Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh perubahan remapping ecu terhadap torsi dan daya pada sepeda motor honda cb 150 r Widianto, Ary; Winardi, Yoyok; Malyadi, Muh.
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 02 (2022): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v2i02.5721

Abstract

ABSTRAKPerkembangan teknologi yang semakin pesat khususnya dibidang transportasi darat memicu para enginers berlomba lomba menemukan cara yang efektif dan efisien agar kendaraan tersebut khusunya kendaraan roda 2 berbasis EFI lebih bertenaga tanpa harus merubah komponen mesin yaitu dengan cara reset ulang ECU. Penelitian ini ditujukan untuk menyelidiki pengaruh remapping ECU pada sepeda motor Honda CB 150 R terhadap perubahan torsi dan daya. Variabel yang diteliti yaitu remapping RPM 11500 12000 12500. Pengujian torsi dan daya dilakukan menggunakan dynamometer dengan menggunakan bahan bakar pertalite pada percepatan gigi 4. Hasil dari penelitian yang telah dilakukanmenunjukan bahwa sepeda motor Honda CB 150 R menggunakan ECU standar menghasilkan daya tertinggi 14,7 HP pada putaran mesin 9500 RPMdan torsi tertinggi 13,21 NM pada putaran mesin 7000 RPM. Setelah ECU di remapping daya tertinggi 15,3 HP pada RPM 9500 dan torsi tertinggi 13,65 NM pada 7000 RPM pada variabel perubahan 1 yaitu 11500 RPM. Ada perbedaan kenaikan daya sebesar 0,6 HP dan torsi 0,41NM. Dapat disimpulkan dari penelitian remapping ECU Honda CB 150 R mengalami kenaikan dan berpengaruh pada torsi dan daya.
Rancang Bangun Mesin Power Hammer Untuk Ukm Pande Besi Fadelan, Fadelan; Winardi, Yoyok; Saputra, Angga Dwi
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2023): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v3i02.7179

Abstract

Di Indonesia Pengrajin pandai besi sudah ada sejak berpuluh abad lampau. Keahlian itu sudah diturun-temurunkan beberapa generasi sampai sekarang. Desa Kiping Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung adalah salah satu kota yang sebagian besar penduduknya adalah pekerja pandai besi.. Produk- produk yang dapat dihasilkan meliputi alat-alat pertanian, alat pembangunan, dan alat dapur. dirumuskan sebuah masalah yaitu bagaimana melakukan rancang bangun mesin tempa yang memenuhi kriteria Kemudahan dalam penggunaan, biaya pembuatan murah dan kemudahan dalam perawatan mesin. Dihasilkan alat yang memiliki dimensi Panjang 1500 mm lebar 500 mm dan tinggi 750mm. Penggerak yang digunakan pada perancangan menggunakan mesin listrik 1phase 0,75HP 220V 1500 Rpm. Mesin dapat menghasilkan frekuensi pukulan setiap menitnya sebanyak 80 kali. Dapat menyelesaikan 1 kali pekerjaan pisau selama 11 menit. Hasil lebih rata dari pandai manual sehinnga mengurangi waktu untuk finishing hasil kerja.
Pengaruh Volume Serat Aren terhadap Kekuatan Tarik dan Struktur Mikro Komposit Bermatrik Resin Polyester Irawan, Ryan Ardhitya; Fadelan, Fadelan; Munaji, Munaji; Winardi, Yoyok
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v4i01.9006

Abstract

Komposit merupakan gabungan material yang terdiri dari dua atau lebih bahan dengan sifat yang berbeda untuk menghasilkan material baru dengan sifat yang lebih unggul dari sifat asli material dasar. Salah satu yang sering dijumpai komposit serat alam dimana komposit ini gabungan antara serat yang dapat dari alam dan digabungkan dengan resin. Komposisi serat sangat berpengaruh terhadap sifat yang dihasilkan maka tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kekuatan tarik dan struktur mikro pada komposit serat aren dengan menggunakan empat variasi campuran resin polyester dan serat aren dengan perbandingan (100% : 0%, 75% : 25%, 65% : 35%, 55% : 45%) dan konfigurasi susunan serat acak. Pengujian spesimen menggunakan mesin uji tarik dan mesin uji struktur mikro. Dari hasil pengujian tarik didapatkan kekuatan tegangan tarik tertinggi pada variasi campuran resin polyester 55% : 45% serat aren dengan nilai 11,60 N/mm2. Dengan penambahan volume serat aren dapat meningkatkan kekuatan tarik komposit serat aren bermatrik resin polyester. Setelah dilakukan pengujian struktur mikro dapat dilihat bahwa dengan bertambahnya volume serat aren maka dapat menurunkan/ meminimalisir terjadinya rongga atau cacat pada spesimen.
Rancang Bangun Mesin Serut Kelapa Portable Skala Rumah Tangga dengan Kapasitas 24 kg/jam Nurcahya, Abi Sakti; Winardi, Yoyok; Winangun, Kuntang; Ahmad, Nanang Suffiadi
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2023): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v3i02.7650

