Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Variasi Waktu Penyimpanan Tape Ketan Putih (Oryza sativa linn var glutinosa) dan Ketan Hitam (Oryza sativa linn varforma glutinosa) Terhadap Peningkatan Kadar Etanol dan Pertumbuhan Jamur Saccharomyces cerevisiae Artati, Artati; Armah, Zulfian; Mursalim, Mursalim; Djasang, Syahidah; Pratama, Ridho
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Potekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmak.v16i2.1917

Abstract

Tape adalah makanan fermentasi tradisional yang memiliki ciri khas yaitu manis, alkoholik (etanol) dan asam. Bahan dasar tape berupa beras ketan yang ditambahkan ragi. Ragi berperan penting mengubah pati yang terkandung dalam beras menjadi senyawa-senyawa fermentasi. Pada proses fermentasi tape terjadi pemecahan karbohidrat menjadi glukosa kemudian terurai menjadi etanol. Sampel penelitian berupa tape ketan putih dan hitam dengan lama fermentasi 2 hari, yang dilanjutkan dengan variasi masa simpan suhu ruang selama 3–10 hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu ruang terhadap kadar etanol dan pertumbuhan jamur Saccharomyces cerevisiae pada penyimpanan tape ketan putih (Oryza sativa linn var glutinosa) dan ketan hitam (Oryza sativa linn var forma glutinosa). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorik dengan variasi lama penyimpanan pada suhu ruang 25-30°C selama 2 hingga 10 hari. Parameter yang diamati meliputi kadar etanol dan pertumbuhan jamur Saccharomyces cerevisiae yang diukur menggunakan metode distilasi dan media Sabouraud Dextrose Agar (SDA). Hasil penelitian menunjukkan etanol pada tape ketan putih meningkat hingga hari ke-7 dengan puncak 2,82%, kemudian menurun. Sedangkan pada tape ketan hitam etanol meningkat secara konsisten hingga hari ke-10 mencapai 3,60%. Jamur Saccharomyces cerevisiae didapatkan pada kedua jenis tape. Uji anova menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan kadar etanol antara kedua jenis tape (p=0,812). Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman mikrobiologi mengenai pengaruh suhu penyimpanan terhadap profil fermentasi lanjut dan stabilitas kualitas tape ketan, serta menjadi acuan dalam menentukan titik optimal keamanan pangan berbasis fermentasi tradisional.
Cholesterol Low Density Lipoprotein: Biomarker Prediktor Risiko Aterosklerosis pada Penderita Diabetes Melitus yang Dihubungkan dengan Profil HbA1c Tandjungbulu, Yaumil Fachni; Virgiawan, Alfin Resya; Widarti, Widarti; Rahman, Rahman; Armah, Zulfian; Indriputri, Cut; Juliaris , Pradita
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Potekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmak.v16i2.1946

Abstract

Penderita Diabetes Melitus (DM) dengan kontrol glikemik yang buruk melalui profil pemeriksaan HbA1c dapat menyebabkan glikosilasi Low Density Lipoprotein (LDL). LDL yang terglikosilasi lebih mudah teroksidasi dan menempel pada dinding pembuluh darah sehingga mempercepat proses aterosklerosis. Penderita DM juga dapat berisiko terjadi keadaan dislipidemia yang dapat mempengaruhi kondisi ini, dengan demikian kontrol glukosa darah dan pengendalian profil lipid sangat penting untuk mencegah komplikasi kardiovaskular pada penderita DM. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan desain bivariat berdasarkan pendekatan kuantitatif, menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling,  dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 76 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dalam penelitian. Pengumpulan dan pemeriksaan sampel dilakukan di Laboratorium RSKD Dadi Provinsi Sulawesi Selatan. Hasil penelitian diperoleh bahwa penderita DM berdasarkan hasil pemeriksaan HbA1c didapatkan terbanyak pada kategori DM tidak terkontrol yaitu sebanyak 72 orang (94,7%) dan untuk hasil pemeriksaan LDL didapatkan terbanyak meningkat yaitu sebanyak 49 orang (64,5%). Kemudian dilakukan uji statistik menggunakan uji spearman untuk mengetahui korelasi dari setiap variabel didapatkan terdapat hubungan yang signifikan antara hasil pemeriksaan HbA1c terhadap hasil pemeriksaan LDL pada penderita DM dengan nilai p=0,000 (p=<0,05) dan nilai r=1 yang berarti terdapat korelasi positif sempurna antara kedua variabel tersebut. Dapat disimpulkan bahwa kontrol glikemik yang buruk dapat mempengaruhi metabolisme lipid yang dapat menyebabkan risiko aterosklerosis khususnya pada penderita DM dalam penelitian ini. Disarankan untuk penelitian lanjutan agar memperhatikan faktor yang dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan HbA1c dan LDL seperti keadaan anemia dan riwayat penyakit kardiovaskular serta sampel penelitian yang sedang mengonsumsi obat-obatan seperti kortikosteroid dan diuretik thiazide.