Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PEMBUATAN PENEK DAN TUMPENG SEBAGAI SARANA UPAKARA YADNYA DI BANJAR SEMAAGUNG, DESA TUSAN, BANJARANGKAN, KLUNGKUNG Yuliari, Sang Ayu Made; Cahyaningrum, Putu Lakustini; Suta, Ida Bagus Putra; Budiani, Ketut; Sriani, Ni Luh Komang
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.36218

Abstract

Masyarakat Bali yang sebagian besar penduduknya memeluk agama Hindu, oleh karena itu setiap hari berhubungan dengan Tuhan. Untuk dapat berhubungan kepada Tuhan /Ida Sang Hyang Widhi menggunakan beberapa sarana. Sarana yang digunakan baik dalam tingkatan yang sederhana sampai ke tingkatan yang besar atau utama. Tingkatan yang sederhana/kecil biasa disebut dengan nista seperti banten saiban. Banten saiban yang dibuat dari nasi, bahan dasarnya adalah beras. Banten saiban ini dipersembahkan setiap selesai memasak atau sebelum makan. Banyak sekali sarana upakara, salah satu sarana itu adalah penek dan tumpeng. Adapun pengabdian yang dilaksanakan di Banjar Semaagung, Desa Tusan yaitu Pembuatan Penek dan Tumpeng. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan edukasi mengenai penek dan tumpeng, mengimformasikan prosedur pembuatan penek dan tumpeng serta mengimformasikan bahan tambahan yang digunakan untuk pembuatan penek dan tumpeng. Dari pendampingan tersebut warga Banjar Semaagung mempunyai pemahaman lebih dalam tentang: (1) penek dan tumpeng memiliki nilai filosofis dan nilai fungsional (2) mengetahui tata cara atau prosedur membuat penek dan tumpeng dengan bahan kanji sebagai perekat (3) pemberian label dan memiliki nilai ekonomis karena diperlukan dalam segala kegiatan keagamaan sehingga menambah pendapatan keluarga.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Pembuatan Serbuk Herbal Kunyit di Desa Adat Jelekungkang, Bangli Ni Ketut Ayu Juliasih; I Nyoman Arsana; Anak Agung Komang Suardana; I Made Sumarya; I Putu Sudiartawan; Ni Luh Gede Sudaryati; Anak Agung Ayu Sauca Sunia Widyantari; I Wayan Wahyudi; Putu Lakustini Cahyaningrum; Sang Ayu Made Yuliari
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.4270

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat berbasis pemanfaatan potensi lokal menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pengenalan keterampilan praktis yang relevan dengan kondisi lingkungan setempat. Desa Adat Jelekungkang yang berada dalam wilayah Desa Dinas Tamanbali, Kecamatan Bangli, memiliki ketersediaan tanaman herbal yang cukup melimpah, namun pemanfaatannya masih terbatas pada penggunaan tradisional sederhana. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan kunyit (Curcuma longa) menjadi serbuk herbal yang praktis dan higienis. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan bendesa adat, perangkat adat, tokoh masyarakat, serta kelompok ibu-ibu Paiketan Krama Istri (PAKIS), dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Metode pelaksanaan terdiri atas tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi. Pelatihan dilakukan melalui penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan serbuk herbal kunyit. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test berupa 10 pertanyaan pilihan ganda untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 61% pada pre-test menjadi 89,5% pada post-test. Peningkatan juga terlihat pada seluruh indikator pertanyaan, terutama pada aspek teknis pengolahan kunyit, seperti proses ekstraksi, pemasakan, dan pengemasan produk. Temuan ini menunjukkan bahwa metode pelatihan berbasis praktik langsung efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pemanfaatan tanaman herbal lokal. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam memperkuat pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pengolahan bahan herbal berbasis sumber daya lokal. Kegiatan serupa dapat direplikasi pada komunitas lain dengan karakteristik sosial dan sumber daya lokal yang sebanding, sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.