Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Perancangan Mesin Pengaduk Adonan Donat Dengan Menggunakan Timer Untuk Meningkatkan Kualitas Adonan Donat Pada Perindustrian Rumah Tangga Roselianto, Muhammad Fikry; Hanifi, Rizal; Gusniar, Iwan Nugraha
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v8i2.7019

Abstract

AbstrakCara menghemat waktu dan tenaga untuk membuat adonan donat adalah dengan menggunakan mesin pengaduk adonan donat. Beberapa Fungsi Mesin pengaduk adonan donat diantaranya adalah membuat kapasitas lebih banyak adonan, menghemat tenaga dan waktu. Wawancara dengan para wirausaha pembuat donat mereka sering sekali ketika melakukan proses pengadukan adonan donat dengan menggunakan mesin pengaduk adonan donat sering lupa untuk mematikan mesin adonan dan menentukanwaktu pada pengadukan donat, karena waktu untuk pengadukan donat sangat berpengaruh pada kualitas donat itu sendiri. Dalam pembuatan donat di perindustrian rumah tangga kebanyakan pembuatan dilakukan pada malam hari menjelang subuh dan dalam beberapa kasus kebanyakan mesin pengadukan donat ini mengeluarkan suara yang berisik. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini adalah membuat alat pengaduk adonan donat yang mudah digunakan, tidak memakan banyak biaya, tidak memakantempat, tidak berisik saat penggunaan dan menggunakan timer untuk penghentian mesin. Metode penelitian ini menggunakan simulasi berbasis cad dan juga perancangan perhitungan pada elemen mesin. Komponen dari alat ini antara lain: Dinamo motor, timer, plat stainless steel, pulley dan juga van belt.
ANALISA PENGARUH VARIASI TIPE MEDIA PENDINGINAN PADA PENGECORAN PISTON TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO W, Dewangga Arditiyan; Hanifi, Rizal; Dirja, Iman
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v8i2.7107

Abstract

AbstrakDalam industri manufaktur, proses pengecoran digunakan secara luas untuk pembuatan komponen logam kompleks, salah satunya piston. Pengecoran piston yang baik sangat penting untuk memastikan kualitas dan performa yang optimal. Salah satu faktor penting dalam proses pengecoran piston adalah media pendinginan yang digunakan. Media pendinginan memiliki peran yang signifikan dalam mengatur laju pendinginan dan membentuk struktur mikro pada piston. Oleh karena itu, analisa pengaruh variasi tipe media pendinginan pada pengecoran piston perlu dilakukan untuk memahami efeknya terhadap kekerasan dan struktur mikro piston. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media pendinginan terhadap kekerasan dan struktur mikro pada pengecoran piston. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada media pendinginan udara menghasilkan nilai kekerasan sebesar 56,1 HR, lalu pada media pendinginan air menghasilkan nilai kekerasan sebesar 59,2 HR, dan pada media pendinginan oli menghasilkan nilai kekerasan sebesar 59,7 HR. Ini menunjukkan bahwa media pendinginan oli menghasilkan tingkat kekerasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan media pendinginan yang lainnya.Kata kunci: Pengecoran, Variasi Media Pendinginan, Quenching, Aluminium-SilikonAbstractIn the manufacturing industry, the casting process is widely used for producing complex metal components, one of which is the piston. Proper piston casting is crucial to ensure optimal quality and performance. One significant factor in the piston casting process is the cooling media used. Cooling media play a significant role in controlling the cooling rate and shaping the microstructure of the piston. Therefore, an analysis of the effect of various types of cooling media in piston casting is necessary to understand their impact on the hardness and microstructure of the piston. The purpose of this research is to investigate the influence of cooling media on the hardness and microstructure in piston casting. The research results indicate that using air as the cooling media results in a hardness value of 56.1 HR, while using water as the cooling media produces a hardness value of 59.2 HR. Additionally, using oil as the cooling media yields a hardness value of 59.7 HR. This indicates that the oil cooling media produces a higher level of hardness compared to the other cooling media.Keywords: Casting, Cooling Media Variation, Quenching, Aluminum-Silicon
PERANCANGAN ALAT PEMOTONG BATANG (SEMU) BAWANG PUTIH BERBASIS ARDUINO UNO Alwandaru, Gagas Fikri; Hanifi, Rizal; Santoso, Deri Teguh
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v8i2.6960

