Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Adopting Indonesian Folklore as an Instructional Media Through Cards Games Komang Redy Winatha; Ni Putu Suci Meinarni; Ayu Gede Willdahlia
JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 22 No 3 (2020): Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jtp.v22i3.17428

Abstract

Psychologically, humans tend to love games compared to learning. Therefore, learning should be delivered through fun ways and not boring just like a game. This research aims to develop card games as learning media of Interpersonal Skill Course at STMIK STIKOM Indonesia. This course was chosen based on the availability of minimum teaching materials, the level of material abstractness which is high enough, and there is still no innovative learning that can support the learning. Beside easing the students in comprehending the materials of Interpersonal Skill through fun ways, this card game at once also reminds the students about deep philosophy contained in Indonesian folklores. The chosen folklores cover the stories developing and frequently told in the society such as Timun Emas, Malin Kundang, and so on. The research design used research and development method referring to ADDIE model which is limited until the developing stage. The result of this research is learning media the card game which is an innovation in learning process replacing conventional learning. Based on the results of expert test conducted, the learning media in the form of card games adopting Indonesian folklores is valid and successfully developed.
Pelatihan Penggunaan Sosial Media Pada Usaha Pande Besi di Desa Kedisan–Gianyar Ni Kadek Nita Noviani Pande; Christina Purnama Yanti; Komang Redy Winatha; Ni Luh Wiwik Sri Rahayu Ginantra
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2020): Nopember 2020
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balinese handicrafts are also a worldwide attraction. For example, handicrafts from wood carvings, paintings, endek fabrics, keris, gamelan, copper, gold, silver, and many more. Keris and gambelan in Bali are generally made by the Pande people or you can say Soroh Pande and the manufacturing process is done in a Prapen. Prapen is always identified with cheer pande, apart from being a place for people to do their swadharma, namely memande. Prapen itself is very important for the Pande people not only as their identity as a Pande but also as a livelihood for Pande residents to work which has been passed down by their ancestors from generation to generation. In Kedisan Kaja Village, Tegalalang District, Gianyar Regency, there is a Small and Medium Enterprise (UKM) group that is engaged in memande. The business that has been going on for years only uses a pre-order system (making when there is an order). Based on the results of the interview, the main problems experienced by the partners, namely (1) their knowledge of product marketing is still very limited, and (2) they do not have a storage place for memande completeness. The purpose of this PKM is to increase the understanding and skills of partners in the form of product marketing techniques. The method used in achieving this goal is the use of technology by holding training on the use of Instagram and Facebook social media to improve marketing so that craftsmen can market their handicrafts on social media independently and be able to increase sales
PENGEMBANGAN MEDIA INFORMASI PENGENALAN PURA TAMAN AYUN BERBASIS VLOG Komang Redy Winatha; Gusti Ngurah Yuda Anantha
ULTIMART Jurnal Komunikasi Visual Vol 13 No 1 (2020): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.103 KB) | DOI: 10.31937/ultimart.v13i1.1549

Abstract

Setiap daerah tentunya memiliki objek-objek wisata yang diandalkan untuk menarik para wisatawan baik domestik maupun internasional. Di Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Pura Taman Ayun merupakan destinasi wisata utama dan menjadi landmark di daerah tersebut. Sebagai salah satu daya tarik wisata, pengelola wisata Pura Taman Ayun kurang adaptif dalam penyebaran informasi dan promosi mengingat perkembangan teknologi dan penyebaran informasi pada masa sekarang ini memiliki peran yang sangat besar. Salah satu pemecahan masalah yang ditawarkan adalah mengembangkan media informasi tentang Pura Taman Ayun berbasis vlog. Proses perancangan dan perwujudan media melewati beberapa tahapan, yaitu proses pengumpulan data di lapangan yang berhubungan dengan kesesuaian informasi yang akan disampaikan, menganalisa data-data yang sudah terkumpul, perancangan, pengambilan gambar dan capturing, editing, rendering dan dubbing, Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah media informasi pengenalan Pura Taman Ayun yang dikemas dalam bentuk vlog.
The Implementation of the Weight Product (WP) Method on the Best Employee Selection Komang Redy Winatha; I Nyoman Tri Anindia Putra; Naufal Akbar Ihsan Baedlawi
Ultimatics : Jurnal Teknik Informatika Vol 13 No 2 (2021): Ultimatics : Jurnal Teknik Informatika
Publisher : Faculty of Engineering and Informatics, Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31937/ti.v13i2.2092

