Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA GURU DI SMP SE-NIAS BARAT Soziduhu Gulo; Bernadetha Nadeak; Hotner Tampubolon
Jurnal Dinamika Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2021): April
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51212/jdp.v14i1.2721

Abstract

The principal has an important role in improving the performance of his teachers. The results of preliminary observations found that principals are authoritarian by making decisions without involving teachers. Gives a bad impression to subordinates who later builds a culture that affects the teacher's performance. This type of research is quantitative using a survey method with a correlation approach, related to the purpose for"examining the influence of the principal's leadership style and organizational culture on teacher performance in junior high schools in Nias"West. Teachers of State Junior High Schools in West Nias which constitute the study population by taking a sample of certified teachers spread across 38 schools. The influence of the principal's leadership style on teacher performance based on the results of the study was 17.5%, the influence of organizational culture on teacher performance was 16% and the influence of the principal's leadership style and organizational culture on teacher performance was 20.6%. for other reasons.
Pengaruh Literasi Digital Guru dan Manajemen Pembelajaran Terhadap Minat Belajar Peserta Didik di SMA Pelita Rantepao Zeth Rodo Landa; Tarsicius Sunaryo; Hotner Tampubolon
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v5i1.529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menganalisis pengaruh literasi digital guru terhadap minat belajar peserta didik di SMA Pelita Rantepao; 2) Menganalisis pengaruh manajemen pembelajaran terhadap minat belajar peserta didik di SMA Pelita Rantepao; 3) Menganalisis kemampuan literasi digital dan “manajemen pembelajaran dalam menjelaskan minat belajar peserta didik di SMA Pelita Rantepao. Jenis penelitian ini merupakan penelitian expost facto. Teknik penentuan sampel menggunakan sampling jenuh, yaitu semua guru di SMA Pelita Rantepao. Model penelitian terdiri dari literasi digital (X1), manajemen pembelajaran (X2) sebagai varabel bebas, dan minat belajar peserta didik (Y) sebagai variabel terikat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan secara langsung. Metode yang digunakan dalam menganalisis data adalah analisis korelasi dan regresi berganda dengan bantuan Aplikasi SPSS versi 25. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: 1) Literasi digital guru (X1) mempengaruhi minat belajar peserta didik (Y di SMA Pelita Rantepao Kabupaten Toraja Utara. Besar pengaruh literasi digital guru (X1) terhadap minat belajar peserta didik sebesar 60,4%; 2) Manajemen pembelajaran (X2) mempengaruhi minat belajar peserta didik(Y). Besar pengaruh manajemen pembelajaran terhadap minat belajar peserta didik sebesar 55,6%; 3) Model (literasi digital (X1) dan manajemen pembelajaran(X2)) dapat menjelaskan variasi pada minat belajar peserta didik (Y) sebesar 66,1%.
HUBUNGAN BUDAYA DISIPLIN DAN MOTIVASI DENGAN PERILAKU BELAJARSISWA KELAS V DI SEKOLAH VICTORY PLUS KOTA BEKASI Esterlita Esterlita; Hotner Tampubolon
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 2 No 2 (2013): JULI
Publisher : Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia Program Magister Administrasi/Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.112 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan budaya disiplin dengan perilaku belajar, hubungan motivasi dengan perilaku belajar, dan hubungan budaya disiplin dan motivasi dengan perilaku belajar siswa. Budaya disiplin merupakan salah satu faktor yang penting dalam meningkatkan perilaku belajar siswa di sekolah. Hal ini dapat dilihat melalui sikap siswa dalam mematuhi peraturan di sekolah. Begitu juga faktor motivasi belajar siswa. Siswa dapat menunjukkannya melalui sikap belajar yang tinggi di sekolah.Akan tetapi budaya disiplin dan motivasi belajar siswa di Sekolah Victory Plus masih terlihat rendah. Metode penelitian adalah metode penelitian korelasional (correlationalresearch) dan metode penelitian survei, sehingga dapat melihat hubungan antaravariabel bebas terhadap variabel terikat. Variabel bebas yang diteliti oleh penulis adalah perilaku belajar dan variabel terikat yang diteliti adalah budaya disiplin dan motivasi belajar siswa. Penulis memberikan kuesioner atas variabel budaya disiplin, motivasi, dan perilaku belajar kepada siswa kelas VI sebagai sampel ujicoba dan siswa kelas V sebagai sampel penelitian. Uji validitasyang dilakukan penulis adalah dengan mengkorelasikan masing-masing pernyataan dengan jumlah skor untuk masing-masing variabel. Teknik korelasi yang digunakan adalah teknik korelasi pearson. Sedangkan untuk menguji reliabilitas digunakan uji konsistensi internal dengan menggunakan rumus Alpha Cronbac.Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara budaya disiplin dengan perilaku belajar siswa, motivasi dengan perilaku belajar siswa,dan budaya disiplin dan motivasi dengan perilaku belajar siswa kelas V. Berdasarkan penelitian ini, maka budaya disiplin dan motivasi siswa kelas V di Sekolah Victory Plus perlu ditingkatkan sehingga perilaku belajar siswapun meningkat.Kata Kunci : Budaya disiplin, motivasi, perilaku belajar.
