Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

NASI WONG WONGAN PERSPEKTIF RELIGIUS MAGIS Made yuliari, Sang Ayu
Widya Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2020): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v2i1.602

Abstract

Artikel yang berjudul “Nasi Wong-Wongan Perspektif Religius Magis”, ini membahas tentang nasi yang berwujud manusia atau dibuat dalam bentuk /wujud manusia sebagai salah satu persembahan diantara banyak persembahan yang ada. Nasi wong-wongan ini dalam upacara yang lebih besar sebagai salah satu pelengkap dalam banten caru. Adanya fenomena wabah yang melanda negeri ini khususnya di Bali bagi umat Hindu sangat meyakini dengan persembahan ini akan dapat menghindari wabah yang terjadi. Segala upaya dtelah dilakukan termasuk himbauan kepada prejuru untuk melakukan persembahyangan di seluruh desa adat di Bali. Hal ini dilakukan agar masyarakat di Bali tetap tenang dan berserah diri kepada Tuhan. Berdasarkan keyakinan umat Hindu di Bali sebuah banten bersifat magis karena di dalamnya ada mantera yang diuncarkan oleh seorang sulinggih yang memimpin suatu upacara. Banten yang dalam hal ini berupa nasi wong-wongan bersifat niskala dan sekala serta memiliki daya magis. Dengan banten tersebut dapat memberikan vibrasi yang positif sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
YOGA LANSIA PERSPEKTIF AYURWEDA DI TAMAN JEPUN DENPASAR Laksmi Dewi, Anak Agung Eza; Yuliari, Sang Ayu Made; Wiryanatha, Ida Bagus
Widya Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2020): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v2i2.959

Abstract

Populasi penduduk berusia lanjut (lansia) yang meningkat seiring dengan bertambahnya usia dapat mempengaruhi kualitas hidup lansia, pada sisi lain dalam Ayurweda disebutkan bahwa membuat semua orang sehat dan berumur panjang. Dalam meningkatkan keseimbangan, kekuatan otot, dan kebugaran tubuh lansia memilih mengikuti latihan yoga, Taman Jepun Denpasar merupakan salah satu tempat strategis yang digunakan untuk berlatih yoga oleh para lansia. Pada penelitian ini dirumuskan masalah mengapa lansia beryoga, jenis dan tata cara latihan yoga apa saja yang dilakukan oleh lansia serta manfaat yang dirasakan lansia selama mengikuti latihan yoga. Jenis penelitian adalah kualitatif yang didapatkan melalui teknik pengumpulan data dengan metode purposive sampling, data diperoleh dengan cara melakukan wawancara kepada 15 (lima belas) orang responden lansia. Pembahasan dilakukan dengan pendekatan ayurweda menggunakan teori yoga dan teori kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa Yoga Lansia Perspektif Ayurweda Di Taman Jepun Denpasar sangat diperlukan oleh para lansia untuk mengatasi keluhan yang dialami, menjaga keseimbangan tubuh, berolahraga sesuai dengan usia, merasakan ada rasa kekeluargaan di dalam komunitas Bali Happy. Adapun 3 (tiga) jenis latihan yoga yaitu Yoga Tertawa, Yoga Suryanamaskara, dan Yoga Jagadhita. Latihan yoga dirasakan bermanfaat untuk meningkatkan keseimbangan tubuh dengan tetap menjaga pola makanan, minuman (ahara), merasakan ketenangan, tubuh lebih sehat, rutin berolahraga (vihara), memperbaiki kualitas tidur menjadi lebih baik (nidra).
TERAPI YOGA ASANAS UNTUK MENGATASI DISMENORHEA DI KOTA DENPASAR Kusumayanti, Ni Wayan; Yuliari, Sang Ayu Made; Suatama, Ida Bagus
Widya Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2020): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v2i2.960

Abstract

Dismenorhea merupakan gangguan yang dirasakan pada sebelum atau selama menstruasi berlangsung. Berdasarkan data Dinkes Provinsi Bali tahun 2014 sebanyak 48,05% perempuan mengalami dismenorhea. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan terapi yoga asanas. Terapi yoga asanas merupakan suatu gerakan atau olah tubuh, olah napas dan olah pikiran untuk mengatasi dan meningkatkan kesehatan dengan melakukan pose-pose yoga yang disertai dengan pemusatan pikiran dan pengaturan napas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, manfaat dan pose-pose yoga asanas yang digunakan dalam mengatasi dismenoreha dan dilakukan secara kualitatif dengan metode purposive sampling data. Teori yang digunakan dalam kajian ini adalah teori kesehatan Ayurweda dan teori yoga serta data diperoleh dengan cara observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi secara mendalam. Sasaran penelitian adalah instruktur yoga dan klien yang pernah dan sedang melakukan terapi yoga asanas. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat, diketahui bahwa asanas yang digunakan untuk mengatasi dismenorhea yaitu Tadaasanas, Vrksaanasas, Utkataasanas, Matsyendraasanas, Marichaasanas, Pascimotanaasanas, Baddha Konaasanas, Bhujangaasanas, Yoga Mudra, Dhirga Pranama dan Vajraasanaas. Yoga asanas menjadi suatu teknik terapi dalam mengatasi dismenorhea yang bermanfaat untuk melancarkan aliran oksigen dalam tubuh, memberikan ketenangan pada pikiran, napas dan jiwa serta menstimulasi kelenjar pada tubuh untuk memproduksi hormon prostaglandin dan hormon endorphin secara optimal.
Cantik Alami Dengan Totok Wajah Cancer Ceria, Ni Wayan Odiya; Yuliari, Sang Ayu Made; Mediastari, Anak Agung Putu Agung
Widya Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2021): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v3i1.1653

