Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Analisis Kemampuan Technological, Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) Calon Guru Vokasional Pendidikan Teknik Bangunan Yudiana, Dina; Iriani, Tuti; Murtinugraha, R. Eka
Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2024): March
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jtp.v1i3.331

Abstract

Pentingnya mengintegrasikan pengetahuan Technological, Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) dalam pendidikan vokasional menyoroti tantangan calon guru dalam mencapai standar kompetensi. Kurangnya pemahaman TPACK mahasiswa menjadi sebuah masalah karena konsep TPACK relevan dengan kompetensi untuk menjadi seorang guru. TPACK mengacu pada pengetahuan yang mengintegrasikan tiga komponen utama yaitu pengetahuan teknologi, pedagogik dan konten/materi ajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kemampuan TPACK calon guru vokasional yaitu, mahasiswa yang sedang melaksanakan Praktek Keterampilan Mengajar (PKM) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) wilayah Jakarta. Metode penelitian menggunakan kuantitatif deskriptif dengan sample purposive sampling sebanyak 36 mahasiswa. Pengumpulan data menggunakan instrument dan observasi yang telah diuji validitas dan reabilitasnya berupa kuesioner penilaian dari guru pengampu (pamong). Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan Technological, pedagogical and Content Knowledge (TPACK) calon guru vokasional secara kumulatif dalam kategori baik. Mahasiswa perlu untuk meningkatkan kemampuannya terkait pemahaman dan penerapan TPACK dalam mengajar untuk memenuhi tuntutan dari kompetensi guru. Hal ini memberikan gambaran positif terkait kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan Teknologi, Pedagogik, dan Content dalam konteks pembelajaran vokasi, terutama pada komponen Pedagogik dan Konten.
PENGUATAN PEMAHAMAN DALAM PENYUSUNAN RPP KURIKULUM MERDEKA BAGI GURU SMA Iriani, Tuti; Handoyo, Santoso Sri; Anisah, Anisah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17557

Abstract

Abstrak: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat guru bertujuan agar proses pembelajaran berlangsung secara ideal dan sistematis. Adanya kehadiran kurikulum merdeka memberikan tantangan tersendiri bagi guru karena RPP yang selama ini disusun guru berganti menjadi modul ajar dengan isi dan komponen yang lebih lengkap. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penguatan pemahaman kepada guru-guru SMAN 1 Muara Gembong terutama dalam hal penyusunan RPP Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan presentasi materi, tanya jawab dan diskusi yang diikuti sebanyak 31 peserta yang terdiri dari guru guru SMA dari berbagai bidang studi. Hasil kemampuan awal berdasarkan kuesioner penilaian diri menunjukkan 50% dari guru merasa sulit untuk memahami perangkat pembelajaran, menyusun alur tujuan pembelajaran dan merancang pembelajaran. Setelah kegiatan dilaksanakan dengan diskusi afktif dan penugasan, maka hasil penguatan pemahaman menunjukan 73% dari peserta dapat menyusun tujuan pembelajaran berbasis kurikulum merdeka dengan cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini telah tercapai.Abstract: The Learning Implementation Plan (RPP) created by the teacher aims to ensure that the learning process takes place ideally and systematically. The presence of an independent curriculum presents its own challenges for teachers because the lesson plans that teachers have been preparing have changed into teaching modules with more complete content and components. This Community Service activity aims to strengthen understanding for the teachers of SMAN 1 Muara Gembong, especially in terms of preparing the Independent Curriculum RPP. The method used was presentation of material, questions and answers and discussions attended by 31 participants consisting of high school teachers from various fields of study. Initial ability results based on self-assessment questionnaires show that 50% of teachers find it difficult to understand learning tools, develop learning objectives and design learning. After the activities were carried out with active discussions and assignments, the results of strengthening understanding showed that 73% of the participants were able to prepare independent curriculum-based learning objectives quite well. Thus, it can be concluded that the objectives of this community service activity have been achieved.
The potential of interactive multimedia with contextual teaching and learning approaches in mathematics learning: a systematic literature review Pratiwi, Khairunnisa Hanan; Situmorang, Robinson -; Iriani, Tuti
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 10, No 2 (2024): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202424526

