Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT

STUDI ETNOBOTANI TANAMAN OBAT KELUARGA DI DESA BAWOLOWALANI KECAMATAN TELUKDALAM KABUPATEN NIAS SELATAN Murnihati Sarumaha
Jurnal Education and Development Vol 7 No 4 (2019): Vol.7.No.4.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.475 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i4.1412

Abstract

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil dan temuan penelitian yang dilaksanakan pada bulan september, ada sekitar 16 jenis tanaman obat keluarga yang dimanfaatkan masyarakat desa Bawolowalani, yaitu andong (Cordyline fruticosa), bandotan (Ageratum conyzoides), daun ungu (Graptophyllum pictum), gandarusa (Justica gendarussa), jarak (Jatropa curcas L.), jambu biji (Psidium guajava L.), jeruk nipis (Citrus aurantifolia), kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis), kelapa (Cocos nucifera L.), kunyit (Curcuma domestica val), lempuyang (Zingiber aromaticum), pinang (Areca catechu L), pisang kepok (Musa acuminata), pepaya (Carica papaya L.), sirsak (annona muricata L.), sosor bebek (Kalanchoe pinnata (Lam.) per.).
IDENTIFIKASI SERANGGA HAMA PADA TANAMAN PADI DI DESA BAWOLOWALANI Murnihati Sarumaha
Jurnal Education and Development Vol 8 No 3 (2020): Vol.8.No.3.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.977 KB)

Abstract

Hasil penelitian bahwa serangga hama yang ditemukan adalah ordo hemiptera (kepik) yang ditemukan terdiri dari 4 spesies: kepik bertungkai (anasa tristis), kepik hijau (Nezara viridula), walang sangit (leptocorica acuta) dan semut hitam (Dolichoderus thoracicus smith), ordo orthoptera (belalang) famili acrididae (belalang bersungut pendek), dan ordo coleoptera famili chrisomelidae yang ditemukan di areal persawahan terdiri dari satu spesies: kumbang daun biji-bijian (oulena melanoplus). Dari hasil di atas maka dapat disimpulkan bahwa serangga hama padi sawah yaitu 1) kepik (ordo hemiptera) seperti Kepik bertungkai, Kepik hijau, Walang sangit, dan Semut hitam, 2) belalang (ordo orthoptera), belalang merupakan hama potensial meskipun keberadaan hama selalu ditemukan di setiap sampel penelitian hama ini tidak terlalu membahayakan, 3) kumbang (ordo coleopteran), kumbang ini terdapat pada areal persawahan karena adanya invasi akibat persaingan dalam mendapatkan makanan. Saran: 1) Disarankan kepada seluruh petani di Desa Bawolowani Kecamatan Telukdalam Kabupaten Nias Selatan untuk melakukan pencegahan terhadap hama yang merusak tanaman padi sawah dengan cara menggunakan insektisida. 2) Perlu diadakan penyuluhan terhadap petani padi sawah supaya hasil penelitian benar-benar bermanfaat bagi petani dalam menangani masalah serangga hama padi sawah maupun hama lainnya.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN NOMINAL GROUP TECHNIQUE (NGT) TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI Murnihati Sarumaha
Jurnal Education and Development Vol 9 No 2 (2021): Vol.9.No.2.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.028 KB)

Abstract

This research is motivated by the opinion of experts and previous research that there is an influence of the Nominal Group Technique (NGT) learning model on student learning outcomes. Learning is still dominated by teachers due to the use of the lecture learning model. The purpose of the study was to determine whether the Nominal Group Technique (NGT) learning model on students' science learning outcomes. The subjects of this research are students. Based on the calculation of the Hypothesis Test = 2.02 and t table = 1.66 obtained t count> t table then HO and Ha are accepted. The conclusion model is that the Nominal Group Technique has an impact on students in improving learning outcomes, initially students are less active, silent, and lack motivation and interest in learning due to several factors, but because of the implementation of the Nominal Group Technique learning model which has advantages in increasing student activity and creativity. so that learning outcomes increase. The suggestions put forward by the research are (1) teachers and educational practitioners are advised to apply the Nominal Group Technique (NGT) learning model in order to improve the ability to become student learning outcomes and (2) the results of this study can be used as a basis for further research development. continue to be student learning outcomes.
PENDIDIKAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL NIAS SELATAN: MEMBANGUN IDENTITAS BUDAYA PADA GENERASI MUDA Sarumaha, Murnihati; Telaumbanua, Kaminudin; Harefa, Darmawan
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 12 No 3 (2024): Vol 12 No 3 September 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v12i3.6585

