Suharni A. Fachrin
Unknown Affiliation

Published : 35 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pengetahuan Dan Sikap K3 Meningkatkan Kedisiplinan Penggunaan APD Pekerja PT. Japfa Comfeed Tbk Makassar Saputri, Alya Junita; Suharni A. Fachrin; Ikhram Hardi
Window of Public Health Journal Vol. 4 No. 5 (2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v4i5.1407

Abstract

Disiplin merupakan Upaya untuk membentuk tingkah laku sesuai dengan yang sudah ditetapkan untuk mencapai sesuatu yang lebih baik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengetahuan & sikap K3 meningkatkan kedisiplinan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adlah seluruh pekerja di bagian produksi dan pergudangan PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk Unit Makassar. Teknik pengambilan sampel dihitung menggunakan rumus total sampling dengan jumlah responden yang didapatkan sebanyak 126 responden. Dapat dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat, dengan tingkat kepercayaan α= 0.05. hasil penelitian menunjukkan bahwa variable Pengetahuan K3 memiliki pengaruh signifikan terhadap kedisiplinan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dengan p-value 0.028 dan Sikap K3 dengan p-value 0.010.
Analisis Penerapan Komunikasi K3 Terhadap Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Di Bagian Produksi Dan Pergudangan Pt. Japfa Comfeed Tbk Unit Makassar Febriana Ali, Rifqah; Suharni A. Fachrin; Muh. Khidri Alwi
Window of Public Health Journal Vol. 4 No. 6 (2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v4i6.1615

Abstract

Salah satu faktor keberhasilan dan kegagalan komunikasi dapat dipengaruhi dan ditentukan oleh banyak faktor. Salah satunya pada faktor proses komunikasi itu sendiri dalam proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek terhadap keselamatan kerja, menganalisis masalah, dan mengantisipasi hal tersebut terjadi karena kecelakaan kerja yang terlapor atau tercatat itu hanya kecelakaan kerja ringan, yaitu kecelakaan kerja yang perlu pengobatan pada hari itu dan bisa melakakukan pekerjaannya kembali atau istirahat < 2 hari. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif kuantitafif. Populasi yang terlibat ialah seluruh karyawan atau  pekerja di bagian produksi dan pergudangan pt. Japfa comfeed tbk unit makassar sebanyak 126 orang yang teridir. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner . Analisis data menggunakan metode univariat dan bivariat uji chi square dengan tingkat kemaknaan α= 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan komunikasi k3 dengan kejadian kecelakaan kerja diperoleh nilai p = 0,000. Nilai 0,000 < 0,05. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa. Adanya hubungan komunikasi k3 dengan kejadian kecelakaan kerja di bagian produksi dan pergudangan pt. Japfa comfeed tbk unit makassar. Adapun saran diharapkan PT. Japfa Comfeed TBK Unit Makassar mampu menjaga konsistensi program pengembangan keahlian dan wawasan K3 pekerja.
Hubungan Pengetahuan, Sikap, Dan Self Efficacy Dengan Kecelakaan Kerja Di PT. Pelindo Petikemas New Indahria Alfiana; Suharni A. Fachrin; Reza Aril Ahri
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i4.1888

Abstract

Kecelakaan kerja pada di PT Pelindo Terminal Petikemas New Makassar masih ada meskipun PT.Pelindo tersebut sudah memiliki keamanan tingkat internasional, yaitu didapatkan pada tahun 2021 mengalami kerusakan pada beberapa alat berat yang dapat membahayakan pekerja dalam lingkup PT. Pelindo apabila tidak ditindak lanjuti dengan baik. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan self-efficacy K3 pada pekerja di PT Pelindo Terminal Petikemas New Makassar. Jenis penelitian ini yakni dengan metode analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 42 karyawan. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner lalu dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Penelitian ini memperoleh hasil ada hubungan antara sikap (ρ=1,000), sedangkan tidak ada hubungan antara antara pengetahuan (ρ=0,009) dan self-efficacy (ρ=0,699) dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja di PT. Pelindo Terminal Petikemas New Makassar. General Manager PT. Pelindo Terminal Petikemas New Makassar agar dapat memfasilitasi pemberian sosialisasi tentang kecelakaan kerja kepada pekerja agar pekerja dapat menambah pengetahuan dan merubah sikap negatif agar terhindar dari kejadian yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDS) Pada Pekerja Buruh Angkut Di Gudang Bulog Kota Makassar Wafiq Purnama Indah; Suharni A. Fachrin; Muhammad Ikhtiar
Window of Public Health Journal Vol. 6 No. 5 (2025)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/khrg9x84

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) encompass a range of symptoms or disorders affecting the muscles, tendons, ligaments, cartilage, nervous system, bone structure, and blood vessels. This study aims to determine the factors associated with complaints of Musculoskeletal Disorders (MSDs) in port workers at the Bulog Warehouse in Makassar City. The practical implications of this study's findings can have a significant impact on occupational safety measures. This study employs a quantitative approach and utilizes a cross-sectional method. The sampling technique employed in this study was total sampling, with a sample size of 52. The results showed a relationship between age and complaints of Musculoskeletal Disorders, with a value (p = 0.003), length of service (p = 0.004), work posture (p = 0.003), and smoking habits (p = 0.041). This study concludes that there is a relationship between age, length of service, work posture, and smoking habits with complaints of Musculoskeletal Disorders in port workers. Meanwhile, no relationship was found between the load weight variable and musculoskeletal disorders in port workers.
Faktor Determinan Kelelahan Kerja Pada Guru SMP Negeri Di Kelurahan Baru Kota Makassar Mauliana Putri AB; Ikhram Hardi S; Suharni A. Fachrin
Window of Public Health Journal Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/cd4mz726

Abstract

High job demands on teachers can increase the risk of job burnout, which negatively impacts activities, the work environment, and productivity. Teachers are required to adapt to varying workloads, and addressing these demands is crucial for their well-being. This study aims to analyze the determinants of job burnout in public junior high school teachers in Baru Village, Makassar City, including age, nutritional status, length of service, workload, and job stress levels. This research emphasizes that workload and job stress are key factors teachers and administrators should focus on to foster well-being. The study used a quantitative, cross-sectional design. The study population was 70 teachers, with a sample of 64 respondents selected using a proportional random sampling technique. Data were analyzed using the chi-square test with a 95% confidence level (α = 0.05). The results showed a significant relationship between age (p < 0.001), workload (p < 0.001), and job stress levels (p < 0.001) with job burnout in teachers. Meanwhile, nutritional status (p = 0.576) and length of service (p = 0.869) did not show a significant relationship with job burnout. In conclusion, workload and job stress levels are significant factors contributing to teacher burnout. Schools should actively manage these factors to support teacher well-being and productivity.