Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Kinerja AC Sistem VRF (Variable Refrigerant Flow) Berkapasitas 20 PK pada Rumah Sakit X Aulia, Nur Fatowil; Winardi, Yoyok
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 3 No. 01 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v3i01.7122

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja dari AC sistem VRF ( Variable Refrigerant Flow ) dengan standar nasional SNI 6390:2020. Metode yang digunakan adalah dengan mengukur temperatur yang ada didalam siklus refrigerasi ( T1,T2,T3,T4 ) dan tekanannya ( P1, P2 ) serta tegangan dan arus listrik pada kompresor untuk 8 unit mesin AC sistem VRF. Penelitian dilakukan dengan menghitung kerja kompresi, kalor yang dilepas kondensor, dampak refrigerasi , daya listrik kompresor dan COPRefrigerasi . analisis dilakukan dengan membandingkan hasil COPRefrigerasi dengan standar nasional SNI 6390:2020 didapatkan nilai terkecil COPRefrigerasi 6,79 dengan kerja kompresi 25,736 kJ/kg, dampak refrigerasi 174,779 kJ/kg dan COPRefrigerasi terbesar 14,53 dengan kerja kompresi 13,026 kJ/kg, dampak refrigerasi 189,338 kJ/kg. Menurut SNI 6390:2020 nilai minimum COPRefrigerasi  3,81 untuk mesin AC sistem VRF, maka hasil dari data tersebut menunjukan kinerja AC sistem VRF di Rumah Sakit X  sudah sesuai standar nasional karena sudah melebihi nilai minimum COPRefrigerasi SNI 6390:2020
ANALISIS KUAT TARIK DAN STRUKTUR MIKROSKOPIS BAHAN KOMPOSIT EXPOXY, SERAT BATANG PISANG, DAN PARTIKEL BAN Cahyono, Agung Dwi; Arifin, Rizal; Putra, Wawan Trisnadi; Sudarno, Sudarno; Winardi, Yoyok
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 3 No. 01 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v3i01.7131

Abstract

Banyaknya limbah ban yang menimbulkan berbagai permasalahan di lingkungan dimana jika ban tersebut dibakar akan menyebabkan pencemaran lingkungan, namun jika ban tersebut dibiarkan begitu saja, juga akan sangat lama dalam penguraiannya di alam. Oleh karena itu, limbah ban bisa di jadikan bahan komposit. Untuk meningkatkan kekuatan bahan komposit, dapat digunakan serat alam, salah satunya serat batang pisang. Metode penelitian ini di gunakan tiga bahan yaitu serat batang pisang, karet ban dan epoxy dalam pembuatan komposit. Dengan presentase serat batang pisang sebanyak 10%, partikel ban 0% dan epoxy 90% didapatkan nilai hasil uji tarik tertinggi sebesar 686 N dan 11,43 N/mm2 masing-masing untuk beban tarik dan tegangan tarik maksimum. Sedangkan hasil uji tarik terendah dengan nilai sebesar 287,3 N dan 4,78 N/mm2 di peroleh pada kompoisis partikel ban 10%, serat batang pisang 0% dan epoxy 90%. Dari hasil uji tarik dan tegangan tarik penambahan serat batang pisang mempengaruhi kuat tarik komposit. Lalu hasil pengamatan struktur makro dan mikro menunjukan bahwa kurangnya penekanan dalam proses pembuatan spesimen memunculkan rongga pada spesimen.
Rancang Bangun Mesin Power Hammer Untuk Ukm Pande Besi Fadelan, Fadelan; Winardi, Yoyok; Saputra, Angga Dwi
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 3 No. 02 (2023): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v3i02.7179