MANAJEMEN KONFLIK DARI DALAM GURU MENGELOLA KONFLIK ANTAR SISWA KELAS LIMA DAN ENAM DI SEKOLAH VICTORY PLUS-BEKASI Hotner Tampubolon
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 3 No 1 (2014): JANUARI
Publisher : Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia Program Magister Administrasi/Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.703 KB)

Abstract

Konflik merupakan hal penting yang tak terelakkan dalam kehidupan manusia, sebab dimana ada interaksi maka persamaan dan perbedaan akan muncul. Sekolah merupakan salah satu kelompok organisasi yang juga tidak terelakkan dari munculnya konflik. Demikian juga dalam proses belajar mengajar. Interaksi siswa setiap hari selama kurang lebih empat hingga lima tahun tentu memberikan banyak peluang untuk terjadinya konflik. Selain kepala sekolah sebagai manajer di sekolah, guru juga memiliki peran penting sebagai mediator yang paling dekat dengan siswa.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana guru mengelola konflik yang terjadi antar siswa di kelas lima dan enam, yang terbagi menjadi tiga sub fokus yakni: pemahaman guru terhadap konflik, gaya manajemen konflik yang digunakan dan strategi yang dipilih.Mengingat konflik merupakan topik yang sensitif dan sering kali bersinggungan dengan emosi seseorang, maka pendekatan yang dilakukan penulis adalah dengan pendekatan kualitatif yakni dengan mengadakan kelompok diskusi dan wawancara secara individual.Melalui lima kelompok diskusi dan wawancara secara individual, penulis menemukan bahwa guru cukup kreatif dan memahami strategi pengelolaan konflik yang tepat dalam mengelola konflik yang terjadi diantara siswa di kelasnya. Namun demikian pemahaman mengenai definisi konflik perlu dibenahi oleh siswa. Guru perlu menanamkan pemahaman yang tepat mengenai definisi konflik kepada siswa agar siswa dapat mengidentifikasi terjadinya konflik sedini mungkin dan segera mengelolanya tanpa harus mengalami ekskalasi terlebih dahulu.
