Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

UJI KINERJA PROTOTYPE KOMPOR OLI BEKAS DITINJAU DARI KOMPOSISI OLI TERHADAP LAJU ALIR BAHAN BAKAR Febriana, Ida; Yuka Fari Saputra; Najib Nursal Alfarabi; Erlinawati; Yunanto, Isnandar
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 1 (2024): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i1.13143

Abstract

Oli merupakan salah satu limbah b3 (bahan berbahaya dan racun) dimana oli ini dapat mencemari lingkungan, termasuk mencemari air dan tanah. Oleh karena itu, limbah oli harus dikurangi dengan mengunakannya sebagai bahan bakar pembakaran. Dengan mencampurkan solar dengan oli akan membuat suhu pembakaran yang cukup tinggi. Pada penelitian ini didapatkan kondisi paling optimum yaitu pada campuran oli 50% :50% solar dengan mengoptimalkan pembakaran menggunakan laju alir udara 5,4-5,6 m/s agar dapat mengurangi terjadinya pembakaran tidak sempurna sehingga tidak dihasilkan asap yang pekat. Pada campuran oli 50% : 50% solar ini juga dihasilkan laju alir bahan bakar 1,8L/jam dan Air Fuel Ratio 24,69 dengan suhu pembakaran 530-550 °C yang memiliki nilai kalor 10772,149 cal/gram sehingga dapat disimpulkan Sampel ini merupakan Sampel paling optimum karena menggunakan oli 50% dari volume Sampel yang membuat pembakaran menjadi lebih ekonomis dimana oli memiliki nilai yang lebih ekonomis dan mudah diperoleh dibandingkan bahan bakar cair lain.
Pengaruh Jumlah Sel Elektroda Terhadap Produksi Gas Hidrogen dengan Proses Elektrolisis sebagai Sumber Energi Fuel Cell Erlinawati; Mahesi, Trin Zikir; Saputra, Richo; Febriana, Ida; Effendy A, Sahrul
Jurnal Teknik Kimia USU Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Teknik Kimia USU
Publisher : Talenta Publisher (Universitas Sumatera Utara)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jtk.v14i1.18064

Abstract

Hydrogen is an environmentally friendly, carbon-free renewable energy source that can be generated through reactions with oxygen to produce electricity. One method of producing hydrogen is via water electrolysis. The aim of this study was to determine the optimal conditions for hydrogen gas production, specific energy consumption, and the use of hydrogen gas as an energy source for Proton Exchange Membrane (PEM) fuel cells, using potassium hydroxide (KOH) at concentrations of 0.1 M, 0.2 M, 0.3 M, and 0.4 M. The electrolysis process was conducted at a voltage of 10 volts for 30 minutes. The results showed that the highest hydrogen gas production, 0.8927 L, was achieved with 18 electrode cells and a KOH concentration of 0.3 M. The optimal specific energy consumption was 33,269 joules under the same conditions. The maximum efficiency of the PEM fuel cell was 47.25%, while the minimum efficiency was 44.80%
Analisis Kinerja Gasifier Downdraft Bahan Baku Tempurung Kelapa dan Pelet Sekam Padi Ditinjau dari Komposisi Syngas dan Nilai Kalor Al-Insyrah, Eyza Recwika; Febriana, Ida; Fadhlurrahman, M Revanza; Bow, Yohandri
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i1.1058

Abstract

Seiring dengan perkembangan industri, kebutuhan energi di Indonesia terus meningkat. Sumber energi di Indonesia masih didominasi oleh energi fosil seperti batubara, minyak bumi, dan gas alam, sementara energi terbarukan masih dianggap sebagai alternatif. Salah satu cara untuk mengurangi penggunaan energi fosil adalah dengan memanfaatkan energi terbarukan, seperti biomassa. Contoh sumber energi alternatif dari biomassa adalah tempurung kelapa dan pelet sekam padi. Biomassa dapat menghasilkan gas yang dapat digunakan sebagai bahan bakar, salah satunya melalui proses gasifikasi. Penelitian ini menggunakan jenis gasifikasi downdraft. Variabel yang divariasikan dalam penelitian ini adalah komposisi bahan baku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu reaktor optimum sebesar 750 oC dicapai pada komposisi bahan baku 50% tempurung kelapa dan 50% pelet sekam padi. Waktu nyala api optimum tercatat selama 42,7 menit pada komposisi bahan baku yang sama, sementara waktu nyala terendah tercatat selama 27 menit. Efisiensi termal tertinggi sebesar 58,39% juga dicapai pada komposisi bahan baku 50% tempurung kelapa dan 50% pelet sekam padi, sedangkan efisiensi termal terendah sebesar 30,23% ditemukan pada komposisi bahan baku 100% tempurung kelapa. Nilai kalor berbanding lurus dengan efisiensi termal, karena semakin tinggi nilai kalor yang dihasilkan, semakin besar pula efisiensi termalnya.
Pengaruh Jumlah Sel Elektroda Terhadap Produksi Gas Hidrogen dengan Proses Elektrolisis sebagai Sumber Energi Fuel Cell Erlinawati; Mahesi, Trin Zikir; Saputra, Richo; Febriana, Ida; Effendy A, Sahrul
Jurnal Teknik Kimia USU Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Teknik Kimia USU
Publisher : Talenta Publisher (Universitas Sumatera Utara)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jtk.v14i1.18064