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi diciptakan untuk mempermudah manusia dalam melakukan pekerjaannya dan agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal salah satunya terciptanya mesin pemarut kelapa. Mesin pemarut kelapa merupakan salah satu produk mesin yang berfungsi sebagai alat untuk menghancurkan daging buah kelapa dengan tujuan untuk memperoleh santan. Terciptanya mesin pemarut kelapa ini di karenakan dari permasalahan yang ada dimasyaraka yang memarut kelapa dengan cara yang masih manual dan dinilai tidak efektif dan efisien. Pada rancang bangun mesin parut kelapa ini mengacu pada kapasitas 120 kg/jam. Sehingga mesin pemarut kelapa ini bia digunakan untuk lingkungan rumah tangga dan skala industry kecil. Maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut: Bagaimana proses pembuatan mesin parut kelapa dan bagaimanakah hasil kerja dari proses pembuatan mesin parut kelapa. Tujuan dari rancang bangun mesin parut kelapa ini adalah untuk menciptakan mesin parut kelapa yang memiliki sistem sederhana, lebih efektif dan efisien untuk digunakan serta untuk mendukung perkembangan teknologi mesin parut kelapa yang sudah ada di masyarakat dan industri kecil.
Simulasi Pemodelan Mobil Listrik Warok V.1 Dan Analisis Metode Berkendara Guna Memprediksi Konsumsi Energi Menggunakan Matlab/Simulink Erlangga, Banyu Sevo; Winangun, Kuntang; Winardi, Yoyok
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v4i01.9018

Abstract

Dalam merancang dan membuat mobil listrik perlu menganalisis tingkat konsumsi energi. Pemodelan dinamika dan simulasi kendaraan mobil listrik Warok V.1 menggunakan MATLAB/Simulink dan menganalisis metode mengemudi diharapkan bisa memperoleh hasil penggunaan energi yang minimal. Pemodelan dinamika dan simulasi telah di validasi dengan pengujian secara langsung dimana memiliki error kurang dari 5%. Pada analisis metode berkendara/1dilakukan dengan dua metode yaitu konstan dan stop and go dengan tiga variasi kecepatan yakni 32 km/jam, 21 km/jam, dan 18 km/jam. Konsumsi energi minimal di dapat dengan metode stop and go variasi ketiga dengan capaian 66,6 km/kwh. Pada metode stop and go kecepatan puncak dan kecepatan minimal perlu diperhatikan agar waktu tempuh tidak melebihi batas yang telah ditentukan dan mengakibatkan DNF (Do Not Finish).
Analisis Pengaruh Penambahan Magnesium (Mg) & Mangan (Mn) Pada Aluminium (Al) 6061 Terhadap Kekuatan Mekanik Yusuf, Farid; Winardi, Yoyok; Fadelan, Fadelan; Sudarno, Sudarno; Arifin, Rizal
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v4i01.7685

Abstract

ABSTRAKPengecoran logam merupakan kegiatan manufaktur yang menggunakan logam dan kemudian dicairkan dengan tungku.Sedangkan pengecoran aluminium merupakan aktifitas teknik dengan cara mencampurkan beberapa unsur kimia  yang berfungsi untuk melihat komposisi yang pas guna meningkatkan kekuatan mekanik aluminium tersebut. Penelitian ini menggunakan cetakan pasir. Dengan hasil pada variasi  Mn 10% Mg 5% mendapatkan nilai uji tarik sebesar 128,15 MPa dengan nilai kekerasan brinell sebesar 21,81 BHN. Pada variasi Mn 15% Mg 7% mendapatkan nilai uji Tarik sebesar 99,62 MPa dengan nilai kekerasan brinell sebesar 19,65 BHN. Dan pada variasi Mn 20% Mg 10% mendapatkan nilai uji Tarik sebesar 116,47 MPa dengan nilai kekerasan brinell sebesar 19,90 BHN. Penurunan tersebut dapat disebabkan karena ketidakmampuan logam paduan untuk menyebar kesemua struktur mikro dan menghasilkan ruang kosong pada aluminium.Kata Kunci: Pengecoran, Aluminium, Uji Tarik, Uji Kekerasan
Pengaruh Variasi Waktu Celup Hot Dip Galvanizing pada Rockbolt (Baja SS540) terhadap Ketebalan Lapisan dan Laju Korosi Sariffudin, Mochammad; Winardi, Yoyok; Winangun, Kuntang; Sudarno, Sudarno; Putra, Wawan Trisnadi
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2023): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v3i02.7676