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DIKLAT PADA PUSAT PENDIDIKAN DAN LATIHAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA BKKBN Hotner Tampubolon
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 3 No 2 (2014): JULI
Publisher : Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia Program Magister Administrasi/Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.427 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pengelolaan Diklat di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana, BKKBN. Metode penelitian adalah penelitian deskriptif yang bersifat kualitatif. Permasalahan ada pada fokus yaitu Efektivitas Pengelolaan Diklat di Pusdiklat Kependudukan dan KB BKKBN. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Partisipan sebanyak dua belas orang terdiri dari tiga kategori yaitu tiga orang jajaran struktural, tiga orang fungsional, dan enam orang alumni Diklat di Pusdiklat Kependudukan dan Keluarga Berencana, BKKBN. Indikator efektivitas pengelolaan Diklat adalah perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisisdeskripsi yang bersifat kualitatif.Temuan penelitian adalah analisis kebutuhan Diklat belum dilakukan secara rutin setiap tahun, koordinasi internal belum dilakukan secara maksimal,pemanggilan peserta Diklat dirasa terlalu singkat, dan pelaksanaan evaluasi pasca Diklat belum dilakukan secara rutin setiap tahun. Hambatan yang di temui dalam pengelolaan Diklat menjadi tantangan yang menimbulkan motivasi untuk meningkatkan kualitas Diklat. Kesimpulan adalah pengelolaan Diklat di Pusdiklat kependudukan dan keluarga Berencana, BKKBN cukup efektif, karena pengelolaan Diklat cukup baik sesuai prosedur, adanya sinergitas dari berbagai unsur pengelola Diklat yaitu jajaran struktural selaku tim manajemen, dengan jajaran fungsional sebagai tim edukatif serta hubungan kerjasama dengan komponen/organisasi terkait selaku pengguna jasa Diklat. Hal ini didukung dengan Pencapaian kinerja dengan skore sekitar 115,70 poin, oleh karena itu pengelolaan diklat di Pusat Pendidikan dan Latihan keluarga Berencana, BKKBN perlu dipertahankan, bahkan secara terus menerus perlu ditingkatkan, sehingga output Diklat dapat berdampak pada peningkatan produktivitas dan kinerja aparatur pengelola program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga, yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja instansi BKKBN dalam pencapain visi organisasinya.Kata Kunci : Efektivitas, Pengelolaan, Diklat
HUBUNGAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN KINERJA GURU DENGAN PENINGKATAN MUTU SEKOLAH DI YAYASAN SANTO YAKOBUS KELAPA GADING JAKARTA UTARA Maria Fatima Uto Lamak; Hotner Tampubolon
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 4 No 1 (2015): JANUARI
Publisher : Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia Program Magister Administrasi/Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.722 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah, kinerja guru, dengan peningkatan mutu sekolahdi Yayasan Santo Yakobus Kelapa Gading Jakarta Utara. Permasalahannya adalah apakah ada hubungan kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja guru secara bersama-sama dengan peningkatan mutu sekolah di SD, SMP, SMA Yayasan Santo Yakobus Kelapa Gading Jakarta Utara. Populasi dalam penelitian adalah keseluruhan guru SD, SMP dan SMA di Yayasan Santo Yakobus Kelapa Gading Jakarta Utara berjumlah 80 orang. Jumlah sampel sebanyak 66 orang dengan teknik simple random sampling. Metode penelitian survei dengan pendekatan korelasional. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan skala Likert.Pengujian hipotesis digunakan uji korelasi dan regresi. Hasil pengujiannya adalah untuk hipotesis 1, di peroleh koefisien determinasi sebesar 0,277, artinya bahwa setiap ada peningkatan pada kepemimpinan kepala sekolah memengaruhi peningkatan mutu sekolah sebesar27.7%. Hipotesis 2, di perolehkoefisien determinasi 0,359, artinya bahwa setiap ada peningkatan kinerja guru memengaruhi peningkatan mutu sekolah sebesar 35,9%. Hipotesis 3, diperoleh koefisien determinasi 0,553, artinya bahwa setiap ada peningkatan pada kepemimpinankepala sekolah dan kinerja guru secara bersama-sama memengaruhi peningkatan mutu sekolah sebesar 55,3%.Hasil penelitian (1) ada hubungan yang positif dan signifikan antarakepemimpinan kepala sekolah dengan peningkatan mutu sekolah, (2) ada hubungan yang positif dan signifikan antarakinerja guru dengan peningkatan mutu sekolah, (3) ada hubungan yang positifdan signifikan antarakepemimpinan kepala sekolah dan kinerja guru secara bersama sama dengan peningkatan mutu sekolah. Kesimpulan penelitian ini adalah kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja guru harus terus menerus ditingkatkan agar mutu sekolah di YayasanSanto Yakobus Kelapa Gading Jakara Utara selalu meningkat seiring dengan perkembangan dunia pendidikan. Kata Kunci : Kepemimpinan kepala sekolah, kinerja guru, mutu sekolah
REKONTEKSTUALISASI KEPEMIMPINAN DAN ORGANISASI PENDIDIKAN (STUDI DI YAYASAN SANTA MARIA PEKALONGAN) Hotner Tampubolon
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 4 No 2 (2015): JULI
Publisher : Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia Program Magister Administrasi/Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.479 KB)

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan: 1) Memperoleh gambaran yang jelas mengenai pemahaman hakikat kepemimpinan di Yayasan Santa Maria Pekalongan. 2) Mendapatkan informasi yang tepat dalam mengidentifikasi implementasi kepemipinan kini dan mendatang di Yayasan Santa Maria Pekalongan. 3) Memperoleh gambaran yang aktual tentang pemahaman hakikat organisasi di Yayasan Santa Maria Pekalongan. 4) Mendapatkan gambaran yang jelas mengenai bentuk organisasi kini dan mendatang di Yayasan Santa Maria Pekalongan.Hasil penelitian menyimpulkan bahwa rekontekstualisasi kepemimpinan dan organisasi di Yayasan Santa Maria dilakukan dengan meletakkan kembali usaha pengembangan dan pembaharuan diri dalam sebuah organisasi. Perubahan di organisasi ditentukan oleh peran pemimpin. Organisasi yang pemimpinnya mampu dan terampil dalam tata kelola organisasi dengan sistem, struktur, dan budaya organisasi menjadi sebuah organisasi pendidikan dengan spirit Pendidikan Notre Dame berpusat pada Sabda Tuhan, membawa kegembiraan Kristus kepada sesama, agar mempunyai hidup dan hidup dalam kelimpahan. Dalam hal ini,Yayasan Santa Maria perlu merestrukturisasi organisasi berkaitan dengan penempatan pemimpin. Kata kunci : Rekontekstualisasi, Kepemimpinan, Organisasi.