Abstract

PT. Autogrill Services Indonesia is a private company engaged in the food and beverages selling. There are 8 outlets and 379 employees. To achieve maximum performance within the company environment, PT Autogrill Services Indonesia gives an appreciation to employees in the form of the best rewards every month and year calculated based on certain criteria. PT AutoGrill Services Indonesia needs to have a decision support system to simplify the decision-making process. To meet these needs, a web-based decision support system for selecting the best employees was designed using the weight product (WP) method at PT Autogrill Services Indonesia. The design stage includes needs analysis, context diagrams, data flow diagrams, and designing database tables. This system is web-based, using the programming language PHP and MySQL as database storage. The main features contained in this system include processing user data, outlets, employees, criteria, periods, alternatives, scores, and the calculation of monthly and annual winners. Based on the test results, all system functionality components can run well and by expectations.
Sosialisasi Pengolahan Sampah Non Organik di SMP Negeri 2 Blahbatuh, Blahbatuh Gianyar-Bali Komang Redy Winatha; Ni Putu Suci Meinarni; Ida Bagus Darma Wiryatama; Ida Bagus Komang Darma Wiryatama; I Gede Made Swantika Pradnyana
Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Publisher : Yayasan Lavandaia Dharma Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.005 KB)

Abstract

Permasalahan sampah di Indonesia merupakan masalah yang belum terselesaikan hingga saat ini, sementara dengan bertambahnya jumlah penduduk maka akan mengikuti pula bertambahnya volume timbunan sampah yang dihasilkan dari aktivitas manusia. Sampah plastik ini apabila semakin banyak jumlahnya di lingkungan maka akan berpotensi mencemari lingkungan. Kegiatan Pengabdian masyarakat bertujuan untuk membantu mengatasi permasalahan sampah plastik, mengajak masyarakat untuk melakukan upaya pemilahan dan pengelolaan sampah, dan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai manajemen sampah. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Blahbatuh yang beralamat di Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar-Bali yang dilaksanakan pada bulan Juni tahun 2019 dengan melibatkan kurang lebih 60 siswa yang merupakan jajaran anggota OSIS SMP Negeri 2 Blahbatuh. Metode yang digunakan dalam penyampaian materi kegiatan pengabdian masyarakat adalah metode penyadaran/peningkatan pemahaman terhadap suatu masalah. Adapun hasil yang kami dapatkan dalam pelaksanaan sosialisasi terkait yaitu: 1) membuka wawasan baru tentang manfaat dan pentingnya program bank sampah, 2) memberi pemahaman kepada siswa bahwa sampah dapat didaur ulang menjadi barang yang bermanfaat di kehidupan sehari-hari, dan 3) memberikan pemahaman kepada siswa bahwa dunia telah tercemar oleh sampah sehingga perlu dilakukannya penanggulangan sampah.
PKM Pelatihan dan Penyuluhan Protokol Kesehatan PKK Desa Bunutin Komang Redy Winatha; Ni Luh Wiwik Sri Rahayu Ginantra; Christina Purnama Yanti; Ni Kadek Nita Noviani Pande
Journal of Social Work and Empowerment Vol 1 No 1 (2021): Journal of Social Work and Empowerment - September 2021
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara (Sidyanusa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran lingkungan keluarga melalui kelompok PKK dalam menerapkan tatanan new normal/kehidupan baru sangat perlu dilakukan. Namun penerapan protokol kesehatan pada tatanan new normal ini belum dipahami dengan benar oleh masyarakat. Hal ini tampak pada hasil observasi yang dilakukan di Desa Bunutin Bangli, dimana masyarakat belum memiliki sanitasi protokol kesehatan. Melihat permasalahan tersebut maka perlu dilakukan penyuluhan dan sosialisasi tentang protokol kesehatan melibatkan narasumber dari praktisi kesehatan sehingga dapat memberikan pengetahuan yang baik kepada kelompok masyarakat melalui kelompok penggerak PKK Desa Bunutin. Tujuan dari PKM ini memberikan pengetahuan kepada masyarakat Desa Bunutin tentang contoh penerapan protokol kesehatan yang baik dan benar dimasa pandemi. Gambaran umum kegiatan ini yakni memberikan penyuluhan tentang pentinnya protokol kesehatan, praktik pembuatan sabun cuci tangan cair, hand sanitizer, desinfektan dan pengemasan produk yang dihasilkan. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini yakni pemahaman masyarakat kelompok penggerak PKK Desa Bunutin terhadap penerapan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari meningkat, terpenuhinya fasilitas sanitasi kesehatan tiap keluarga di Desa Bunutin Bangli, serta masyarakat memiliki keterampilan mandiri dalam membuat sabun cuci tangan.
Pemanfaatan Media Sosial untuk Memaksimalkan Pemasaran Usaha Rias dan Sewa Busana SM Studio Bali I Komang Arya Ganda Wiguna; Wayan Gede Suka Parwita; Komang Redy Winatha; Ni Putu Suci Meinarni; Rizkita Ayu Mutiarani; I Gusti Ayu Agung Mas Aristamy
Journal of Social Work and Empowerment Vol 1 No 1 (2021): Journal of Social Work and Empowerment - September 2021
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara (Sidyanusa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi pandemi COVID-19 memberikan dampak yang cukup signifikan pada mitra yaitu menurunnya omzet dalam kurun waktu 5 bulan terakhir. Jasa rias adalah salah satu jasa yang mengharuskan antara pemberi jasa dan penikmat jasa saling bersentuhan. Hal ini cukup menyulitkan mitra untuk berstrategi agar tetap mendapatkan pelanggan baik jasa rias maupun penyewaan busananya. Selain itu, kemampuan mitra untuk memanfaatkan teknologi informasi sebagai salah satu sarana marketing dirasa belumlah maksimal. Mitra juga memiliki kendala dalam pembuatan konten yang menarik untuk sosial media marketing dikarenakan keterbatasan gadget dan skill yang kurang mumpuni. Untuk itu solusi yang dapat diberikan untuk mitra antara lain, pengembagan konten-konten digital untuk mendukung akun sosial media mitra. Tidak lupa mitra juga menerapkan model protokol kesehatan new normal dalam pemberian jasa bagi konsumen. Pelaksanaan PKM dimulai dari analisis kebutuhan mitra hingga evaluasi dan pelaporan. Analisis kebutuhan dilakukan terhadap manajemen pemasaran, manajemen tugas, manajemen produk dan pelayanan jasa sehingga dapat dirumuskan pada program ini kegiatan yang berbasis pemanfataan teknologi dan penerapan standar protokol Kesehatan. Dalam hal pemanfaatan teknologi memfokuskan pada pemanfaatan akun media sosial guna kesinambungan bisnis mitra. Tujuan: Pelaksanaan PKM bertujuan agar mitra dalam hal ini SM Studio Bali mendapat solusi atas permasalahannya. Diantaranya solusi untuk manajemen order, permasalahan konten pada media sosial. Metode Penelitian: Tim pelaksana PKM menganalisis terlebih dahulu permasalahan mitra kemudian mencari kan solusi serta melaksanakan penerapan solusi tersebut. Temuan: Kurangnya manajemen yang baik dalam bidang operasional dan marketing, hal tersebut karena owner bekerja sendirian (one man show). Implikasi: Mitra merasa pelaksanaan PKM sangat kontributif bagi keberlangsungan bisnisnya.
Determination of MSMEs Business Feasibility Decisions using the Profile Matching Method Maulidah, Salsa Bila Jihan; Sudipa, I Gede Iwan; Fittryani, Yuri Prima; Widiartha, Komang Kurniawan; Winatha, Komang Redy
Sinkron : jurnal dan penelitian teknik informatika Vol. 8 No. 3 (2024): Research Artikel Volume 8 Issue 3, July 2024
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/sinkron.v8i3.13638

