Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Determinan Kelelahan Kerja pada Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD DR. Soedarso Pontianak: Determinants of Work Fatigue on Nurses in Inpatient Room DR. Soedarso Pontianak Feby Surantri; Elly Trisnawati; Iskandar Arfan
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 7: JULY 2022 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i7.2249

Abstract

Latar Belakang: Perawat merupakan salah satu bagian penting dalam perawatan pasien hingga tidak jarang perawat dituntut untuk memberikan pelayanan optimal yang dapat menyebabkan kelelahan. Penelitian pendahuluan yang peneliti lakukan pada 10 orang perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Dr. Soedarso menunjukkan bahwa 50% perawat mengalami kelelahan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kelelahan kerja pada perawat di RSUD Dr. Soedarso Pontianak. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 67 orang di ruang rawat inap yang diambil dengan teknik proporsional random sampling. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner KAUPK2 dan PSQI. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariate (uji chi-square) dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara usia (pvalue 0,037<0,05), lama kerja (pvalue 0,013<0,05), masa kerja (pvalue=0,048<0,05), kualitas tidur (pvalue 0,003<0,05) dengan kelelahan kerja pada perawat. Variabel yang tidak berhubungan yaitu jenis kelamin (pvalue 0,081) shift kerja (pvalue=0,127). Kesimpulan: Disarankan kepada pihak rumah sakit untuk mengevaluasi manajemen shift work, melakukan rotasi kerja berdasarkan ruang rawat inap secara periodik serta merencanakan program recuperation. Dan untuk para perawat sebaiknya tertib dalam penerapan shift work dan mengatur pola tidurnya sehingga saat bangun tidur tubuh terasa lebih bugar.
Pemberdayaan Kelompok Peduli Hipertensi Untuk Upaya Pencegahan Hipertensi di Desa Sungai Pelang Kabupaten Ketapang Kalbar Iskandar Arfan; Darmawan; Debby Ambriadi; Ernawati Nengsih; Basilius; Rahwan Yulizal; Hardan Saputro
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 2 No 2 (2022): I-Com: Indonesian Community Journal (Agustus 2022)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.107 KB) | DOI: 10.33379/icom.v2i2.1342

Abstract

Desa Sungai Pelang merupakan wilayah di Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat dan berjarak sekitar 15 Km dari kota Ketapang. Dari hasil survei Community Base Diagnostic, Facility base diagnosis, dan Indept interview didapatkan prioritas masalah Kesehatan di Desa Sungai Pelang yaitu permasalahan penyakit hipertensi. Kurangnya Penerapan Germas (Gerakan Masyarakat Sehat) oleh Masyarakat, dan masih rendahnya tingkat Pendidikan Masyarakat di Desa Sungai Pelang menjadi salah satu penyebab permasalahan hipertensi yang tinggi di masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian ini yaitu untuk peningkatan pengetahuan kader tentang tekanan darah tinggi, mampu mempraktikkan senam lansia dan mempraktikkan penggunaan tensimeter digital. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Aula Desa Sungai Pelang yang dihadiri oleh masyarakat kelompok peduli hipertensi sebanyak 34 orang dengan metode ceramah, tanya jawab dan demonstrasi. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan berlangsung dengan baik, diharapkan kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini dapat menjadi solusi dalam upaya penurunan dan penanganan hipertensi di wilayah sasaran. Melalui pelatihan tersebut, diharapkan kegiatan pengabdian dapat dilanjutkan oleh kelompok hipertensi dengan diawasi dan dibina oleh pihak puskesmas.
Mini Poster Berbahasa Daerah sebagai Alternatif Media Promosi Kesehatan Kepatuhan Mencuci Tangan Yunik Andriani; Linda Suwarni; Iskandar Arfan
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 2 No. 1 (2020): Volume 2 Nomor 1 April 2020
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.771 KB) | DOI: 10.36590/jika.v2i1.38

