Claim Missing Document
Check
Articles

Optimizing STEM Learning in SDN Bringinan with Interactive PhET Technology Arifin, Rizal; Sudarno, Sudarno; Winardi, Yoyok; Desriyanti, Desriyanti; Adi Mustiko, Vijay; Johari, Norhasnidawani; Selamat, Ali
International Journal Of Community Service Vol. 4 No. 4 (2024): November 2024 (Indonesia - Thailand - Malaysia)
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijcs.v4i4.298

Abstract

This program aimed to enhance STEM education at SDN Bringinan, Jambon, Ponorogo, by integrating PhET Interactive Simulations. The program focused on two main topics: energy transfer and energy transformations. Students from grades 4, 5, and 6 were divided into groups and guided by facilitators to explore these concepts using PhET. The program began with problem identification through discussions with the school's Principal and teachers, followed by careful planning and execution over two sessions in August 2024. The first session introduced students to heat transfer, while the second focused on energy transformations. Post-session evaluations showed that students successfully understood and applied these concepts, identifying energy sources, converters, and users, and explaining the process of energy transformations. The success of the program suggests the effectiveness of interactive technology like PhET in improving students' comprehension of complex scientific concepts, highlighting a valuable approach for future educational initiatives.
Investigation of Reaction Dynamics of Methane Reforming on Nickel Clusters Using Molecular Dynamics Simulations Arifin, Rizal; Muzakki, Fikrun Najib; Winardi, Yoyok; Widaningrum, Ida; Zulkarnain, Zulkarnain; Abdurrouf, Abdurrouf; Johari, Norhasnidawani; Lee, Vannajan Sanghiran; Darminto, Darminto
Journal of Engineering and Technological Sciences Vol. 57 No. 1 (2025): Vol. 57 No. 1 (2025): February
Publisher : Directorate for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/j.eng.technol.sci.2025.57.1.5

Abstract

This study employed molecular dynamics simulations utilizing the ReaxFF force field to elucidate the mechanisms underlying methane decomposition and hydrogen generation on nickel clusters (Ni37, Ni55, and Ni80). The transformation of methane into valuable products, including carbon species and hydrogen molecules, is of considerable significance owing to the abundance of methane and its potential role as an atmospheric pollutant. The findings suggest that Ni37 clusters had the highest initial reactivity, although they deactivated swiftly; conversely, Ni55 and Ni80 exhibited more consistent reaction rates. The highest efficiency of hydrogen production per unit surface area was displayed by Ni55 clusters within 100,000 fs, demonstrating a balance between reactivity and stability. Methane dissociation on the Ni55 clusters occurred in multiple stages. Two distinct mechanisms for hydrogen formation were identified: simultaneous dissociation from methane and migration and the combination of hydrogen atoms on the cluster surface. Ni55 showed a substantially lower activation energy for methane dissociation at 0.5 eV than bulk nickel, suggesting a higher degree of reactivity. Conversely, the activation energy for hydrogen formation was 1.1 eV. These results highlight the potential of the Ni55 clusters as effective catalysts for hydrogen production and methane conversion
Pengaruh Elektroda Pengelasan Pada Baja AISI 1045 Dan SS 202 Terhadap Struktur Mikro Dan Kekuatan Tarik Winardi, Yoyok; Fadelan, Fadelan; Munaji, Munaji; Krisdiantoro, Wisnu Nurandika
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v8i2.27772