Abstract

Micro and Medium Enterprises (MSMEs) in Bali contribute to the local economy. When operating a business, it is crucial to evaluate the viability of MSME enterprises to enhance the calibre of business offerings and services. Nevertheless, the lack of competence to establish the parameters or criteria for evaluating the viability of a firm poses challenges for MSMEs in decision-making. This study presents a business feasibility assessment model utilising the Profile Matching method to aid in resolving issues and supporting Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in making informed decisions for the long-term viability of their businesses. This study examines the feasibility of MSME businesses using the Profile Matching method. The method involves assessing 13 criteria and selecting from 10 alternatives. The process includes determining initial and target values, weighting criteria, grouping core and secondary factors, calculating total values, and ranking. The final results indicate which MSMEs are feasible and which ones require further evaluation. According to the calculations using the Profile Matching method, MSME 5 has a value of 27.80, indicating its feasibility.
MULTIMEDIA INTERAKTIF TENTANG HARI PENCIPTAAN UNTUK ANAK SEKOLAH MINGGU DI GKT AMPENAN BERBASIS ANDROID Winatha, Komang Redy; Dirgantoro, Satrio Obednego
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 19 No. 1 (2022): Edisi Januari 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.326 KB) | DOI: 10.23887/jptk-undiksha.v19i1.34298

