Claim Missing Document
Check
Articles

Mini Poster Berbahasa Daerah sebagai Alternatif Media Promosi Kesehatan Kepatuhan Mencuci Tangan Yunik Andriani; Linda Suwarni; Iskandar Arfan
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 2 No. 1 (2020): Volume 2 Nomor 1 April 2020
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.771 KB) | DOI: 10.36590/jika.v2i1.38

Abstract

The incidence of diarrhea in Prosperous Village has increased from year to year. One effort to prevent diarrhea is to wash hands with soap and running water after defecation, before preparing food, and before eating. This study aimed to look at the effectiveness of regionally-colored mini posters on the compliance of mothers washing their hands in Sejahtera Village. A quasy experimental design (quasy experiment) non-equivalent control group was used. The research sample of 30 people taken by quota sampling technique. The statistical test used was the T-Test and the Kruskall-Wallis Test with a 95% confidence level. The results showed there were significant differences in compliance of mothers washing their hands with soap and running water in the experimental group mounting regional-language mini posters and soaps, installing local-language mini posters only, and the control group at the time after defecation, before preparing food, and before eating between before and after the intervention (p value <0.05). The mini-poster media in local languages ??is effective in increasing compliance with mothers washing their hands. Regional language poster media can be an alternative in health promotion media for the prevention of primary disease.
Optimalisasi Kemampuan Kader TB dalam Pengendalian Tuberkulosis Iskandar Arfan; Ayu Rizky; Syarif Rizky Alkadri
DHARMA RAFLESIA Vol 18, No 2 (2020): DESEMBER (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v18i2.13927

Abstract

Data laporan bulanan puskesmas Sui Kakap Kabupaten Kuburaya kasus Tuberkulosis (TB) masih menjadi permasalahan dan cenderung mengalami kenaikan kasus. Desa kalimas merupakan salah satu desa yang memberikan sumbangsih kasus TB di wilayah kerja puskesmas Sui Kakap. Dalam hal penanganan penyakit TB, kader bertindak sebagai rujukan penderita ke puskesmas setempat sehingga penemuan dan penanganan serta pengendalian TB dapat segera ditanggulangi. Untuk mengoptimalkan fungsi kader di perlukan penguatan kader baik dari jumlah dan informasi sehingga peran kader lebih optimal, memiliki capaian kinerja dan memudahkan evaluasi. Mitra kegiatan ini adalah 10 kader TB di Desa Kalimas. Pelatihan dengan metode edukasi dan pelatihan dengan penguatan informasi TB, fungsi kader, keterampilan berkomunikasi, serta keterampilan pencatatan dan pelaporan TB. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada kader, kemampuan komunikasi kader TB, Kemampuan pencatatan dan pelaporan kader TB. Disarankan Pihak puskesmas dapat selalu memantau dan mengevaluasi kinerja kader sehingga penularan dan pengendalian TB dapat ditekan melalui peran optimal kader.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DENGAN PRAKTIK PENCEGAHAN DBD Dewi Yuliandari; Iskandar Arfan; Elly Trisnawati; Dedi Alamsyah; Ayu Rizky
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v15i2.18373

Abstract

Program Pemberantasan Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui kegiatan menguras, mengubur dan menutup (3M) plus bertujuan untuk memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk dengan memberantas telur dan larva nyamuk Ae. aegypti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap praktik pencegahan DBD responden di Desa Ambawang Kuala Kubu Raya Kalbar. Merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 118 rumah tangga di ambil dengan Teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan wawancara. Analisa bivariat menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian Pengetahuan responden berhubungan dengan Praktik pencegahan DBD (p0,05), Sikap responden berhubungan secara signifikan dengan praktik pencegahan DBD (p0,05). Untuk meningkatkan praktik pencegahan DBD diperlukan upaya peningkatan pengetahuan dan sikap praktik pencegahan DBD dengan cara memberikan promosi kesehatan dan memperbanyak media Kesehatan tentang pencegahan DBD
Penerapan protokol kesehatan era New Normal dan risiko Covid-19 pada mahasiswa Bella Mutia Fitri; Otik Widyastutik; Iskandar Arfan
Riset Informasi Kesehatan Vol 9 No 2 (2020): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.264 KB) | DOI: 10.30644/rik.v9i2.460

