Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

EFEKTIVITAS PELAPORAN BAHAYA PADA PT PETROSEA DI BALIKPAPAN Ali, Olivea Vitra; Siboro, Impol; Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.391

Abstract

Salah satu upaya menekan angka kecelakaan kerja adalah dengan menerapkan sistem pelaporan bahaya. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang menyatakan bahwa setiap perusahaan harus memiliki prosedur pelaporan bahaya dan diketahui oleh seluruh pekerja. Dalam undang-undang nomor 1 tahun 1970 tentang keselematan kerja menjamin setiap pekerja berada di area kerja selama bekerja. Dengan bekerja di lingkungan yang aman dan dengan sumber produksi yag juga digunakan dengan aman dan efisien dapat menghindari berbagai bahaya yang dpata menimbulkan kerugian terhadap asset, manusia juga lingkungan. Selain itu, dalam penerapan di dunia industri keselamatan dan kesehatan kerja diaplikasikan dengan menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang konsisten, akan semakin mendukung produktifitas suatu industry juga dapat memperkuat pertahanan industry tersebut dalam perkembangan dan pertumbuhan di masa industrialisasi. Dalam upaya mendukung usaha pemerintah dalam menjaga keselamatan dan kesehatan kerja pekerja, PT Petrosea mengeluarkan aplikasi SHEPRO guna mempermudah pelaporan bahaya di sekitar area kerja. Upaya ini sekaligus mendukung era digitalisasi dalam industri.
ANALISIS BAHAYA DAN RISIKO TERHADAP PEKERJAAN MAINTENANCE MOBIL DI PT BELFANO NAHLA UTAMA Zainul, L.M.; Griyanta, Althaf; Siboro, Impol
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.417

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bahaya dan risiko yang terkait dengan pekerjaan maintenance mobil di PT Belfano Nahla Utama. Pekerjaan maintenance mobil melibatkan berbagai tugas yang berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan dan masalah kesehatan bagi para pekerja. Penelitian ini menggunakan metode observasi langsung dan wawancara dengan pekerja serta pengelola untuk mengumpulkan data mengenai potensi bahaya yang ada di lingkungan kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat beberapa bahaya utama dalam pekerjaan maintenance mobil, termasuk paparan bahan kimia berbahaya seperti oli mesin dan air aki, risiko luka akibat penggunaan alat-alat mekanis, serta bahaya ergonomis akibat posisi kerja yang tidak ergonomis. Selain itu, risiko kebakaran juga teridentifikasi. Upaya mitigasi yang direkomendasikan meliputi pelatihan keselamatan kerja yang lebih intensif, penggunaan alat pelindung diri (APD) yang sesuai, implementasi prosedur kerja yang aman, serta pengawasan yang ketat terhadap praktik keselamatan kerja. Selain itu, peningkatan kesadaran pekerja mengenai pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) juga dianggap krusial untuk mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan kesejahteraan pekerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen risiko yang efektif sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat di PT Belfano Nahla Utama. Dengan penerapan langkah-langkah pencegahan yang tepat, diharapkan risiko kecelakaan dan masalah kesehatan dapat diminimalisir, sehingga produktivitas dan kualitas kerja dapat ditingkatkan. 
ANALISIS POTENSI BAHAYA DAN RISIKO BEKERJA DI KETINGGIAN PADA PEKERJAAN PEMBERSIHAN SEMEN SILO DENGAN METODE HIRADC (HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESSMENT AND DETERMINING CONTROL) DI PT. BALIKPAPAN READY MIX SITE KARIANGAU BALIKPAPAN Inditawati, Novi; Siboro, Impol; Pongky, Patunru
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.432