Abstract

The incidence of diarrhea in Prosperous Village has increased from year to year. One effort to prevent diarrhea is to wash hands with soap and running water after defecation, before preparing food, and before eating. This study aimed to look at the effectiveness of regionally-colored mini posters on the compliance of mothers washing their hands in Sejahtera Village. A quasy experimental design (quasy experiment) non-equivalent control group was used. The research sample of 30 people taken by quota sampling technique. The statistical test used was the T-Test and the Kruskall-Wallis Test with a 95% confidence level. The results showed there were significant differences in compliance of mothers washing their hands with soap and running water in the experimental group mounting regional-language mini posters and soaps, installing local-language mini posters only, and the control group at the time after defecation, before preparing food, and before eating between before and after the intervention (p value <0.05). The mini-poster media in local languages ??is effective in increasing compliance with mothers washing their hands. Regional language poster media can be an alternative in health promotion media for the prevention of primary disease.
Optimalisasi Kemampuan Kader TB dalam Pengendalian Tuberkulosis Iskandar Arfan; Ayu Rizky; Syarif Rizky Alkadri
DHARMA RAFLESIA Vol 18, No 2 (2020): DESEMBER (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v18i2.13927

Abstract

Data laporan bulanan puskesmas Sui Kakap Kabupaten Kuburaya kasus Tuberkulosis (TB) masih menjadi permasalahan dan cenderung mengalami kenaikan kasus. Desa kalimas merupakan salah satu desa yang memberikan sumbangsih kasus TB di wilayah kerja puskesmas Sui Kakap. Dalam hal penanganan penyakit TB, kader bertindak sebagai rujukan penderita ke puskesmas setempat sehingga penemuan dan penanganan serta pengendalian TB dapat segera ditanggulangi. Untuk mengoptimalkan fungsi kader di perlukan penguatan kader baik dari jumlah dan informasi sehingga peran kader lebih optimal, memiliki capaian kinerja dan memudahkan evaluasi. Mitra kegiatan ini adalah 10 kader TB di Desa Kalimas. Pelatihan dengan metode edukasi dan pelatihan dengan penguatan informasi TB, fungsi kader, keterampilan berkomunikasi, serta keterampilan pencatatan dan pelaporan TB. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada kader, kemampuan komunikasi kader TB, Kemampuan pencatatan dan pelaporan kader TB. Disarankan Pihak puskesmas dapat selalu memantau dan mengevaluasi kinerja kader sehingga penularan dan pengendalian TB dapat ditekan melalui peran optimal kader.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DENGAN PRAKTIK PENCEGAHAN DBD Dewi Yuliandari; Iskandar Arfan; Elly Trisnawati; Dedi Alamsyah; Ayu Rizky
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v15i2.18373

Abstract

Program Pemberantasan Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui kegiatan menguras, mengubur dan menutup (3M) plus bertujuan untuk memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk dengan memberantas telur dan larva nyamuk Ae. aegypti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap praktik pencegahan DBD responden di Desa Ambawang Kuala Kubu Raya Kalbar. Merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 118 rumah tangga di ambil dengan Teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan wawancara. Analisa bivariat menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian Pengetahuan responden berhubungan dengan Praktik pencegahan DBD (p0,05), Sikap responden berhubungan secara signifikan dengan praktik pencegahan DBD (p0,05). Untuk meningkatkan praktik pencegahan DBD diperlukan upaya peningkatan pengetahuan dan sikap praktik pencegahan DBD dengan cara memberikan promosi kesehatan dan memperbanyak media Kesehatan tentang pencegahan DBD
Penerapan protokol kesehatan era New Normal dan risiko Covid-19 pada mahasiswa Bella Mutia Fitri; Otik Widyastutik; Iskandar Arfan
Riset Informasi Kesehatan Vol 9 No 2 (2020): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.264 KB) | DOI: 10.30644/rik.v9i2.460

Abstract

Latar Belakang : Penerapan protokol kesehatan penting dilakukan di era new normal saat ini. Mahasiswa merupakan kelompok usia muda yang berpotensi menularkan virus korona bahkan tanpa menunjukkan gejala sekalipun. Jumlah positif COVID-19 di Indonesia pada era new normal per tanggal 07 Desember 2020 adalah 581.550 kasus. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi penerapan protokol kesehatan dan risiko COVID-19 pada mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Pontianak.Metode : Metode penelitian adalah analisis deskriptif dengan metode penelitian kuantitatif serta metode pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian adalah mahasiswa aktif Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Pontianak angkatan tahun 2016 sampai tahun 2019 sebanyak 571 mahasiswa. Jumlah sampel yang digunakan adalah sebanyak 230 responden dengan teknik pengambilan accidental sampling.Hasil : Hasil penelitian terdapat 176 mahasiswa (76,5%) telah menerapkan protokol kesehatan dan sebanyak 24 (10.4%) mahasiswa tidak berisiko tertular COVID-19.Kesimpulan : Simpulan penelitian adalah sebagian besar mahasiswa telah menerapkan protokol kesehatan dan tidak berisiko tertular COVID-19.
Penyuluhan dan Pelatihan PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak) Untuk Pencegahan Stunting Iskandar Arfan; Andri Dwi Hernawan; Sayyidun Nisa Asy-Syifa; Ayu Rizky
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v6i3.1835