Abstract

Totok wajah membantu penampilan wajah menjadi cantik alami. Totok wajah adalah teknik menotok atau menekan dengan ujung jari tangan pada titik-tertentu di wajah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bahwa totok wajah bisa mempercantik wajah secara alami. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan metode purposive sampling. Teori yang digunakan adalah struktural fungsional dan teori etnografi. Teknik yang di gunakan pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Sasaran penelitian ini adalah terapis dan klien di Sri Ayu salon & Spa. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa totok wajah bisa mempercantik secara alami karena dapat melancarkan peredaran darah dan ada banyak saluran energi yang secara anatomis merupakan persimpangan penting saraf, vena, arteri, dan ligamen di wajah di aktifkan dengan gerakan massage dan teknik totok wajah yaitu: di antara kedua alis di atas tulang hidung, di atas alis, di sisi kepala dan bagian luar mata, di dalam rongga hidung, di samping hidung, di bawah kedua telinga, di dahi serta di pelipis dan kepala. Tata cara totok wajah di mulai dari proses: wawancara, persiapan alat dan bahan, membersihkan wajah, scrub wajah, massage wajah, penotokan sesuai titik marma di wajah, pengolesan masker di wajah dan mengangkat masker, pemberian toner, pengolesan krim wajah sampai ke leher. Implikasi cantik alami dengan totok wajah adalah: Mengatasi sakit kepala yang disebabkan oleh mata lelah dan sinusitis, menghilangkan stres dan rasa cemas, meredakan migrain, membuat kulit wajah, mampu meningkatkan aliran darah, memperlancar pengiriman nutrisi dan oksigen ke kulit wajah, serta membantu merangsang pembentukan kolagen.
PENANGANAN DISPEPSIA DENGAN PRANA (STUDI KASUS DI RSUP SANGLAH) Hyugiswara, Gede; Suatama, Ida Bagus; Yuliari, Sang Ayu Made
Widya Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2021): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v3i2.2084

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan saat ini bergerak sangat cepat serta membawa perubahan polahidup setiap individu menjadi lebih kompleks, sehingga hal ini menuntut individu untuk meningkatkan pola kinerjanya. Pola kinerja individu dipengaruhi oleh kesehatan individu. Salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan adalah gaya hidup, sehingga gaya hidup yang tidak tepat dapat menyebabkan dispepsia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanganan dispepsia menggunakan prana dengan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teori kesehatan dan teori struktural fungsional dengan pendekatan ilmu kesehatan ayurweda. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, penanganan dispepsia hasilnya akan lebih sempurna jika diberikan pengobatan dengan mengkombinasikan pengobatan tradisional komplementer dan pengobatan konvensional. Tatalaksana penanganan terdiri dari: pendaftaran di bagian administrasi, diagnosa medis, pasien mengambil posisi duduk atau tidur dan berdoa memohon kesembuhan, penelusuran aura, penyapuan pada cakra pasien, therapist memberikan energi pada cakra solar pleksus dan cakra pusar, setelah itu menstabilkan prana pada tubuh pasien, melepaskan hubungan prana antara therapist dan pasien, selanjutnya therapist dan pasien berdoa dan mengucapkan rasa terimakasih kepada Tuhan, therapist memberikan saran agar bagian tubuh yang diberikan prana tidak boleh terkena air karena tubuh dalam proses penyerapan prana. Implikasi penanganan dispepsia menggunakan prana, antara lain: mengurangi keluhan nyeri dan panas di uluhati, mengurangi mual, mengurangi perih, kembung dan rasa penuh pada perut, dan dapat tidur dengan baik dan bangunpun baik.
Kesuna : Pengobatan Tradisional Untuk Mengatasi Dangkangan Yuliari, Sang Ayu Made
Widya Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2022): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v4i1.2800