Abstract

Di Indonesia Pengrajin pandai besi sudah ada sejak berpuluh abad lampau. Keahlian itu sudah diturun-temurunkan beberapa generasi sampai sekarang. Desa Kiping Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung adalah salah satu kota yang sebagian besar penduduknya adalah pekerja pandai besi.. Produk- produk yang dapat dihasilkan meliputi alat-alat pertanian, alat pembangunan, dan alat dapur. dirumuskan sebuah masalah yaitu bagaimana melakukan rancang bangun mesin tempa yang memenuhi kriteria Kemudahan dalam penggunaan, biaya pembuatan murah dan kemudahan dalam perawatan mesin. Dihasilkan alat yang memiliki dimensi Panjang 1500 mm lebar 500 mm dan tinggi 750mm. Penggerak yang digunakan pada perancangan menggunakan mesin listrik 1phase 0,75HP 220V 1500 Rpm. Mesin dapat menghasilkan frekuensi pukulan setiap menitnya sebanyak 80 kali. Dapat menyelesaikan 1 kali pekerjaan pisau selama 11 menit. Hasil lebih rata dari pandai manual sehinnga mengurangi waktu untuk finishing hasil kerja.
Rancang Bangun Mesin Serut Kelapa Portable Skala Rumah Tangga dengan Kapasitas 24 kg/jam Nurcahya, Abi Sakti; Winardi, Yoyok; Winangun, Kuntang; Ahmad, Nanang Suffiadi
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 3 No. 02 (2023): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v3i02.7650

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi diciptakan untuk mempermudah manusia dalam melakukan pekerjaannya dan agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal salah satunya terciptanya mesin pemarut kelapa. Mesin pemarut kelapa merupakan salah satu produk mesin yang berfungsi sebagai alat untuk menghancurkan daging buah kelapa dengan tujuan untuk memperoleh santan. Terciptanya mesin pemarut kelapa ini di karenakan dari permasalahan yang ada dimasyaraka yang memarut kelapa dengan cara yang masih manual dan dinilai tidak efektif dan efisien. Pada rancang bangun mesin parut kelapa ini mengacu pada kapasitas 120 kg/jam. Sehingga mesin pemarut kelapa ini bia digunakan untuk lingkungan rumah tangga dan skala industry kecil. Maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut: Bagaimana proses pembuatan mesin parut kelapa dan bagaimanakah hasil kerja dari proses pembuatan mesin parut kelapa. Tujuan dari rancang bangun mesin parut kelapa ini adalah untuk menciptakan mesin parut kelapa yang memiliki sistem sederhana, lebih efektif dan efisien untuk digunakan serta untuk mendukung perkembangan teknologi mesin parut kelapa yang sudah ada di masyarakat dan industri kecil.
Pengaruh Variasi Waktu Celup Hot Dip Galvanizing pada Rockbolt (Baja SS540) terhadap Ketebalan Lapisan dan Laju Korosi Sariffudin, Mochammad; Winardi, Yoyok; Winangun, Kuntang; Sudarno, Sudarno; Putra, Wawan Trisnadi
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 3 No. 02 (2023): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v3i02.7676