Abstract

Penyakit stunting masih menjadi permasalahan di indonesia termasuk di Kalimantan Barat Kota Pontianak. Puskesmas Parit Mayor merupakan salah satu puskesmas di kota Pontianak yang juga sebagai salah satu penyumbang kasus stunting. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan penyuluhan kepada kader posyandu yang dimiliki puskesmas mengenai pemberian makan bayi dan anak (PMBA) serta memberikan keterampilan dalam mengolah makanan untuk anak. Sasaran Pengabdian ini adalah 15 orang (kader kesehatan) Puskesmas Parit mayor Kelurahan Parit Mayor Kecamatan Pontianak Timur Kalimantan Barat. Kegiatan pengabdian menggunakan metode ceramah dan tanya jawab, serta demontrasi pembuatan makanan sehat balita. Hasil kegiatan pasca pengabdian pengetahuan kader posyandu meningkat mengenai PMBA dengan hasil rata-rata skor pretest 6.5 menjadi 8.7 saat postest dari total 10 pertanyaan. Dan kader telah mampu  mempraktikkan dengan baik cara mengolah makanan anak pencegah stunting. Diharapkan kader dapat melanjutkan dan mentranfer wawasan dan keterampilan yang didapat kepada masyarakat dan bagi pihak terkait khususnya puskesmas untuk terus memotivasi dan membina kader agar dapat mengoptimalkan upaya pencegahan stunting di masyarakat salah satunya mengenai PMBA yang dapat menjadi salah satu upaya pemenuhan status gizi untuk bayi dan anak.
Studi Epidemiologi Kejadian Kecelakaan Lalu Lintas Di Kota Pontianak Iskandar Arfan; Wulandari Wulandari
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.265 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v4i2.141

Abstract

Abstract: Epidemiological Study Events Of Traffic Accidents In Pontianak City. The number of traffic accidents in Pontianak City in 2014 is 477 cases, 2015 by 454 cases, in 2016 as many as 542 cases. Important research is done to know the main cause faktors of the accident so that policy makers can pursue the right and maximum intervention. The purpose of this research is to know the epidemiology of traffic accident incident on the motorcycle and cars in Pontianak City. The research used descriptive cross sectional design. Research sample 94 people who have experienced Traffic Accident the last 3 months recorded in data Polresta Pontianak with sampling technique using purposive sampling. The results showed that most of the frequency distribution of epidemiological variables in traffic accidents were as follows: age 26-45 years (45.7%), male gender (70.2%), no driver license (82%). Drivers are driven by high-speed driving habits (67%), vehicle drivers are not routinely caring for vehicles (44.7%), environmental faktors are mostly drivers in dark road conditions (17%). It is expected to raise public awareness about safety driving measures and increase the strength of traffic police and volunteers at crowded traffic points to control traffic especially over the weekend as well as strict regulation of drivers’ faktors, especially the ownership of driving licenses, vehicle maintenance, and improvement of road environmental facilitiesAbstrak: Studi Epidemiologi Kejadian Kecelakaan Lalu Lintas Di Kota Pontianak.  Angka kecelakaan lalu lintas di Kota pontianak terus menerus terjadi peningkatan setiap tahun. tahun 2014 sebanyak 477 kasus, tahun 2015 sebanyak 454 kasus dan tahun 2016 sebanyak 542 kasus, penelitian penting dilakukan untuk mengetahui faktor penyebab utama kecelakaan sehingga pengambil kebijakan dapat mengupayakan intervensi yang tepat dan maksimal. Tujuan penelitian  untuk mengetahui epidemiologi kejadian kecelakaan lalu lintas pada pengendara motor dan mobil di Kota Pontianak. Penelitian menggunakan desain cross sectional deskriptif. Sampel penelitian 94 orang yang pernah mengalami kecelakaan lalu lintas 3 bulan terakhir yang tercatat di data Polresta Kota Pontianak dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar distribusi frekuensi variabel epidemiologi pada kasus kecelakaan lalu lintas adalah sebagai berikut: usia 26-45 tahun (45.7%), jenis kelamin laki-laki (70.2%), tidak memiliki SIM (82%). Berdasarkan faktor pengemudi sebagian besar memiliki kebiasaan berkendara dengan kecepatan tinggi (67%), faktor kendaraan sebagian besar pengemudi tidak rutin merawat kendaraan (44.7%), faktor lingkungan sebagian besar pengemudi dalam kondisi jalan gelap (17%). Diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang langkah-langkah keselamatan berkendara dan meningkatkan kekuatan polisi lalu lintas dan sukarelawan di titik-titik lalu lintas yang padat untuk mengontrol lalu lintas terutama selama akhir pekan serta pengaturan ketat dari faktor pengemudi khususnya kepemilikan surat ijin mengemudi, perawatan kendaraan, dan perbaikan fasilitas lingkungan jalan. 
Gambaran Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Pesantren Putri Iskandar Arfan; Dedi Alamsyah; Tri Utami
Jumantik Vol 7, No 2 (2020): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v7i2.2736

