Niken Kendarini
Department Of Agronomy, Faculty Of Agriculture, Universitas Brawijaya

Published : 50 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI KEBERHASILAN PERSILANGAN STROBERI (Fragaria x ananassa Duch) Haqiqi, Ifrahul; Damanhuri, Damanhuri; Kendarini, Niken; Agisimanto, Dita
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbaikan sifat kuantitatif dan kualitatatif stroberi secara genetik dapat dilakukan melalui persilangan. Persilangan bertujuan untuk menggabungkan sifat kedua tetua sehingga diperoleh varietas unggul yang diinginkan. Persilangan dalam penelitian ini dilakukan secara resiprok pada varietas California dan Holybride. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan apakah generasi F1 hasil persilangan memiliki gabungan sifat dari kedua tetua.  Penelitian ini menggunakan metode single plant, tanaman yang diamati sebanyak 109 dari hasil persilangan, tetua California dan tetua Holybride. Hasil penelitian menunjukkan semua keturunan F1 mempunyai kombinasi dari 10 karakter kedua tetua baik karakter kualitatif maupun kuantitatif. Kata kunci: Persilangan, single plant, Keberhasilan persilangan.
UJI DAYA HASIL PERTUMBUHAN DAN PEMBUNGAAN DUA GENERASI BIBIT PADA TIGA VARIETAS KRISAN (Chrysanthemum Sp.) Rofiq, Mochammad; Kendarini, Niken; Damanhuri, Damanhuri
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisan (Chrysanthemum) merupakan tanaman bunga hias perdu dengan sebutan lain seruni atau bunga emas. Pada budidaya krisan, kualitas bibit sangat mempengaruhi hasil pertumbuhan dan pembungaannya. Pada penelitian ini digunakan tiga varietas bunga krisan yang diuji daya hasil pertumbuhan dan pembungaannya menggunakan dua generasi bibit stek yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui apakah terjadi perbedaan daya hasil pertumbuhan dan pembungaan krisan antara dua generasi bibit stek yang digunakan. Penelitian dilaksanakan dalam rumah plastik pada bulan April sampai dengan Agustus 2014 di desa Beru, kec. Bumiaji, kota Batu, Jawa Timur dengan ketinggian ± 950 m dpl. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT). Petak utama ialah varietas sedangkan anak petaknya ialah generasi bibit stek. Setiap perlakuan diulang 4 kali. Analisis uji lanjut menggunakan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan hasil analisis sidik ragam diketahui tidak terjadi perbedaan kualitas hasil pertumbuhan dan pembungaan krisan antara dua generasi bibit stek yang diuji. Namun, perbedaan terjadi hanya pada karakter ketajaman warna. Kualitas bunga krisan di petani tidak ditentukan berdasarkan ketajaman warna bunga namun berdasarkan panjang tangkai. Kata kunci : Bunga Krisan, Perbedaan Generasi, Ketajaman Warna Bunga, Rancangan Petak Terbagi.
PENINGKATAN VIABILITAS BENIH KEDELAI HITAM (Glycine max L. Merr) MELALUI INVIGORASI OSMOCONDITIONING Yuanasari, Bayu Subekti; Kendarini, Niken; Saptadi, Darmawan
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 6 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Benih kedelai hitam adalah benih yang cepat mengalami kemunduran. invigorasi osmoconditioning merupakan perlakuan yang dapat meningkatkan viabilitas benih yang telah mengalami kemunduran. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perlakuan terbaik dari invigorasi osmo-conditioning menggunakan PEG-6000 terhadap viabilitas benih kedelai hitam. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, pada bulan Juni hingga Juli 2014. Penelitian ini meng-gunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial yang terdiri dari dua faktor dengan empat ulangan. Faktor pertama ialah lama perendaman (L) dengan 3 taraf yaitu L1= 6; L2= 12 dan L3= 18 jam. Faktor kedua ialah perlakuan invigorasi osmoconditioning (P) dengan 5 taraf yaitu P0= aquades; P1= PEG-6000 konsentrasi 5%; P2= 10%; P3= 15% dan P4= 20%. Data dianalisis menggunakan uji F. Jika uji F berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, perlakuan invigorasi osmoconditioning menggunakan PEG-6000 selama 12 jam, secara efektif menghasilkan nilai keserem-pakan tumbuh dan panjang hipokotil yang paling optimal. Pada faktor tunggal invigorasi osmoconditioning, penggunaan larutan PEG-6000 menghasilkan nilai daya berkecambah, kecepatan tumbuh dan bobot kering kecambah normal yang paling tinggi. Pada faktor tunggal lama perendaman, perendaman selama 12 jam, memberikan nilai daya berkecambah, indeks vigor dan panjang akar yang optimal. Kata kunci: Invigorasi Osmoconditioning, Kedelai Hitam, PEG-6000, Viabilitas Benih.