Abstract

Hari penciptaan merupakan Firman Allah pertama yang ada di Alkitab dan juga merupakan salah satu kurikulum yang diajarkan pada anak – anak yang ada di Sekolah Minggu GKT Ampenan. Berdasarkan hasil observasi di lapangan dan wawancara dengan pembina di sekolah minggu GKT Ampenan, kekurangan pemahaman pengajar serta kurangnya konsentrasi anak membuat anak – anak masih kurang mengerti tentang hari penciptaan. Berdasarkan permasalahan yang muncul tersebut, maka dirancang sebuah multimedia interaktif berbasis android untuk membantu meningkatkan pemahaman anak mengenai hari penciptaan. Pengembangan multimedia interaktif, menggunakan metode cylic strategy. Dalam pembuatannya, multimedia interaktif ini dibutuhkan data – data mengenai pemahaman hari penciptaan pada anak sekolah minggu di GKT Ampenan. Hasil pengujian yang dilakukan terhadap ahli media, pengajar dan 10 orang anak sekolah minggu di GKT Ampenan, menunjukkan hasil dan tanggapan yang baik terhadap multimedia interaktif tentang hari penciptaan. Penyampaian secara interaktif dan menarik, meningkatkan pemahaman siswa terkait materi yang diajarkan khususnya materi mengenai Firman Allah.
FILM DOKUMENTER EKSISTENSI TARIAN DAN KESENIAN SAKRAL WAYANG WONG DESA ADAT SIDAN Setiawan, I Nyoman Anom Fajaraditya; Adnyana, I Nyoman Widhi; Winatha, Komang Redy; Trisemarawima, I Nyoman Yoga
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 5 No. 02 (2019): August 2019
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v5i2.2561

Abstract

AbstrakSeni pertunjukan wayang wong adalah salah satu kesenian di Bali dan masih ditarikan di daerah desa tradisional Sidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali. Kesenian wayang wong ini menjadi menarik, karena merupakan salah satu kesenian yang dianggap sakral oleh masyarakat setempat. Tetapi di Desa Sidan, wayang wong hanya ditarikan saat upacara keagamaan khusus. Pada prosesi sebelum pertunjukan ditarikan oleh masyarakat setempat, dilakukan ritual khusus pada para penari. Pengamatan lapangan tidak ditemukan adanya dokumentasi dalam bentuk apapun yang mengacu pada rangkaian acara tersebut, termasuk foto ataupun rekaman video. Berdasarkan wawancara dengan kelompok penari, regenerasi dilakukan dari generasi ke generasi secara langsung. Tidak adanya dokumen fisik atau digital, memotivasi tindak lanjut untuk mengeksplorasi fenomena kesenian ini. Metode kualitatif melalui pengumpulan data observasi tempat rangkaian prosesi kesenian wayang wong dan wawancara dilakukan pada anggota penari serta pimpinan desa adat yang mengetahui eksistensi kesenian ini. Kemudian dikomparasikan dengan proses perancangan video, sehingga didapatkan rangkaian cerita dalam bentuk film dokumenter. Finalisasi film dokumenter kemudian didelegasikan secara langsung pada masyarakat setempat, sehingga dapat digunakan sebagai acuan kajian lebih lanjut oleh para akademisi ataupun praktisi seni. Hal ini bertujuan untuk melestarikan kesenian wayang wong sakral yang telah langka di Bali. Kata Kunci: film, dokumenter, tari, wayang wong, Bali AbstractWayang wong performance art is one of the arts in Bali and is still danced in the traditional village area of Sidan, Petang District, Badung Regency, Bali. Wayang wong art is interesting because it is one of the arts that are considered sacred by the local community. But in Sidan Village, wayang wong is only danced during special religious ceremonies. In the procession, before the performance was danced by the local community, a special ritual was performed for the dancers. Field observations were not found in any form of documentation that refers to the series of events, including photographs or video recordings. Based on interviews with dancer groups, regeneration is carried out from generation to generation directly. The absence of physical or digital documents motivates follow-up to explore this artistic phenomenon. The qualitative method was through observation data collection where a series of wayang wong art processions and interviews were conducted with dancers and traditional village leaders who knew the existence of this art. Then it is compared with the video design process so that a series of stories is obtained in the form of a documentary film. The finalization of the documentary was then delegated directly to the local community so that it could be used as a reference for further studies by academics or arts practitioners. It aims to preserve the art of the sacred wayang wong which has been rare in Bali. Keywords: film, documentary, dance, wayang wong, Bali