Abstract

Indonesia urutan 8 di Asia dalam kasus kanker yaitu sebesar 136.2/100.000 penduduk. Indonesia kasus kanker paling banyak pada wanita adalah kanker payudara yaitu sebesar 42,1/100.000 penduduk. Insidensi kanker payudara di Provinsi Kalimantan Barat sendiri di tahun sebanyak 215 kasus. Dampak kanker payudara dapat menyebar ke jaringan tubuh yang lain dan sulit untuk disembuhkan. Pencegahan kanker payudara dapat dilakukan dengan SADARI. Keberhasilan SADARI dalam pencegahan terjadinya kanker payudara mencapai 85% karena kelainan pada payudara sendiri pertama kali dapat dikenali oleh penderita. Untuk mengetahui Gambaran Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Pesantren Putri di Pondok Pesantren Kota Pontianak Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan Cross Sectional. Sampel peneltian sebanyak 79 siswa dengan teknik Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan Santri dengan Pengetahuan Baik tentang SADARI sebanyak 47 (59,5%), Sikap Positif tentang SADARI sebanyak 39 (49,4%), Keterpaparan Media Informasi yang tidak tepapar tentang SADARI sebanyak 66 (83,5%), Dukungan Orang Tua Kurang Baik sebanyak 51 (64,6%), dan Dukungan Teman Sebaya Kurang Baik sebanyak 55 (69,6%). Untuk pihak Pondon Pesantren sendiri dalam hal ini bisa menambahkan kurikulum pendidikan yang terkait dengan kesehatan reproduksi terumata bagi wanita
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Konsumsi Buah dan Sayur pada Remaja SMP di Kota Pontianak (Studi Kasus pada SMP Muhammadiyah 1 dan SMP Muhammadiyah 2 Kota Pontianak) Iskandar Arfan; Putri Mauludina; Abduh Ridha
Jumantik Vol 7, No 1 (2020): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v7i1.2151

Abstract

Latar Belakang : Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010-2013 menunjukan prevalensi tidak mengkonsumsi buah dan sayur penduduk >5 tahun ke atas menurut Kota Pontianak sebesar 8,99% sedangkan menurut umur di Provinsi Kalimantan Barat prevalensi yang tidak mengkonsumsi buah dan sayur pada umur 10-14 tahun sebsesar 14,49% dan umur 15-19 sebesar 11,42%. Tujuan Penelitian : Menganalisis hubungan pengetahuan, teman sebaya, lingkungan rumah, lingkungan sekolah, uang saku, dukungan tenaga kesehatan dan paparan media.Metode Penelitian : Penelitian ini sebanyak 282 populasi dan 112 sampel, menggunkan desain cross sectional dengan teknik penararikan sampel secara Accidental Sampling. Melalui wawancara dan pengisisan kuesioner dan pengukuran konsumsi menggunakan semi-quantitative food frequency questionnaire (FFQ).Hasil Penelitian : Adanya hubungan bermakna antara pengetahuan remaja dengan p-value 0,021 PR = 2,657, lingkungan rumah p-value 0,000 PR= 6,922, penghasilan orang tua p-value 0,012 PR = 0,321 dengan konsumsi buah dan sayur.Saran : Diharapkan kepada sekolah menjalin kerjasama antar pihak sekolah dengan orangtua murid untuk penyedian buah dan sayur disekolah dan dirumah untuk dikosumsi oleh murid setiap hari.