Abstract

Latar Belakang : Penerapan protokol kesehatan penting dilakukan di era new normal saat ini. Mahasiswa merupakan kelompok usia muda yang berpotensi menularkan virus korona bahkan tanpa menunjukkan gejala sekalipun. Jumlah positif COVID-19 di Indonesia pada era new normal per tanggal 07 Desember 2020 adalah 581.550 kasus. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi penerapan protokol kesehatan dan risiko COVID-19 pada mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Pontianak.Metode : Metode penelitian adalah analisis deskriptif dengan metode penelitian kuantitatif serta metode pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian adalah mahasiswa aktif Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Pontianak angkatan tahun 2016 sampai tahun 2019 sebanyak 571 mahasiswa. Jumlah sampel yang digunakan adalah sebanyak 230 responden dengan teknik pengambilan accidental sampling.Hasil : Hasil penelitian terdapat 176 mahasiswa (76,5%) telah menerapkan protokol kesehatan dan sebanyak 24 (10.4%) mahasiswa tidak berisiko tertular COVID-19.Kesimpulan : Simpulan penelitian adalah sebagian besar mahasiswa telah menerapkan protokol kesehatan dan tidak berisiko tertular COVID-19.
Penyuluhan dan Pelatihan PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak) Untuk Pencegahan Stunting Iskandar Arfan; Andri Dwi Hernawan; Sayyidun Nisa Asy-Syifa; Ayu Rizky
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v6i3.1835

Abstract

Penyakit stunting masih menjadi permasalahan di indonesia termasuk di Kalimantan Barat Kota Pontianak. Puskesmas Parit Mayor merupakan salah satu puskesmas di kota Pontianak yang juga sebagai salah satu penyumbang kasus stunting. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan penyuluhan kepada kader posyandu yang dimiliki puskesmas mengenai pemberian makan bayi dan anak (PMBA) serta memberikan keterampilan dalam mengolah makanan untuk anak. Sasaran Pengabdian ini adalah 15 orang (kader kesehatan) Puskesmas Parit mayor Kelurahan Parit Mayor Kecamatan Pontianak Timur Kalimantan Barat. Kegiatan pengabdian menggunakan metode ceramah dan tanya jawab, serta demontrasi pembuatan makanan sehat balita. Hasil kegiatan pasca pengabdian pengetahuan kader posyandu meningkat mengenai PMBA dengan hasil rata-rata skor pretest 6.5 menjadi 8.7 saat postest dari total 10 pertanyaan. Dan kader telah mampu  mempraktikkan dengan baik cara mengolah makanan anak pencegah stunting. Diharapkan kader dapat melanjutkan dan mentranfer wawasan dan keterampilan yang didapat kepada masyarakat dan bagi pihak terkait khususnya puskesmas untuk terus memotivasi dan membina kader agar dapat mengoptimalkan upaya pencegahan stunting di masyarakat salah satunya mengenai PMBA yang dapat menjadi salah satu upaya pemenuhan status gizi untuk bayi dan anak.
Studi Epidemiologi Kejadian Kecelakaan Lalu Lintas Di Kota Pontianak Iskandar Arfan; Wulandari Wulandari
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.265 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v4i2.141