Abstract

This study aims to determine the potential and characteristics of interactive multimedia with an effective Contextual Teaching and Learning (CTL) approach in elementary school mathematics learning through a Systematic Literature Review (SLR). A total of 18 relevant studies were analyzed in this study, which consisted of journal articles published in 2013-2023. Scientific journals or conference proceedings are used indexed by Scopus Q1-Q4. The exclusion criteria in this article are articles that do not have a complete structure, review articles or conceptual articles that do not report the results of empirical research. The results of the analysis show that interactive multimedia with the CTL approach has great potential in improving the learning outcomes, motivation, engagement, and understanding of mathematical concepts of elementary school students. CTL allows students to see how mathematical concepts can be applied in everyday life, making the learning process more relevant and engaging. Characteristics of interactive multimedia with an effective CTL approach include the use of rich and relevant visuals to real-world contexts, interactivity that allows active exploration, authentic presentation of problems, constructive feedback, scaffolding that suits the needs of students, and the integration of elements of art and aesthetics. The implementation of interactive multimedia with the CTL approach also has challenges, such as the availability of technology infrastructure and teacher competence. This study implies that teachers and researchers need to realize that the design and use of interactive multimedia with the CTL approach can effectively improve the quality of mathematics learning in elementary school.
Pembangunan Kampung Iklim Ramah Lingkungan di Jatinegara Kaum Sebagai Bentuk Aksi Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Iriani, Tuti; Laras Nugraheni, Prastiti
Seminar Nasional Lahan Suboptimal Vol 10, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-10 “Revitalisasi Sumber Pangan N
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iriani T, Nugraheni PL. 2022. Development of an environmentally friendly climate village in jatinegara kaum as a form of climate change adaptation and mitigation action. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-10 Tahun 2022, Palembang  27 Oktober 2022. pp. 469-479.  Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).The issue of climate change has become a real environmental phenomenon and is recognized as one of the biggest threats to human life. Currently, the earth's surface temperature (global) continues to increase every year. In this regard, the Climate Village Program (PROKLIM) is one of the community-based national program efforts to prevent rising greenhouse gas emissions and prevent the impact of climate change with proactive adaptation and mitigation actions that contribute to national development efforts. The purpose of this activity is to build an environmentally friendly climate village, especially in the RW.01 area, Jatinegara Kaum village. This area in RW.01 is very congested, if it is raining, the access road to residents' houses is full of puddles and lacks of open areas. This community service activity includes socialization, practice, and assistance in making compost and eco enzyme as well as planting 200 trees in pots made from used tires as an application of the mitigation concept. From the results of the activities obtained, it shows that the community is willing to be actively involved in realizing the proklim in the RW.01 area which is indicated by the community being able to process their household waste by separating waste according to its type and processing the waste into compost. In addition, the people of the village of Jatinegara, the RW.01 have also started greening the environment by planting various kinds of plants.
Analysis and Exploration of Mobile Microlearning for Vocational High School Students Wigati, Wigati; Iriani, Tuti; Khaerudin, Khaerudin
Journal of Science and Education (JSE) Vol. 5 No. 1 (2024): Journal of Science and Education (JSE)
Publisher : CV. Media Digital Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58905/jse.v5i1.422

