Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Analisis Kemampuan Literasi Matematika Dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Ditinjau dari Rasa Ingin Tahu Siswa Sahid Fidianto; Supriyono Supriyono; Wharyanti Ika Purwaningsih
JLEB: Journal of Law, Education and Business Vol 1, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v1i2.1159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematika siswa dalam menyelesaikan masalah matematika ditinjau dari rasa ingin tahu. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A SMP Negeri 2 Mirit tahun pelajaran 2022/2023 dengan jumlah 6 siswa. Teknik yang digunakan dalam pengambilan subjek adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket, lembar tes dan pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Analisis data kualitatif menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, kemampuan literasi matematika siswa dengan rasa ingin tahu tinggi telah memenuhi keempat indikator kemampuan literasi matematika yang terlihat dari siswa mampu memahami dan merumuskan masalah nyata dalam soal berupa menyebutkan apa yang diketahui dan ditanyakan, mampu menggunakan dan menerapkan matematika berupa menggunakan metode yang dianggap efektif, mampu menafsirkan solusi berupa menjelaskan kesimpulan jawaban yang didapat dan mampu mengevaluasi solusi berupa mengecek kembali pekerjaan. Kedua, kemampuan literasi matematika siswa dengan rasa ingin tahu sedang mencapai indikator ketiga yang terlihat dari siswa mampu memahami dan merumuskan masalah nyata dalam soal berupa menyebutkan apa yang diketahui dan ditanyakan, mampu menggunakan dan menerapkan matematika dalam soal berupa menggunakan metode yang dianggap efektif, dan mampu menafsirkan solusi berupa menjelaskan kesimpulan jawaban yang didapat. Ketiga, kemampuan literasi matematika siswa dengan rasa ingin tahu rendah hanya mampu mencapai indikator pertama yang terlihat dari siswa mampu memahami dan merumuskan masalah nyata dalam soal berupa menyebutkan apa yang diketahui dan ditanyakan.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR MATEMATIKA BERBASIS PjBL UNTUK MENINGKATKAN KONEKSI MATEMATIS SISWA Cindy Nurul Afwa; Erni Puji Astuti; Wharyanti Ika Purwaningsih
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 9 No 2 (2023): JUMLAHKU VOL.9 NO.2 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v9i2.3406

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui apakah modul ajar matematika berbasis Project Based Learning (PjBL) untuk meningkatkan koneksi matematis siswa memadahi kriteria valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model ADDIE. Teknik pengumpulan data memakai wawancara tidak terstruktur, angket dan tes. Instrumen yang dipakai yaitu lembar validasi modul ajar untuk mengetahui kevalidan modul ajar, lembar angket respon guru dan siswa guna mengukur kepraktisan modul ajar, dan soal pre-test serta post-test guna mengukur keefektifan modul ajar dengan menerapkan uji normalitas gain. Berdasarkan hasil analisis, modul ajar berbasis PjBL dikatakan valid berdasarkan rata-rata skor sebesar 3,83. Memenuhi kriteria kepraktisan dengan rata-rata angket respon siswa 3,09 dengan presentase 77,55%. Sementara hasil rata-rata angket respon guru sebesar 3,5 dengan presentase 87,5%. Serta keefektifan modul ajar berbasis PjBL ditunjukkan dengan hasil N-gain 0,36 pada uji coba luas. Sehingga modul ajar matematika berbasis PjBL untuk meningkatkan koneksi matematis siswa kelas 7 SMP valid, praktis, dan efektif diterapkan pada pembelajaran matematika khususnya statistika.
DESAIN MODEL KOOPERATIF “LINGKAR HIJAU” PADA TEMA “INDAHNYA KEBERSAMAAN” KELAS IV SD UNTUK MENINGKATKAN SIKAP ASERTIF SISWA Itsna Iftayani; Nurhidayati Nurhidayati; Whariyanti Ika Purwaningsih
Jurnal Psikologi Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2020.v13i1.2501

