Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

HUBUNGAN KARAKTERISTIK AKSEPTOR DAN FASILITAS PELAYANAN KELUARGA BERENCANA (KB) DENGAN PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI DI DESA SEI TUAN KECAMATAN PANTAI LABU KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN 2019 Sinaga, Lia Rosa Veronika; Manurung, Jasmen; Bangun, Henny Arwina; Siburian, Rosi Restu Nauli
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 5 No. 4 (2020)
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan karakteristik akseptor dan fasilitas pelayanan keluarga berencana (KB) dengan pemilihan metode kontrasepsi di Desa Sei Tuan Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang Tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode survey analitik dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah PUS yang menjadi akseptor KB di Desa Sei Tuan sebanyak 74 PUS yang sekaligus akan menjadi sampel pada penelitian ini. Pengambilan data dengan cara membagikan kesioner, analisis hubungan dengan uji statistik Chi Square. Analisis statistik diperoleh pendidikan akseptor (p-value 0,034), pekerjaan (p-value 0,025), paritas (p-value 0,001) dan fasilitas pelayanan KB (p-value 0,014) memiliki hubungan dengan pemilihan metode kontrasepsi, sedangkan umur akseptor (p-value 0,076) dan pendapatan (p-value 0,320) tidak memiliki hubungan dengan pemilihan metode kontrasepsi. Disarankan bagi instansi kesehatan agar dapat meningkatkan kualitas tenaga kesehatan dengan memberikan pelatihan kepada bidan desa dan menyediakan alat kontrasepsi untuk jangka panjang (Implant dan IUD) disetiap tempat pelayanan kontrasepsi, meningkatkan penyuluhan mengenai MKJP kepada PUS
DETERMINAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAHOMI KECAMATAN LAHOMI Sayangi, Wewinur; Nababan, Donal; Siregar, Laura Mariati; Manurung, Kesakitan; Bangun, Henny Arwina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.26610

