Suharni A. Fachrin
Unknown Affiliation

Published : 36 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analisis Potensi Bahaya Pada Pekerja Facade (Curtain Wall) Dan Pengendalian Risiko Di Proyek Rumah Sakit UPT Vertikal Makassar Dina Febiani; A. Muh. Multazam; Andi Sani; Suharni A. Fachrin; Yuliati
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 6 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i6.2033

Abstract

International Labour Organization (ILO) pada November 2023 menyatakan bahwa 395 juta pekerja di seluruh dunia mengalami cedera kerja yang tidak fatal. Hampir 3 juta orang meninggal karena kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Sebagian besar kematian akibat pekerjaan ini, yaitu sebesar 2,6 juta kematian, disebabkan oleh penyakit akibat kerja. Kecelakaan kerja menyebabkan tambahan 330.000 kematian, menurut data analisis Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bahaya dan pengendalian risiko pada pekerja façade (curtain wall) di Proyek Rumah Sakit UPT Vertikal Makassar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode pendekatan deskriptif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja bagian façade (curtain wall) di Proyek Rumah Sakit UPT Vertikal Makassar yang berjumlah 74 orang. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah analisis univariat dengan cara mendeskripsikan tiap variabel penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua potensi bahaya mungkin akan terjadi, tetapi adapun bahaya yang sangat mungkin terjadi di bagian pekerja façade (cuirtain wall) adalah bahaya fisik dan ergonomic. Pengendalian risiko yang dilakukan di bagian pekerja façade (cuirtain wall) adalah pengendalian risiko berdasarkan hirarki pengendalian yaitu subtitusi, engineering control, administrative control dan Alat Pelindung Diri (APD).
Faktor Yang Berhubungan Dengan Stres Kerja Pada Perawat Diruang Rawat Inap Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Makassar Sari Enus, Intan Velinda; Suharni A. Fachrin; Yuliati
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 6 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i6.2040

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara lingkungan kerja fisik dan kelelahan kerja dengan tingkat stres kerja pada perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSKD) Provinsi Sulsel. Populasi penelitian terdiri dari 93 perawat yang bekerja di ruang rawat inap RSKD Provinsi Sulsel. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang mengukur tingkat lingkungan kerja fisik, kelelahan kerja, dan stres kerja. Analisis data dilakukan secara univariat dengan menggunakan nilai p-value 0,05 sebagai batasan signifikansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan kerja fisik dengan stres kerja, dengan nilai p-value sebesar 0,001. Selain itu, kelelahan kerja juga berpengaruh terhadap stres kerja, dengan nilai p-value sebesar 0,020. Temuan ini mengindikasikan pentingnya perhatian terhadap kondisi lingkungan kerja fisik dan manajemen kelelahan kerja dalam upaya mengurangi tingkat stres kerja pada perawat di lingkungan rumah sakit. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman faktor-faktor yang memengaruhi stres kerja pada perawat di lingkungan rumah sakit, serta dapat menjadi dasar bagi pengembangan strategi manajemen stres yang lebih efektif untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Kesimpulannya, pemahaman akan pentingnya lingkungan kerja yang kondusif dan manajemen kelelahan kerja dapat membantu mengurangi tingkat stres kerja, sehingga perlu dilakukan upaya yang lebih serius dalam meningkatkan kondisi kerja dan kesejahteraan mental para perawat di lingkungan rumah sakit.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Perawat Di Ruang Rawat Inap RSUD Labuang Baji Elsa Apritalia L; Suharni A. Fachrin; Ikhram Hardi S
Window of Public Health Journal Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v6i1.2065

Abstract

Based on the results of previous research at Labuang Baji Hospital, Makassar, in 2022, with a sample of 54 people. The respondents who experienced work fatigue numbered 34 respondents (63.0%). The cause of nurses experiencing fatigue is many patient complaints and demands from the patient's family, making nurses tired and dizzy facing the patient's family (Ariska, 2022). This study uses a quantitative research method with a descriptive approach; the research design uses a cross-sectional study design. The population in this study were nurses in the Inpatient Installation Room at Labuang Baji Hospital, Makassar, with as many as 79 nurses. This study aimed to determine the factors related to work fatigue of nurses in the inpatient room of Labuang Baji Hospital, Makassar, in 2024. The results of the study There is a relationship between work shifts and work fatigue in nurses at Labuang Baji Hospital, Makassar, in 2024, p-value = 0.021 <0.05, there is a relationship between the length of work and work fatigue in nurses at Labuang Baji Hospital, Makassar in 2024, p-value = 0.997> 0.05. There is a relationship between workload and work fatigue in nurses, p-value = 0.013 <0.05; there is a relationship between psychosocial and work fatigue in nurses, p-value = 0.040 <0.05; there is a relationship between a work period and work fatigue in nurses at Labuang Baji Hospital, Makassar in 2024, p-value = 0.006 <0.05. Health workers must make good use of their rest time, do enough exercise and sleep, pay attention to their health conditions while working, and pay attention to the workload they do so that their bodies become more relaxed while working, thereby reducing the risk of high levels of work fatigue.
Efektivitas Intervensi Mindfulness Untuk Menurunkan Tingkat Stress Pada Perawat Di RSUD Labuang Baji Kota Makassar Nurul, Nadila; Suharni A. Fachrin; Andi Nurlinda
Window of Public Health Journal Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v6i1.2140