Abstract

Pengelasan logam adalah suatu proses pengelasan yang dilakukan pada dua jenis atau paduan logam yang berbeda. Pengelasan logam beda jenis banyak dipakai di berbagai industri, misalnya pembangkit listrik, industri transportasi, kontruksi sipil, dan lain-lain. Baja merupakan material yang banyak digunakan untuk kontruksi. Aplikasinya banyak disambung dengan logam lain. Penyambungannya dilakukan dengan pengelasan. Dalam penggabungan dua logam yang berbeda permasalahan yang sering timbul dalam pengelasan antara lain perbedaan titik lebur, koefisien muai, sifat fisis dan mekanis. Oleh karena itu dengan pemilihan elektroda pengelasan yang tepat akan menghasilkan sambungan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis elektroda pada baja AISI 1045 dan SS202 terhadap struktur mikro dan kekuatan tarik. Elektroda yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis E 6013 dan E 7018. Metode pengelasan menggunakan las SMAW. Struktur mikro dikarakterisasi menggunakan mikroskop optik. Kekuatan mekanik diuji menggunakan mesin uji tarik. Hasil pengamatan struktur mikro pada masing-masing spesimen menunjukkan adanya perbedaan susunan. Struktur mikro didominasi oleh ferit dan perlit. Dengan menggunakan elektroda E7018, menghasilkan perlit yang lebih halus. Berdasarkan uji tarik, terdapat perbedaaan yang signifikan. Pada spesimen E 6013 memiliki kekuatan tarik rata-rata sebesar 275,7 kN/mm2, sedangan E 7018 memiliki kekuatan rata-rata sebesar 419,5 kN/mm2. Sehingga bisa disimpulkan, jenis elektroda mempengaruhi kekuatan tarik pengelasan baja AISI 1045 dan SS202Kata Kunci: AISI 1045; elektroda; kekuatan tarik; SS202; struktur mikro Daftar RujukanArifin J, Purwanto H, Syafa’at I. (2017). Pengaruh jenis elektroda terhadap sifat mekanik hasil pengelasan smaw baja ASTM A36. Momentum, 13(1), 27–31.Budiarsa, I. N. (2008). Pengaruh besar arus pengelasan dan kecepatan volume alir gas pada proses las GMAW terhadap ketangguhan aluminium 5083. CAKRAM, 2(2), 112–116.Gutama H.K, Wulandari D. (2000). Pengaruh Arus Pengelasan Dan Jenis Elektroda Terhadap Kekuatan Tarik Pada Steel 42. Jurnal Teknik Mesin Fakultas Teknik Unesa, (1), 1–5.Huda M, Respati B.S.M, Purwanto H. (2018). Pengelasan plat kapal dengan variasi jenis elektroda dan media pendingin. Momentum, (14), 50–56.Kurniawan. Dwi. (2019). Analisa pengaruh variasi elekroda pengelasan smaw sambungan logam baja jis g 3131 sphc dengan baja aisi ss 201 terhadap sifat mekanis. [Skripsi] Institut Teknologi Nasional MalangNasrul,Y. L.M., H. Qolik S.A, (2016). Pengaruh variasi arus las smaw terhadap kekerasan dan kekuatan tarik sambungan dissimilar stainless steel 304 dan st 37. Jurnal Teknik Mesin, Universitas Negeri Malang (1), 1-12.Pareke S, Muchsin A.H, Leonard J. (2014). Pengaruh pengelasan logam berbeda (AISI 1045) dengan (AISI 316L) erhadap sifat mekanis dan struktur mikro. Sains dan teknologi, 3(2), 191–198.Pramono, A. (2011). Karakteristik mekanik proses hardening baja AISI 1045 Media Quenching Untuk Aplikasi Sprochet Rantai. Cakram 5(1), 32–38.Sugestian, M Rizsaldy. (2019). Analisa kekuatan sambungan las smaw horizontal down hand pada plate baja jis 3131sphc dan stainless steel 201 dengan aplikasi piles transfer di mesin thermoforming (stacking unit). [Skripsi] Institut Teknologi Nasional Malang.Suhermana , R. M. Ambaritab , R. K. Simangunsongc , P.J. Simanjuntak (2018). Pengaruh jenis elektroda E6013 pada pengelasan SMAW terhadap sifat fisis dan mekanis baja SA106 grade B. Prosiding Seminar Nasional Era Industri (SNEI) UPMI Medan, 50–54Tarkono, Zulhanif, Trisulohadi Ben Fikma (2013). Pengaruh kedalaman alur back chipping pada pengelasan listrik SMAW baja karbon sedang AISI 1045 terhadap uji kekuatan tarik. Fema, 1, 18–27.Trianto A. (2016). Penelitian stainless steel 202 terhadap pengaruh pengelasan gas tungsten arc welding(GTAW) untuk variasi arus 50 A, 100 A, Dan 160 A dengan uji komposisi kimia, uji struktur mikro, uji kekerasan dan uji impact. [Skripsi]. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik UMS.Veranika R.M, Fauzie M.A, Ali H, Solihin M, (2019). Studi pengaruh variasi elektroda e 6013 dan e 7018 terdahap kekuatan tarik dan kekerasan pada bahan baja karbon rendah. Desiminasi Teknologi, 7.Wijoyo, & Aji, B. K. (2015). Kajian kekerasan dan struktur mikro sambungan las GMAW baja karbon tinggi dengan variasi masukan arus listrik. SIMETRIS, 6(2), 243–248. Yakub Y, Nofri M, (2018). Variasi arus listrik terhadap sifat mekanik mikro sambungan las baja tahan karat aisi 304. E-Jurnal WIDYA Eksakta, 1(I).7-11
Analisis Hasil Coran Dengan Penambahan Tembaga Pada Pengecoran Aluminium Limbah Rumah Tangga Terhadap Uji Tarik Dan Struktur Mikro Ardika, Rizki Dwi; Laksono, Deddy Dwisetia; Fadelan, Fadelan; Winardi, Yoyok; Munaji, Munaji; Akhmad, Nanang Suffiadi
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v5i01.11674