Abstract

Rendahnya pemberian ASI eksklusif di Indonesia disebabkan kurangnya pengetahuan ibu hamil, keluarga dan masyarakat akan pentingnya ASI, meningkatnya pemberian MPASI sebelum waktunya dan kurangnya dukungan dari masyarakat, termasuk institusi tempat perempuan bekerja yang belum memberikan kesempatan dan ruang khusus untuk menyusui. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Determinan Pemberian ASI Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Lahomi Kecamatan Lahomi Kabupaten Nias Barat. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan observasi analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 58 responden dari jumlah populasi ibu yang melahirkan pada tahun 2022 di Puskesmas lahomi sebanyak 142 orang. Analisis data dalam pemnelitian ini adalah analisis univariat dengan deskriptif, analisis bivariat dengan chi square, dan analisis multivariat dengan regresi logistik berganda. Hasil penelitian ini adalah ada hubungan antara pekerjaan (p-value=0,040), dukungan keluarga (p-value=0,003), dukungan petugas kesehatan (p-value=0,005) dan paritas (p-value=0,000) terhadap pemberian ASI eksklusif. Tidak ada hubungan antara pendidikan (p-value=0,172) dan akses fasilitas kesehatan (p-value=0,560) terhadap pemberian ASI eksklusif. Berdasarkan analisis multivariate variabel yang berhubungan paling dominan adalah variabel paritas. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk memberikan edukasi kesehatan lebih intensif kepada ibu hamil ataupun ibu yang baru melahirkan mengenai konsep pemberian ASI ekskluisif. Bagi ibu agar lebih meningkatkan kesadaran serta kemauannya untuk memberikan ASI secara eksklusif dengan cara selalu memberikan motivasi, dorongan dukungan perilaku dalam memberikan ASI serta meningkatkan wawasan pengetahuan ibu untuk mengetahui manfaat dari pemberian ASI Eksklusif.
SOSIALISASI CUCI TANGAN PAKAI SABUN DI PAUD DAN TAMAN KANAK KANAK SEKOLAH SINAR MENTARI DESA PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG SUMATERA UTARA Bangun, Henny Arwina; Sinaga, Lia Rosa Veronika; Manurung, Jasmen; Asnawati, Seri; Siregar, Ronni Naudur
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 1 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap siswa siswi di sekolah berhak memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dan perlu diikutsertakan dalam usaha-usaha kesehatan pemerintah. Hal ini tercantum di dalam Undang-Undang Kesehatan pasal 1 No.9 tahun 1960. Yang dimaksud dengan kesehatan dalam UU Pokok Kesehatan tersebut adalah pengertian sehat yang sesuai dengan ketentuan yang telah di definisikan oleh WHO yaitu sehat adalah suatu keadaan jasmani, rohani, dan sosial yang sempurna dan bukan hanya bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan. CTPS merupakan salah satu indikator output STBM. Setiap rumah tangga dan sarana pelayanan umum dalam suatu komunitas (seperti sekolah, kantor, rumah makan, puskesmas, pasar, terminal) tersedia fasilitas cuci tangan (air, sabun, sarana cuci tangan), sehingga semua orang mencuci tangan dengan benar. Permasalahan pemberian penyuluhan kepada siswa siswi PAUD dan Taman Kanak-Kanak (TK) Sekolah Sinar Mentari Desa Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang, mengenai kesehatan masih kurang. Rendahnya tingkat pendidikan dan ekonomi orangtua siswa siswi di PAUD dan TK Sekolah Sinar Mentari menyebabkan rendahnya perilaku siswa siswi untuk selalu menerapkan pola hidup sehat terutama untuk melakukan cuci tangan dengan memakai sabun. Sebagai contoh mereka sering kali untuk tidak mencuci tangan sebelum makan dan aktivitas lainnya. Padahal cuci tangan memiliki manfaat yang cukup banyak salah satunya dapat mencegah terjangkitnya penyakit diare. Berdasarkan hal tersebut penulis tertantang untuk memberikan sosialisasi CPTS pada siswa siswi di di PAUD dan TK Sekolah Sinar Mentari di Desa Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang dari hasil sosialisasi diperoleh antusiasnya siswa siswa untuk bertanya dan mempraaktekan CPTS ini. Dengan sosialisasi CPTS ini diharapkan siswa siswi melakukan CPTS disetiap kegiatan sehingga diharapkan akan terbebas dari segala penyakit yang berhubungan dengan kuman, bakteri pada makanan salah satunya adalah diare, sehingga derajat kesehatan pada siswa siswi akan meningkat.
SOSIALISASI BERSAMA DENGAN PUSKESMAS TENTANG POLA HIDUP SEHAT PADA LANSIA DI PUSKESMAS BANDAR MASILAM KABUPATEN SIMALUNGUN Bangun, Henny Arwina; Manurung, Jasmen; Nababan, Donal; ., Hestina
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 1 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepedulian terhadap kesehatan lanjut usia (Lansia) memang sangat penting untuk diperhatikan mengingat, kelompok usia lanjut mempunyai kebutuhan gizi yang berbeda dengan kelompok umur lain. Hal ini disebabkan karena perubahan komposisi tubuh dan aktivitas fisik yang menurun, dengan bertambahnya usia, kebutuhan energy menurun sedangkan kebutuhan protein, vitamin, dan mineral tetap. Selain itu kondisi pada usia lanjut juga memungkinkan kebutuhan gizi tidak terpenuhi akibat penyakit kronik. Tujuan pelaksanaan program yaitu agar meningkatkan kesehatan lanjut usia agar dapat berdaya guna dalam kehidupan keluarga dan masyarakat serta meningkatkan kesadaran lanjut usia untuk membina sendiri kesehatannya. Kegiatan ini dilaksanakan selama 5 (lima) hari di mulai pada tanggal 22 April sampai dengan 26 April 2019. Pelaksanaannya dilakukan di Puskesmas Bandar Masilam Kabupaten Simalungun. Adapun kegiatan yang dilaksanakan yaitu penyuluhan, senam bersama lansia dan pemeriksaan kesehatan lansia. Secara keseluruhan kegiatan berjalan dengan baik dan sesuai dengan perencanaan. Para lansia dan semua petugas kesehatan di puskesmas dapat bekerjasama dengan baik. Masyarakat dan perangkat kecamatan begitu antusias berpartisipasi aktif dalam setiap sesi dan mengikuti sampai akhir kegiatan. Para lansia di harapkan agar dapat meningkatkan kesadarannya serta membina sendiri kesehatannya dan bagi petuga puskesmas diharapkan agar kegiatan ini dapat dilakukan setiap 6 bulan sekali untuk menciptakan kepedulian terhadap masyarakat lansia
HUBUNGAN PENGETAHUAN SIKAP DAN DUKUNGAN KELUARGA PENDERITA DM-II TERHADAP PENCEGAHAN POTENSI PENULARAN COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KESATRIA KOTA PEMATANGSIANTAR TAHUN 2021 Bakkara, Renasti; Santoso, Heru; Nababan, Donal; Sirait, Asima; Bangun, Henny Arwina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1594