Abstract

Bekerja di ketinggian merupakan pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja di permukaan tanah atau perairan yang mempunyai perbedaan ketinggian dan memiliki potensi jatuh sehingga mengakibatkan pekerja mengalami cedera atau meninggal dunia atau mengakibatkan kerusakan pada aset perusahaan. Pekerjaan di ketinggian dengan potensi bahaya jatuh, dan bahaya-bahaya lainnya seperti terpeleset (slip), tersandung (trips), dan kejatuhan material dari atas (falling object). PT. Balikpapan Ready Mix merupakan Perusahaan yang bergerak dibidang konstruksi bangunan dengan produksi utama bahan baku beton bermutu tinggi. Didalam pengolahan pembuatan semen yang berkualitas dibutuhkan peralatan yang canggih agar proses produksi bisa berjalan dengan baik oleh karena itu pemeliharaan peralatan secara berkala sangat dibutuhkan untuk menunjang kelancaran produksi. Batching Plant merupakan tempat yang dikhususkan untuk memproduksi atau mengolah beton. Pada Batching Plant terdapat beberapa bagian diantaranya cement cilo yang berfungsi untuk penyimpanan semen dan menjaganya agar tetap baik. Untuk menjaga kualitasnya diperlukan pemeliharaan secara berkala seperti dilakukannya pembersihan rutin pada cilo. Penelitian ini dilakukan di PT. Balikpapan Ready Mix site Kariangau Balikpapan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melakukan observasi secara langsung menggunakan teknik 4M1E (Man, Methode, Machine, Material, and Enviroment) dan wawancara kepada informan. Setelah melakukan identifikasi potensi bahaya, selanjutnya melakukan penilaian risiko (Risk Assessment) menggunakan tabel HIRADC (Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control) berdasarkan pada Australian Standard/New Zealand Standard 4360:2004 (AS/NZS 4360:2004), setelah itu melakukan pengendalian risiko berdasarkan hierarchy of control.
PENILAIAN RISIKO PADA KEGIATAN LOADING DAN UNLOADING PADA PT PELINDO IV BALIKPAPAN Siboro, Impol; Pratama, Rifqhy Randi; Zainul, L.M.
IDENTIFIKASI Vol 11 No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i1.359

Abstract

Kecelakaan akibat kerja kecelakaan yang terjadi dikarenakan oleh pekerjaan atau padawaktu melaksanakan pekerjaan pada perusahaan, kegiatan bongkar muat adalah kegiatanmembongkar barang-barang impor dan atau barang-barang antar pulau/interinsuler dari ataskapal dengan menggunakan crane dan sling kapal ke daratan terdekat di tepi kapal, daridermaga dengan lori, forklift,dimasukkan dan ditata ke dalam gudang terdekat yang ditunjukoleh administrator pelabuhan.Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptifkualitatif. Yaitu suatu metode penelitian yang dapat digunakan untuk meneliti pada kondisiobjek yang alamiah, dimana peneliti disini adalah kunci utamanya. Penelitian ini memberikangambaran mengenai suatu keadaan secara objektif, memberikan gambaran faktual mengenaipotensi bahaya dan analisis risiko pada area kerja PT Pelindo IV Balikpapan IdentifikasiBahaya Identifikasi bahaya dilakukan pada setiap tahapan pekerjaan yang dilakukan selamapekerjaan loading dan unloading berlangsung. Bahaya diidentifikasikan dengan melakukanobservasi Ketika kegiatan pekerjaan loading dan unloading berlangsung, wawancara kepadakaryawan dan lembar observasi yang diisi. Berikut ini bahaya yang telah ditemukan melaluihasil penelitian, hal ini selaras dengan peneliti saat ini dan diurutkan sesuai tahapan-tahapanpekerjaan loading dan unloading. 1. Forklift masuk ke area warehouse 2. Truck parkir di tempatkhusus pekerjaan loading dan unloading 3. Forklift menuju barang yang sudah disiapkan 4.Pekerja meletakkan barang di forklift secara manual 5. Forklift membawa barang menuju truck6. Barang dipindahkan kedalam truck Analisis Risiko Analisis risiko dilakukan pada tiap risikoyang muncul pada tahapan-tahapan pekerjaan loading dan unloading untuk menghindari tingkatrisiko yang muncul dengan melakukan perkalian antara likelihood dan severity, Menurut ramli(2011) pada konsep ALARP, risiko yang termasuk dalam kategori risiko tinggi (high risk) dansangat tinggi (significant) merupakan risiko yang tidak dapat diterima.
IDENTIFIKASI KESESUAIAN SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN AKTIF SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN RISIKO KEBAKARAN DI MALL LIVING PLAZA BALIKPAPAN Pardi, Pardi; Siboro, Impol; Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 11 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i2.549

