Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Analisis Derajat Deasetilasi Kitosan Dari Limbah Cangkang Rajungan Dengan Penambahan Variasi NaBH4 Dan Suhu Fatin, Ainiyyah; Salsabilla, Aina; Winarto, Adi Putra; Hakim, Muhammad Fahmi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 20 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14263826

Abstract

Indonesia has a large potential for marine products, namely blue swimming crab. In general, only the part of the crab is processed into food, so crabs have the potential to produce shell waste. So that the use of crab shell waste can be made into chitosan which is done using two approaches, namely providing quality standard values and high selling prices. In the manufacture of chitosan consists of 3 stages, namely (1) Deproteination stage using 3.5% NaOH at 80℃; (2) Demineralization step using 1 N HCl at 30℃; (3) Deacetylation step using 60% KOH solution with the addition of NaBH4 (0.50; 0.75; 1 gram) and temperature (100℃, 110℃, 120℃) with a stirring time of 2.5 hours. From the results of the research that has been done, the best degree of deacetylation was obtained when the addition of 0.75 gram NaBH4 was 73.65% at 120℃. The characteristics of chitosan in the yield with the best 4.25% at 100℃ with the addition of 1 gram of NaBH4. The water content with the best is 5.15% at 110℃ with the addition of 0.75 gram NaBH4. And the ash content with the best is 1.747% at 120℃ with the addition of 0.75 gram NaBH4.
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI KONSENTRASI SiO2 TERHADAP KARAKTERISASI MEMBRAN MIKROFILTRASI Andinnawati, Widya; Hakim, Muhammad Fahmi
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2024
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v13i1.15584

Abstract

Membran adalah teknologi pemisahan dengan efisiensi yang tinggi serta sangat ekonomis untuk kebutuhan pemurnian air. Salah satu membran yang sering digunakan adalah membran polimer. Namun, membran berbasis polimer mempunyai ketahanan mekanik dan termal yang rendah sehingga perlu modifikasi untuk menambah kekuatan dari membran tersebut. Maka pada penelitian ini dilakukan modifikasi pada membran dengan komposisi polivinil alkohol (PVA), carboxymethyl cellulose (CMC), dan silikon dioksida (SiO2) dengan variasi SiO2 0%, 1%, dan 3%. Metode penelitian ini menggunakan proses pembuatan membran berdasarkan teknik inversi fasa. Temuan penelitian tersebut meliputi analisis FTIR dan SEM, serta uji penyerapan air yang dilakukan pada membran PVA/CMC/SiO2. Spektrum FTIR menampilkan puncak serapan yang berbeda sesuai dengan gugus -OH dalam PVA, peregangan gugus C=O dari CMC, dan gugus Si-OH dan Si-O-Si dari silika. Membran dengan variasi 3% menunjukkan struktur morfologi pori yang lebih padat dan seragam, dengan rata-rata diameter pori 0,0674 μm. Karakteristik tersebut berimplikasi pada uji water uptake yang dimana membran dengan variasi 3% memiliki hasil paling rendah 51%. Untuk penelitian selanjutnya dapat dilakukan uji karakterisasi lainnya selain FTIR, SEM, dan water uptake. Kata kunci: membran, filtrasi, polivinil alkohol, silikon dioksida, inversi fasa
Sintesis dan Karakterisasi Membran Ultrafiltrasi Termodifikasi Kitosan-Silika Alfiludin, Kamila; Dampang, Sarah; Yuliasari, Fitri; Hakim, Muhammad Fahmi
TEKNIKA Vol. 19 No. 3 (2025): Teknika September 2025
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15687792

Abstract

Limbah indutsri yang mengandung ion logam berat dapat mencemari lingkungan dan berdampak pada kesehatan. Dalam mengatasi hal tersebut diperlukan solusi alternatif yaitu dengan penggunaan teknologi filtrasi. Pengembangan membran ultrafiltrasi berbahan dasar kitosan dan silika, yang dimodifikasi dengan Polivinil Alkohol (PVA) dan Polietilen Glikol (PEG), bertujuan untuk mengurangi kandungan logam berat dalam limbah industri. Formulasi membran dikembangkan melalui metode trial and error, kemudian dikarakterisasi menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR) untuk identifikasi gugus fungsional, Brunauer-Emmett-Teller (BET) untuk analisis luas permukaan dan pori membran, serta uji swelling untuk mengukur kapasitas penyerapan air. Hasil uji FTIR menunjukkan keberadaan gugus silanol (Si-OH) pada rentang 3268-3290 cm⁻¹, yang berperan dalam interaksi dengan ion logam. Analisis BET mengonfirmasi bahwa membran yang dikembangkan memenuhi karakteristik ultrafiltrasi. Selain itu, membran dengan komposisi kitosan 3 gram dan silika 3 ml menunjukkan performa optimal serta kapasitas swelling yang tinggi, sehingga meningkatkan efektivitas proses filtrasi. Dengan daya tahan dan stabilitas yang baik, membran ini berpotensi untuk diaplikasikan dalam pengolahan limbah industri guna mengurangi kandungan logam berat secara efektif.
Bioplastics from Avocado Seed Starch : Effects of Chitosan and PVA on Mechanical Properties, Water Resistance, and Biodegradability Wahyudi, Mohamad Nur; Hartanti, Adelia; Sari, Dessy Agustina; Hakim, Muhammad Fahmi; Aeni, Alfieta Rohmaful
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 10 No. 1 (2025): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jcpe.v10i1.1641

