Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Urgensi Pengaturan Green Economy dalam Undang-Undang Persaingan Usaha Indonesia Junika Sari , Niken; Nazar, Jasman
Jurnal Persaingan Usaha Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Persaingan Usaha
Publisher : Komisi Pengawas Persaingan Usaha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55869/kppu.v5i2.210

Abstract

The accelerated implementation of Indonesia's green economy is imperative to achieve the Golden Indonesia 2045 vision and the Net Zero Emission target by 2060. However, this initiative is confronted with intricate constraints, including regulatory limitations and ineffective supervisory mechanisms. The Indonesian Competition Law is reputed to possess the capacity to function as an effective instrument in accelerating the implementation of the green economy in Indonesia. Furthermore, there are several crucial aspects that underlie the urgency of regulating the green economy in the Indonesian Competition Law. The objective of this research was to ascertain the role of the Competition Law in accelerating the implementation of the green economy and the urgency of green economy arrangements in the Indonesian Competition Law. Using a normative legal research method with comparative, statutory, and conceptual approaches, the findings indicate that Indonesian Competition Law can play a crucial role. This is achievable through the integration of environmental protection aspects into the framework of the Indonesian Competition Law. Furthermore, the formulation of specific exemption provisions and green guidelines for agreements between business actors focused on environmental protection is expected to have a significant impact on accelerating and optimizing the implementation of the green economy in Indonesia.
Perlindungan Konsumen Shopee Terhadap Merek Dagang Terkenal Dalam Transaksi Jual Beli Online Pada Platform Benss Putri, Naghita Shalsabilla; Nazar, Jasman
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6835

Abstract

Het Recht Hinkt Achter De Feiten Aan artinya hukum tertatih-tatih mengikuti perkembangan zaman. Prinsip tersebut merupakan prinsip dimana hukum selalu tertinggal dalam melihat keadaan masyarakat terutama dalam bidang teknologi. Perkembangan transaksi elektronik telah memunculkan berbagai permasalahan hukum, salah satunya adalah maraknya penggunaan logo atau tanda yang menyerupai merek terkenal dalam transaksi online guna menarik perhatian konsumen. Praktik tersebut pada dasarnya merupakan strategi visual yang menimbulkan persepsi yang dimana produk yang dipasarkan merupakan produk bermerek reputasi tinggi. Perlindungan hak atas merek di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, yang menegaskan bahwa hak atas merek merupakan hak ekslusif yang diberikan oleh negara kepada pemilik merek terdaftar. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan pelanggaran, salah satunya melalui penjualan produk pakaian bermerek terkenal dalam bentuk barang tiruan yang tidak sesuai dengan standar dan kualitas merek asli serta disertai informasi yang tidak jelas sehingga berpotensi merugikan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kewajiban Shopee dalam melakukan verifikasi produk guna mencegah peredaran barang berlogo merek dagang terkenal dalam transaksi jual beli online dan bentuk sanksi dan solusi hukum terhadap penggunaan logo yang menyerupai merek dagang terkenal dalam transaksi jual beli online berdasarkan ketentuan hukum merek. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan sifat penelitian deskriptif, menggunakan bahan hukum primer, sekunder, dan tersier.
Wanprestasi dalam Perjanjian Jual Beli Lisan akibat Giro Kosong dan Upaya Penyelesaiannya (Studi pada CV. Multirejeki Selaras) Jasmin, Muhammad Hagi; Nazar, Jasman
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6877

Abstract

Dalam praktik jual beli pada segmen pasar tradisional, kesepakatan sering dilakukan secara lisan karena pertimbangan kemudahan, kebiasaan, dan rendahnya literasi hukum. Kondisi ini juga dijalankan oleh CV. Multirejeki Selaras dalam transaksi distribusi produk air minum dalam kemasan di Sumatera Barat. Namun, perjanjian lisan memiliki kelemahan utama pada aspek pembuktian, sehingga berpotensi menimbulkan sengketa ketika terjadi wanprestasi, salah satunya berupa gagal bayar menggunakan bilyet giro yang ternyata kosong. Penelitian ini bertujuan menganalisis keabsahan dan kekuatan mengikat perjanjian jual beli lisan menurut hukum perdata Indonesia serta mengkaji bentuk wanprestasi akibat giro kosong dan upaya penyelesaiannya pada CV. Multirejeki Selaras. Metode yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan studi kasus komparatif-analitis, melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi perusahaan (nota transaksi, surat jalan, bilyet giro, serta data pendukung lainnya). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjanjian jual beli lisan tetap sah dan mengikat sepanjang memenuhi syarat Pasal 1320 KUHPerdata. Dalam hal pembuktian, meskipun tidak terdapat akta tertulis, kombinasi alat bukti perdata seperti dokumen transaksi, bilyet giro, keterangan saksi, bukti elektronik, dan pengakuan pihak debitur dapat memperkuat dalil wanprestasi. Penyelesaian yang ditempuh perusahaan pada umumnya dilakukan melalui jalur non-litigasi berupa penagihan, mediasi, dan restrukturisasi pembayaran, dengan mempertimbangkan efisiensi biaya, waktu, serta peluang menjaga hubungan usaha, sementara itikad buruk debitur menjadi faktor penghambat efektivitas penyelesaian.