Abstract

Abstrak Pengupas bawang putih dipilih oleh beberapa ibu rumah tangga sebagai pekerjaan sampingan. Prinsip kerja dari pengupas bawang putih yaitu memotong batang (semu) dan mengupas kulit ari bawang putih. Semua dilakukan secara manual sehingga menimbulkan permasalahan, seperti kecelakaan kerja akibat cutter pemotong. Cutter pemotong yang digunakan tidak disediakan oleh pemilik bawang putih. Upah yang diberikan satu karung (20 kg) relatif cukup kecil, hanya sebesar Rp 8.000. Tujuan dari perancangan ini adalah menciptakan alat pemotong batang (semu) bawang putih untuk meminimalisir permasalahan yang terjadi. Perancangan menggunakan metode Pahl dan Beitz. Metode observasi dan studi litelatur digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil dari perancangan berupa perencanaan awal, perencanaan konsep, perencanaan bentuk, perencanaan detail. Kata kunci: Arduino Uno, Batang semu bawang putih, Pemotongan, Perancangan.
Analisis Proses pengubahan tebal pada kaca Ln 3 mm ke Ln 2 mm di PT. Asahimas Flat Glass Tbk. Erlangga, Guruh; Suhendra, Bobie; Hanifi, Rizal
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v8i2.7077

Abstract

Proses pengubahan tebal kaca yangdilakukan di PT. Asahimas Flat Glass Tbk,dilakukan dengan melakukan beberapadetail tahapan. Yaitu dengan mengaturribbon glass speed, mengatur speed a-roll,dan juga sudut a-roll. Oleh karena ituberikut beberapa detail step yangdilakukan untuk mengubah tebal pada kacaLN 3mm ke LN 2mm.Lakukan beberapa variable adjust, inidilakukan untuk menghindari mengecilnyanip length sesaat setelah a-roll speed turun.Point penting yang harus diperhatikan:- Turunkan a-roll speed dari upstream kedownstream, turunnya a-roll speeddengan bukaan sudut secara bersamaan- Buka a-roll sudut dari upstream kedownstream bertahap hingga targettercapai, 1 derajat sudut a-rollsebanding dengan gross ± 0.75- Nip on a-roll tambahan dari upstreamke downstream, posisi barrel sedikitberada di dalam a-roll pattern upstreamnya- Naikan lehr speed secara bertahaphingga target yang diinginkan, besarnyakenaikan lehr speed tergantungcepatnya pelebaran gross. Berikutformula lehr speedL/Speed = PULL/ (Tebal x Lebar x 2.49x 25.4 x 24)
Pengaruh Variasi Bahan Bakar dengan Perubahan Sudut Waktu Pembakaran (Ignation Timing) terhadap performa Mesin Sepeda Motor Vario 125 cc Fahrezi, Muhamnad Widdy; Setiawan, Reza; Hanifi, Rizal
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v8i1.7002

Abstract

Hasil pengujian performa mesin denganmenggunakan dynotest diperlihatkan padagambar berikutGambar 4. 1 Grafik Performa menggunakan ECU SandarDari grafik performa mesin pada gambardiatas menunjukan bahwa pengujianmenggunakan variasi bahan bakarmenggunakan ECU standar bawaan motoradalah sebagai berikut :● Waktu pengapian standarmenggunakan ECU bawaan motordengan bahan bakar pertalitemendapatkan daya tertinggi sebesar8,9 HP dan torsi tertinggi sebesar24,79Nm● Waktu pengapian standarmenggunakan ECU bawaan motordengan bahan bakar pertamaxmendapatkan daya tertinggi sebesar9,3 HP dan torsi tertinggi sebesar27,86NmGambar 4. 2 Grafik Performa menggunakan ECU Juken5Dari grafik performa mesin pada gambardiatas menunjukan bahwa pengujianmenggunakan variasi bahan bakarmenggunakan ECU Juken 5 dengan variasiignition timing sebesar 13° adalah sebagaiberikut :● Waktu pengapian 13°menggunakan ECU Juken 5dengan bahan bakar pertalitemendapatkan daya tertinggi sebesar11,2 HP dan torsi tertinggi sebesar30,82Nm● Waktu pengapian 13°menggunakan ECU Juken 5dengan bahan bakar pertamaxmendapatkan daya tertinggi sebesar11,3 HP dan torsi tertinggi sebesar30,95Nm
Proses Pengoperasian Mesin CNC Milling 3 Axis di PT. Surya Logistik Internasional Ali, Muhammad Fathul; ., Kardiman; Hanifi, Rizal; Santoso, Deri Teguh
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v8i2.6854

