Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Penerapan Keselamatan Transportasi Air Dan Ketersediaan Alat Pelindung Diri Pada Kapal Motor (Klotok) Penyeberangan Balikpapan Panajam Paser Utara Maslina, Maslina; pongky, patunru; Zainul, L.M.; ananta, erwin
EUNOIA Vol 2 No 2 (2023): Eunoia
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The method used is to describe systematically, carefully and accurately about the conditions, conditions, motorized sailing ships in the port of Balikpapan Panajam. Identify the availability of safety equipment in accordance with the SOLAS requirements and the Decree of the Director General of Sea Transportation No. PY.66/1/2-2002. An indicator that can be seen from the achievement of the success of this activity is that activity participants are able to know the importance of water transportation safety and the availability of personal protective equipment on motor boats (klotok) properly
EVALUASI SISTEM MANAJEMEN PERALATAN KESELAMATAN PELAYARAN PADA ACCOMMODATION WORK BARGE ELANG BIRU 507: STUDI KASUS: PT. MEINDO ELANG INDAH Pongky, Patunru
IDENTIFIKASI Vol 2 No 1 (2016): IDENTIFIKASI
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.411 KB) | DOI: 10.36277/identifikasi.v2i1.23

Abstract

Setiap kapal yang berlayar harus memiliki kelaikan pelayaran dan terpenuhinya semua persyaratan pelayaran, baik itu terpenuhinya persyaratan keselamatan kapal, pencegahan pencemaran dari kapal, tehnis pembuatan kapal, status hukum kapal, memenuhi persyaratan material, konstruksi, bangunan, permesinan, perlistrikan, stabilitas, tata susunan serta perlengkapan penolong, radio elektronik kapal yang dibuktikan dengan sertifikat setelah dilakukan pemeriksan dan pengujian sesuai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi terhadap sistem manajemen sertifikasi peralatan yang berhubungan dengan keselamatan pelayaran di Accommodation Work Barge Elang Biru 507 PT. Meindo Elang Indah. Penelitian ini meliputi sertifikasi peralatan keselamatan pelayaran yang diterbitkan bersifat menetap atau permanen, bersifat tahunan dan yang diterbitkan bulanan. Dari hasil penelitian terhadap sertifikasi peralatan keselamatan pelayaran di Accommodation Work Barge Elang Biru 507 dapat disimpulkan bahwa sistem manajemen sertifikasi sudah berjalan sesuai dengan peraturan pemerintah dan prosedur perusahaan, namun ditemukan beberapa sertifikat pelayaran dalam kondisi yang invalid karena masih dalam proses perpanjangan. Disarankan dengan diketahuinya kondisi tersebut agar pihak perusahaan lebih proaktif melakukan kontrol dan pemeriksaan terhadap sertifikat yang ada secara berkala dan sistematis.
IMPLEMENTASI PENGENDALIAN RISIKO TERHADAP KECELAKAAN KERJA PADA LANDASAN HELIKOPTER: ANALISIS KERJA DAN AKTIVITAS : TOTAL E&P INDONESIA Pongky, Patunru
IDENTIFIKASI Vol 3 No 1 (2017): IDENTIFIKASI
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.502 KB) | DOI: 10.36277/identifikasi.v3i1.36

Abstract

Risiko adalah suatu kondisi yang timbul karena ketidakpastian dengan seluruh konsekwensi tidak menguntungkan, sehingga membutuhkan pengendalian risiko agar risiko tersebut tidak membahayakan para pekerja pada landasan helikopter Penelitian ini bertujuan untuk Memperoleh informasi dan gambaran mengenai risiko yang dihadapi pekerja serta penerapan pengendalian pada landasan helikopter di PT. Total E&P Indonesie. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan jenis penelitian Analisis Kerja dan Aktivitas, dengan jumlah responden 14 orang karyawan. Dari uraian latar belakang dan rumusan masalah yang telah dikemukakan sebelumnya, maka didapati risiko yang sering dihadapi dilapangan adalah kesalahan komunikasi dan pemenuhan prosedur pada alat keselamatan yang dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan pada landasan helikopter di Total E&P Indonesie.
ANALISIS KELAYAKAN INSTALASI LISTRIK PADA GEDUNG PT. HONDA SEMOGA JAYA PRIMA Zainal, Muhammad Isradi; Pongky, Patunru; Yoga, Yoga
IDENTIFIKASI Vol 7 No 1 (2021): IDENTIFIKASI
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v7i1.149