Abstract

Pengobatan tradisional Bali yang dikenal dengan Usada banyak memberikan manfaat bagi kesehatan. Salah satu tanaman yang berkhasiat obat adalah Kesuna/bawang putih. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui kesuna dapat mengatasi dangkangan /mata ikan. Dengan metode pengumpulan data (observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi). Teori yang digunakan enomedisin. Dari metode dan teori tersebut diperoleh hasil : (1) Kesuna dapat mengatasi dangkangan/mata ikan karena kesuna sebagai salah satu tanaman yang berkhasiat obat mengandung organosulfur (S-alil-l- sistein). Kandungan sulfur yang terdapat pada kesuna yaitu sebagai agen eksfoliasi pada kulit dan mempunyai efek keratolitik, (2) Tata cara penggunaan kesuna untuk mengatasi dangkangan/mata ikan yaitu : ambil satu siung kesuna, dikupas kulitnya,dipotong atau diiris pangkalnya dan gosok-gosokkan pada telapak kaki yang sakit dua kali sehari yaitu pagi dan sore sampai sembuh.
Panglukatan untuk mengatasi gangguan mental di Pura Panca Tirta, Desa Nongan, Karangasem: Panglukatan for the overcoming of mental disorders at the Panca Tirta temple in the village of Nongan, Karangasem Sitra, Ni Wayan Meyna; Yuliari, Sang Ayu Made; Suatama, Ida Bagus
Widya Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2023): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v5i1.4064

Abstract

Gangguan mental yaitu dimana kondisi mental seseorang yang terpengaruh oleh beberapa faktor, banyak orang Bali mengalami gangguan jiwa yang disebabkan oleh faktor non-medis atau niskala. Penyakit niskala dapat diobati dengan melakukan suatu ritual pembersihan diri menggunakan air yang disebut dengan malukat. Air dikatakan memiliki kemampuan merekam dan menerima kata-kata yang disampaikan melalui doa, sehingga energi air diperlukan, utamanya dalam terapi kesehatan, baik dalam penyembuhan fisik maupun psikis. Penelitian ini dilakukan di Panglukatan Pura Panca Tirta yang terletak di Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui digunakannya unsur air sebagai sarana pengobatan, khususnya mengenai Panglukatan. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan menggunakan teori fenomenologi dan fungsionalisme struktural. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Panglukatan Pura Panca Tirta ini terdapat lima pancoran yang dipercaya dan diyakini oleh masyarakat dapat mengobati penyakit medis (sekala) yaitu gangguan mental, hysteria dan stress sedangkan penyakit non-medis (niskala) yaitu black magic dan bebainan, selain itu suasana sejuk dan tenang yang membuat pengunjung nyaman pada saat ritual malukat. Tata cara Panglukatan di Pura Panca Tirta diawali dengan matur piuning kemudian malukat di salah satu pancoran, kemudian sembahyang. Serta implikasi dari Panglukatan di Pura Panca Tirta adalah dapat meredakan nyeri otot, pembersihan diri, gagap bicara, memohon keturunan, dan menyegarkan tubuh.
Penggunaan tanah merah di panglukatan beji selati: The use of red soil in the production of Panglukatan Beji Selati Jenar, Putut Dewantha; Yuliari, Sang Ayu Made; Suatama, Ida Bagus
Widya Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2023): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v5i2.4825

Abstract

Penyakit kulit umumnya disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, atau berasal dari dalam tubuh. Manifestasi penyakit kulit seperti gatal-gatal, ruam, bintik, serta nyeri pada kulit. Penyakit kulit dapat ditangani dengan pengobatan tradisional, yakni menggunakan unsur prthivi (unsur dari Panca Maha Bhuta). Dalam sistem pengobatan Ayurweda penggunaan unsur prthivi disebut dengan Mitti Chikitsa dan pada beberapa negara dikenal dengan Mud Therapy. Penelitian dilakukan di Panglukatan Beji Selati, Desa Bunutin, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Dimana pada Panglukatan Beji Selati ini terdapat prosesi menggunakan tanah merah dalam rangkaian ritual melukatnya. Masyarakat mempercayai dan meyakini bahwa tanah merah dapat mengurahi keluhan penyakit kulit maupun penyakit lainnya (sekala dan niskala). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan unsur prthivi dalam pengobatan, khususnya tanah merah. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, menggunakan teori etnomedisin dan teori fungsionalisme struktural. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Metode pengambilan data dengan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah merah di Panglukatan Beji Selati dapat digunakan untuk penyembuhan penyakit kulit karena adanya kepercayaan masyarakat serta kandungan mineral seperti seng (Zn), tembaga (Cu), besi (Fe), dan magnesium (Mg). Tata cara penggunaan tanah merah di Panglukatan Beji Selati terdapat pada rangkaian ritual melukat yang tidak dapat dipisahkan untuk mendapatkan suatu manfaat. Serta implikasi dari penggunaan tanah merah adalah dapat mengobati sakit gigi, meredakan nyeri otot, menjaga kesehatan kulit, mengatasi rematik dan nyeri pada daerah perut, dan menyegarkan tubuh, serta menunda tanda penuaan.
Masker daun kelor (Moringa oleifera) untuk mengatasi wajah berjerawat: Moringa leaf mask (Moringa oleifera) to treat facial acne Saraswati, Ida Ayu Asri Diva; Yuliari, Sang Ayu Made; Ariyanti, Ni Made Putri
Widya Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v6i2.6742