Abstract

Aluminium merupakan material untuk membuat sebuah produk yang banyak digunakan oleh masyarakat, namun karena sering menjadi limbah ketika sudah mengalami kerusakan, maka limbah dari aluminium akan mengalami penumpukan yang akan merugikan, karena limbah aluminium tidak mudah terurai maka diperlukan penangan. Pengecoran ulang bisa menjadi upaya alternatif untuk mengurangi limbah. Dalam penelitian ini, digunakan aluminium dari panci dan wajan yang tidak terpakai dan tembaga serbuk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pembuatan spesimen dengan variasi Al 500 gr Cu 0 gr, Al 500 gr Cu 10 gr, dan Al 500 gr Cu 15 gr. Proses pengecoran menggunakan cetakan pasir, serta pengujian tarik dan pengujian struktur mikro. Kekuatan tarik menurun seiring dengan penambahan tembaga, di mana spesimen dengan varasi Al 97% Cu 3% memperoleh nilai terendah dengan nilai rata-rata 78,328 Mpa, dan kekuatan tarik tertinggi diperoleh spesimen dengan variasi Al 100% Cu 0% dengan nilai rata-rata 100,769 Mpa. Analisis struktur mikro menunjukkan perubahan struktur butir pada setiap spesimen, dimana aluminium yang belum dipadukan dengan tembaga memiliki butir yang lebih rapat daripada aluminium yang sudah dipadukan dengan tembaga. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penambahan tembaga berpengaruh pada pengecoran ulang aluminium limbah rumah tangga karena dapat menurunkan hasil pada coran, dari segi kekuatan tarik pada pengujian tarik, dan berpengaruh terhadap struktur butir pada pengujian struktur mikro.
Efek Ketebalan Terhadap Ketahanan Korosi Lapisan Cat Pada Baja Galvanis Ashwijuwan, Hafidz Aziz; Winardi, Yoyok; Munaji, Munaji
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 13, No 1 (2024): TURBO : Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v13i1.3232

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh ketebalan terhadap ketahanan korosi lapisan cat pada baja galvanis. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh ketebalan cat terhadap laju korosi baja galvanis dan mengetahui perbandingan laju korosi galvanis yang telah dilapisi dengan variasi cat pada larutan asam dan basa. Cat yang digunakan adalah campuran cat dasar dan sintetis, dilapiskan pada baja galvanis dengan ketebalan 0,25; 0,50; 1,00 mm. Pengujian korosi dilakukan dengan metode perubahan massa di dalam larutan asam dan basa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik pada larutan asam maupun basa, semakin tebal lapisan cat ketahanan korosi semakin baik. Masing-masing larutan memberikan dampak yang berbeda, dalam hal ini larutan asam (HCI) memiliki ion Hidrogen  dan ion klorida , yang membuatnya memiliki tingkat korosi yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis elektrolit lainnya, dalam hal ini larutan basa NaOH. Adapun secara umum lapisan cat lebih tahan korosi di larutan basa dibandingkan dengan larutan asam. hal ini ditunjukkan dari hasil perhitungan laju korosi, yaitu pada ketebalan 1,00 mm sebesar 0,00549 mmpy (pada larutan asam) dan 0,00385 mmpy (pada larutan basa). Hal ini dikarenakan reaksi kimia yang terjadi tidak dapat menembus permukaan pelapisan secara langsung, akan tetapi secara periodik akan menembus pelapisan pada masing-masing spesimen.
PENGARUH CO-FIRING SERBUK KAYU KEDONDONG TERHADAP PERFORMA DAN EMISI GAS BUANG BRIKET BATU BARA Nuryanto, Edi; Sudarno, Sudarno; Winardi, Yoyok
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 15 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jrm.v15i1.1511