Abstract

Abstract: Epidemiological Study Events Of Traffic Accidents In Pontianak City. The number of traffic accidents in Pontianak City in 2014 is 477 cases, 2015 by 454 cases, in 2016 as many as 542 cases. Important research is done to know the main cause faktors of the accident so that policy makers can pursue the right and maximum intervention. The purpose of this research is to know the epidemiology of traffic accident incident on the motorcycle and cars in Pontianak City. The research used descriptive cross sectional design. Research sample 94 people who have experienced Traffic Accident the last 3 months recorded in data Polresta Pontianak with sampling technique using purposive sampling. The results showed that most of the frequency distribution of epidemiological variables in traffic accidents were as follows: age 26-45 years (45.7%), male gender (70.2%), no driver license (82%). Drivers are driven by high-speed driving habits (67%), vehicle drivers are not routinely caring for vehicles (44.7%), environmental faktors are mostly drivers in dark road conditions (17%). It is expected to raise public awareness about safety driving measures and increase the strength of traffic police and volunteers at crowded traffic points to control traffic especially over the weekend as well as strict regulation of drivers’ faktors, especially the ownership of driving licenses, vehicle maintenance, and improvement of road environmental facilitiesAbstrak: Studi Epidemiologi Kejadian Kecelakaan Lalu Lintas Di Kota Pontianak.  Angka kecelakaan lalu lintas di Kota pontianak terus menerus terjadi peningkatan setiap tahun. tahun 2014 sebanyak 477 kasus, tahun 2015 sebanyak 454 kasus dan tahun 2016 sebanyak 542 kasus, penelitian penting dilakukan untuk mengetahui faktor penyebab utama kecelakaan sehingga pengambil kebijakan dapat mengupayakan intervensi yang tepat dan maksimal. Tujuan penelitian  untuk mengetahui epidemiologi kejadian kecelakaan lalu lintas pada pengendara motor dan mobil di Kota Pontianak. Penelitian menggunakan desain cross sectional deskriptif. Sampel penelitian 94 orang yang pernah mengalami kecelakaan lalu lintas 3 bulan terakhir yang tercatat di data Polresta Kota Pontianak dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar distribusi frekuensi variabel epidemiologi pada kasus kecelakaan lalu lintas adalah sebagai berikut: usia 26-45 tahun (45.7%), jenis kelamin laki-laki (70.2%), tidak memiliki SIM (82%). Berdasarkan faktor pengemudi sebagian besar memiliki kebiasaan berkendara dengan kecepatan tinggi (67%), faktor kendaraan sebagian besar pengemudi tidak rutin merawat kendaraan (44.7%), faktor lingkungan sebagian besar pengemudi dalam kondisi jalan gelap (17%). Diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang langkah-langkah keselamatan berkendara dan meningkatkan kekuatan polisi lalu lintas dan sukarelawan di titik-titik lalu lintas yang padat untuk mengontrol lalu lintas terutama selama akhir pekan serta pengaturan ketat dari faktor pengemudi khususnya kepemilikan surat ijin mengemudi, perawatan kendaraan, dan perbaikan fasilitas lingkungan jalan. 
Faktor Risiko Anemia pada Ibu Hamil Trimester Ketiga di Puskesmas Tanjung Sekayam: Studi Kasus-Kontrol: The Risk Factors for Anemia in Women at Third Trimester of Pregnancy in the Primary Health Center of Tanjung Sekayam: A Case-Control Study Arfan, Iskandar; Marlenywati, Marlenywati; Saleh, Ismael; Rizky, Ayu; Marlina, Marlina
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 1SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i1SP.2024.37-44

Abstract

Background: The presence of anemia in pregnant women significantly affects the health of both mothers and their fetuses. Around 37% of pregnant women worldwide experience anemia. In the Community Health Center of Tanjung Sekayam, the prevalence of anemia in women at the third trimester of their pregnancy was notably high, at 50.4%. Objectives: This study aims to identify the risk factors for anemia in women at third trimester of pregnancy in the working area of the Community Health Center of Tanjung Sekayam Subdistrict, Sanggau Regency. Methods: This study was an observational research with a case-control design. The study population consisted of 153 women at third trimester of pregnancy, receiving antenatal care in the Community Health Center of Tanjung Sekayam. The samples included 62 respondents, selected through a simple random sampling, comprising of 31 cases and 31 controls. Data were collected using questionnaires and analyzed with the Chi-Square test to assess the factors associated with the occurrence of anemia. Results: There was a relation among maternal age (p=0.000; OR=22.9), interpregnancy interval (p=0.024; OR=6.9), parity (p=0.011; OR=2.2), nutritional status (chronic energy deficiency) (p=0.000; OR=11.3), compliance (p=0.021; OR=3.9), and knowledge (p=0.001; OR=8.2) and the prevalence of anemia in the third trimester. However, the family support did not show any significant relation. Conclusions: Maternal age, pregnancy interval, parity, nutritional status, compliance with iron tablet intake, and knowledge are related to the prevalence of anemia in third trimester of pregnancy. Family support did not show any significant relation with the incidence of anemia, possibly due to the limitations in measuring the family support itself and other factors, such as discomfort in consuming iron tablets and forgetfulness. More structured interventions and intensive education on the importance of iron and nutrition during the pregnancy are needed to reduce the risk of anemia.
Peningkatan kesadaran dan keterampilan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) di kalangan remaja putri Rizky, Ayu; Nuruniyah; Hastuti, Lidia; Arfan, Iskandar; Marlenywati
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v5i4.22339