Abstract

Kondisi kulit wajah berpengaruh besar terhadap kepercayaan diri seseorang. Adapun permasalahan yang dapat terjadi pada kulit wajah salah satunya jerawat. Dalam sistem pengobatan tanaman berkhasiat obat yang sering digunakan salah satunya adalah tanaman kelor. Maka diangkat penelitian dengan judul Masker Daun Kelor (Moringa Oleifera) Untuk Mengatasi Wajah Berjerawat yang berlokasi di Denpasar. Penelitian ini untuk memecahkan rumusan masalah berupa manfaat masker daun kelor untuk mengatasi wajah berjerawat, tata cara pengolahan kelor sehingga menjadi masker wajah di Missda Beauty, implikasi dari penggunaan masker daun kelor terhadap wajah berjerawat. Penelitian ini menggunakan landasan teori etnomedisin dan teori fungsional struktural. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Usada, dengan jenis penelitian kualitatif, menggali sumber data secara purposive sampling, observasi, wawancara, pencatatan dokumen, uji laboratorium vitamin C, analisa data dan keabsahan data. Dari hasil penelitian didapat bahwa (1). Penggunaan masker wajah daun kelor dapat mengatasi jerawat karena mengandung vitamin C. (2). Tata cara pembuatan masker daun kelor pembuatan masker wajah daun kelor dalam bentuk sediaan kering dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu menyiapkan tempat dan alat, pemilihan bahan, pencucian bahan, pengeringan bahan, pembuatan serbuk dari bahan, pencampuran bahan masker tersebut dengan takaran perbandingan 2:2:1, 2 daun kelor berbanding 2 beras putih dan banding 1 beras merah, kemudian dilakukan pengemasan dan pemberian label pada produk. Masker daun kelor siap diaplikasikan ke wajah. (3). Implikasi dari penggunaan masker wajah daun kelor adalah mengatasi jerawat, menyamarkan noda bekas jerawat, menghaluskan, menyegarkan, menyamarkan garis halus pada kulit wajah.
Meditasi untuk mengatasi stres pada mahasiswa tingkat akhir: Stress management meditation for final year college students Andini, Luh Aji; Yuliari, Sang Ayu Made; Suta, Ida Bagus Putra
Widya Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v6i2.6743

Abstract

Stres adalah suatu kondisi yang dirasakan mahaiswa tingkat akhir dalam proses pengerjaan skripsi yang menjadi salah satu syarat kelulusan yang wajib ditempuh untuk mendapatkan gelar sarjana. Yoga merupakan cara yang digunakan untuk menyembuhkan atau menghilangkan berbagi gangguan dalam kesehatan baik itu kesehatan mental, fisik maupun rohani. Yoga memiliki delapan tahapan yang disebut dengan astangga yoga salah satunya dhyana (meditasi). Meditasi yang berarti pemusatan pikiran merupakan salah satu pengobatan yang dipilih untuk mengatasi stres pada mahasiswa. Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui meditasi, tata laksana meditasi dan implikasi meditasi kepada mahasiswa tingkat akhir. Jenis penelitian ini kualitatif menggunakan metode Snowball Sampling dengan menggunakan teori yoga, teori fenomenologi, teori fungsionalisme struktural serta pendekatan Ayurweda, khususnya Bhuta Vidya. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa meditasi dapat mengatasi stres pada mahasiswa tingkat akhir karena meditasi dapat memfokuskan napas yang mampu memusatkan pikiran pada satu objek sehingga sangat efektif dalam menurunkan stres yang dialami oleh mahasiswa tingkat akhir dalam menyelesaikan skripsi. Tata laksana meditasi yaitu menyiapakan alat-alat, doa pembuka, melakukan yoga asanas, savasana, meditasi dilakukan dengan memilih sikap padmasana, ardha padmasana, sidhasana, atau sukhasana, melepaskan pikiran dari objek di luar tubuh, memfokuskan pernapasan, memberikan afirmasi positif, mengakhiri meditasi dengan tarik napas panjang dan doa penutup. Implikasi dari meditasi yaitu membuat perasaan menjadi tenang, nyaman, dan Bahagia, mampu berpikir positif, dan meningkatkan kualitas tidur.