Abstract

ABSTRAKPenggunaan baja di industri pertambangan salah satunya pada rockbolt. Namun sering kali karena pengaruh lingkungan, baja tersebut mengalami penurunan kualitas dan menyebabkan berkurangnya umur pakai dikarenakan terjadi korosi. Salah satu upaya untuk mencegah hal tersebut maka baja perlu dilapisi dengan material lain yang anti korosi. Penelitian ini menyelidiki pengaruh waktu perendaman pada proses hot dip galvanizing terhadap ketebalan lapisan dan laju korosi baja SS540. Proses hot dip galvanizing dilakukan dengan cara mencelupkan spesimen baja SS540 kedalam cairan zinc (Zn) pada temperatur 4500C. Waktu pencelupan divariasikan selama 30 detik, 60 detik dan 90 detik. Setelah proses hot dip galvanizing spesimen baja SS540 diuji ketebalan lapisan dan laju korosi. Ketebalan lapisan memiliki nilai Standart ISO 1461: 2009 yaitu 70 μm. Hasil uji ketebalan menunjukkan bahwa semakin lama waktu perendaman maka ketebalan lapisan pada spesimen semakin meningkat. Hasil pengujian ketebalan pada variasi waktu 30 detik sebesar 79,3 μm, meningkat sebesar 96,0 μm pada 60 detik. Sedangkan pada 90 detik meningkat menjadi 126,9 μm. Tebal tipisnya lapisan zinc pada spesimen uji juga berpengaruh terhadap laju korosi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa semakin tebal lapisan zinc, laju korosinya semakin rendah. Terbukti pada hasil uji laju korosi nilai terendah didapat ketika ketebalan lapisan senilai 126,9 μm dengan laju korosi 0,4924 mm/y. Sehingga lama waktu perendaman hot dip galvanizing berpengaruh terhadap ketebalan dan laju korosi. Semakin lama waktu perendaman maka semakin rendah nilai laju korosi.Kata kunci : Hot dip galvanizing, ketebalan, laju korosi ABSTRACTThe use of steel in the mining industry is one of them in rockbolt. But often due to environmental influences, the steel has decreased quality and causes reduced service life due to corrosion. One effort to prevent this is that steel needs to be coated with other materials that are anti-corrosion. This study investigated the effect of soaking time in the hot dip galvanizing process on the coating thickness and corrosion rate of SS540 steel. The hot dip galvanizing process is carried out by dipping SS540 steel specimens into zinc (Zn) liquid at a temperature of 4500C. The immersion time is varied for 30 seconds, 60 seconds and 90 seconds. After hot dip galvanizing process, SS540 steel specimens are tested for layer thickness and corrosion rate. The layer thickness has a Standard ISO 1461: 2009 value of 70 μm. The thickness test results show that the longer the soaking time, the layer thickness on the specimen increases. The thickness test results at a 30-second time variation of 79.3 μm, increasing by 96.0 μm at 60 seconds. While at 90 seconds it increases to 126.9 μm. The thickness of the zinc layer on the test specimen also affects the corrosion rate. The results showed that the thicker the zinc layer, the lower the corrosion rate. It is proven in the corrosion rate test results that the lowest value is obtained when the layer thickness is 126.9 μm with a corrosion rate of 0.4924 mm / y. So that the length of soaking time of hot dip galvanizing affects the thickness and corrosion rate. The longer the soaking time, the lower the corrosion rate value. Keywords : Hot dip galvanizing, thickness, corrosion rate
PENGARUH SPINDLE SPEED, FEEDING DAN CUTTING TOOL TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BENDA BERKONTUR PADA CNC MILLING Perdana, Elda Bagus; Winardi, Yoyok; Fadelan, Fadelan; Munaji, Munaji; Ardika, Rizki Dwi
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 4 No. 02 (2024): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v4i02.7683

Abstract

Keterbatasan pada mesin perkakas konvensional tidak mampu memenuhi tuntutan permintaan permodelan yang semakin rumit. Terlalu banyak detail yang perlu dicermati seperti tingkat kekasaran permukaan dan kepresisian yang tinggi Mesin CNC memiliki keunggulan lebih jika dibandingkan mesin milling konvensional, salah satunya pengerjaan permukaan berkontur. Sehingga fokus Penelitian ini ada pada parameter pemilihan cutting tool yang digunakan pada proses finishing kontur 3D untuk menghasilkan permukaan benda berkontur yang baik. Dengan menggunakan variasi kecepatan spindle dan kecepatan potong dengan pengujian kekasaran untuk menentukan variasi pemilihan tool yang tepat. Pada proses penelitian kali ini dihasil kan 4 spesimen benda berkontur. Proses pertama pembuatan desain dengan software Autodesk Inventor, kemudian di program dengan software Mastercam X4 dan pemindahan G-code ke mesin CNC Milling serta proses terakhir pengujian kekasaran permukaan untuk menentukan pemilihan tool yang tepat. Dari hasil pengujian kekasaran dengan alat uji kekasaran Mitutoyo SJ210 diperoleh variasi tool terbaik ada Ball Endmill F1600 S4000 dengan nilai kekasaran sebesar 0,672 μm.
Analisis Pengaruh Penambahan Magnesium (Mg) & Mangan (Mn) Pada Aluminium (Al) 6061 Terhadap Kekuatan Mekanik Yusuf, Farid; Winardi, Yoyok; Fadelan, Fadelan; Sudarno, Sudarno; Arifin, Rizal
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 4 No. 01 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v4i01.7685

