Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Efektivitas Terapi Yoga Asana dalam Mengurangi Nyeri Punggung Bawah pada Lansia: The Effectiveness of Yoga Asana Therapy in Reducing Lower Back Pain in the Elderly Bawa, I Gusti Ngurah Agung Arkya; Yuliari, Sang Ayu Made; Suta, Ida Bagus Putra
Widya Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2025): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/yf7sz344

Abstract

Latar belakang: Nyeri punggung bawah (lower back pain/LBP) merupakan gangguan muskuloskeletal yang prevalensinya meningkat seiring bertambahnya usia. LBP disebabkan oleh ketidakseimbangan vata dosha yang mengakibatkan kekakuan otot dan nyeri. Terapi yoga asana menawarkan pendekatan holistik untuk mengatasi kondisi ini melalui keseimbangan energi vital tubuh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas yoga asana dalam mengurangi LBP pada lansia, mengidentifikasi protokol asana yang tepat, dan mengevaluasi implikasi terapeutik pada populasi lanjut usia. Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dilakukan di Pasraman Yoga Markandeya menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan praktisi dan tiga belas responden berusia 50-69 tahun. Analisis data menggunakan pendekatan Ayurveda dengan teori kesehatan dan fungsionalisme struktural. Hasil: Terapi yoga asana terbukti efektif mengurangi LBP melalui peningkatan fleksibilitas tubuh dan keseimbangan vata dosha. Protokol terapi meliputi enam asana utama: padmasana, pascimotanasana, bhujangasana, uttkatasana, trikonasana, dan parvakonasana. Prosedur terapi diawali dengan nadi shodhana pranayama, pemanasan, latihan asana, dan diakhiri savasana. Kesimpulan: Yoga asana memberikan manfaat signifikan dalam mengatasi LBP pada lansia melalui penguatan otot, peningkatan fleksibilitas sendi, perbaikan sirkulasi kardiovaskular, peningkatan imunitas, dan reduksi stres. Terapi ini menawarkan alternatif pengobatan non-farmakologis yang aman dan efektif untuk manajemen LBP pada populasi lansia.
Efektivitas Terapi Pijat Punggung dalam Mengurangi Kelelahan Kerja pada Tenaga Pendidik dan Kependidikan: The Effectiveness of Back Massage Therapy in Reducing Work Fatigue in Educators and Education Personnel Sabtriani, Ni Made; Yuliari, Sang Ayu Made; Wiryanatha, Ida Bagus
Widya Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2025): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/mystvx54

Abstract

Latar belakang: Kelelahan kerja menjadi permasalahan kesehatan okupasional yang berdampak pada penurunan produktivitas dan gangguan kesehatan fisik-mental tenaga pendidik. Terapi pijat punggung sebagai intervensi nonfarmakologis berbasis Ayurweda menawarkan alternatif penanganan yang aman dan efektif. Tujuan: Menganalisis efektivitas terapi pijat punggung dalam mengurangi kelelahan kerja pada guru dan pegawai SMK Negeri 3 Denpasar, mengevaluasi protokol standar terapi, dan mengidentifikasi dampak fisiologis serta psikologis pascaterapi. Metode: Penelitian kualitatif deskriptif menggunakan purposive sampling melibatkan 5 praktisi terapis dan 40 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terstruktur, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan validasi triangulasi sumber dan metode. Hasil: Terapi pijat punggung menggunakan lima teknik utama (effleurage, petrissage, vibration, tapotage, friction) selama 30 menit mampu meningkatkan sirkulasi darah, mengoptimalkan distribusi oksigen ke jaringan otot, dan memicu pelepasan endorfin. Responden melaporkan peningkatan kebugaran fisik, reduksi ketegangan otot hingga 85%, penurunan tingkat stres, dan peningkatan kualitas tidur dengan durasi rata-rata 2 jam lebih lama. Kesimpulan: Terapi pijat punggung efektif mengurangi kelelahan kerja melalui mekanisme vasodilatasi, aktivasi sistem parasimpatis, dan modulasi neurotransmitter. Protokol standar 30 menit dengan frekuensi 1-2 kali per minggu memberikan manfaat berkelanjutan selama 3-7 hari pascaterapi.
PEMBUATAN PENEK DAN TUMPENG SEBAGAI SARANA UPAKARA YADNYA DI BANJAR SEMAAGUNG, DESA TUSAN, BANJARANGKAN, KLUNGKUNG Yuliari, Sang Ayu Made; Cahyaningrum, Putu Lakustini; Suta, Ida Bagus Putra; Budiani, Ketut; Sriani, Ni Luh Komang
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.36218