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran aktif yang dapat meningkatkan sikap asertif siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model 4-D melalui empat tahap yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Model pembelajaran yang dikembangkan adalah model pembelajaran kooperatif lingkar HIJAU yaitu model pembelajaran kooperatif yang bermuatan komunikasi dan sikap asertif. Model pembelajaran ini memuat lima prinsip dasar yaitu H= Human (membiasakan siswa bertanggung jawab dan memahami orang lain), I = Interaction (membiasakan siswa berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya), J = Join (mengajak siswa aktif terlibat dalam pembelajaran tanpa paksaan), A= Assertive (mengajarkan dan membiasakan siswa berkomunikasi dan bersikap asertif) serta U = Unity (Mengajarkan kepada siswa persatuan dan kesatuan, serta tidak membiasakan kompetisi yang tidak sehat). Pada penelitian ini, model pembelajaran kooperatif lingkar HIJAU diterapkan pada pembelajaran tematik integratif kelas IV SD pada tema Indahnya Kebersamaan. Validasi dilakukan oleh dua orang ahli yaitu ahli psikologi pendidikan dan guru sekolah dasar. Hasil validasi menunjukkan bahwa model pembelajaran ini sesuai dengan nilai-nilai sikap asertif dan mudah untuk diimplementasikan namun perlu penyempurnaan kembali draft desain model pembelajaran tersebut. Setelah dilakukan perbaikan maka dapat diimplementasikan pada pembelajaran tematik di Sekolah Dasar.
Analisis Kemampuan Berpikir Reflektif Siswa Climber dalam Menyelesaikan Soal Literasi Numerasi SMP Melliana Kurniawati; Wharyanti Ika Purwaningsih; Dita Yuzianah
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v5i2.6678

Abstract

Dalam pembelajaran matematika, siswa akan mengolah semua informasi melalui proses berpikir. Kemampuan berpikir tingkat tinggi menjadi salah satu tolak ukur tercapainya tujuan pembelajaran. Bentuk dari berpikir tingkat tinggi salah satunya adalah berpikir reflektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir reflektif siswa climber dalam menyelesaikan soal literasi numerasi Sekolah Menengah Pertama (SMP). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan subjek pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII D SMP Negeri 6 Purworejo dengan tipe AQ climber. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara, dan catatan lapangan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa climber telah mampu berpikir reflektif. Hal tersebut ditunjukkan oleh indikator kemampuan berpikir reflektif yaitu fase reacting, fase comparing, dan fase contemplating.
Implementasi Geogebra dalam Memfasilitasi Self-Regulated Learning Matematika Aldianta, Linggar; Jana, Padrul; Marsiyam, Marsiyam; Ningsih, Wharyanti Ika Purwa; Hamidah, Ainun; Suparlan, Andi
JKPM (Jurnal Kajian Pendidikan Matematika) Vol 10, No 1 (2024): JKPM (Jurnal Kajian Pendidikan Matematika)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jkpm.v10i1.25795

Abstract

Kemampuan Self-Regulated Learning (SRL) memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pembelajaran di kelas. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan Self-Regulated Learning siswa dengan menerapkan aplikasi GeoGebra pada pembelajaran matematika. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan empat tahapan, yaitu perencanaan (planning), tindakan (action), observasi (observation), dan refleksi (reflection). Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas IX A SMP Muhammadiyah 2 Gamping yang berjumlah 33 siswa. Berdasarkan hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran pada guru dan siswa mengalami kenaikan untuk setiap siklusnya. Hasil penelitian diperoleh bahwa Self-Regulated Learning siswa dengan menggunakan aplikasi GeoGebra pada pembelajaran matematika meningkat pada setiap siklus. Hal ini terlihat dari kenaikan hasil tes siswa yang lulus kriteria ketuntasan minimal (KKM) dari siklus pertama dan siklus kedua. Kenaikan juga dibuktikan dari capaian di setiap indikator Self-Regulated Learning. Sehingga, pembelajaran matematika menggunakan aplikasi GeoGebra dengan melaksanakan seluruh tahapan kegiatan pembelajaran di kelas, dapat meningkatkan Self-Regulated Learning siswa SMP.
Development of interactive e-comics based on ethnomathematics oriented towards students' numeracy skills Purwoko, Riawan Yudi; Purwaningsih, Wharyanti Ika; Nuryadi, Nuryadi
AXIOM : Jurnal Pendidikan dan Matematika Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/axiom.v13i2.19807

Abstract

The current mathematics learning process is often conducted in a blended manner, combining offline and online learning. Therefore, online learning requires instructional media that support the learning process and are appealing to students. However, the instructional media currently used to support online learning are limited and less relevant. This study aims to develop interactive mathematics learning media in the form of ethnomathematics-based e-comics that are valid, practical, and effective for middle school students. The research method employed is development research using the ADDIE model. The research subjects included middle school teachers and students. In the limited trial phase, 2 teacher and 32 students participated, while the large-scale trial involved 3 teachers and 57 students. Data collection instruments consisted of validation sheets for material and media experts, student response questionnaires, as well as pre-test and post-test questions validated by experts. Data analysis was conducted descriptively to assess the feasibility of the product. The research findings indicate that the ethnomathematics-based e-comic learning media are valid and practical. Furthermore, the e-comics meet the effectiveness criteria, as they enhance students' numeracy skills after the learning process. Therefore, the e-comics developed in this study can serve as a reference for mathematics learning media that meet current student needs.
Keterampilan Metakognitif Siswa Climber dalam Pemecahan Masalah Matematika Febryanto Kurniawan; Puji Nugraheni; Wharyanti Ika Purwaningsih; Teguh Wibowo
Jurnal Tadris Matematika Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/jtm.2019.2.2.163-174

