Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pelatihan Peningkatan Kemampuan Mahasiswa dalam Menyusun Proposal Penelitian Skripsi Universitas Halu Oleo Ati, Amniar; Andrias, Andrias; Aldiansyah, Septianto; Saudi, Fitriyani; Hasanah, Nur; Sudirman, Andi Sulia; Baihaqi, Baihaqi; Asrul, Asrul; Nursalam, La Ode
Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/jipm.v1i2.319

Abstract

Keterbatasan pemahaman mahasiswa terhadap konsep penelitian dan teknik penyusunan proposal menyebabkan mahasiswa dari Jurusan Pendidikan Geografi, Administrasi Bisnis, dan Teknologi Pangan mengalami kesulitan dalam menyusun proposal skripsi secara mandiri. Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: 1) mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dialami mahasiswa dalam menyusun proposal penelitian skripsi dan; 2) memberikan pelatihan peningkatan kompetensi mahasiswa dalam menyusun proposal penelitian skripsi Universitas Halu Oleo. Kegiatan ini melibatkan 30 mahasiswa semester VII dan VIII dari tiga jurusan. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dalam beberapa sesi yang meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, praktik penyusunan proposal, serta sesi konsultasi individu. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa hambatan utama mahasiswa bersifat internal meliputi: (1) kesulitan merumuskan masalah, tujuan, dan manfaat penelitian; (2) keterbatasan dalam memahami konsep dasar metodologi penelitian; dan (3) ketidakmampuan menentukan pendekatan penelitian yang sesuai dengan topik kajian. Selain itu, kemampuan penulisan ilmiah mahasiswa yang masih rendah juga menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam menyusun latar belakang, tinjauan pustaka, dan kerangka teoritis secara runtut dan logis. Sedangkan hambatan eksternalnya mencakup keterbatasan akses terhadap referensi ilmiah terbaru seperti jurnal terakreditasi dan buku-referensi sehingga menghambat penyusunan landasan teori dan kajian pustaka. Meskipun demikian, selama proses pelatihan, mahasiswa menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif dalam pemaparan materi dan diskusi, yang berdampak pada peningkatan pemahaman konseptual serta keterampilan teknis dalam menyusun proposal skripsi. Ke depan, program pelatihan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk memperkuat budaya riset di kalangan mahasiswa.
Penguatan Literasi Hidrologi Mahasiswa Pendidikan Geografi Melalui Implementasi Field Based Learning di Sungai Nanga-Nanga Hasanah, Nur; Irsan, Laode Muhamad; Nurvianti, Nurvianti; Ati, Amniar; Nurkarima, Rahmawati
Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/jipm.v1i2.335

Abstract

Air merupakan sumber daya vital bagi kehidupan, sehingga pemahaman terhadap hidrologi menjadi aspek penting dalam pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi hidrologi mahasiswa Pendidikan Geografi melalui implementasi pendekatan Field Based Learning (FBL) di Sungai Nanga-Nanga, Kota Kendari. Kegiatan ini melibatkan 63 mahasiswa dalam pengamatan dan pengukuran berbagai parameter hidrologi yang komprehensif, meliputi suhu permukaan air, kecepatan dan debit air, lebar dan kedalaman sungai, suhu dan kelembapan udara, identifikasi biota dan material dasar sungai, serta suhu, kelembapan, dan pH tanah. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui empat tahapan utama yaitu persiapan, pemberian materi, pelaksanaan lapangan, dan evaluasi. Hasil perbandingan nilai pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa tentang konsep hidrologi sebesar 18,35%. Tanggapan mahasiswa terhadap terhadap kegiatan ini juga sangat positif, 74,2% sangat stuju bahwa praktik lapangan meningkatkan pemahaman mreka. Sebesar 68,9% merasa bahwa pengamatan langsung membuat materi lebih menarik, dan 65,1% menilai kegiatan tersebut menyenangkan sekaligus bermanfaat. Kegiatan pengabdian ini terbukti efektif memperkuat literasi hidrologi, mengembangkan keterampilan praktis, serta mendorong pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif dalam pengelolaan sumber daya air. Program ini direkomendasikan untuk dilanjukan sebagai model pembelajaran inovatifyang dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan pengelolaan sumber daya air di masa mendatang.
Pesta Panen Sebagai Ungkapan Rasa Syukur dan Tradisi Turun Temurun Masyarakat Ati, Amniar; Aldiansyah, Septianto; Saudi, Fitriyani; Nasanah, Nur; Kasmiati, Sitti
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora (Maret)
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v4i3.803