Abstract

AbstrakMesin CNC adalah sebuah mesin perkakas yang dioperasikan oleh mesin yang diprogram dan dikelola oleh sistem Computer Numerical Control (CNC). Mesin CNC diciptakan pertama kali pada tahun 1952 oleh John Pearseon dari Institut Teknologi Massachusetts. Pada tahun 1973 masih sedikit perusahaan yang menggunakan mesin CNC dikarenakan harga yang sangat mahal. Pada tahun 1975 produksi mesin CNC mulai berkembang seiring dengan perkembangan Mikroprosesor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pengoperasian mesin CNC Milling, untuk memenuhi syarat dalam menyelesaikan mata kuliah kerja praktek, untuk menambah wawasan mahasiswa di bidang pengoperasian mesin CNC Milling.Metode penelitian yang dipakai yaitu observasi, diskusi, dan studi literature. Hasil penelitian dari penelitiaan ini adalah Proses Pembuatan Cetakan Gagang Obat Nyamuk Bakar, Pembuatan Desain 3D, proses pemilihan bahan, proses pembuatan meliputi proses facing, Proses Groove Pisau Potong, Proses Pembuatan Lubang Dudukan Baut, Proses Pembuatan Drat Baut, hardening, grinding, wirecut, dan perakitan.Kata kunci: CNC Milling, Hardening, Wirecut, Facing.AbstractA CNC machine is a tool operated by a programmed machine and managed by a Computer Numerical Control (CNC) system. The CNC machine was first created in 1952 by John Pearseon of the Massachusetts Institute of Technology. In 1973, only a few companies used CNC machines due to their high cost. By 1975, CNC machine production began to flourish alongside the development of microprocessors. The purpose of this research is to understand the operation process of CNC milling machines, to fulfill the requirements forcompleting a practical work course, and to enhance students' knowledge in the field of CNC milling machine operation. The research methods used include observation, discussion, and literature study. The research findings include the process of manufacturing a mold handle for mosquito repellent, 3D design creation, material selection process, and manufacturing processes such as facing, groove cutting, bolt seat drilling, bolt threading, hardening, grinding, wire cutting, and assembly.Keywords: CNC milling, hardening, wire cutting, facin
ANALISIS PENGARUH KECEPATAN PUTAR SPINDLE DAN KECEPATAN PEMAKANAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BAJA S45C PADA PROSES BUBUT CNC Heriyanto, Rivanda Adi; Hanifi, Rizal; ., Aripin
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v8i2.7108

Abstract

AbstrakDalam proses bubut CNC, tingkat kekasaran permukaan adalah hal yang sangat penting. Hal dikarenakan semakin rendah tingkat kekasaran permukaan yang diperoleh, maka kualitas produk yang dihasilkan akan semakin tinggi. Pada proses bubut CNC terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kekasaran permukaan benda kerja yaitu kecepatan putar spindle dan kecepatan pemakanan. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari tahu pengaruh kecepatan putar spindle yaitu 1500 rpm, 1700 rpm, 1900 rpm dan feeding 0,1 mm/rev, 0,2 mm/rev, 0,3 mm/rev terhadap hasil kekasaran permukaan Baja S45C. Dari hasil penelitian ini diketahui rata-rata kekasaran permukaan terendah terdapat pada kecepatan putar spindle 1900 rpm dengan feeding 0,1 mm/rev menghasilkan nilai kekasaran permukaan Ra 1.359 μm. Dan rata-rata kekasaran permukaan tertinggi terdapat pada kecepatan putar spindle 1500 rpm dengan feeding 0,3 mm/rev menghasilkan nilai kekasaran permukaan Ra 4.663 μm. Dapat disimpulkan bahwa kecepatan putar spindle dan kecepatan pemakanan sangat berperngaruh terhadap hasil kekasaran permukaan. Semakin cepat putaran spindle dan semakin rendah feeding akan menghasikan kekasaran permukaan yang rendah.Kata kunci: Kecepatan Putar Spindle, Kecepatan Pemakanan, Baja S45C, Kekasaran Permukaan.AbstractIn the CNC lathe process, the level of surface roughness is very important. This is because the lower the level of surface roughness obtained, the higher the quality of the product produced. In the CNC lathe process there are several factors that can affect the level of workpiece surface roughness, namely the spindle rotation speed and feed speed. The purpose of this study was to find out the effect of the spindle rotational speed of 1500 rpm, 1700 rpm, 1900 rpm and feeding 0.1 mm/rev, 0.2 mm/rev, 0.3 mm/rev on the surface roughness results of S45C Steel. From the results of this study it was found that the lowest average surface roughness was found at the spindle rotational speed of 1900 rpm with a feeding of 0.1 mm/rev resulting in a surface roughness value of Ra 1,359 μm. And the highest average surface roughness is found at the spindle rotational speed of 1500 rpm with feeding 0.3 mm/rev resulting in a surface roughness value of Ra 4,663 μm. It can be concluded that the spindle rotation speed and feed speed greatly affect the results of surface roughness. The faster the spindle rotation and the lower the feeding, the lower the surface roughness will be.Keywords: Spindle Speed, Infeed Speed, S45C Steel, Surface Roughness
Effect of Preheat Temperature Variation with Cooling Media on Mechanical Properties in Welding SS400 Steel Oktaviandy, Nadya Rachma; Kardiman, Kardiman; Hanifi, Rizal
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 17, No 2 (2023): SINTEK JURNAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/sintek.17.2.130-142

