Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh servant leadership dan motivasi kerja dengan komitmen organisasi sebagai variabel moderasi terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei, di mana data dikumpulkan melalui instrumen penelitian yang terstruktur dan dianalisis menggunakan teknik regresi linear berganda. Pengujian hipotesis dilakukan melalui uji t dan uji F. Hasil analisis menunjukkan bahwa servant leadership berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, yang berarti semakin baik praktik kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan dan pemberdayaan bawahan, maka semakin meningkat pula kinerja yang dihasilkan. Motivasi kerja juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, sehingga dorongan internal dan semangat kerja menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas dan efektivitas pelaksanaan tugas. Selain itu, komitmen organisasi menunjukkan, pengaruh positif dan signifikan dengan kekuatan hubungan yang sangat kuat, yang mengindikasikan bahwa, tingkat keterikatan dan loyalitas pegawai terhadap organisasi berperan besar dalam mendorong pencapaian kinerja yang optimal. Secara simultan, ketiga variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, sehingga model penelitian mampu menjelaskan variasi kinerja secara komprehensif. Temuan ini menegaskan bahwa, peningkatan kinerja pegawai bukan hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh kualitas kepemimpinan, tingkat motivasi kerja, dan komitmen organisasi yang kuat. Oleh karena itu, penguatan praktik kepemimpinan yang melayani, peningkatan motivasi, serta komitmen organisasi menjadi strategi yang relevan dan strategis dalam upaya meningkatkan kinerja pegawai secara berkelanjutan