Abstract

Bangunan mall termasuk tingkat bahaya risiko kebakaran sedang III yang memiliki potensi pemicu kebakaran dari dalam dan luar Gedung. Maka dari itu, perlu menerapkan sistem proteksi kebakaran yang baik untuk mencegah dan menanggulangi kebakaran. Sistem proteksi kebakaran aktif memberikan konstribusi besar dalam keberhasilan manajemen kebakaran. Oleh karena itu perlu adanya gambaran penerapan sistem proteksi aktif dan tingkat kesesuaian dengan standar yang meliputi : Permen PU No.26/PRT/M/2008 dan SNI 03-3985-2000. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesesuaian sistem proteksi kebakaran aktif di mall Living Plaza Balikpapan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan pengambilan data: observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Penilaian hasil dari kesesuaian yang ada akan dinilai menggunakan perhitungan deskriptif presentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 5 variabel sebesar 88,75% sesuai dengan standar. Berdasarkan tingkat penilaian audit kebakaran Pusat Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum, hasil tersebut masuk kriteria Baik atau sudah memenuhi persyaratan.
IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENGENDALIAN RISIKO PADA PEKERJAAN PENGUPASAN BATU BARA DI PT PAMA PERSADA NUSANTARA KOTA SANGATTA Fuadi, Yan; Mulyadi, Mulyadi; Siboro, Impol; Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 11 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i2.586

Abstract

Kegiatan pengupasan batu bara merupakan proses utama dalam kegiatan pertambangan yang memiliki potensi risiko tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahaya dan pengendalian risiko pada pekerjaan pengupasan batubara PT Pama Persada Nusantara Kota Sangatta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan wawancara kepada beberapa pekerja dan observasi secara langsung ke lapangan. Metode yang digunakan adalah Job Safety Analysis (JSA). Hasil identifikasi menunjukkan bahwa bahaya utama meliputi bahaya fisik (longsor, kecelakaan alat berat), mekanik (kerusakan alat), dan lingkungan (paparan debu dan kebisingan). Pengendalian risiko dilakukan dengan pendekatan hierarki pengendalian, mulai dari eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, administratif, hingga penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Implementasi pengendalian risiko yang tepat diharapkan dapat menekan angka kecelakaan kerja serta meningkatkan produktivitas dan keselamatan kerja di area tambang.
ANALISIS PENGARUH SHIFT KERJA TERHADAP KELELAHAN PEKERJA KFC DI MT HARYONO BALIKPAPAN Darmawan, Dimas; Siboro, Impol; Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 11 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i2.588

Abstract

Shift kerja merupakan sistem pengaturan waktu kerja yang diterapkan oleh berbagai industri, termasuk sektor makanan cepat saji seperti KFC. Penelitian ini didasarkan pada tingginya tingkat kelelahan yang dialami pekerja akibat sistem shift yang berdampak pada pola tidur dan kondisi fisik mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh shift kerja terhadap kelelahan pekerja KFC di MT Haryono, Balikpapan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 33 responden yang diambil dari karyawan yang bekerja dalam shift pagi dan malam. Teknik analisis data dilakukan dengan uji statistik menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara shift kerja dan tingkat kelelahan, dengan p-value = 0,041, yang menunjukkan bahwa kelelahan lebih tinggi pada pekerja shift malam dibandingkan dengan shift pagi. Kesimpulannya, pengaturan shift kerja yang baik sangat penting untuk menjaga kesehatan dan produktivitas pekerja, sehingga manajemen diharapkan dapat mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat mengurangi kelelahan kerja karyawan.
IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENILAIAN RISIKO BEKERJA DI KETINGGIAN PADA PT XYZ BALIKPAPAN Siboro, Impol; Hidayat, Ragil; Rusba, Komeyni
IDENTIFIKASI Vol 11 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i2.604

Abstract

Kegiatan bekerja di ketinggian memiliki potensi bahaya yang tinggi dan dapat menyebabkan kecelakaan kerja serius apabila tidak ditangani dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan menilai tingkat risiko yang terdapat pada aktivitas bekerja di ketinggian di PT XYZ Balikpapan, khususnya pada pekerjaan instalasi jaringan FTTH (Fiber to The Home). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah HIRA (Hazard Identification and Risk Assessment), yang mencakup tahapan identifikasi bahaya, analisis risiko, evaluasi risiko, dan pengendalian risiko. Data diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara dengan empat informan yang terlibat dalam pekerjaan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai jenis bahaya fisik, mekanik, ergonomi, dan lingkungan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan seperti terjatuh, tersengat listrik, dan tertimpa material. Setelah dilakukan penilaian menggunakan risk matrix, ditemukan beberapa risiko berada pada kategori sedang hingga tinggi. Pengendalian risiko yang direkomendasikan mencakup penggunaan APD, penerapan SOP, pelatihan keselamatan kerja, dan penggunaan alat bantu seperti scaffolding. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam meningkatkan sistem manajemen K3 untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja di PT XYZ Balikpapan.
PELAKSANAAN CONTRACTOR SAFETY MANAGEMENT SYSTEM (CSMS) DI PT. BARUNA RAYA LOGISTICS Saputera, Dharma; Bainah, Nur; Siboro, Impol; Rusba, Komeyni
IDENTIFIKASI Vol 11 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i2.606