Abstract

A sustainable alternative to traditional petroleum-based plastics, bioplastics produced from avocado seed starch can help alleviate some of the environmental challenges presented by plastic waste. However, these products still need to improve their mechanical properties and water resistance for industrial use. The purpose of this study is to find out how changes in the amounts of chitosan and polyvinyl alcohol (PVA) affect the mechanical strength, water resistance, and biodegradability of bioplastics made from avocado seed starch. The solution-casting method prepared starch-based bioplastics using chitosan (2.5–4.5 g), PVA (2.5–5%) as filler, and glycerol as a plasticizer. This study found that adding more chitosan increased the tensile strength, reaching a maximum value of 30.696±0.106 N/mm2 in the SNI 7188.7:2016, which was higher than the tensile strength value of the N3 sample. The samples N1 and M1 demonstrated the highest elongation at break of 35.700±4.776% and the lowest water uptake of 5.167%, indicating a 94.833% water resistance. The plastics underwent complete biodegradation under soil conditions after 60 days. This led to valuable results, confirming that avocado seed starch-based bioplastics, as engineering materials for food packaging, have enormous potential for application in the industry. This research needs to increase the water resistance or scale it up for industrial production
Synthesis of Acrylonitrile Butadiene Styrene Membrane with Sulfonated Reduced Graphene Oxide and Cerium Filler Siswantito, Firgi; Dampang, Sarah; Perdani, Meka Saima; Hakim, Muhammad Fahmi; Iskandar, Riska Listiarini
Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA) Vol. 8 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Chemical Analysis
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijca.vol8.iss2.art1

Abstract

The study investigates the use of acrylonitrile butadiene styrene (ABS) polymer modified by sulfonated reduced graphene oxide (s-rGO) and cerium (Ce) as an alternative membrane to Nafion for Direct Methanol Fuel Cell (DMFC) applications. Pure ABS membranes and ABS membranes with s-rGO/Ce fillers were synthesized and characterized, with sulfonation at 60 °C using filler concentrations of 1%, 3%, and 5% v/v. The addition of fillers aimed to enhance ion exchange capacity (IEC), water absorption, and reduce methanol permeability. The membrane with 5% filler content showed optimal performance, with an IEC of 0.35 meq/g, a swelling degree of 1.5%, and controlled methanol permeability of 1.2670 × 10⁻⁷ cm²/s. FTIR analysis confirmed the presence of sulfonate groups (S=O) at 1054 cm⁻¹, indicating successful sulfonation. SEM analysis revealed that the filler was well-dispersed and formed more defined pores without compromising the structural integrity of the ABS matrix. This study demonstrates the potential of s-rGO/Ce-modified ABS membranes as a viable alternative to Nafion membranes in DMFC applications.
PENERAPAN MEMBRAN POLIVINIL ALKOHOL (PVA)-MUNTINGIA CALABURA (DAUN KERSEN) UNTUK PEMBALUT LUKA Fauji, Najmudin; Hakim, Muhammad Fahmi; Suci, Farradina Choria; Hutama, Dimas Ekaditya; Oktaviandy, Nadya Rachma; Sugiarto, Amalia Rizka; Siswadi, Siswadi; Mahendra, Bhisma; Suryadi, Cahya; Ujiburrahman, Ujiburrahman
JALIYE: Jurnal Abdimas, Loyalitas, dan Edukasi Vol. 2 No. 2 (2023): JALIYE: Jurnal Abdimas, Loyalitas, dan Edukasi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIVA Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/jaliye.v2i2.625