Abstract

Coal is the main fuel in steam power plants (PLTU) whose availability is dwindling. Realizing this, one of the efforts made is to mix coal with other fuels, known as Co-Firing. This is done as an effort to substitute new and renewable energy and is friendly to the environment. The purpose of this study was to find out the effect of a mixture of kedondong sawdust in coal on performance and exhaust emissions at PLTU. This research was conducted using quantitative methods based on experimental data. Kedondong wood powder as co-firing is varied, namely 5%, 10%, 15%, 20% and compared to 100% coal. The combustion process is carried out in the boiler and the data obtained is in the form of operating parameters and exhaust emissions. Based on this research, it was found that all operational parameter data were normal and were within the allowable standard limits. Likewise, exhaust emissions produced by both NOx and SO2 show better results than the use of 100% coal.
Pengaruh Kuat Arus Terhadap Kekuatan Tarik Dan Struktur Mikro Pada Pengelasan Mig (Metal Inert Gas) Aluminium 6061 Khusaini, Muzamil; Fadelan, Fadelan; Winardi, Yoyok
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 1 No. 01 (2021): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v1i01.4271

Abstract

Aluminium merupakan logam non ferro memiliki berat jenis yang ringan, tahan terhadap korosi serta memiliki konduktivitas panas yang baik. Aluminium banyak digunakan dalam berbagai industri manufaktur Karena berbagai keunggulan tersebut. Al seri 6061 merupakan salah satu paduan alumunium yang banyak digunakan untuk bodi alat transportasi. Al jneis ini memiliki sifat kemampuan las yang kurang baik. Penggunaan parameter pengelasan yang tepat akan memudahkan proses pengelasan aluminium. Arus las merupakan salah satu parameter pengelasan yang berperan penting dalam keberhasilan pengelasan aluminium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kuat arus pengelasan terhadap kekuatan tarik dan struktur mikro hasil pengelasan MIG pada material Al 6061 dengan variasi kuat arus 140 A, 160 A dan 180 A. Uji tarik diuji menggunakan uji unversal dan struktur mikro daerah lasan dan sekitarnya diamati menggunakan mikroskop optik. Dari hasil pengujian tarik kekuatan tarik tertinggi ada pada kuat arus 140A dengan nilai 265.139 Mpa. Ketika kuat arus menjadi 160 A kekuatan tarik mengalami penurunan menjadi 183, 757 Mpa dan pada kuat arus 180 A kembali mengalami penurunan senilai 182, 467 Mpa. Hasil pengujian foto struktur mikro menunjukkan peningkatan kuat arus senyawa Mg2 Si pada matrik aluminium di daerah HAZ semakin memudar yang mengakibatkan menurunnya kekuatan tarik hasil lasan. 
Pengaruh perubahan remapping ecu terhadap torsi dan daya pada sepeda motor honda cb 150 r Widianto, Ary; Winardi, Yoyok; Malyadi, Muh.
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 2 No. 02 (2022): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v2i02.5721

Abstract

ABSTRAKPerkembangan teknologi yang semakin pesat khususnya dibidang transportasi darat memicu para enginers berlomba lomba menemukan cara yang efektif dan efisien agar kendaraan tersebut khusunya kendaraan roda 2 berbasis EFI lebih bertenaga tanpa harus merubah komponen mesin yaitu dengan cara reset ulang ECU. Penelitian ini ditujukan untuk menyelidiki pengaruh remapping ECU pada sepeda motor Honda CB 150 R terhadap perubahan torsi dan daya. Variabel yang diteliti yaitu remapping RPM 11500 12000 12500. Pengujian torsi dan daya dilakukan menggunakan dynamometer dengan menggunakan bahan bakar pertalite pada percepatan gigi 4. Hasil dari penelitian yang telah dilakukanmenunjukan bahwa sepeda motor Honda CB 150 R menggunakan ECU standar menghasilkan daya tertinggi 14,7 HP pada putaran mesin 9500 RPMdan torsi tertinggi 13,21 NM pada putaran mesin 7000 RPM. Setelah ECU di remapping daya tertinggi 15,3 HP pada RPM 9500 dan torsi tertinggi 13,65 NM pada 7000 RPM pada variabel perubahan 1 yaitu 11500 RPM. Ada perbedaan kenaikan daya sebesar 0,6 HP dan torsi 0,41NM. Dapat disimpulkan dari penelitian remapping ECU Honda CB 150 R mengalami kenaikan dan berpengaruh pada torsi dan daya.
Analisis Karakteristik Arang Briket Campuran Bahan Dasar Daun Jati, Jerami, dan Ampas Tebu Saputra, Bremi Catur Ivon; Winardi, Yoyok; Malyadi, Muhammad; Ahmad, Nanang Suffiadi
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 3 No. 01 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v3i01.6760