Abstract

Hydrogen is an environmentally friendly, carbon-free renewable energy source that can be generated through reactions with oxygen to produce electricity. One method of producing hydrogen is via water electrolysis. The aim of this study was to determine the optimal conditions for hydrogen gas production, specific energy consumption, and the use of hydrogen gas as an energy source for Proton Exchange Membrane (PEM) fuel cells, using potassium hydroxide (KOH) at concentrations of 0.1 M, 0.2 M, 0.3 M, and 0.4 M. The electrolysis process was conducted at a voltage of 10 volts for 30 minutes. The results showed that the highest hydrogen gas production, 0.8927 L, was achieved with 18 electrode cells and a KOH concentration of 0.3 M. The optimal specific energy consumption was 33,269 joules under the same conditions. The maximum efficiency of the PEM fuel cell was 47.25%, while the minimum efficiency was 44.80%
ENGARUH KEAKTIFAN DALAM BERORGANISASI TERHADAP KOMPETENSI INTERPERSONAL DAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA LINGKUP ORMAWA FAKULTAS EKONOMI UNY Rahmi, Fairus; Pangesti, Sailendra; Syathiri, Balqis; Febriana, Ida
Jurnal Riset dan Penalaran Mahasiswa Vol 1, No 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organisasi mahasiswa sebagai kegiatan di tingkat perguruan tinggi mempunyai tujuan untuk menjadi wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa ke arah perluasan wawasan peningkatan ilmu dan pengetahuan, serta integritas kepribadian mahasiswa. Keikutsertaan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta memberikan dampak pada sisi akademik maupun non-akademik. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji bagaimana pengaruh keaktifan dalam berorganisasi terhadap kompetensi interpersonal dan prestasi belajar. Teknik yang dipergunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memakai metode ex post facto yaitu penelitian dimana variabel-variabel bebas telah terjadi ketika penelitian mulai dengan pengamatan variabel terikat pada suatu penelitian. Pengurus aktif dari 11 unit kegiatan mahasiswa dan organisasi mahasiswa menjadi populasi objek penelitian ini di mana pemilihan sampel dengan metode convenience sampling. Teknik analisis data pada penelitian memakai teknik regresi sederhana yang diujikan ke dua hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh keaktifan dalam berorganisasi terhadap kompetensi interpersonal dan ada hubungan pengaruh keaktifan dalam berorganisasi terhadap dan prestasi belajar.
Pembuatan Sabun Cair Lidah Buaya Dan Minyak Zaitun Sebagai Antiseptik Alami Febriana, Ida; Hilwatullisan, Hilwatullisan; Meilianti, Meilianti; Effendy, Sahrul
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 8, No 2 (2025): MEI 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v8i2.2991

Abstract

Saat ini penggunaan sabun cair meningkat tajam, dimana anggapan konsumen bahwa penggunaan sabun cair lebih mudah dan nyaman, walaupun dengan harga yang cukup tinggi dibandingkan sabun padat, konsumen khususnya ibu-ibu rumah tangga masih tetap memilih sabun cair untuk keluarga. Berawal dari besarnya daya penggunaan masyarakat terhadap sabun cair dan juga ketidaktahuan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah di Indonesia, seperti lidah buaya. Kegiatan ini bertujuan mengedukasi cara pembuatan sabun cair dari lidah buaya sebagai antesiptik alami dan antibacterial, sehingga diharapkan dapat membantu ibu-ibu rumah tangga dalam memproduksi sabun cair sendiri dengan memanfaatkan lidah buaya yang sangat mudah didapatkan. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi interaktif, praktek dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah ibu-ibu PKK Kemas Rindo yang berjumlah 30 orang. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, sosialisasi, dan praktik pembuatan sabun. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi dengan banyaknya tanggapan dan pertanyaan terkait pembuatan, kegunaan dan manfaat sabun. Dari sekitar 30 kuisioner yang diberikan kepada para ibu-ibu PKK didapatkan sekitar kurang lebih 95% ibu-ibu PKK mengerti mengenai pembuatan sabun cair. Kata kunci: Sabun, lidah buaya, minyak zaitun   
Sosialisasi Pembuatan Produk Sabun Cair dari Minyak Zaitun dan Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea) Sofiah, Sofiah; Febriana, Ida; Yerizam, M.; Effendy, Sahrul; Noviansyah, M.
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sabun merupakan produk kimia yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Sabun dibuat dengan cara mereaksikan trigliserida(minyak zaitun) dengan kalium hidroksida (KOH) sehingga menghasilkan sabun,karena sifat sabun harus berbusa.Pembusaan terjadi apabila ditambahkan KOH .Dalam sosialisasi pembuatan sabur cair kepada masyarakat penambahan zat kimia dalam hal ini Kalium Hidroksida akan dapat dikurangi pemakaian nya dengan penambahan ektrak bunga telang(clitoria ternatea) karena ektrak dari bunga telang ini sudah bersifat basa. Pentingnya menjaga kebersihan tangan dengan selalu mencuci tangan menggunakan sabun merupakan langkah awal dalam pencegahan penularan COVID-19. Namun ditengah pandemi seperti ini akan sulit untuk menemukan ketersediaan sabun di semua tempat manual dan cenderung dapat menjadi sarana penularan COVID-19.Dalam pembuatan sabun cair dari ektrak bunga telang dan minyak zaitunsangat mudah . Oleh sebab itu pengabdian ini bertujuan mengajak masyarakat khususnya Guru-guru ,siswa-siswi serta staf administrasi dapat menbuat sabun cair berbahan baku alami untuk sabun cuci tangan baik untuk sekolah maupun di lingkungan masing-masing, juga dapat menambah informasi baru dan keterampilan untuk para wali siswa dalam membuat sabun cair. Respon umpan balik yang diberikan tim pelaksana pengabdian kepada peserta pengabdian menghasilkan respon positif terhadap kegiatan ini, yang awalnya belum mengetahui cara pembuatan dan penggunaan sabun cair sebagai sabun cair untuk kebersihan tangan dan kesehatan dalam kondisi covid19 yang masih mewabah, menjadi mengetahui secara jelas kepada masyarakat.
Studi Optimasi Kinerja Sistem Pengeringan Berbasis Panel Surya Ditinjau dari Laju Pengeringan dan Efisiensi Termal Wijaya, Agung; Prasetyatama, Bintang Tegar; Anugrah, Muhammad Rizki; Saputra, Diego; Daniar, Rima; Kholidah, Nurul; Effendy, Sahrul; Febriana, Ida; Manggala, Agus
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i3.1249