Abstract

Contractor Safety Management System (CSMS) Merupakan dokumen standart yang dibutuhkan baik bagi kontraktor sebagai pemberi kerja maupun dari sisi mitra kerja sebagai penyedia tenaga kerja tujuannya agar sistem berjalan dengan baik, Tingkat angka kecelakaan bisa dikendalikan bahkan diturunkan. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) adalah bagian dari sistem manajemen keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan, penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang selamat, aman, efisien dan produktif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran kesesuaian penilaian CSMS di PT. Baruna Raya Logistics dengan pihak PT. Pertamina Hulu Kalimantan Timur. Dalam penelitian ini jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif, yang dimana dalam peneliltian ini penulis melakukan identifikasi masalah dengan menggunakan beberapa teknik pngumpulan data yaitu : wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dengan judul pelaksanaan Contractor safety management system (CSMS) di PT. Baruna Raya Logistics maka dapat diambil kesimpulan bahwa terkhusus terhadap 3 elemen yaitu elemen 1 kepemimpinan dan komitmen, elemen 2 kebijakan dan sasaran strategis K3LL, elemen 6 implementasi dan pemantauan kinerja K3LL menunjukkan bahwa penilaian pada elemen satu dapat terealisasikan hingga 100%, pada elemen dua terealisasikan hingga 100% dan terdapat 84,6% yang terealisasikan pada elemen enam, yang sesuai dengan peraturan pemerintah nomor 50 tahun 2012 terkait sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja pada Perusahaan PT Baruna Raya Logistics.
ANALISIS KESELAMATAN KIMIA DALAM PENGGUNAAN BOILER CHEMICAL WATER TREATMENT DI PT. FEEDBACK INFRA BALIKPAPAN Rusba, Komeyni; Pongky, Patunru; Siboro, Impol; Hardiyono, Hardiyono; Noeryanto, Noeryanto; Ramdan, Muhammad; Rezaldy, Muhammad; Wolo, Daniel
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 6 No. 2 (2022): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v6i2.2180

Abstract

Keselamatan kimia adalah sebuah upaya dalam menciptakan kondisi aman dari pada bahaya dan resiko bahan kimia berbahaya keselamatan ini meliputi pengunaan bahan kimia sifat bahan kimia dan penyimpanan bahan kimia untuk tujuan mengetahui bahaya fisik kesehatan maupun lingkungan sehingga dapat mengambil perlindungan dan pencegahan dari bahaya kimia dengan menerapkan pengendalian administrasi, dan pengunaan alat pelindung diri. PT. Feedback Infra Balikpapan yang berada di kota balikpapan provinsi kalimantan timur adalah perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor jasa industri pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). PT. Feedback Infra Balikpapan mengoperasikan unit pengelolahan air boiler tempat dimana bahan kimia amonia (NH3) diimplementasikan dan disimpan. Pada area implementasi amonia (NH3) ada pada laboratorium uji dan doshing injeksi kimia lalu untuk penyimpanan amonia (NH3) ada pada gudang penyimpanan kimia. Pada penelitian ini peneliti membahas mengenai implementasi dan penyimpanan bahan kimia amonia (NH3) di pengelolahan air boiler PT. Feedback Infra Balikpapan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dimana peneliti menggunakan lembar checklist mengenai kesesuaian implementasi dan penyimpanan bahan kimia amonia (NH3) dan pedoman wawancara untuk melakukan wawancara terhadap informan yang bertannggung jawab mengenai implementasi dan penyimpanan bahan kimia amonia (NH3). Dari hasil penelitian ditemukan bahwa kesesuaian untuk implementasi bahan kimia amonia (NH3) di laboratorium uji 50%, kesesuaian untuk penyimpanan bahan kimia amonia (NH3) di gudang penyimpanan kimia 66% kesesuaian untuk implementasi bahan kimia amonia (NH3) di doshing injeksi kimia 66% dengan total kesesuaian implementasi dan penyimpanan bahan kimia amonia (NH3) di pengelolahan air boiler PT. Feedback Infra sebesar 66% dengan kategori “cukup’.