Abstract

ABSTRAKPenggunaan baja di industri pertambangan salah satunya pada rockbolt. Namun sering kali karena pengaruh lingkungan, baja tersebut mengalami penurunan kualitas dan menyebabkan berkurangnya umur pakai dikarenakan terjadi korosi. Salah satu upaya untuk mencegah hal tersebut maka baja perlu dilapisi dengan material lain yang anti korosi. Penelitian ini menyelidiki pengaruh waktu perendaman pada proses hot dip galvanizing terhadap ketebalan lapisan dan laju korosi baja SS540. Proses hot dip galvanizing dilakukan dengan cara mencelupkan spesimen baja SS540 kedalam cairan zinc (Zn) pada temperatur 4500C. Waktu pencelupan divariasikan selama 30 detik, 60 detik dan 90 detik. Setelah proses hot dip galvanizing spesimen baja SS540 diuji ketebalan lapisan dan laju korosi. Ketebalan lapisan memiliki nilai Standart ISO 1461: 2009 yaitu 70 μm. Hasil uji ketebalan menunjukkan bahwa semakin lama waktu perendaman maka ketebalan lapisan pada spesimen semakin meningkat. Hasil pengujian ketebalan pada variasi waktu 30 detik sebesar 79,3 μm, meningkat sebesar 96,0 μm pada 60 detik. Sedangkan pada 90 detik meningkat menjadi 126,9 μm. Tebal tipisnya lapisan zinc pada spesimen uji juga berpengaruh terhadap laju korosi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa semakin tebal lapisan zinc, laju korosinya semakin rendah. Terbukti pada hasil uji laju korosi nilai terendah didapat ketika ketebalan lapisan senilai 126,9 μm dengan laju korosi 0,4924 mm/y. Sehingga lama waktu perendaman hot dip galvanizing berpengaruh terhadap ketebalan dan laju korosi. Semakin lama waktu perendaman maka semakin rendah nilai laju korosi.Kata kunci : Hot dip galvanizing, ketebalan, laju korosi ABSTRACTThe use of steel in the mining industry is one of them in rockbolt. But often due to environmental influences, the steel has decreased quality and causes reduced service life due to corrosion. One effort to prevent this is that steel needs to be coated with other materials that are anti-corrosion. This study investigated the effect of soaking time in the hot dip galvanizing process on the coating thickness and corrosion rate of SS540 steel. The hot dip galvanizing process is carried out by dipping SS540 steel specimens into zinc (Zn) liquid at a temperature of 4500C. The immersion time is varied for 30 seconds, 60 seconds and 90 seconds. After hot dip galvanizing process, SS540 steel specimens are tested for layer thickness and corrosion rate. The layer thickness has a Standard ISO 1461: 2009 value of 70 μm. The thickness test results show that the longer the soaking time, the layer thickness on the specimen increases. The thickness test results at a 30-second time variation of 79.3 μm, increasing by 96.0 μm at 60 seconds. While at 90 seconds it increases to 126.9 μm. The thickness of the zinc layer on the test specimen also affects the corrosion rate. The results showed that the thicker the zinc layer, the lower the corrosion rate. It is proven in the corrosion rate test results that the lowest value is obtained when the layer thickness is 126.9 μm with a corrosion rate of 0.4924 mm / y. So that the length of soaking time of hot dip galvanizing affects the thickness and corrosion rate. The longer the soaking time, the lower the corrosion rate value. Keywords : Hot dip galvanizing, thickness, corrosion rate
Pelatihan Penggunaan Software 3D Sketchup untuk meningkatkan Kreatifitas Pemuda Jinontro Jawwad Sulthon Habiby; Winardi, Yoyok; Buntoro, Ghulam Asrofi; Munaji, Munaji; Anwar, Nur Wahid Khoirul
JURNAL ABDIMAS DOSMA (JAD) Vol. 3 No. 1 (2024): Januari
Publisher : IKATAN ALUMNI DOSEN MAGANG KEMENRISTEKDIKTI TAHUN ANGKATAN 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70522/jad.v3i1.42