Abstract

Pendidikan berbasis kearifan lokal merupakan pendekatan yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan tradisi lokal ke dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan pendidikan berbasis kearifan lokal di Nias Selatan dan dampaknya terhadap pembentukan identitas budaya generasi muda. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis berbagai sumber literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam kurikulum meningkatkan kesadaran budaya dan rasa kebanggaan siswa terhadap identitas mereka. Selain itu, keterlibatan orang tua dan komunitas berperan penting dalam mendukung pelestarian budaya. Meskipun terdapat tantangan dalam implementasi, pendidikan berbasis kearifan lokal terbukti efektif dalam membangun karakter dan identitas budaya generasi muda di Nias Selatan.
MENGINTEGRASIKAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT NIAS DENGAN ILMU PENGETAHUAN ALAM Bago, Adam Smith; Sarumaha, Murnihati; Fau, Yohanna Theresia Venty; Hulu, Liberkat Solomasi; Fau, Amaano
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 1 Januari 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i1.6902

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kearifan lokal masyarakat Nias dalam pendidikan ilmu pengetahuan alam (IPA), serta integrasinya dengan ilmu pengetahuan alam dan tantangan peluang dimasa depan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan judul mengintegrasikan kearifan lokal masyarakat Nias dengan ilmu pengetahuan alam dengan pendekatan deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui studi literatur mengidentifikasi kearifan lokal masyarakat Nias dengan menggunkan dokumen, buku, artikel, dan hasil penelitian sebelumnya.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal, seperti sistem pertanian Masyarakat Nias memiliki tradisi pertanian yang erat kaitannya dengan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.. Integrasi ini diimplementasikan melalui pengembangan materi pembelajaran kontekstual berbasis budaya Nias, yang mampu meningkatkan minat belajar siswa dan mendorong pelestarian budaya lokal. Penelitian ini merekomendasikan kolaborasi antara pendidik, tokoh adat, dan peneliti untuk menciptakan sinergi antara kearifan lokal dan ilmu pengetahuan dalam upaya keberlanjutan pendidikan dan lingkungan. Kesimpulan peneltian ini adalah upaya mengintegrasikan kearifan lokal masyarakat Nias dengan ilmu pengetahuan alam adalah terciptanya pendekatan holistik yang memadukan nilai-nilai tradisional dengan metode ilmiah modern.
PEMANFAATAN DAUN CAKAR AYAM (SELAGINELLA DEODERLEINII HIERON) SEBAGAI OBAT UNTUK MENGHENTIKAN PENDARAHAN DI DESA HILIZIHONO Bago, Adam Smith; Sarumaha, Murnihati; Fau, Yohanna Theresia Venty; Hulu, Liberkat Solomasi; Fau, Amaano
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 1 Januari 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i1.6903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi daun cakar ayam (Selaginella deoderleinii Hieron) sebagai obat tradisional untuk menghentikan pendarahan di Desa Hilizihono. Daun cakar ayam telah digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat desa Hilizihono sebagai ramuan herbal untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan, khususnya pendarahan. Jenis penelitian yang digunakan dalam pemanfaatan daun cakar ayam (Selaginella) sebagai obat untuk menghentikan pendarahan di desa hilizihono kecamatan Fanayama adalah penelitian kualitatif. Pada penelitian ini, peneliti akan mengkaji fenomena yang terus dikaji secara khusus oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun cakar ayam mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, dan tanin yang berpotensi mempercepat proses pembekuan darah. Kesimpulan penelitian ini memberikan bukti ilmiah mengenai manfaat daun cakar ayam sebagai obat alami untuk menghentikan pendarahan dan mendukung pelestarian pengetahuan herbal lokal di Desa Hilizihono.
PEMANFAATAN BATANG PISANG SEBAGAI OBAT TRADISIONAL DI DESA BAWOLOWALANI KECAMATAN TELUKDALAM Sarumaha, Murnihati
Jurnal Education and Development Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan batang pisang kepok sebagai obat tradisional di Desa Bawolowalani Kecamatan Telukdalam. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan reduksi data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yakni 1) pemanfaatan batang pisang kepok sebagai obat tradisional di Desa Bawolowalani Kecamatan Telukdalam. bahwa pemanfaatan batang pisang sebagai obat tradisional masih digunakan di desa Bawolowalani karena masyarakat masih memiliki pengetahuan dan tradisi menggunakan tumbuhan sebagai obat. Batang pisang dianggap sebagai obat yang efektif dan alami untuk mengobati berbagai penyakit 2) Cara pengolahan batang pisang sebagai obat tradional di Desa Bawolowalani tergantung kepercayaan dan kebiasaan masyarakat setempat. Dimana jika menurunkan deman cara pengolahan batang pisang sebagai obat rebusan menyiapkan batang pisang yang segar. Potong-potong batang pisang menjadi ukuran yang lebih kecil. Rebus batang pisang dengan air secukupnya. 3) Persepsi masyarakat dalam memanfaatan batang pisang kepok sebagai obat tradisional di Desa Bawolowalani bahwa penggunaan batang pisang sebagai obat cukup beragam. Kesimpulan bahwa masyarakat di Desa Bawolowalani Kecamatan Telukdalam.memanfaatkan batang pisang kepok sebagai obat tradisional. Saran bagi masyarakat, diharapkan penelitian ini dapat menjadi suatu informasi kepada masyarakat dalam menggunakan olah tumbuhan berkhasiat obat di Kelurahan Pasar Teluk Dalam Kecamatan Teluk Dalam dan bagi masyarakat Telukdalam, diharapkan hasil penelitian ini dapat memperkaya dan menambah sumber informasi bagi masyarakat Desa Bawolowalani khususnya dalam olah tumbuhan berkhasiat obat.
PELESTARIAN BAHASA NIAS SEBAGAI PILAR EKONOMI: PERAN DIALEK LI NIHA RAYA DALAM KONJUNGSI KOORDINATIF, SUBORDINATIF, PADA KEARIFAN LOKAL NIAS SELATAN Zagoto, Anita; Sarumaha, Murnihati; Zagoto, Hemat; Trielman Lature, Raihfan; Karia Buulolo, Niscaya Putri; Laia, Maria Septyani
Jurnal Education and Development Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa daerah merupakan pilar penting dalam pelestarian budaya dan identitas suatu komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dialek Li Niha Raya dalam penggunaan konjungsi koordinatif dan subordinatif sebagai media penyampai nilai-nilai kearifan lokal di Nias Selatan, serta hubungannya dengan penguatan ekonomi berbasis budaya. Fokus penelitian ini terletak pada bagaimana struktur kalimat, khususnya penggunaan konjungsi seperti “dan”, “atau”, “karena”, dan “agar”, mengandung makna sosial dan ekonomi dalam narasi masyarakat lokal, terutama dalam praktik gotong royong (möi mamasua ba laza), pembagian hasil panen, dan komunikasi adat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, serta dokumentasi teks lisan dan tulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan konjungsi dalam dialek Nias tidak hanya membentuk struktur kalimat, tetapi juga berfungsi sebagai jembatan penyampaian nilai-nilai seperti solidaritas, keadilan, dan tujuan bersama yang menjadi fondasi ekonomi lokal. Selain itu, bahasa daerah juga terbukti memiliki peran dalam promosi pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis budaya. Oleh karena itu, pelestarian dialek Li Niha Raya tidak hanya menjadi tanggung jawab linguistik, tetapi juga strategi penguatan ekonomi lokal melalui edukasi, digitalisasi, dan pengembangan potensi pariwisata budaya di Nias Selatan.
PEMBUATAN SABUN HERBAL DARI EKSTRAK DAUN SIRIH (PIPER BETLE) DAN LIDAH BUAYA (ALOEVERA) SEBAGAI ANTISEPTIK ALAMI Bago, Adam Smith; Sarumaha, Murnihati
Jurnal Education and Development Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i3.7753