ANALISIS KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH (STUDI KASUS DI SMP VAN LITH JAKARTA) Hotner Tampubolon
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 4 No 2 (2015): JULI
Publisher : Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia Program Magister Administrasi/Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.49 KB)

Abstract

Tujuan penulisan: 1) untuk mendeskripsikan perubahan budaya organisasi, khusunya pengelolaan RPP yang dilakukan kepala sekolah di SMP Van Lith Jakarta sesuai dengan kebutuhan peserta didik. 2) untuk mendeskripsikan perubahan pembaharuan yang dilakukan guru dalam pembuatan RPP tanpa melakukan copy paste di SMP Van Lith Jakarta. 3) untuk mendeskripsikan perubahan peningkatan profesionalitas guru dalam pembuatan RPP di SMP Van Lith Jakarta. 4) untuk mendeskripsikan perubahan yang dilakukan kepala sekolah SMP Van Lith Jakarta dalam membangun kerja sama dengan stakeholders.Hasil Penulisan: 1) penulisan ini menujukan bahwa guru-guru SMP Van Lith Jakarta telah menyadari sepenuhnya budaya organisasi sebagai bagian dari kebiasaan yang baik. 2) penulisan ini menujukan bahwa pembuatan administrasi guru yang dilakukan oleh kepala sekolah SMP Van Lith Jakarta berdampak terhadap budaya organisasi. 3) penulisan ini menujukan bahwa para guru di SMP Van Lith Jakarta telah menunjukan profesionalitasnya dalam membuat dan mengelola administrasi, termasuk RPP. 4) penulisan ini menujukan bahwa kepemimpinan kepala sekolah di SMP Van Lith Jakarta mampu membangun kerja sama dengan stakeholders. Kata kunci : Kepemimpinan Kepala Sekolah, Budaya Organisasi, Administrasi Guru, dan Profesionalitas Guru.
HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI DAN MOTIVASI DENGAN KINERJA GURU SEKOLAH DON BOSCO III CIKARANG-BEKASI-JAWA BARAT Hotner Tampubolon
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 5 No 1 (2016): Januari
Publisher : Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia Program Magister Administrasi/Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.191 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan budaya organisasi dan motivasi dengan kinerja guru. Penelitian dilakukan di Sekolah Don Bosco III Cikarang, menggunakan metode survey dengan teknik korelasional. Uji coba dianalisis menggunakan uji validitas menggunakan rumus korelasi Product Moment dan uji reliabilitas menggunakan test Alpha Cronbach. Selanjutnya dilakukan uji persyaratan analisis yaitu uji normalitas dengan rumus Kolmogorov Smirnov dan uji linearitas regresi. Sedangkan pengujian hipotesis mempergunakan uji korelasi sederhana, korelasi berganda, serta teknik regresi yang terdiri dari regresi linear dan ganda. Dalam penelitian ini, para guru dari TK sampai SMA dipilih sebagai unit analisis dan 67 sampel yang dipilih secara acak. Hasil penelitian ini menemukan bahwa 1). Terdapat hubungan positif dan signifikan antara Budaya Organisasi(X1) dengan Kinerja Guru (Y) dengan koefisien korelasi sebesar 0,732 dan koefisien determinasi (R square) sebesar 0,535. Artinya kontribusi yang diberikan oleh Budaya Organisasi(X1) kepada Kinerja Guru (Y) sebesar 53,5% dan selebihnya dipengaruhi faktor-faktor lain. Dengan demikian Ho ditolak, dan tidak menolak H1, artinya terdapat hubungan positif dan signifikan antara Budaya Organisasi (X1) dengan Kinerja Guru (Y). Maknanya adalah jika Budaya Organisasi naik, maka Kinerja Guru di Sekolah Don Bosco III Cikarang juga akan ikut naik. 2) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara dan Motivasi (X2) dengan Kinerja Guru (Y) dengan koefisien korelasi sebesar 0,894 dan koefisien determinasi (R square) sebesar 0,799. Artinya kontribusi dan Motivasi (X2) kepada Kinerja Guru (Y) sebesar 79,9%, selebihnya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Dengan demikian menolak Ho, dan tidak menolak H1. Artinya terdapat hubungan positif dan signifikan antara dan Motivasi (X2) dengan Kinerja Guru (Y).3). Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Budaya Organisasi(X1) dan Motivasi (X2) secara bersama-sama dengan Kinerja Guru (Y) dengan korelasi ganda sebesar 0,921, dan koefisien determinasi (R square) 0,849, sedangkan koefisien determinasi ganda (Adjust R square) sebesar 0,844. Artinya kontribusi yang diberikan oleh Budaya Organisasi(X1) danMotivasi(X2)secara bersama-sama dengan Kinerja Guru(Y) sebesar 84,4% dan selebihnya dipengaruhi faktor-faktor lainnya. Dengan demikian menolak H0 dan tidak menolak H1, artinya terdapat hubungan positif dan signifikan antara Budaya Organisasi dan Motivasi dengan Kinerja Guru di Sekolah Don Bosco III Cikarang. Kata kunci: Budaya Organisasi, Motivasi, Kinerja Guru
HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI DAN MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA GURU DI SMP NEGERI 146 JAKARTA TIMUR Hotner Tampubolon
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 5 No 1 (2016): Januari
Publisher : Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia Program Magister Administrasi/Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.406 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan peneitian ini dimaksudkan untuk mengetahui signifikansi hubungan antara Budaya Organisasi (X1) dengan Kinerja Guru ( Y ) dan Motivasi Kerja (X2) terhadap Kinerja Guru ( Y ) serta secara bersama-sama dengan Kinerja Guru (Y) di SMP Negeri 146 Jakarta Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan korelasional. Responden penelitian adalah seluruh guru yang ada di SMP 146 Jakarta Timur sebanyak 54 guru. Teknik pengumpulan data menggunakan instrument berupa kuesioner. Hasil penelitian mengemukakan bahwa: pertama, terdapat hubungan positif dengan kriteria cukup kuat antara Budaya Organisasi (X1) dengan Kinerja Guru (Y) dengan koefisien ry1= (0,635)2 = 0,403 atau koefisien determinasi sebesar 40,30% dengan persamaan regresi Ŷ = 27,677 + 0,726 X1. Kedua, terdapat hubungan positif dengan kriteria cukup kuat antara Motivasi Kerja (X2) dengan Kinerja Guru (Y) dengan koefisien korelasi ry2= (0,533)2 = 0,284 atau koefisien determinasi sebesar 28,40% dan persamaan regresi Ŷ = 29,376 + 0,606X2. Ketiga, terdapat hubungan positif dengan kriteria kuat antara Budaya Organisasi (X1) dan Motivasi Kerja (X2) secara bersama-sama dengan Kinerja Guru (Y) dengan koefisien korelasi ry12 = (0,737)2 = 0,543 atau koefisien determinasi sebesar 54,30% dengan persamaan regresi Ŷ = - 3,302 + 0,639X1+ 0,466X2. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kinerja guru di SMP Negeri 146 Jakarta Timur dapat ditingkatkan melalui peningkatan budaya organisasi, motivasi kerja guru. Kata kunci: Budaya Organisasi, Motivasi Kerja dan Kinerja Guru