Abstract

Youth need to form their identity as the nation's successor, one of which can be done by participating in a self-development activity, both within the internal scope of the youth group and outside the youth group. The Jinontro Youth Group has several activities, one of which is called the Youth Creativity Improvement Program, which can shape the basic character of youth, namely the character of leadership, solidarity, loyalty, kinship, education, and responsibility. In order to improve character building, a training is proposed for the Jinontro Youth Group entitled "Training on the Use of 3D Sketchup Software to Increase the Creativity of Jinontro Youth" so that Jinontro Youth have creative, educational, and responsible characteristics. The hope is that this will not only be applied within organizations or within the community but can also develop in the environment and in the world of work later and will result in quality human resources (HR) for the Indonesian nation.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETERNAK KAMBING MELALUI TEKNOLOGI MESIN PENCACAH RUMPUT GAJAH Winangun, Kuntang; Winardi, Yoyok; Suffiadi Akhmad, Nanang; Fadelan; Prasetyo Widodo, David
Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (Mardika) Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (MARDIKA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/mardika.v2i2.10391

Abstract

Perkembangan industri peternakan di Indonesia sangat pesat. Beberapa jenis ternak dipelihara secara memuaskan dan optimal. Permasalahan yang muncul adalah proses pemotongan rumput gajah untuk pakan ternak masih menggunakan sabit. Oleh karena itu, peternak membutuhkan alat untuk membantu mereka dalam proses pemotongan sehingga menghemat waktu dan tenaga. Pengabdian kepada masyarakat ini antara lain dengan pembuatan mesin pemotong rumput gajah. Dengan kapasitas yang diinginkan sebesar 240 kg/jam. Dimensi rangka adalah panjang 650 mm, lebar rangka 440 mm, dan tinggi rangka 660 mm. Mesin pemotong rumput tersebut dirancang menggunakan mesin pembakaran dalam berkapasitas 5,5 tenaga kuda dan putaran mesin 3.600 rpm. Memiliki 3 buah pisau berbentuk limas yang dipasang mendatar dengan panjang mata pisau 147mm dan tebal mata pisau 9mm serta lebar mata pisau 68mm. Proses pengujian diperoleh hasil pemotongan rumput gajah dengan kecepatan potong 4 kg/menit, dengan panjang pemotongan rumput gajah 1-4 cm. Dengan demikian terlihat bahwa penggunaan pisau yang berbentuk limas dapat mempercepat dan lebih efektif dalam mempermudah proses pemotongan rumput gajah serta dapat membantu dalam bidang peternakan terutama dalam menghemat biaya dan tenaga yang diperlukan.
Pengaruh Quenching dan Tempering terhadap Sifat Fisik Mekanik Leaf Spring Steel/Baja Per Daun JIS SUP 9A Ardika, Rizki Dwi; Fitrian, Aditia; Winardi, Yoyok; Fadelan, Fadelan; Hastuti, Sri; Muhammad, Rouf
JURNAL CRANKSHAFT Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Crankshaft Vol.7 No.3 (2024)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v7i3.13340

Abstract

Leaf spring steel mempunyai peran yang sangat penting pada mobil masa kini yaitu sebagai penopang beban dan peredam getaran. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh quenching dan tempering terhadap sifat fisik dan mekanik pada leaf spring steel JIS SUP 9A. Metode penelitian menggunakan sampel leaf steel spring bekas pakai dengan tipe JIS SUP 9A kemudian diberi perlakuan panas hardening dengan suhu 850℃ di tungku furnace ditahan dengan waktu 60 menit kemudian diquenching dengan air, cairan dromus, dan campuran air dengan cairan dromus, setelah di quenching kemudian dilakukan proses tempering dengan suhu 300℃ ditahan dengan waktu 30 menit kemudian didinginkan di suhu udara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel tanpa perlakuan menghasilkan fasa ferrite yang dominan sedangkan sampel pendingin air menghasilkan fasa pearlite yang banyak dibandingkan variasi pendingin dromus dan pendingin campuran air dengan dromus. Ketika fasa ferrite lebih dominan daripada fasa pearlite maka nilai kekerasan yang dihasilkan akan rendah, sebaliknya jika fasa pearlite lebih dominan daripada fasa ferrite maka nilai kekerasan yang dihasilkan akan semakin tinggi. Sifat mekanik terbaik yaitu dicapai dengan variasi media pendingin menggunakan air dengan kekerasan microvickers sebesar 63,85 HVN sedangkan nilai kekerasan terendah menggunakan campuran air dengan dromus yaitu sebesar 56,89 HVN.  Hal ini disebabkan karena campuran air dengan dromus memiliki volume yang kental sehingga menghasilkan laju pendinginan yang lambat dan mengakibatkan nilai kekerasan yang sangat rendah.