Abstract

Energi surya merupakan sumber daya terbarukan yang memiliki banyak potensi untuk digunakan. Dalam pemanfaatannya, energi surya dapat dikonversi menjadi energi listrik melalui panel surya. Salah satu distribusi energi listrik dari panel surya adalah penggunaan oven tenaga surya. Oven tenaga surya adalah alternatif yang efisien karena dapat mengatur stabilisasi suhu pengeringan, mengurangi resiko kontaminasi dari lingkungan dan ramah lingkungan karena mengurangi konsumsi energi dari sumber konvensional. Peralatan utama yang digunakan terdiri dari serangkaian alat pembangkit listrik tenaga surya dengan panel Monocrytaline dan Polycrytaline. Penelitian dimulai dengan mempersiapkan panel listrik dengan dijemur dibawah terik matahari untuk pengisian energi pada aki panel. Aki panel yang telah terisi penuh digunakan penyimpan energi selama proses pengeringan. Bahan akan dikeringkan pada variasi suhu 40oC, 50oC dan 60oC. Pada suhu 40°C, efisiensi termal tercatat sebesar 65,94%, dan meningkat menjadi 68,10% pada suhu 50°C, lalu mencapai 68,84% pada suhu 60°C.
Analisis Waktu Hidrolisis Terhadap Kadar Glukosa Dalam Proses Pembuatan Bioetanol Dari Limbah Pisang Wahyuni , Elsa Dwi; Putri , Nabila Eka; Satio , Muhammad Panca; Efendy A, Sahrul; Febriana, Ida; Tahdid, Tahdid
Jurnal INOVATOR Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal INOVATOR-On Progress
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v8i2.511

Abstract

Pemanfaatan limbah pisang busuk sebagai bahan baku pembuatan bioetanol merupakan upaya strategis untuk mendukung pengembangan energi terbarukan serta pengelolaan limbah organik yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi waktu hidrolisis terhadap kadar glukosa dan hasil bioetanol yang dihasilkan. Proses hidrolisis dilakukan menggunakan asam sulfat (H₂SO₄) 2 N pada suhu 80°C dengan variasi waktu 40, 60, 80, 100, dan 120 menit. Cairan hasil hidrolisis kemudian difermentasi selama tujuh hari menggunakan Saccharomyces cerevisiae, dilanjutkan dengan proses distilasi dua tahap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan waktu hidrolisis berpengaruh nyata terhadap kadar glukosa dan volume bioetanol yang dihasilkan. Kadar glukosa meningkat dari 24,97% pada waktu 40 menit menjadi 41,80% pada waktu 120 menit dengan hasil tertinggi (yield) sebesar 74,76%. Volume bioetanol tertinggi sebesar 650 mL dengan kadar etanol 83% diperoleh pada waktu hidrolisis 120 menit. Parameter fisik seperti indeks bias dan densitas juga menunjukkan peningkatan kualitas bioetanol. Dengan demikian, limbah pisang busuk berpotensi besar sebagai bahan baku alternatif untuk produksi bioetanol dengan kondisi optimum pada waktu hidrolisis 120 menit, suhu 80°C, dan konsentrasi H₂SO₄ 2 N.