EVALUATION OF GENETIK PURITY ON 20 GENOTYPES OF BAMBARA GROUNDNUT (Vigna subterranea L. Verdcourt) SELECTED FROM SINGLE SEED DESCENT MORPHOLOGICAL CHARACTERS Arif, Ainin; Kendarini, Niken; Kuswanto, Kuswanto
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bambara groundnut (Vigna subterranea L. Verdcourt) is a leguminous plant that originate from African and has been cultivated in others Countries. In Indonesia, especially in ​​Bogor (West Java), it is known as “Kacang Bogor”, while in Gresik (East Java) it is known as “Kacang Kapri”. Important issue in development of Bambara Groundnut local lines was a genetic diversity, so that they need to be purified in order to develop a new variety or as a parent crosses. This research was conducted in research station of Agricultural Faculty, Brawijaya University, in Jatikerto Village, Malang Regency on May until September 2014 and using single plant method so the observation was due to all individual plant. Material in this research was 20 genotypes of bambara groundnut by single seed descent. The result showed five population in genotypes CCC 1.4.1, SS 2.2.2, GSG 1.5, BBL 10.1 and CCC 1.1.1 have each a similarity coefficient more than 0,80 and 15 genotypes had a similarity coefficient less than 0,80, it can be continued with the second selection of Single Seed Descent. The character of days of first flowering and harvest age in 20 genotype had a low variability, while in number of flower character, number of pods per plant and fruit set, it had a low, medium and high variability. Genotype BBL 10.1 and GSG 1.5 have a similarity coefficient more than 0,80 and have potential on yield components which is based on early maturity, high number of pods per plant and high fruit set.
KAJIAN PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH TERHADAP PERTUMBUHAN STEK TANAMAN BUAH NAGA (Hylocereus costaricensis) Ramadan, Vani Rizki; Kendarini, Niken; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman buah naga  ( Hylocereus costaricensis) merupakan salah satu tanaman yang berasal dari family Cactaceae yang tergolong baru di masyarakat Indonesia. Kebutuhan buah naga di Indonesia cukup besar, namun kebutuhan tersebut belum mampu dipenuhi oleh produsen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya interaksi antar kombinasi perlakuan yang tepat dalam perbanyakan tanaman buah naga. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2014 dalam green house STPP Malang dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan faktor 1: bahan stek yaitu B1 batang ujung  dan B2 batang bawah dan faktor 2:  konsentrasi ZPT sebagai perlakuan(1 kontrol dan 6 perlakuan) dan 3 ulangan, yaitu : N0 : Kontrol (Tanpa ZPT), N1 : 25 mg/10 ml, N2 : 50 mg/10 ml, N3 : 75 mg/10 ml, N4 : 100 mg/10 ml, N5 : 125 mg/10 ml, dan N6 : 150 mg/10 ml. Pengamatan yang dilakukan secara distruktif dan non distruktif. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi nyata pada kombinasi perlakuan bahan stek dengan konsentrasi ZPT terhadap pertumbuhan buah naga pada parameter pengamatan saat muncul tunas (hst), persentase tanaman berakar, Jumlah tunas dan panjang tunas, Sedangkan untuk parameter pengamatan persentase tanaman hidup (%), persentase tanaman berakar, jumlah akar, persentase tanaman bertunas, serta bobot basah, menunjukan hasil yang tidak berbeda nyata terhadap perlakuan kombinasi bahan stek dan konsentrasi ZPT. Pada parameter pengamatan persentase tanaman hidup perlakuan kombinasi N4B1, N5B1, N6B1, N1B2, N3B2, N4B2, dan N5B2 menunjukkan persentase tanaman hidup 100%.