Abstract

Stress is an uncontrolled psychological and emotional response arising from interaction with the physical and non-physical environment. Work stress is considered a process of interaction between individuals and the work environment that represents the accumulation of negative emotions arising from work. These adverse reactions result in high-stress experiences over a fairly long period of time, which ultimately affects the physical and mental health of nurses. This study aimed to determine the level of stress in nurses, the level of stress in nurses before and after mindfulness intervention, and the effect of mindfulness intervention on stress levels in nurses. This study used a quasi-experimental mindfulness approach design and the Wilcoxon Rank Sum test to analyze research data. This study was conducted from May 22 - June 27 in 2024, with preparation and implementation. The population used as subjects were nurses aged 35-39 years who had a work period of >10 years, with a total of 20 people who met the criteria. The research results show the influence of mindfulness intervention on reducing stress levels in nurses at Labuang Baji Regional Hospital. Nurses must be able to become figures needed by their patients, sympathize with patients, always maintain their attention and focus, and be warm to patients. This method is effective in overcoming stress in spiritual awareness.
PENGARUH PEMBERDAYAAN TERHADAP AMBIGUITAS PERAN DAN KELELAHAN KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SULTAN DG RAJA BULUKUMBA Rahmad; Sukri Palutturi; Suharni A. Fachrin
Jurnal Mitrasehat Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v8i2.208

Abstract

Penelitian ini bertujuan ; (1).Untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan terhadapambiguitas peran, (2).Untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan terhadap kelelahan kerja,(3) Untuk mengetahui pengaruh ambiguitas peran terhadap kelelahan kerja, (4) Untukmengetahui variabel mana yang paling berpengaruh terhadap pemberdayaan pegawai.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectionalstudy. Sampel penelitian adalah pegawai di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Dg RajaBulukumba berjumlah 29 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakankuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) ada pengaruh pemberdayaan terhadapambiguitas peran perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Dg Raja Bulukumba, (2) adapengaruh pemberdayaan terhadap kelelahan kerja perawat di Rumah Sakit Umum DaerahSultan Dg Raja Bulukumba, (3) ada pengaruh ambiguitas peran terhadap kelelahan kerjaperawat Di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Dg Raja Bulukumba, (4) variabelpemberdayaan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kelelahan kerja perawatdi Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Dg Raja Bulukumba.Bagi Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Dg Raja Bulukumba diharapkan untuk lebihbanyak memberikan kegiatan pelatihan dan pengembangan untuk meningkatkanpengetahuan dan keterampilan sehingga dapat menyesusaikan dengan pekerjaan yang ditugaskan dan menyediakan sarana dan prasarana yang lebih baik lagi.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kecemasan Tenaga Kesehatan Dalam Upaya Pencegahan Covid-19 Di RSKD Dadi Melawati Hawi; Suharni A. Fachrin; Alfina Baharuddin
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i2.297

Abstract

Tenaga kesehatan, khususnya dokter dan perawat dalam melaksanakan tugas sebagai garda terdepan penanganan, pencegahan, dan perawatan pasien Covid-19 merupakan kelompok yang paling berisiko tertular Covid-19, selama menjalankan aktivitasnya di fasilitas pelayanan kesehatan telah mengalami kecemasan karena disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah alat pelindung diri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kecemasan tenaga kesehatan dalam upaya pencegahan Covid-19 di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi. Jenis penelitian korelasi dengan menggunakan pendekatan cross- sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah tenaga kesehatan pada ruang IGD, Ruang ICU dan ruang Gelatik yang berjumlah 56 orang. Pengumpulan data melalui kuesioner. Data dianalisis dengan uji chi square dengan convidence interval (CI) 95% dan α<0,05. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan antara usia dengan kecemasan diperoleh nilai (p=0,035); ada hubungan antara keadaan fisik dengan kecemasan diperolen nilai (p=0,026); ada hubungan antara alat pelindung diri dengan kecemasan diperoleh nilai (p=0,00); ada hubungan antara pengetahuan dengan kecemasan diperoleh nilai (p=0,00); berhubungan secara signifikan terhadap kecemasan tenaga kesehatan di RSKD Dadi. Kesimpulan penelitian bahwa secara keseluruhan semua factor- faktor dalam penelitian ini juga terdapat hubungan, tetapi factor yang sangat signifikkan berhubungan yaitu alat pelindung diri dan pengetahuan terhadap kecemasan tenaga Kesehatan Dalam Upaya Pencegahan Covid-19
Hubungan Antara Usia Dengan Kelelahan Kerja Pada Tenaga Kesehatan Di Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Sayang Rakyat Kota Makassar Andi Nurlinda; Suharni A. Fachrin; Azizah, Nur
Window of Public Health Journal Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/0ym3hh21