Abstract

This study aims to analyse the learning needs of Vocational High School students in improving their competence towards software engineering. Therefore, this research was conducted on second grade students of vocational school in Bekasi. Qualitative research method was used to identify students' needs in software engineering learning process. Data collection was conducted by literature review, observation, and in-depth interviews. This research was conducted in collaboration with 28 students who have participated in creative product and entrepreneurship learning and three teachers. The results of this study indicate that students need teaching materials that are concise, interesting and easy to understand. Mobile microlearning is an alternative teaching material needed by students to understand the material of creative products and entrepreneurship in the competence of software engineering expertise. In addition, the use of mobile microlearning teaching materials can be developed with collaborative assignments for students. Thus, this research has implications for student learning innovation in vocational school. Given that the goal of vocational education leads to graduates who are ready to work and entrepreneurship, teaching materials developed based on collaboration can train students to adapt to the work environment and develop themselves independently
Pengembangan Video Tutorial sebagai Penguatan Pemahaman Perhitungan Rencana Anggaran Biaya Pada prodi PTB UNJ Marzuki, Muhamad Yusril; Lenggogeni, Lenggogeni; Iriani, Tuti
Jurnal Pendidikan Vokasi Raflesia Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Vokasi Raflesia
Publisher : LPPM Politeknik Raflesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jpvr.v4i2.493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa video tutorial untuk membantu mahasiswa dalam pembuatan tugas proyek mata kuliah Rencana Anggaran Biaya dan juga dapat membantu dosen pengampu mata kuliah untuk mempermudah penyampaian informasi atau ilmu perhitungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan model yang dipilih ialah Four D (4-D) yang meliputi Define (tahap pendefinisian), Design (tahap perancangan), Develop (tahap pengembangan) dan Disseminate (tahap penyebaran). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah teknik pengolahan data Aiken’s V untuk data para ahli sedangkan untuk data uji praktikalitas menggunakan rumus pengolahan data oleh Purwanto. Hasil validitas materi dalam pengembangan video tutorial diperoleh skor 0.89 dengan kriteria “sangat valid”, selanjutnya hasil validitas media dalam pengembangan video tutorial diperoleh skor 0.96 dengan kriteria “sangat valid”. Sedangkan hasil uji praktikalitas diperoleh “sangat praktis” untuk kejelasan materi, keterbutuhan materi, kemudahan penyampaian, penyampaian pesan, dan kemudahan pengguna, dan diperoleh hasil “praktis” untuk motivasi, ketertarikan materi, kejelasan visual, kejelasan audio, dan durasi media.
Pengembangan E-modul Perawatan Gedung Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Jakarta (Materi Kerusakan dan Program Maintenance Struktur dan Arsitektural Bangunan) Chandra, Nadya Febiani; Anisah, Anisah; Iriani, Tuti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.24990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar berupa e-modul pada mata kuliah Perawatan Gedung materi kerusakan dan program maintenance struktur dan arsitektural bangunan. Metode penelitian menggunakan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Thiagarajan (4D) yang terdiri dari Define, Design, Develop, dan Disseminate. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diberikan kepada ahli materi, ahli media dan mahasiswa yang telah menempuh mata kuliah Perawatan Gedung. Hasil validasi ahli menunjukan bahwa e-modul dikategorikan layak menurut ahli materi dengan persentase 78,6% dan kategori sangat layak menurut ahli media dengan persentase 86,87%. Berdasarkan hasil uji coba terbatas terdapat peningkatan hasil belajar dengan persentase sebesar 47,5% dan penilaian pengguna terhadap e-modul berada pada kategori sangat layak dengan nilai sebesar 91,09%. Hal ini menunjukan bahwa e-modul dapat digunakan sebagai bahan ajar pada mata kuliah Perawatan Gedung, Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, Universitas Negeri Jakarta.