UJI DAYA HASIL PENDAHULUAN 13 GALUR BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) F4 BERDAYA HASIL TINGGI DAN BERPOLONG UNGU Twientanata, Putrie; Kendarini, Niken; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persilangan antara varietas lokal dengan varietas introduksi dilakukan untuk merakit varietas unggul baru tanaman buncis berdaya hasil tinggi dan berpolong ungu. Varietas lokal dipilih sebagai tetua karena memiliki daya hasil yang tinggi, yakni diatas 20 ton ha1,sedangkan varietas introduksi yang digunakan ialah Purple Queen yang mempunyai warna polong ungu. Keturunan hasil persilangan diharapkan dapat menghasilkan galur-galur harapan buncis yang berdaya hasil tinggi dan berpolong ungu. Polong ungu dipilih sebagai kriteria seleksi karena mempunyai kandungan antosianin tinggi dibanding dengan buncis polong hijau.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui galur-galur buncis F4 yang berpolong ungu dan berdaya hasil tinggi, serta mengetahui karakter agronomis yang mempengaruhi daya hasil pada tanaman buncis. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari−April 2014 di Dusun Kajang Lor, Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Penelitian disusun menggunakan petak tunggal dengan metode pengamatan tanaman tunggal (single plant). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua galur buncis F4 memiliki daya hasil yang tinggi, akan tetapi masih terdapat keragaman warna polong pada beberapa nomor galur sehingga perlu dilakukan seleksi lebih lanjut. Karakter yang erat kaitannya dengan hasil ialah jumlah bunga per tanaman, umur panen benih, jumlah polong per tanaman, fruit set, diameter polong, bobot per polong dan jumlah biji per polong.
PENGARUH PUPUK MAJEMUK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KRISAN (Dendranthema grandiflora Tzvelev) SECARA IN VITRO Budiyanti, Husnul Khotimah Leksono; Kendarini, Niken; Soetopo, Lita
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 5 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media kultur jaringan yang sering digunakan untuk perbanyakan krisan (Dendranthema grandiflora Tzvelev) yaitu media Murashige and Skoog (MS). Subtitusi unsur hara makro dan mikro media MS menggunakan pupuk majemuk dapat meningkatkan efisiensi biaya dalam produksi benih krisan secara in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pupuk majemuk yang dapat mensubtitusi unsur hara makro dan mikro pada media MS dalam mendukung multiplikasi planlet. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari – Nopember 2014, di Laboratorium Kultur Jaringan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 3 ulangan. Varietas sebagai petak utama terdiri dari varietas Yellow Fiji dan Grand White dan nutrisi media sebagai anak petak terdiri dari pupuk majemuk Growmore (20:20:20), Hortigro (19:19:19), Kristalon (18:18:18) dan MS. Masing-masing pupuk majemuk terdiri dari 3 konsentrasi yaitu 1 g l-1, 2 g l-1 dan 3 g l-1. Setiap media perlakuan ditambah dengan 0,1 mg l-1 indole acetic acid (IAA). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa interaksi varietas dan media kultur berbeda nyata terhadap pertumbuhan planlet pada 8 minggu setelah tanam (MST). Subtitusi unsur hara makro dan mikro pada media MS dengan pupuk majemuk tidak dapat digunakan sebagai media dalam produksi benih krisan secara in vitro, berdasarkan jumlah planlet, laju multiplikasi planlet, vigor planlet dan morfologi planlet pada varietas Yellow Fiji dan Grand White.