Abstract

The quality of electrical installations is highly dependent on the implementation and application of standard electrical installation regulations, namely PUIL in 2011 and other regulations of Law number 30 of 2009 concerning supporting electricity. Electrical installations including safety, protection, and equipment must be properly maintained. Due to the age factor, the installation will experience wear, aging or damage that will interfere with the installation. Therefore, the installation must be periodically checked and repaired parts that are worn, damaged or aging must be replaced. This type of research uses a qualitative descriptive method. Based on the results of this study, there is a feasibility of installation in the PT. Honda Hopefully Jaya Prima Balikpapan, 46.6% were declared eligible and 53.3% were declared ineligible. Electrical installations in terms of installation equipment, there are 46.6% of the 15 installations that meet the 2011 PUIL eligibility standards, while from the electrical installation safety there are 80% of the 15 installations that meet the 2011 PUIL eligibility standards. % of 15 installations that meet the 2011 PUIL eligibility standards. Installations in terms of insulation resistance meet 100% of the 15 feasibility installations mentioned in the 2011 PUIL standards. Judging from the grounding or grounding resistance, there are 93.3% of the 15 installations that are declared eligible according to with PUIL 2011. Keywords: Feasibility of electrical installation, PUIL 2011
ANALISIS RISIKO PEKERJAAN PENGOPERASIAN FORKLIFT DI PT. UNITED TRACTORS BALIKPAPAN Arjuna, Arjuna; Siboro , Impol; Pongky, Patunru
IDENTIFIKASI Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i3.601

Abstract

United Tractors Balikpapan memiliki departemen warehouse yang merupakan tempat menerima, menyimpan dan mengirim produk ke customer. Pada proses kerja menggunakan alat bantu transportasi material berupa forklift sebagai pesawat angkat angkut yang berfungsi untuk mengangkat, Menaikkan, menurunkan, dan memindahkan barang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya dan risiko yang ada dengan menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA). Jenis penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data Observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini yaitu terdapat 8 tahapan kerja dengan 14 bahaya. Risiko yang timbul yaitu cidera, patah tulang, cacat permanen, tertimpa material, tersengat aliran listrik, terluka, kerusakan pada alat, dan kematian.
EVALUASI PENERAPAN LIFE SAVING APPLIANCE KAPAL SELF PROPELLED OIL BARGE PADA PT BAROKAH GEMILANG PERKASA DI BALIKPAPAN Febriyanti, Yendri Putri; Zulfikar, Iwan; Pongky, Patunru
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.746

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan Life Saving Appliance (LSA) di atas kapal Self Propelled Oil Barge (SPOB) milik PT. Barokah Gemilang Perkasa di Balikpapan, dengan mengacu pada standar keselamatan pelayaran internasional SOLAS (Safety of Life at Sea) 2020, penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan terdiri dari kru kapal yaitu, Captain, Second Officer, Chief Enginer, dan ABK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan LSA di kapal Mencapai 95% dan masuk kategori “ Baik Sekali’. Namun, ditemukan beberapa kendala seperti self-lighting light pada lifebuoy yang tidak terpasang, peluit dnan lampu pada lifejacket yang hilang atau tidak berfungsi, serta kurangnya stok cadangan. Disarankan agar perusahaan melakukan pengecekkan berkala, memastikan ketersediaan komponen cadangan, dan meningkatkan kesadaran kru terhadap pentingnya kelengkapan serta alat keselamatan.
PENERAPAN KESELAMATAN PEKERJAAN PENGANGKATAN PIPA SPRINKLER PADA PT. REKAYASA MULIA RAHARJA DI BALIKPAPAN Setiawan, Muhammad Rafly; Liku, James Evert Adolf; Pongky, Patunru
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.759