Abstract

Limbah biomassa hasil pertanian cukup berlimpah, kerena keterbatasan pengetahuan masyarakat indonesia umumnya limbah tersebut hanya dibakar begitu saja padahal limbah tersebut dapat dijadikan bahan bakar alternatif yang memiliki nilai jual. Untuk itu penelitian ini menyelidiki karakteristik briket limbah biomassa yang terbuat dari arang daun jati, arang jerami padi, dan arang ampas tebu. Untuk pembuatan spesimen pencampuran dilakukan 3 macam yaitu variasi spesimen 1 dengan campuran 40% arang daun jati, 20% arang jerami padi, 30% arang ampas tebu, variasi spesimen 2 dengan campuran 30% arang daun jati, 40% arang jerami padi, 20% arang ampas tebu, variasi spesimen 3 dengan campuran 20% arang daun jati, 30% arang jerami padi, 40% arang ampas tebu. Masing-masing campuran dicetak menggunakan mesin pres dengan tekanan 250 N/cm2, kemudian spesimen karakteristiknya meliputi pengujian kadar air, kandungan kalor yang dihasilkan, kadar abu yang dihasilkan, temperature pembakaran, lama nyala pembakaran. Dari hasil pengujian kadar air terendah terdapat pada spesimen 2 yaitu 9,73%, pengujian nilai kalor tertinggi terdapat pada spesimen 3 yaitu 4511,357867 kal/gr, pada pengujian temperature pembakaran didapat suhu rata-rata tertinggi pada spesimen 3 yaitu 417,2 oC, pengujian lama nyala pembakaran terbaik pada spesimen 2 yaitu selama 1 jam 04 menit. Dari keseluruhan pengujian dapat disimpulkan arang briket dengan campuran bahan dasar arang daun jati, arang jerami padi, dan arang ampas tebu belum menenuhi SNI 01-6235-2000.
Analisis Pengaruh Penambahan Unsur Tembaga Pada Pengecoran Ulang Alumunium Limbah Otomotif Terhadap Sifat Mekanik Dan Struktur Bahan winardi, yoyok; Achmad, Nanang Suffiandi; Syah, Moch. Aziz Zulian; Sudarno, Sudarno; Arifin, Rizal; Munaji, Munaji
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 3 No. 01 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v3i01.6882

Abstract

Alumunium merupakan salah satu bahan yang sering digunakan dalam komponen otomotif, salah satunya adalah velg.Untuk memperbaiki sifatnya dipadukan unsur lainnya yaitu tembaga bertujuan untuk mengetahui pengaruh sifat fisik dan mekanik paduan alumunium tembaga. Salah satu cara mengatasi limbah alumunium adalah dengan cara mendaur ulang. Variasi penambahan tembaga yaitu 5% 15%. Teknik pengecoran yang digunakan cetakan pasir, kemudian dilakukan penelitian dengan menggunakan empat pengujian yaitu kekuatan tarik, kekerasan bahan, struktur mikro, dan komposisi. Dari penelitian yang sudah dilakukan diperoleh hasil pada uji komposisi yaitu terjadi penurunan unsur silikon (Si), mangan (Mg), titanium (Ti), alumunium (Al) dan Timah (Sn) setelah dilakukannya pengecoran ulang,namun terjadi peningkatan unsur b e s i ( Fe), tembaga (Cu), mangan (Mn), seng(Zn), kromium(Cr), nikel(Ni) dan timbal (Pb) itu sendiri mengalami peningkatan dibandingkan sebelum dicorulang karena terjadi penguapan pada saat pengecoran alumunium. Pada struktur mikro terdapat perbedaan kerapatan susunan butir terjadisetelah pengecoran ulang begitu pula pada uji tarik terjadi peningkatan tingkat kekerasan dengan rata-rata hasil sebelum dipadukan tembaga dan dicor ulang 6,49 BHN sedangkanyang sudah dipadukan tembaga dan dicor ulang 6,73 BHN. sedangkan uji tariknya terdapat sedikit perbedaan hasil dari setiap spesimen, dari specimen kekuatan tarik maksimum paduan Al-Cu teringgi diperoleh pada paduan 15% dengan nilai kekuatan tarik 107,77 Mpa . dan kekuatan tarik minimum paduan Al-Cu terendah diperoleh pada paduan Al-Si 105,79%