Abstract

SS400 material is a type of low-carbon steel with a carbon content of 0.17%. It is recognized as low-carbon steel. SS400 steel is commonly employed in shipbuilding and general construction projects. This study recommends the utilization of SS400 steel in tank manufacturing through the Shielded Metal Arc Welding (SMAW) process. Before the SMAW welding process, specimens undergo a specific treatment involving preheating at temperatures of 100°C, 150°C, and 200°C. Subsequently, after preheating, specimens are welded, followed by immersion in a cooling medium, either well water or SAE 15W-40 oil. The preheating and cooling processes aim to enhance the mechanical properties of the material. Impact testing, tensile testing, and microstructure analysis were conducted to evaluate the effects of these treatments. The research results demonstrate a significant improvement in Impact energy, tensile strength, yield strength, modulus of elasticity, and strain in specimens subjected to preheating and cooling treatment. These findings indicate that the use of preheating and cooling can enhance the mechanical performance of SS400 material, providing positive benefits in construction applications that require increased strength and resilience
Analisis Poros Mesin Spinner Peniris Minyak Pada Abon Lele Umkm Desa Cilele Kabupaten Karawang Nurnajmi, Muhammad Naufal; Gusniar, Iwan Nugraha; Hanifi, Rizal
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol 7 No 4 (2024): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/intecoms.v7i4.11267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kekuatan dan faktor keamanan antara dua jenis material, yaitu ST 37 dan ASTM A36, dengan variasi berat dari 25%, 50%, hingga 100%. Melalui serangkaian uji dan analisis, ditemukan bahwa material ST 37 menunjukkan kekuatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan ASTM A36. Selain itu, perhitungan faktor keamanan untuk kedua material menunjukkan nilai 1,07 untuk ST 37, yang menandakan tingkat keamanan yang lebih tinggi, sementara ASTM A36 hanya memiliki faktor keamanan sebesar 0,5. Hasil ini mengindikasikan bahwa ST 37 tidak hanya lebih kuat tetapi juga lebih aman untuk digunakan dalam aplikasi yang memerlukan daya tahan dan keselamatan yang tinggi. Dengan demikian, ST 37 lebih direkomendasikan dibandingkan ASTM A36 dalam konteks kekuatan dan keamanan material. Kata Kunci: Analisis Poros, Mesin Spinner Peniris Minyak, Abon Lele, UMKM Desa Cilele, Kabupaten Karawang
Analisa Kekasaran Permukaan Material AISI 1045 pada Proses Bubut Mengunakan Pahat Potong dengan Sudut Potong Utama Kr 9Oo dan Pengaruhnya Terhadap Daya Pemesinan Mu’arif, Samsul; Hanifi, Rizal; Santosa, Aa
INFOMATEK Vol 26 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/infomatek.v26i2.19462

Abstract

Beberapa faktor yang mempengaruhi Permukaan akhir produk permesinan ,hal ini sangat bergantung kepada produk tersebut di proses dan proses pemesinan yang digunakan serta elemen dasar dari proses pemesinan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati permukaan akhir dari produk atau komponen yang dibuat melalui proses bubut.  Proses yang optimal dari  kondisi tersebut dapat dicapai dengan cara membuat perencanaan pada elemen dasar proses pemeesinan.  Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara kecepatan potong, putaran spindel dana kedalam potong.  Untuk produksi dengan kualitas permukaan akhir produk yang dikerjakan melalui proses bubut. Selain itu hasil ini dapat memberikan data yang akurat untuk penentuan dan pengaturan proses pemesinan. Telah dilakukan suatu penelitian kekasaran permukaan terhadap materal AISI 1045 dengan menggunakan proses bubut, parameter yang digunakan adalah kedalaman potong (a) 0,3 mm, kekasaran permukaan 23,326 µm. kedalaman potong (a)  0,5 mm  kekasaran permukaan 23,452 µm dan 0,55 mm kekasaran permukaan 40,277 µm,  gerak makan (f) 0,2 mm/putaran dan putaran (n) 480 rpm, pahat bubut yang digunakan mempunyai sudut potong uatana (Kr) yaitu 900 pahat yang digunakan berbentuk pahat sisipan yang dipasang pada Holder.