tarikah, ilmu ma’rifah, dan ilmu hakikat.
Eksistensi Manusia dalam Naskah Aulia Syeikh Abdul Qadir Jailani: Kajian Filologi dan Analisis Resepsi Kosasih, Ade; Mahdi, Setiono
Manuskripta Vol 9 No 1 (2019): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v9i1.105

Abstract

Ki Sarahmadu Brajamakutha (KSB) is a manuscript collection of Widyapustaka, the library of Pakualaman Palace, Yogyakarta. This manuscript was written in Javanese script and language in macapat metre. KSB contains didactic stories on how to rule a kingdom, depicted in stories of prophets and kings mainly from the Middle East. Those stories are embeded in three texts: Tajusalatin, Hikayat Nawawi, and a text containing teachings of Paku Alam I and Paku Alam II. The “kafir king” story of Nusirwan appears in the manuscript as part of the Tajusalatin text. Despite being specifically mentioned as “kafir” or non-believer in the text, he is portrayed as a just king. The study of respon aesthetic of Wolfgang Iser is applied to the story of King Nusirwan as to how contemporary readers can understand the repertoire, making them easier to acquire the conventions on how the story was build, so that they can easily interpret the meaning as intended by the author. === Ki Surahmadu Brajamakutha (KSB) adalah manuskrip koleksi Widyapustaka, Perpustakaan Istana Pura Pakualaman, Yogyakarta. Manuskrip ini ditulis dengan aksara dan bahasa Jawa dalam tembang macapat. KSB berisi cerita didaktis tentang bagaimana aturan seorang raja, menggambarkan kisah nabi-nabi dan raja dari Timur Tengah. Cerita-cerita tersebut terdapat di dalam tiga teks: Tajusalatin, Hikayat, Nawawi, dan sebuah teks yang berisi ajaran-ajaran Paku Alam I dan Paku Alam II. Cerita “raja kafir” Nusirwan muncul di dalam sebuah manuskrip sebagai bagian teks Tajusalatin. Meskipun di dalam teks secara khusus disebutkan sebagai “kafir” atau tidak percaya, ia digambarkan sebagai raja yang adil. Studi tentang estetika respons Wolfgang Iser diterapkan pada kisah RajaNusirwan tentang bagaimana pembaca kontemporer dapat memahami repertoar, membuat mereka lebih mudah untuk memperoleh konvensi tentang bagaimana cerita itu dibangun, sehingga mereka dapat dengan mudah menafsirkan makna sebagaimana dimaksud oleh penulis.
K.H. Tubagus Ahmad Bakri Sempur’s Theological Thinking and Its Implications in Mashlahah Al-Islamiyyah Fi Ihkami Al-Tawhidiyyah Kosasih, Ade; Mahdi, Sutiono; Fahrullah, Tb. Ace
Interdisciplinary Social Studies Vol. 1 No. 10 (2022): Special Issue
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/iss.v1i10.242

Abstract

K.H. Tubagus Ahmad Bakri (died 1975) was a cleric in Sempur Village, Plered District, Purwakarta Regency, West Java. One form of his legacy is in the form of written works known as "nuqilan" or adaptations. One of them is Mashlahah Al-`Islamiyyah Fi `Ihkami Al-Tawhidiyyah (MIFIT) which specifically reveals thoughts on theological aspects in Islam. Uncovering patterns of theological thinking and religious teachings that can be applied in the lives of rural communities. This research uses the reception method, which is a critical study of the text and revealing the meanings contained in it. It is a qualitative method in whihch every sentence contained in the text is interpreted and connected with the reality of its implementation in everyday life in order to set an example to the audience, both students and society. The philological and textological studies of MIFIT critically produced the model of theological thinking that is very Ahlussunnah-centric by revealing the arguments of the Qur'an and the Prophet's Hadith as well as several Sunni scholars from the Middle East and the Indonesian Archipelago. The implications are at the level of practice of religious teachings in life which tend to be exclusive even though they prioritize tolerance.
KONTROVERSI HERMENEUTIKA DALAM PENAFSIRAN TEKS AL-QURAN: PERSPEKTIF FILOLOGI Kosasih, Ade
KABUYUTAN Vol 4 No 3 (2025): Kabuyutan, Nopember 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v4i3.404

Abstract

Pendekatan hermeneutika dalam penafsiran Al-Quran dapat dianggap sebagai isu kontroversial di ranah studi Islam dewasa ini. Hermeneutika dipandang sebagai metodologi ilmiah yang mampu menjembatani jarak historis, linguistik, dan kultural antara teks suci dan realitas modern. Bahkan, pendekatan itu dikritik keras karena dianggap berakar dari tradisi filsafat Barat sekuler, berpotensi merelatifkan makna wahyu, serta menggeser otoritas tafsir dari teks ilahi kepada subjektivitas penafsir. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis kontroversi di kalangan para ahli terkait penafsiran hermeneutika Al-Quran dengan menelusuri basis epistemologis, metodologis, serta implikasi teologisnya. Penelitian ini memanfaatkan metode kualitatif dengan melakukan studi literatur untuk membahas, secara deskriptif-kritis, karya-karya tokoh yang berbeda dalam memandang penafsiran Al-Quran sekarang, baik dari para pemikir Muslim maupun sarjana Barat. Data dianalisis melalui pendekatan komparatif antara metodologi tafsir model hermeneutika filosofis Hans-Georg Gadamer dan hermeneutika kritis Paul Ricoeur. Hasil kajian menunjukkan bahwa kontroversi hermeneutika Al-Quran tidak semata-mata bersumber dari perbedaan metode, tetapi juga dari perbedaan paradigma epistemologi tentang hakikat wahyu, bahasa ilahi, dan otoritas penafsiran. Artikel ini menyimpulkan bahwa hermeneutika dapat berfungsi sebagai perangkat bantu metodologis sepanjang ditempatkan secara proporsional, tidak menggantikan prinsip dasar ulūm al-Qur’ān, serta tetap berlandaskan pada akidah Islam. Dengan demikian, dialog metodologis antara tafsir klasik dan hermeneutika modern perlu dikembangkan secara kritis dan selektif, bukan ditolak atau diterima secara absolut.