Abstract

Desa Karangjaya, yang terletak di Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, memiliki potensi besar dalam sumber daya alamnya, khususnya pohon kersen (Muntingia calabura) yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Artikel ini mengajukan pengabdian masyarakat untuk mengoptimalkan pemanfaatan daun kersen sebagai bahan pembalut luka guna mengatasi kecelakaan dan kurangnya pemahaman tentang kesehatan di masyarakat setempat. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk kesehatan, tetapi juga mencakup aspek pendidikan, ekonomi, dan lingkungan. Metode pelaksanaannya mencakup analisis situasi, sosialisasi, pelatihan, dan evaluasi. Selama pelaksanaan, dilakukan sosialisasi pertolongan pertama dan demonstrasi penggunaan produk pembalut dari daun kersen. Hasilnya mencakup peningkatan pengetahuan masyarakat seputar manfaat daun kersen sebagai pembalut luka dan peningkatan kesadaran akan kebersihan. Meskipun dihadapkan pada kendala koordinasi tim, solusi inovatif dengan memanfaatkan media online telah berhasil diterapkan untuk mengatasi masalah tersebut. Rencana tindak lanjut mencakup pengembangan produk pembalut luka, uji klinis, dan penanaman tanaman obat keluarga. Kegiatan KKN-Tematik ini terbukti berhasil memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kesehatan dan pendidikan masyarakat Desa Karangjaya serta merangsang pengembangan ekonomi dan pelestarian lingkungan setempat
Analisis Pengaruh Variasi Temperatur Gelatinisasi Pada Sifat Mekanik Film Bioplastik Pati Kulit Kentang (Solanum Tuberosum L.) dengan Asam Asetat dan Plasticizer Gliserol Putri, Leggy Doriyanti Julia; Hakim, Muhammad Fahmi; Rumira, Mayda Su’ad; Ni’mah, Kamilah Pathun; Rahmawati, Fira; Allifiantika, Nindya
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.153-158.2024

Abstract

Plastik merupakan  rantai polimer dengan rantai atom yang panjang dan saling mengikat satu sama lain. Plastik banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari karena plastik memiliki sifat yang kuat, elastis dan memiliki harga yang terjangkau. Namun, plastik saat ini sulit untuk diurai sehingga perlu inovasi dengan penggunaan bioplastik. Bioplastik merupakan plastik organik yang mampu terurai oleh mikroorganisme. Pembuatan bioplastik dengan menggunakan pati kulit kentang yang diekstraksi. Larutan bioplastik dicampurkan dengan asam asetat 1% dan gliserol sebagai plasticizer. Larutan bioplastik di panaskan pada temperatur 70oC,80oC dan 90oC untuk mengetahui pengaruh temperatur gelatinisasi pada sifat fisik dari bioplastik. Larutan bioplastik kemudian dicetak dan keringkan. Setelah  itu lembaran film bioplastik dilakukan uji sifat mekanik. Temperatur gelatinisasi terbaik temperatur 80oC hal ini dikarenakan hasil pengujian sifat mekanik sampel menunjukan angka tertinggi. Seperti pada uji kuat tarik nilainya mencapai 10,273 MPa. Pada uji perpanjangan putus pada bioplastik dengan temperatur gelatinisasinya 80oC mencapai nilai 11,13%. Uji ketebalan juga menunjukan nilai tertinggi pada temperatur 80oC dengan nilai 185,5 nanometer. Serta pada uji daya serap air nilai penyerapan air hingga 70,5%.
The Influence of Adding Glycerol and Spirulina on The Characteristics of Starch-Based Bioplastics Film from Potato Peel Waste Ni'mah, Kamilah Pathun; Hakim, Muhammad Fahmi; Julia Putri, Leggy Doriyanti; Rahmawati, Fira
Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Vol. 11 No. 6 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/hjkk.v11i6.9549

Abstract

The development of bioplastic films is one of the efforts to reduce plastic waste. The polymer used as the basic material for making bioplastic films is starch. Potato peel waste can be repurposed by extracting its starch content. This research has the purpose to investigate the influence of adding glycerol and spirulina on the characteristics of bioplastic films made from potato peel starch, and to ascertain the optimum composition of raw materials. Bioplastics were produced by casting method from potato peel starch with variations of glycerol and spirulina. The bioplastic composition in this research includes K0 (0 ml glycerol and 0 grams spirulina), K1 (2.5 ml glycerol and 0.3 grams spirulina), K2 (1.25 ml glycerol and 0.3 grams spirulina), K3 (2.5 ml glycerol and 0.15 grams spirulina), and K4 (1.25 ml glycerol and 0.15 grams spirulina). The characteristics of bioplastic films include thickness testing, tensile strength, elongation at break, and degradation. The results from the characterization of bioplastic films indicate that the addition of glycerol and spirulina is inversely proportional to the tensile strength produced, meaning it decreases. However, the addition of glycerol and spirulina is directly proportional to the percentage of elongation produced, meaning it increases. The addition of spirulina has an impact on the degradation time of bioplastic films. The optimal raw material ratio in this research is found in sample K4, with a tensile strength value of 23.038 MPa, elongation at break of 4.385%, thickness of 0.1367 mm, and complete degradation occurring on the sixth day.
Pengaruh Suhu dan Waktu terhadap Produksi Biodiesel dari Minyak Kelapa Kurnia, Ratna; Hakim, Muhammad Fahmi
TEKNIKA Vol. 20 No. 1 (2026): Teknika Januari 2026
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17644759