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sabun herbal yang mengandung ekstrak daun sirih (Piper betle) dan lidah buaya (Aloe vera) sebagai antiseptik alami. Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian kualitatif digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah. Hasil penelitian ini adalah lidah buaya dan daun sirih merupakan kombinasi yang bagus dalam pembuatan sabun herbal antiseptik. Lidah buaya terbukti memiliki kemampuan antiseptik yang dapat menggantikan bahan kimia sintetis seperti triclosan. Dari pengakuan Masyarakat jika sabun herbal ini membantu penggunaan sabun konversial yang mudah didapatkan dialam tanpa harus dibeli dan aman alami untuk digunakan. Kesimpulan penelitian ini adalah Dengan demikian, pembuatan sabun herbal dari ekstrak daun sirih dan lidah buaya tidak hanya berkontribusi pada kesehatan kulit, tetapi juga memberikan alternatif alami yang aman dan ramah lingkungan dalam menjaga kebersihan dan kesehatan. Saran penelitian ini adalah diharapkan supaya dapat memperkaya dan menambah sumber informasi tantang sabun herbal. Masyrakat supaya dapatmemanfaatkan lidah buaya dan saun herbal dalam pembuatan sabun Peneliti dapat dikembangkan lagi untuk dijadikan sebagai bahan referansi kedepan tantang pembuatan sabun herbal.
PEMANFAATAN TANAMAN AKAR PUTRI MALU (Mimosa Pudica) SEBAGAI ALTERNATIF OBAT PENURUNAN KADAR GULA DARAH DI DESA HILISATARO Bago, Adam Smith; Sarumaha, Murnihati
Jurnal Education and Development Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i3.7754