Abstract

Kanker payudara adalah salah satu masalah kesehatan yang serius di Indonesia, terutama karena banyak kasus ditemukan pada stadium lanjut akibat kurangnya pengetahuan dan deteksi dini. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) merupakan metode sederhana yang dapat membantu mendeteksi kanker payudara sejak dini, namun kesadaran dan keterampilan melakukan SADARI masih rendah, terutama di kalangan remaja putri. Oleh karena itu, program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan siswi SMA dalam melakukan SADARI. Program pengabdian ini dilaksanakan pada 20 siswi di SMA Muhammadiyah 2 Pontianak selama 6 bulan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi melalui ceramah, diskusi interaktif, pelatihan dengan metode demonstrasi, serta evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta mengenai SADARI setelah mengikuti program ini. Nilai post-test peserta mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan nilai pre-test, yang menunjukkan efektivitas dari metode yang digunakan. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran dan keterampilan siswi dalam melakukan SADARI, yang dapat berkontribusi pada deteksi dini kanker payudara dan penurunan angka kematian akibat penyakit ini. Respon peserta yang positif juga menegaskan pentingnya pendidikan kesehatan sejak dini. Program edukasi SADARI ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan siswi SMA terkait deteksi dini kanker payudara. Diharapkan, kesadaran yang meningkat ini dapat berkontribusi pada upaya pencegahan dan penanggulangan kanker payudara secara lebih luas.
Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja pada Pekerja Bagian Produksi di Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Iskandar Arfan; Rahmat Firdaus
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 04 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v9i04.785

Abstract

Kelelahan adalah keadaan yang menunjukkan tubuh fisik dan mental berbeda, tetapi semuanya berakibat kepada penurunan daya kerja dan berkurangnya ketahanan tubuh untuk bekerja. Kelelahan dapat menyebabkan berkurangnya produktifitas kerja yang diakibatkan bertambahnya angka kecelakaan. Berdasarkan hasil studi pendahuluan diperoleh 7 orang mengalami kelelahan berdasarkan kuesioner KUPK2. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja bagian proses di PT. X Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Kecamatan Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 47 orang. Sampel menggunakan tekhnik total sampling sebanyak 47 orang. Uji statistik yang digunakan uji Chi Square dan Korelasi Pearson dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara shift kerja (Pv=0,002; OR=2,024), beban kerja (Pv=0,001; OR=7,579), dan status gizi (Pv=0,013; OR=1,810) dengan kelelahan kerja. Variabel yang tidak berhubungan yaitu masa kerja, tekanan panas dan kebisingan. Disarankan kepada perusahaan untuk memperhatikan kondisi pekerja dalam melakukan pekerjaannya agar terhindar dari kerugian diantara kedua belah pihak.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI “PROGRAM JAMBAN SEHAT” UNTUK PENINGKATAN KESEHATAN LINGKUNGAN Iskandar Arfan; Lukas Diono; Tri Eko Sumarto; Lilik Yuniarsih; Muhammad Idris; Subardi; Zakaria
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 1 No. 3 (2021): November 2021
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v1i3.129

Abstract

Desa Sukabangun Dalam merupakan salah satu Desa yang ada di Kecamatan Delta Pawan Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. Secara geografis, Desa Sukabangun Dalam memiliki luas wilayah 2.310,5 ha/ dengan topografi berupa dataran rendah seluas 10 ha/ dan aliran sungai seluas 8 ha/ . Masalah kesehatan masyarakat di Desa Sukabangun Dalam yang teridentifikasi meliputi tingginya kejadian Rumah tidak memiliki tempat Pembuangan akhir tinja (Septik Tank) dan jamban sehat (37%). Hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan. Target kegiatan adalah penerapan IPTKES melaui kegiatan program jamban percontohan sehingga dapat dipergunakan sebagai sarana pembuangan tinja keluarga. Pelaksanaan kegiatan dilakukan bertahap, dimulai dari pendataan jamban sehat keluarga, penyuluhan mengenai jamban sehat, melalui Praktek Belajar lapangan berbasis Kuliah Kerja Usaha, pelaksanaan tabungan jamban (tanjan) dan komitmen bersama melakukan renovasi jamban umum desa menjadi jamban percontohan