Abstract

This research aims to describe metacognitive skills of climber students in solving mathematic problems in class VIII junior high school. The subject of research isthree climber students of Junior High School 3 Purworejo. The research method used qualitative with the form of phenomenological research. The subject of research is climber students of Junior High School 3 Purworejo. The research instrument is an Adversity Quotient questionnaire, mathematic troubleshooting test, and interviews. Data collection techniques are conducted by collecting data from writing test and interview with students. The results showed that climber students planning skills at the stage of understanding problems and planning problem solving is aware in predicting the knowledge of materials needed and have the thoroughness in digging information that is important in the matter, aware of the plan used and able to realize the relationship with the problems that ever worked. Climber students monitoring skills on the stage of implementing a solving plan, students are aware in the process of solving questions and aware that previous strategies can assist in solving the problem, students also aware and confident with the results of his work. Mean while, climber students evaluation skills realize that the results are correct, but students not realize that there are other strategies that can solve the problem.
ANALISIS BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF Indah Sukmawati; Wharyanti Ika Purwaningsih; Dita Yuzianah
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 8 No 2 (2022): JUMLAHKU VOL.8 NO.2 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v8i2.2412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan berpikir kritis siswa dalam pemecahan masalah matematika ditinjau dari gaya kognitif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan subjek menggunakan purposive, peneliti memilih subjek sebanyak 8 siswa yang terdiri dari 4 siswa dengan gaya kognitif field independent dan 4 siswa dengan gaya kognitif field dependent. Pemilihan subjek menggunakan instrument Group Embedded Figure Test (GEFT). Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah siswa dengan gaya kognitif field independent dan field dependent mampu memenuhi semua indikator berpikir kritis. Kedua gaya kognitif tersebut mempunyai perbedaan yaitu pada interpretation siswa dengan gaya kognitif field dependent menuliskan kembali dari soalnya sedangkan field independent menotasikan dengan simbol. Pada analysis siswa dengan gaya kognitif field dependent berpikir lama sedangkan field independent siswa menggambarkan sebuah segiempat, kemudian mencari luas persegi untuk mendapatkan sisi persegi. Pada evaluation siswa dengan gaya kognitif field dependent pada jawaban yang digambarkan tidak sesuai dengan hasilnya sedangkan field independent dengan menggambarkan masing-masing sisi segiempat kecil. Pada self-regulation siswa dengan gaya kognitif field dependent menyebutkan 1 cara sedangkan field independent menggunakan banyak cara. Pada inference siswa dengan gaya kognitif field dependent masih salah sedangkan field independent sudah benar. Pada explanation siswa dengan gaya kognitif field dependent masih salah sedangkan field independent sudah benar.
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Kontekstual Menggunakan Articulate Storyline 3 Pada Materi Pola Bilangan Untuk Membantu Pemahaman Konsep Agustri Amelia Fajarwati; Puji Nugraheni; Wharyanti Ika Purwaningsih
RANGE: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2023): RANGE Januari 2023
Publisher : Pendidikan Matematika UNIMOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jpm.v4i2.3653

Abstract

Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif pada materi pola bilangan yang layak ditinjau dari kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Metode yang digunakan yaitu penelitian Research and Development (R & D) dengan model yang digunakan yaitu model ADDIE. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Hal ini dapat dilihat dari hasil penilaian ahli media dan materi yang menunjukkan kategori sangat valid dengan rerata skor dari ahli media sebesar 3,75 dan skor validasi materi sebesar 3,47, kepraktisan media pembelajaran diperoleh kriteria praktis dari skor angket respon siswa sebesar 3,24 dan respon guru sebesar 3,3, Hasil keefektifan media pembelajaran dari tes pemahaman konsep siswa diperoleh media dapat membantu pemahaman konsep dengan persentase ketuntasan secara klasikal sebesar 80% yang memenuhi kriteria efektif. Media pembelajaran interaktif berbasis kontekstual layak digunakan dengan terpenuhinya kriteria valid, praktis, dan efektif.
Analysis of students' creative thinking ability in solving quadrilateral mathematical problems Purwaningsih, Wharyanti Ika; Purwoko, Riawan Yudi
AXIOM : Jurnal Pendidikan dan Matematika Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/axiom.v14i2.26716

Abstract

This study aims to analyse the creative thinking abilities of eighth-grade junior high school students in solving mathematical problems related to quadrilaterals. The study employed a qualitative exploratory descriptive design with purposive sampling, involving two students with high mathematical ability. The test instruments were validated by mathematics education experts to ensure content validity and alignment with creative thinking indicators. Data were collected through problem-solving tests, in-depth interviews, and field notes, and were analysed using the Miles and Huberman model, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that both students met all indicators of creative thinking