Abstract

Permasalah dalam penelitian ini adalah mengetahui bagaimana pemanfaatan akar tanaman putri malu, cara meracik akar tanaman putri malu, serta bagaimana tanggapan masyarakat, mengenai pemanfaatan obat herbal dari akar putri malu (Mimosa pudica L), di Desa Hilisataro, metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah jenis penelitian kualitatif deskriptif. Jenis penelitian ini meliputi metode atau pendekatan dengan studi kasus (case study). penelitian kualitatif adalah pengumpulan data pada suatu latar alamiah dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci. Hasil penelitian ini masyarakat memanfaatkan akar tanaman putri malu sudah cukup lama, berdasarkan pengalaman masyarakat yang diperoleh dari orang terdahulu yang sudah dilestarikan secara turun temurun. Cara meracik akar tanaman putri malu (Mimosa pudica) menjadi obat herbal bervariasi, yaitu terdiri dari direbus, dikeringkan dan ditumbuk. Akar tanaman putri malu (Mimosa pudica) dapat diracik menjadi berbagai ramuan tradisional untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan seperti penurunan kadar gula darah, sakit pinggang, rematik, hingga insomnia. Masyarakat Desa Hilisataro sangat melestarikan tanaman putri malu karena masyarakat percaya khasiat yang sangat luar biasa yang dapat membantu kesehatan dan masih digunakan sampai sekarang. Berdasarkan temuan penelitian dan pembahasan terkait pemanfaatan akar tanaman putri malu sebagai obat alternatif penurunan kadar gula darah di Desa Hilisataro Kecamatan Hilisataro Kabupaten Nias Selatan, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa pemanfaatn akar tanaman putri malu sebagai obat herbal menjadi bagian dari kearifan lokal yang masih dilestarikan oleh sebagian kecil warga Desa. Semoga penelitian ini dapat mengedukasi masyarakat dan dapat dikembangkan lagi dalam cara mengolah dan melestarikan tanaman-tanaman lokal yang memiliki manfaat yang luar biasa.
Co-Authors Adam Smith Bago Amaano Fau Anita Zagoto Baziduhu Laia Bestari Laia Bu’ulolo, Emiliana Mefita Citra Sarumaha Dakhi, Agustin Sukses Dastik Dao DUHA, AGUSTINUS Efrata Ge’e Egis Hulu Ekardiana Bohalima Elisabeth Gaurifa Eltris Waoma Emiliana Mefita Bu’ulolo Esti P. S. Zai Fau, Yohanna Theresia Venty Ferniwati Amazihono Friska Tafonao Gea, Karunia Gee, Efrata Halawa, Mekhiran HAREFA, ARIANUS Harefa, Darmawan Hartaniat Warisman Lase Hemat Zagoto Hernimae Wau Hilaria Santi Kristiani Harefa Hulu, Fatolosa Hulu, Lincah Cerdik Imannuel Duha Intan Bestarii Duha Jhosep Edison Gowasa Jurisman Waruwu Kaminudin Telaumbanua Karia Buulolo, Niscaya Putri Kristiurman Jaya Mendrofa Laia , Askarman Laia, Maria Septyani Lase , Indah Permata Sari Lase, ndah Permata Sari Liberkat Solomasi Hulu Lies Dian Marsa Ndraha Lira Sari Balaki Laia Lisda Telaumbanua Mastawati Ndruru Mastawati Ndruru Mastawati Ndruru Mastawati Ndruru Mastawati Ndururu Mastawati Ndururu Michael Laia Musafir Zirahu Ndruru, Mastawati Ndururu, Kalvintinus Nelson Duha Nibezokho Duha Novialdi, Andrian Okte R.T.M. Gowasa Pansakti Laia Rikamawati Hulu Samanoi Halowo Fau Selfi Yanti Bali Tafonao, Aluiwaauri Tatema Telambanua Telambanua, Kaminudin Telaumbanu, Tatema Telaumbanua, Tatema Titin Dakhi Toni Lastavaerus Duha Trielman Lature, Raihfan Trilis Debora Laia Wau, Hernimae Westi Sarumaha Wira Priatin Lahagu Yan Piter Basman Ziraluo Yonathan Sebastian Laowo Yudika Daya Yuniati Halawa Yurmanius Waruwu Zagoto, Impiani ZALUKHU, MERRI CHRISTINA Ziraluo, Yan Piter B.