Abstract

Pengangkatan pipa merupakan pekerjaan yang memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan kerja, terutama jika tidak tidak dilakukan sesuai dengan standar operasional dan ketentuan K3. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keselamatan kerja dalam proses pengangkatan pipa sprinkler di PT. Rekayasa Mulia Raharja dengan menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA). Penelitian ini dilakukan secara kualitatif melalui observasi langsung dan wawancara terhadap lima informan yang terlibat dalam pekerjaan pengangkatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa sumber dan kejadian bahaya pada setiap tahapan kerja, seperti miskomunikasi antarpekerja, kondisi pekerja yang mengantuk, dan cuaca buruk. Pengendalian risiko dilakukan berdasarkan Hierarki pengendalian bahaya, meliputi eliminasi, subtitusi, Rekayasa, administrasi, penggunaan alat pelindung diri (APD). Rekomendasi dari penelitian ini adalah melakukan skrining atau daily checkup kepada pekerja, menambah alat bantu handy talky (HT), serta penegakan disiplin penggunaan APD.
PENILAIAN RISIKO PEKERJAAN PEMELIHARAAN GARDU LISTRIK PADA PT PLN NUSA DAYA DI BALIKPAPAN Wijaya, Muhammad Romy; Liku, James Evert Adolf; Pongky, Patunru
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.782

Abstract

Penelitian ini membahas penilaian risiko pada pekerjaan pemeliharaan gardu listrik di PT PLN Nusa Daya Balikpapan. Gardu listrik merupakan komponen vital dalam distribusi energi listrik yang memerlukan pemeliharaan rutin untuk menjamin keandalan dan keselamatan pasokan listrik kepada konsumen. Namun, dalam proses pemeliharaan terdapat berbagai potensi bahaya, baik yang bersifat teknis, lingkungan, maupun faktor manusia, yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja. Penelitian ini menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) untuk mengidentifikasi bahaya, menilai tingkat risiko, serta menentukan langkah pengendalian yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar risiko berada pada kategori sedang hingga tinggi, sehingga diperlukan penerapan pengendalian administratif, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai, serta penerapan prosedur Lock Out Tag Out (LOTO) secara konsisten. Dengan adanya penilaian risiko ini, diharapkan dapat meminimalkan kecelakaan kerja dan meningkatkan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada kegiatan pemeliharaan gardu listrik.
PENERAPAN INSPEKSI PERALATAN DI CHECKPOINT PADA PT. KILANG PERTAMINA INTERNASIONAL BALIKPAPAN Ananta, Erwin; Adabi, Arian Chesta; Rusba, Komeyni; Pongky, Patunru
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.796

Abstract

Inspeksi peralatan kerja merupakan salah satu upaya preventif dalam menjamin keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan industri migas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan inspeksi peralatan di checkpoint PT. Kilang Pertamina Internasional Balikpapan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses inspeksi peralatan telah mengikuti prosedur standar operasional (SOP) yang berlaku, meskipun masih ditemukan beberapa kendala seperti keterbatasan sumber daya dan kurangnya kesadaran operator terhadap pentingnya inspeksi. Jenis peralatan yang menjadi fokus inspeksi meliputi mesin gerinda, bor listrik, blower, dan cutting torch. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun proses inspeksi telah dilaksanakan secara rutin, diperlukan peningkatan dalam hal pengawasan dan edukasi kepada pekerja guna meminimalkan risiko kecelakaan kerja.
KAJIAN RISIKO KESELAMATAN KERJA PADA PEKERJAAN INSTALASI PANEL LISTRIK: PENDEKATAN JOB SAFETY ANALYSIS DI PT. MEICA INDO TEKNIK Zainul, L.M.; Pongky, Patunru; Syams, Almidhita Dhea Nazlaiqa
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.818

Abstract

Pekerjaan instalasi panel listrik memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja, khususnya akibat sengatan listrik, korsleting, maupun kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji risiko keselamatan kerja dalam pekerjaan instalasi panel listrik dengan pendekatan Job Safety Analysis (JSA) di PT. Meica Indo Teknik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan telah menyusun dokumen JSA secara lengkap dan sistematis, mencakup tahapan kerja dari persiapan hingga penyelesaian proyek. Namun, implementasi di lapangan masih menghadapi kendala, terutama pada konsistensi penggunaan alat pelindung diri (APD) dan kecenderungan pekerja mengandalkan pengalaman dibandingkan prosedur tertulis. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara dokumen JSA dengan praktik aktual. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan berupa pelatihan yang berkelanjutan, pengawasan intensif, serta penguatan budaya keselamatan kerja.