UJI EFEKTIVITAS BEBERAPA TEKNIK EKSTRAKSI TERHADAP MUTU BENIH DUA VARIETAS TOMAT (Solanum lycopersicum L.) Iriani, Yoanita Fadlilah; Kendarini, Niken; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Benih tomat memiliki zat penghambat perkecambahan (inhibitor) yang menyelimuti permukaan benih. Cara untuk mengatasi masalah tersebut ialah dengan meningkatkan mutu benih tomat melalui teknik ekstraksi yang tepat untuk tipe tomat buah maupun tomat sayur. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan teknik ekstraksi yang paling tepat untuk menghasilkan tomat dengan mutu benih yang berkualitas pada benih dua varietas tomat. Bahan yang digunakan ialah tomat varietas Fortuna 23 dan Tymoti, kertas CD (buram), label, air, HCl 2%, kapur tohor (CaO), aquades, media semai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari dua faktor, dan diulang sebanyak empat kali. Faktor pertama adalah varietas (V) yaitu V1= Fortuna 23 dan V2= Tymoti. Faktor kedua ialah perlakuan teknik ekstraksi (T) yaitu T1= ekstraksi air langsung; T2= fermentasi air tomat selama 24 jam; T3= ekstraksi HCl 2% selama 2 jam; T4= ekstraksi kapur tohor 20 g l-1 selama 30 menit. Analisis data yang digunakan adalah uji F. Apabila uji F menunjukkan pengaruh yang nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, pada bulan Desember 2014 hingga Februari 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, interaksi antara varietas dan teknik ekstraksi pada kualitas benih terlihat dari tolok ukur bobot 1000 benih, kecepatan tumbuh, indeks vigor, dan panjang akar kecambah, sedangkan kualitas bibit terlihat dari tolok ukur vigor kekuatan tumbuh bibit, tinggi bibit, lebar daun, dan bobot kering total bibit.
INTERAKSI GENOTIP × LINGKUNGAN PADA EMPAT GENOTIP PAKCHOY (Brassica rapa L.) DI TIGA LOKASI Anasari, Nofia Rizki; Kendarini, Niken; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi pemuliaan tanaman tidak dapat lepas dari pengaruh lingkungan yang ada, karena tanaman dalam pertumbuhannya merupakan pengaruh dari genotip dan lingkungan. Interaksi genotip dan lingkungan akan mengakibatkan penampilan suatu sifat yang tidak konsisten pada kondisi lingkungan yang berbeda, hal inilah yang menyebabkan perbedaan daya hasil di berbagai lokasi penanaman.  Informasi mengenai interaksi genotipe x lingkungan diperlukan dalam pemilihan genotip unggul. Sebanyak 4 genotip sawi daging hasil persilangan diuji di tiga lokasi, yaitu di Mojokerto, Jombang dan Kediri pada bulan Mei hingga Agustus 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara genotip dengan lokasi serta untuk mendapatkan genotip sawi daging yang mempunyai potensi hasil tinggi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat ulangan di masing-masing lokasi pengujian. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi genotip × lingkungan yang nyata pada seluruh karater yang diamati. Perlakuan genotip memberikan pengaruh sangat nyata terhadap seluruh karakter yang diamati. Empat genotip memiliki potensi hasil yang beragam. Genotip 1 memiliki potensi hasil tertinggi, sehingga genotip tersebut prospektif untuk pengujian selanjutnya.
PENAMPILAN 11 GALUR BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) F5 BERDAYA HASIL TINGGI DAN BERPOLONG UNGU Rahmawati, Annisaa; Kendarini, Niken; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 5 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan salah satu komoditas yang cukup populer di masyarakat. Dalam upaya perbaikan kualitas dan produktivitas tanaman buncis, telah dilakukan perakitan varietas baru yaitu dengan melakukan persilangan antara varietas buncis introduksi  dengan varietas lokal. Persilangan tersebut bertujuan untuk memperoleh keturunan berdaya hasil tinggi dan berpolong ungu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan 11 galur buncis (Phaseolus vulgaris L.) F5 hasil persilangan varietas introduksi dan varietas lokal. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Mei 2015 di Dusun Suwaluan, Desa Tawang Argo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten  Malang, Jawa Timur. Bahan yang digunakan ialah benih dari 11 galur F5 buncis berpolong ungu (PQxGI-169-1-14, PQxGK-1-12-29, GIxPQ-12-2-18, GIxPQ-35-11-23, GIxPQ-23-10-39, GIxPQ-19-10-16, GKxPQ-12-4-35, GKxCS 6-6-47, GKxCS 108-1-1, GKxCS 97-2-5, GKxCS 54-11-44), benih tetua dari 11 galur tersebut (Gogo Kuning, Gilik Ijo, Purple Queen, dan Cherokee Sun), pupuk urea, pupuk SP-36, pupuk KCl, dan pestisida. Penelitian disusun tanpa menggunakan rancangan percobaan dan metode pengamatan berupa Single Plant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua galur buncis berpolong ungu generasi F5 sudah seragam dalam karakter kualitatif dan karakter kuantitatif yang diamati, karena memiliki derajat kemiripan lebih dari 70%.