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh variasi suhu dan waktu terhadap produksi biodiesel dari minyak kelapa menggunakan metode transesterifikasi. Tujuan utama penelitian adalah untuk mengoptimalkan sifat-sifat biodiesel, seperti densitas, viskositas, dan kadar metil ester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa densitas biodiesel tertinggi diperoleh pada suhu 60, 70, dan 80°C dengan waktu reaksi 100 menit, masing-masing mencapai 850,0 kg/m3, 850,6 kg/m3, dan 851,3 kg/m3. Viskositas terbaik didapatkan pada suhu 80°C dengan waktu 120 menit, yaitu sebesar 2,12 cSt. Kadar metil ester tertinggi tercapai pada 60, 70, dan 80°C dengan waktu 100 menit, masing-masing 97,93 %-massa; 97,09 %-massa; dan 97,94 %-massa. Penelitian ini membuktikan bahwa biodiesel dari minyak kelapa dapat diproduksi dengan kualitas yang memenuhi standar pada kondisi optimal 60-80°C pada waktu 100 menit, menunjukkan potensi minyak kelapa sebagai sumber bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Dampak positif penelitian ini adalah mendukung pengembangan energi terbarukan berbasis sumber daya lokal, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, serta berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca. Selain itu, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam pengembangan industri biodiesel dari minyak kelapa di wilayah tropis dengan potensi bahan baku melimpah.
Comparative study of g-C₃N₄/Cu₂O and BiVO₄/Cu₂O photocathodes for enhanced electricity generation and hydrogen evolution in photocatalytic fuel cells Hakim, Muhammad Fahmi; Bachri, Muhammad Febriansyah; Ratnawati, Ratnawati; Yudianti, Rike; Ibadurrohman, Muhammad; Slamet, Slamet
International Journal of Renewable Energy Development Vol 15, No 1 (2026): January 2026
Publisher : Center of Biomass & Renewable Energy (CBIORE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61435/ijred.2026.61810

Abstract

The preparation of good photocathodes is a crucial issue regarding promoting the performance of photocatalytic fuel cell (PFC) systems for environmentally protective energy conversion approaches. In the present work, a comparative study of Cu₂O-based photocathodes jointly modified with graphitic carbon nitride (g-C₃N₄) and bismuth vanadate (BiVO₄) was performed to ascertain their competence towards concomitant electricity generation and hydrogen evolution in an integrated single-chamber photocatalytic fuel cell. Cu substrates were anodized to produce ordered Cu₂O layers, modified with immersion treatments, and then low-temperature calcination. The as-prepared products were characterized in detail by XRD, HR-TEM, UV–Vis DRS, PL spectra, and XPS analyses, as well as photoelectrochemical measurements to gain insight into crystallinity, morphology, photocatalytic activity (optical absorption), electronic structure, and charge recombination. Results revealed that among the pristine Cu₂O and g-C₃N₄/Cu₂O, superior charge separation was exhibited on the BiVO₄/Cu₂O photocathode, along with better power density and hydrogen evolution. The highest power density of BiVO₄/Cu₂O was 0.05625 mW cm⁻² and 13.71 mmol.m⁻² for hydrogen evolution compared to both Cu₂O (0.0375 mW cm⁻²;11.19 mmol.m⁻²) and g-C₃N₄/Cu₂O (0.026 mW cm⁻²; 8.1616 mmol m-2). This observation was supported by the analysis of the photoluminescence spectra: BiVO₄/Cu₂O had PL intensity of 325 a.u., lower than Cu₂O (400 a.u.) and g-C₃N₄/Cu₂O (650 a.u.), validating that this sample more effectively suppressed electron–hole recombination and electron transport mechanism. The enhanced photocatalytic activity of BiVO₄/Cu₂O is associated with the generation of a p-n heterojunction, which accumulates a built-in electric field to drive effective charge separation and offers visible-light sensitization upon its larger absorption spectrum that is beneficial for not only promoting hydrogen evolution efficiency but also improving electricity production in PFC systems.