Abstract

ABSTRAKPengecoran logam merupakan kegiatan manufaktur yang menggunakan logam dan kemudian dicairkan dengan tungku.Sedangkan pengecoran aluminium merupakan aktifitas teknik dengan cara mencampurkan beberapa unsur kimia  yang berfungsi untuk melihat komposisi yang pas guna meningkatkan kekuatan mekanik aluminium tersebut. Penelitian ini menggunakan cetakan pasir. Dengan hasil pada variasi  Mn 10% Mg 5% mendapatkan nilai uji tarik sebesar 128,15 MPa dengan nilai kekerasan brinell sebesar 21,81 BHN. Pada variasi Mn 15% Mg 7% mendapatkan nilai uji Tarik sebesar 99,62 MPa dengan nilai kekerasan brinell sebesar 19,65 BHN. Dan pada variasi Mn 20% Mg 10% mendapatkan nilai uji Tarik sebesar 116,47 MPa dengan nilai kekerasan brinell sebesar 19,90 BHN. Penurunan tersebut dapat disebabkan karena ketidakmampuan logam paduan untuk menyebar kesemua struktur mikro dan menghasilkan ruang kosong pada aluminium.Kata Kunci: Pengecoran, Aluminium, Uji Tarik, Uji Kekerasan
Pengaruh Perubahan Durasi Injeksi terhadap Kinerja Mesin Sepeda Motor Beat FI 110 cc Debry, Debry; Winardi, Yoyok; Munaji, Munaji; Winangun, Kuntang
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 3 No. 02 (2023): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v3i02.7687

Abstract

Kemajuan pesat sedang dibuat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan industri otomotif, khususnya sepeda motor electric fuel injection (EFI). Untuk memaksimalkan performa mesin pada sepeda motor injeksi maka perlu pengoptimalan injeksi bahan bakar ke ruang bakar. Cara yang dapat dilakukan adalah merubah durasi injeksi bahan bakar menggunakan ECU programmable aftermarket. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan tersebut. Jenis penelitian berupa pengaruh perubahan durasi injeksi terhadap kinerja mesin sepeda motor beat FI 110cc dengan variasi pengubahan durasi injeksi +5%, +10%, +15%, -5%, -10%, -15% dengan parameter yang dicari adalah torsi, daya dan konsumsi bahan bakar spesifik. Daya, torsi dan konsumsi bahan bakar spesifik berbahan bakar pertamax. Hasil pengujian variasi durasi injeksi -5% menghasilkan nilai daya terbesar 7,5 HP diputaran 4122 rpm. Hasil pengujian variasi durasi injeksi +5% menghasilkan nilai torsi sebesar 18,94 Nm diputaran 2468 rpm. Hasil pengujian variasi durasi injeksi menghasilkan nilai konsumsi bahan bakar spesifik terendah dengan nilai 0,018 kg/kWh diputaran 4000 rpm pada durasi injeksi -15% dan nilai tertinggi konsumsi bahan bakar spesifik  0,119 kg/kWh diputaran 8000 rpm pada durasi injeksi +15%.Kata Kunci: durasi injeksi, daya, torsi, konsumsi bahan bakar spesifik
Pengaruh Perubahan Ignition Timing terhadap Kinerja Mesin Sepeda Motor Beat FI 110 cc Wahid, Roki Anggaramita Nur; Winardi, Yoyok; Winangun, Kuntang
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 3 No. 02 (2023): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v3i02.7688