Pengaruh Strategi Active Knowledge Sharing terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa pada Mata Pelajaran Mekanika Teknik di SMKN 26 Jakarta Zahra, Nurlaila; Iriani, Tuti; Anisah, Anisah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran active knowledge sharing terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa pada mata pelajaran Mekanika Teknik di SMKN 26 Jakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Quasi Experimen dengan desain nonequivalen control grup design. Populasi penelitian ini adalah siswa aktif kelas X KGS yang sedang mengambil mata pelajaran Mekanika Teknik dengan total sampel 56 siswa. Pengumpulan data berupa soal test pre-test dan post-test. Soal sebanyak 6 soal dengan mengacu kepada 3 indikator kemampuan komunikasi matematis. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa kelas eksperimen dan kelas kontrol mengalami perbedaan hasil nilai rata-rata yang signifikan. Dibuktikan dengan hasil uji T sebesar nilai sig 0,000 < 0,05. Pada uji Regresi Linear sederhana model pembelajaran Problem Based Learning menunjukan pengaruh positif yaitu +43% pada materi Menyusun Gaya Dalam Struktur Bangunan dan +19,8% pada materi Menghitung Gaya Dalam Struktur Bangunan. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa.
Penyusunan E-Modul Pelatihan BIM Pada Jabatan Kerja Modeller BIM Muda Jenjang 5 Berdasarkan SKKNI No.3 Tahun 2023 Wahyuniningtias, Putri Nur; Iriani, Tuti; Purnomo, Adhi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul pelatihan Building Information Modelling (BIM) pada Jabatan Kerja Modeller BIM Muda Jenjang 5 berdasarkan SKKNI No. 3 Tahun 2023. E-modul ini dirancang sebagai bahan pelatihan BIM agar dapat membantu peserta pelatihan BIM untuk menjadi seorang modeller BIM muda. Metode penelitian yang digunakan Research and Development dengan menggunakan model pengembangan dari Thiagarajan (4D) yang terdiri atas Define, Design, Development, dan Disseminate. Penelitian ini berawal dari studi literatur, proses pengembangan produk menggunakan software Canva. Kemudian, dilakukan validasi produk oleh ahli materi, ahli media, dan uji coba terbatas oleh pengguna produk. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dan instrumen penelitian menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data yang dilakukan pada proses validasi. Hasil persentase validasi ahli materi yang diperoleh sebesar 93,5% dengan kategori “Sangat Layak”. Sedangkan, hasil persentase validasi ahli media memperoleh sebesar 85,9% dengan kategori “Sangat Layak”. Berdasarkan uji coba terbatas terdapat peningkatan hasil belajar sebesai 47,33% dan hasil uji n-gain sebesar 0,79 dengan kategori tinggi. Sementara, hasil penilaian pengguna terhadap produk sebesar 93% dengan kategori “Sangat Layak”. Berdasarkan hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa e-modul dapat digunakan dalam pelatihan BIM bagi calon modeller BIM muda.
Analysis of Learning Communication Using the Verbal Interaction Category Systems (VICS) Model for Prospective Vocational Teachers Iriani, Tuti; Saleh, Rosmawita; Febriyanti, Ine
Jurnal Komunikasi Pendidikan Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Komunikasi Pendidikan
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jurnalkomdik.v9i1.5832

Abstract

This research is motivated by the lack of ability of prospective teachers in communicating with students which causes the learning process to be less effective. The purpose of this study is to analyze learning communication using the VICS (Verbal Interaction Category Systems) model for prospective vocational teachers in the Teaching Skills Practice (PKM). This research method uses a qualitative descriptive approach with case study analysis. The sample is students who are taking part in the Teaching Skills Practice (PKM) at SMK Teknik Bangunan as many as 3 people. Data collection uses interaction observation instruments, interviews and documentation. The results of the study showed that the average frequency of areas A, B, D, E, D, H, I was very high at 46.65% which stated that prospective teachers still dominate during learning activities compared to students, the frequency of areas C, G, J, K, L, M, P, Q, R was 30.37% which stated that there was already feedback interaction between prospective teachers and students, and the frequency of areas N, O, S, T was only 22.98% which stated that student activities were still too passive compared to teachers during the learning process in class. Thus, it can be concluded that learning communication carried out in teaching skills practice is dominated by the teacher.