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pelaksanaan serta makna simbolik tradisi pesta panen pada masyarakat Desa Togomangura, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai praktik dan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi tersebut. Informan dipilih secara purposive, meliputi aparat desa, tokoh masyarakat, dan petani. Data dikumpulkan melalui observasi langsung selama pelaksanaan pesta panen, wawancara mendalam, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pesta panen terdiri atas tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan inti, dan penutup. Tahap persiapan diawali dengan musyawarah antara pemerintah desa, tokoh adat, dan masyarakat untuk menentukan waktu, pembagian tugas, serta bentuk kegiatan. Tahap ini mencerminkan nilai demokrasi lokal, kebersamaan, dan kesepakatan kolektif. Pada tahap pelaksanaan, masyarakat secara kolektif menyiapkan makanan tradisional yang dibawa ke masjid untuk doa bersama. Kegiatan ini mengandung makna kesakralan, ungkapan syukur kepada Tuhan, serta simbol solidaritas sosial. Sementara itu, tahap penutup ditandai dengan kegiatan membersihkan kampung yang melambangkan pemulihan keseimbangan dan keharmonisan lingkungan. Dengan demikian, tradisi pesta panen tidak hanya berfungsi sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen, tetapi juga sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial serta menjaga hubungan harmonis antara manusia, masyarakat, dan lingkungan.
PELATIHAN PENINGKATAN KETERAMPILAN DASAR SISWA DALAM MEMBACA PETA DI SMA NEGERI 02 KENDARI: Training to Improve Students’ Basic Map Reading Skills at SMA Negeri 02 Kendari Ati, Amniar; Andrias, Andrias; Amaluddin, La Ode; Aldiansyah, Septianto; Saudi, Fitriyani; Nasanah, Nur; Akbar, Ismail
JESASI (JURNAL EDUKASI, SAINS, DAN INOVASI) Vol. 3 No. 1 (2026): JESASI (Jurnal Edukasi, Sains, dan Inovasi) edisi April 2026
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/jesasi.v3i1.34

Abstract

Dalam memahami dan menginterpretasikan informasi geografis serta lingkungan sekitar, siswa perlu memiliki kemampuan dasar membaca peta. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dasar membaca peta siswa di SMA Negeri 02 Kendari. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan melibatkan 35 siswa kelas X. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa setelah mengikuti pelatihan. Pada saat pre-test, sebagian besar siswa berada pada kategori kurang yaitu sebanyak 15 siswa, serta kategori cukup sebanyak 8 siswa yang menunjukkan rendahnya pemahaman siswa terhadap unsur-unsur peta sebelum pelatihan. Setelah pelatihan, terjadi peningkatan yang signifikan, ditandai dengan tidak ditemukannya lagi siswa pada kategori kurang maupun cukup pada hasil post-test. Sebanyak 15 siswa berada pada kategori baik, sementara jumlah siswa pada kategori sangat baik meningkat dari 5 menjadi 10 siswa. Perubahan ini menunjukkan bahwa pelatihan memberikan dampak positif terhadap pemahaman siswa mengenai unsur-unsur peta. Hasil evaluasi juga menunjukkan respons positif, dengan skor tertinggi pada aspek kepuasan keseluruhan (94%), diikuti relevansi materi (92%) dan keterlibatan peserta (91%). Hasil kegiatan ini dapat dimanfaatkan oleh pihak sekolah sebagai sumber belajar serta dasar pengembangan program pembinaan lanjutan, dan kegiatan serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan.
Peran Orang Tua dalam Menumbuhkan Kebiasaan Literasi pada Siswa Sekolah Dasar Ati, Amniar
Jurnal Pendidikan Dasar Vol 14, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpd.v14i1.116966

Abstract

Literacy habits are very important to instill in children from an early age, because through literacy children can develop reading and writing skills, as well as the ability to understand information effectively. In addition, literacy helps improve critical thinking, creativity, and communication skills, enabling children to be better prepared to face both the learning process and everyday life. This study aims to examine the role of parents in fostering literacy habits among elementary school students at SD Negeri 40 Buton. This research uses a quantitative approach with a descriptive research design. The population in this study consists of all parents of students in grades III, IV, and V, totaling 48 individuals, with the sampling technique using total sampling. Data collection techniques were carried out through observation and questionnaires. Data analysis used descriptive analysis with percentages. The results of the study indicate that the role of parents in fostering students’ literacy habits is still relatively low. This can be seen from indicators such as the literacy environment at home, parental involvement in children’s literacy activities, and the habituation of shared reading activities, all of which have percentages below 40%. Most parents have not provided adequate reading materials, have not actively accompanied and motivated their children in reading activities, and have not established regular shared reading habits at home.