Abstract

AbstrakPertumbuhan penjualan kendaraaniterkhususirodaidua semakin ihari isemakin imeningkat. iSepeda imotor isudah imenjadi ikebutuhan ipokok ibanyak iorang iuntuk imendukung imobilitas iaktivitasnya. iKinerja imesin iyangimemadai ijugaidiperlukaniuntukiefektifitasidan ikenyamanan iberkendara. iNamun iuntuk isaat iini iukuran ikinerja imesin itidak iselalu idilihat ihanya dari dayaidanitorsi isaja, itetapi ijuga ikonsumsi ibahan ibakar dan emidi gas buang yang ramah lingkunganijuga imenjadi iperhitungan itersendiri. Untuk mengatasi hal tersebut salah satu cara yang dilakukan ialah merubah timing ignitionnya terutama pada sepeda motor beat fi 110 cc, dengan pemajuan timing ignition melalui 3 variasi penelitian, yaitu 14o,18o,22o juga melakukan penelitian percampuran bahan bakar pertamax (50%) dan pertalite (50%) serta murni pertamax. Dalam penelitian ini dihasilkan daya, torsi, dan emisi gas buang yang lebih baik dari standart kendaraan yang ada dengan merubah ignition timing tersebut. Hasil pengujian pengapian standart didapatkan torsi terbaik yaitu pada bahan bakar pertamax dengan daya tertinggi 7 Hp pada 4048 rpm dengan torsi 18,41 Nm pada 2433 rpm sementara untuk variasi pengapian terbaik yaitu pada saat pengapian 14o dan 18o bahan bakar pertamax dengan daya 7,6 Hp pada 4221 rpm dan 4155 rpm dengan torsi 19,11 Nm pada 2523 rpm dan 19,06 Nm pada 2521 rpm.Untuk prosentase daya sendiri mengalami kenaikan sebesar 8,57%, sementara untuk torsi mengalami kenaikan sebesar 3,80%. Emisi gas buang paling baik yaitu pada pengapian 14o dengan CO=2,39%,CO2=3,3% dan O2=21,52%, sedangkan untuk standartnya CO=2,24%,CO2=3,4% dan O2=24,26%.Kata Kunci : Ignition Timing, Daya, Torsi, Emisi Gas Buang
ANALISA KEKASARAN PERMUKAAN TERHADAP DAYA REKAT CAT PADA MATERIAL SUS304 Hadi, Hadi Santoso; Winardi, Yoyok; Munaji, Munaji; Arifin, Rizal; Putra, Wawan Trisnadi
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 4 No. 02 (2024): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v4i02.7709

Abstract

Surface permukaan dasar utama untuk melekatnya adhesive cat kepada permukaan, analisa tentang daya rekat cat merupakan bentuk dari methode yang sering digunakan untuk mengetahui suatu proses pengecatan dan juga untuk mencari metodhe hasil pengecatan yang lebih baik. Analisa ini dilakukan bertujuan untuk mencari parameter hasil pengecatan terhadap plat yang di degreser, sanding & sandblasting dengan hasil daya rekat cat yang paling baik tanpa ada cacat dari proses persiapan permukaan maupun proses painting, dengan proses degreser tingkat kekasaran 0µm ketebalan cat 60µm Dapat menghasilkan hasil uji cros cut 4B & pull of 2.3Mpa. Dari proses sanding dengan tingkat kekasaran 10 - 13µm dengan ketebaln cat 60µm dapat menghasilkan uji cros cut 4.6B dan Pull of 3.2Mpa. Hasil dari proses sanblasting dengan kekasaran 64 - 70µm dengan ketebalan cat 60µm dapat menghasilkan hasil uji cros cut 5B & pull of test 3.4Mpa. Dari hasil tersebut dapat di simpulkan semakin tinggi tingkat kekasaran permukaan maka akan menambah daya lekat adhesive cat ke permukaan