Abstract

Work fatigue can reduce performance, increase error rates, and work accidents. Data from the Directorate General of Manpower Supervision Development shows that there are 847 work accidents in Indonesia, 36% of which are due to high levels of work fatigue. One of the problems of work fatigue in healthcare workers is age. The influence of age on work fatigue occurs because of body functions that can affect a person's endurance and work capacity. This study aimed to determine the relationship between age and work fatigue in healthcare workers in the COVID-19 isolation room at the Sayang Rakyat Regional General Hospital (RSUD) in Makassar City. This type of research is quantitative research using the cross-sectional study method with a purposive sampling method with a sample of 54 people. Data were collected using the Chi-square test at a 95% confidence level (α = 0.05). The study showed a relationship between age and work fatigue (p = 0.001). It is hoped that future researchers can analyze the relationship between work fatigue and age factors in healthcare workers at the Sayang Rakyat Regional General Hospital (RSUD) in Makassar City.
Hubungan Safety Talk Dengan Kecelakaan Kerja Pada PT. Pelindo Terminal Petikemas New Makassar Terminal 2 Radita Anggraeni Putri; Suharni A. Fachrin; Arman
Window of Public Health Journal Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/75m43v16

Abstract

Safety talk is an activity carried out before work by providing material to remind workers that occupational health and safety (K3) is important in a job. This study aims to determine the relationship between safety talk and work accidents at PT. Pelindo Terminal Petikemas New Makassar Termina 2. Pelindo Terminal Petikemas New Makassar Termina 2. This type of research uses a quantitative method with a cross-sectional study design with a population of 77 workers and a sample of 77 workers using total sampling. Data analysis was done univariately and bivariately using the chi-square test to determine the related variables. The results of this study show that the p-value of knowledge with work accidents is 0.609, the p-value of education with work accidents is 0.498, and the p-value of compliance with work accidents is 0.000. A p-value less than 0.05 is considered statistically significant, indicating a strong relationship between the variables. Therefore, it can be concluded that the influential variable is compliance with work accidents. This study concludes that compliance is a variable related to work accidents. The suggestion from this study is that it is hoped that the company will provide training to workers regarding the importance of occupational health and safety (K3).
Gambaran Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) di RSUD Lapatarai Kabupaten Barru Syahril, Salsabila Wandira; Suharni A. Fachrin; Farihah Muhsanah
Window of Public Health Journal Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v4i2.630

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja rumah sakit ialah kegiatan yang dilakukan dalam menjamin serta melindungi keselamatan dan kesehatan bagi setiap sumber daya manusia rumah sakit, pasien, pendamping pasien, sehingga dibuat standar perlindungan bagi pekerja yang ada di Rumah Sakit demi mencegah terjadinya resiko bahaya yang bisa terjadi. Penelitian ini bertujuan 2022. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Instrumen yang digunakan adalah Kuesioner. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 142 karyawan. Sampel yang ada dalam penelitian ini berjumlah 47 karyawan. Hasil penelitian diperoleh dari 5 variabel didapatkan hasil yang cukup baik lebih dari >50%  (Penetapan kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), Manajemen perencanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), Pelaksanaan rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), Pemantauan dan Peningkatan Kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS)) di RSUD Lapatarai Kabupaten Barru Tahun 2022. Sedangkan pada varibel pemantauan dan evaluasi kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) didapatkan hasil yang kurang baik atau belum mencapai ≤50% di RSUD Lapatarai Kabupaten Barru Tahun 2022.
Hubungan Penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) Dengan Stres Kerja Di PT. Maruki Internasional Kota Makassar Erdin; Andi Surahman Batara; Suharni A. Fachrin
Window of Public Health Journal Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v4i4.925

Abstract

Setiap pekerja didunia pada umumnya sangat menginginkan kenyamanan serta tanpa adanya gangguan-gangguan dan tekanan yang berlebihan didalam pekerjaannya. Namun tuntutan perusahaan didalam persaingan dunia industri mengakibatkan Pemberian beban kerja yang lebih, serta resiko bahaya dalam bekerja yang tinggi untuk para pekera. Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa dari total 20 responden, sebanyak 15 pekerja merasa takut apabila tangannya terkena mesin, 14 pekerja merasa takut kehilanggan konsentrasi saat bekerja dan 17 pekerja merasa cemas akan keselamatan mereka di tempat kerja dan hasil kerja yang diberikan. Oleh sebab itu keselamatan kerja berperan penting terhadap gejala stres kerja yang terjadi kepada karyawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) terhadap Stress Kerja pada PT. Maruki Internasional. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif metode Cross-Sectional Study dengan pengambilan sampel menggunakan total sampling sampel penelitian sebanyak 60 karyawan. Data diambil dengan menggunakan kuesioner selanjutnya dianalisa dengan menggunakan uji Chi-square pada tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian diperoleh tidak ada hubungan antara Sistem Manajemen K3 (SMK3) dengan stress kerja nilai (p=0,576) yang berarti H0 diterima dan Ha ditolak. Diharapkan peneliti selanjutnya untuk lebih dapat menganalisa secara mendalam mengenai hubungan penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) dengan stress kerja