Abstract

Masyarakat Bali yang sebagian besar penduduknya memeluk agama Hindu, oleh karena itu setiap hari berhubungan dengan Tuhan. Untuk dapat berhubungan kepada Tuhan /Ida Sang Hyang Widhi menggunakan beberapa sarana. Sarana yang digunakan baik dalam tingkatan yang sederhana sampai ke tingkatan yang besar atau utama. Tingkatan yang sederhana/kecil biasa disebut dengan nista seperti banten saiban. Banten saiban yang dibuat dari nasi, bahan dasarnya adalah beras. Banten saiban ini dipersembahkan setiap selesai memasak atau sebelum makan. Banyak sekali sarana upakara, salah satu sarana itu adalah penek dan tumpeng. Adapun pengabdian yang dilaksanakan di Banjar Semaagung, Desa Tusan yaitu Pembuatan Penek dan Tumpeng. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan edukasi mengenai penek dan tumpeng, mengimformasikan prosedur pembuatan penek dan tumpeng serta mengimformasikan bahan tambahan yang digunakan untuk pembuatan penek dan tumpeng. Dari pendampingan tersebut warga Banjar Semaagung mempunyai pemahaman lebih dalam tentang: (1) penek dan tumpeng memiliki nilai filosofis dan nilai fungsional (2) mengetahui tata cara atau prosedur membuat penek dan tumpeng dengan bahan kanji sebagai perekat (3) pemberian label dan memiliki nilai ekonomis karena diperlukan dalam segala kegiatan keagamaan sehingga menambah pendapatan keluarga.
Meditasi untuk mengatasi gangguan kecemasan di Nuswantara Yoga Academy: Meditation to overcome anxiety disorders at Nuswantara Yoga Academy Udyani, Ni Kadek Syntia Wedari; Mediastari, A. A. Putu Agung; Yuliari, Sang Ayu Made
Widya Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/z1ddqg98

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan mental, khususnya gangguan kecemasan, menjadi isu global dengan prevalensi yang terus meningkat. Data menunjukkan 4% populasi dunia mengalami gangguan kecemasan, sementara di Indonesia, 32 juta penduduk terdampak masalah psikis salah satunya kecemasan. Tingginya angka bunuh diri di Bali yaitu 113 kasus pada 2024 mempertegas urgensi penanganan gangguan kecemasan yang tidak terkelola. Salah satu upaya untuk mengatasi gangguan kecemasan dapat dilakukan dengan cara meditasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui meditasi untuk mengatasi gangguan kecemasan di Nuswantara Yoga Academy. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teori yoga, teori psikologi dan teori fungsionalisme struktural serta pendekatan Ayurveda, khususnya Bhuta Vidya. Metode pengumpulan data yang digunakan untuk penelitian ini yaitu studi kepustakaan, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian meditasi di Nuswantara Yoga Academy dapat mengatasi gangguan kecemasan karena meditasi mengalihkan perhatian pada pernapasan dan kesadaran penuh terhadap momen saat ini dengan penerimaan tanpa penghakiman, menurunkan gelombang otak dari beta ke alfa/theta, serta meningkatkan regulasi neurotransmiter serotonin dan dopamin. Tata cara meditasi diawali dengan pre-talk, yoga asanas, pranayama, talk theraphy, chakra healing, dan melukat. Meditasi dapat dilakukan dengan dua teknik yaitu meditasi duduk dan berjalan. Kesimpulan: penerapan meditasi membantu fokus dan konsentrasi, meningkatkan kualitas tidur serta menstabilkan tekanan darah.
Air panas di pemandian penatahan sebagai pengobatan tradisional untuk mengatasi penyakit kulit: Hot water in traditional baths as a traditional treatment for skin diseases I Gede Mas Agung Darma Saba; Yuliari, Sang Ayu Made; Suta, Ida Bagus Putra
Widya Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/mqx9vv52

Abstract

Latar Belakang: Penyakit kulit seperti tinea, kulit kusut, eksem, panu, dan jerawat merupakan masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat. Pemandian air panas di Penatahan yang bersumber dari mata air Kelobian di area Pura Yeh Panas telah lama digunakan sebagai pengobatan tradisional. Air panas ini mengandung sulfur dan mineral yang dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Pendekatan Usada Yeh sebagai kearifan lokal Bali perlu dieksplorasi untuk mendukung pengembangan pengobatan alternatif berbasis tradisi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui manfaat pemandian air panas Penatahan dalam menyembuhkan penyakit kulit menggunakan pendekatan Usada Yeh yang didukung fenomenologi serta menganalisis prosedur pengobatan tradisional tersebut. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara terhadap 20 responden penderita penyakit kulit melalui sampling purposif. Teori fungsional struktural digunakan untuk menganalisis prosedur pemandian air panas. Hasil: Pemandian air panas dapat meredakan penyakit kulit seperti kurap, panu, dan jerawat dengan prosedur membawa sesajen sebelum merendam area kulit yang sakit untuk mempercepat penyembuhan. Kesimpulan: Pemandian air panas Penatahan efektif sebagai pengobatan tradisional penyakit kulit dengan memanfaatkan kandungan sulfur dan mineral. Pendekatan Usada Yeh dapat dijadikan referensi untuk meningkatkan kearifan lokal dan memberikan manfaat restoratif dalam perawatan kesehatan kulit masyarakat.