Abstract

ABSTRAK Pada saat pandemi COVID-19 ini masyarakat cenderung takut untuk berkunjung ke fasilitas kesehatan. Ketakutan masyarakat untuk berkunjung ke fasilitas kesehatan ini dapat mengakibatkan pasien diabetes mengurangi kepatuhan dalam menjalankan pengobatan dan memeriksa kadar gula darahnya, sehingga apabila kepatuhan ini berkurang dan gula darah naik dari kisaran target, pasien diabetes berisiko tinggi untuk mengalami komplikasi di masa depan walaupun tidak terinfeksi COVID-19. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan pengetahuan sikap dan dukungan keluarga penderita DM-II terhadap pencegahan potensi penularan Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Kesatria Kota Pematangsiantar Tahun 2021. Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan fenomenologi kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Kesatria Kota Pematangsiantar. Waktu Penelitian ini dimulai dari bulan Desember 2020 sampai bulan Agustus 2021. Informan penelitian ini adalah informan utama yaitu 2 orang penderita komorbid DM-II sedangkan 3 informan lainnya adalah petugas program PTM (Penyakit Tidak Menular), petugas pelayanan obat dan keluarga penderita DM-II di Puskesmas. Pengumpulan data menggunakan wawancara, metode observasi dan dokumentasi serta menggunakan triangulasi data. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisa data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui pengetahuan, sikap dan dukungan bagi penderita DM II terhadap pencegahan potensi penularan Covid-19 sudah dianggap baik, hal ini diketahui dari protokol kesehatan yang sudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari seperti memakai masker, mencuci tangan menjaga jarak dan membatasi kegiatan pertemuan atau perkumpulan dengan anggota keluarga lain. Disarankan bagi kepala puskesmas dalam meningkatkan peran serta petugas kesehatan dalam memberikan edukasi bagi keluarga dan bagi penderita DM II untuk mendukung kualitas hidup penderita DM-II di masa pandemi Covid 19 dan bagi penderita DM-II agar dapat menerapkan prokes bila berada di luar rumah dan menjaga kondisi kesehatan keluarganya agar terhindar dari potensi penularan Covid 19Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Dukungan, Penderita DM II,Potensi  Penularan             Covid 19
HUBUNGAN SANITASI DASAR DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI DESA DURIAN KECAMATAN PANTAI LABU KABUPATEN DELI SERDANG Bangun, Henny Arwina; Nababan, Donal; ., Hestina
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 2 No. 1 (2020): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanitasi dasar adalah sanitasi minimum yang diperlukan untuk menyediakan lingkungan sehat dan pengawasan berbagai faktor lingkungan yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. Ruang lingkup sanitasi dasar meliputi ketersediaan jamban sehat, sarana air bersih, sarana pengelolaan sampah, dan saluran pembuangan air limbah. Ruang lingkup sanitasi dasar meliputi ketersediaan jamban sehat, sarana air bersih, sarana pengelolaan sampah, dan saluran pembuangan air limbah. Masyarakat yang tinggal di daerah sanitasi buruk dapat menyebabkan penyakit diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sanitasi dasar dengan kejadian diare pada anak usia 0 – 4 tahun di Desa Durian Kecamatan Pantai Labu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional dengan sampel sebanyak 83 anak usia 0 – 4 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proporsi keluhan diare pada anak sebanyak 63,9%. Ketersediaan jamban sehat yang tidak memenuhi syarat 41,0%, sarana air bersih yang tidak memenuhi syarat 84,3%, sarana pengelolaan sampah yang tidak memenuhi syarat 100%, dan SPAL yang tidak memenuhi syarat 95,2%. Sanitasi dasar yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian diare pada anak 0 – 4 tahun di desa durian adalah ketersedian jamban sehat, sarana air bersih, dan SPAL. Hubungan sarana pengelolan sampah dengan kejadian diare pada penelitian ini tidak dapat dianalisis secara statistik karena data homogen. Perlu adanya peningkatan pembangunan sanitasi dasar di kawasan desa durian. Kondisi sanitasi dasar yang belum memenuhi syarat dapat menjadi penyebab dari penyakit lingkungan seperti diare. Melalui hasil analisis kuesioner menunjukaan bahwa kejadian diare pada anak 0 – 4 anak di desa durian memiliki hubungan dengan kondisi sanitasi dasar yang tidak memenuhi syarat. Perbaikan sanitasi dasar dapat dilakukan dengan kerja sama antara masyarakat, pemerintah desa, bidan desa, puskesmas dan dinas kesehatan.
ANALISIS PENDING CLAIM PADA PASIEN BPJS KESEHATAN DI RSUD DELI SERDANG LUBUK PAKAM TAHUN 2018 Manurung, Jasmen; Munthe, Seri Asnawati; Bangun, Henny Arwina; Putri, Nurcahaya
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 2 No. 2 (2020): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN, DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Claim rumah sakit terhadap BPJS Kesehatan adalah tuntutan imbalan atas jasa layanan yang diberikan rumah sakit kepada peserta BPJS Kesehatan yang berobat atau dirawat di rumah sakit. Ketidakadaan tanda tangan resume medis membuat claim BPJS Kesehatan tidak bisa di grouping oleh unit penjaminan sehingga terjadi penundaan (pendingclaim).Adapun faktor penyebab pendingclaimdi RSUD Deli Serdang Lubuk Pakam adalah 60-70% adalah salah koding, dan selebihnya adalah karena faktor salah entry, pemeriksaan penunjang yang kurang lengkap dan therapy/atau obat yang tidak mendukung laboratorium atau rotgen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berbagai hal yang menyebabkan pendingclaim di RSUD Deli Serdang Lubuk Pakam.Jenispenelitian adalahkualitatifdenganpendekatancase study. Informan pada penelitian ini adalah ketua tim verifikator BPJS, kepala rekam medis, petugas koding, petugas entry dan casemanager. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisa data dilakukan pada prosedur dalam tahap penyajian data, tahap komparasi dan tahap penyajian hasil penelitian untuk menjawab masalah yang telah dikemukakan peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hal-hal yang sering ditemukan menjadi masalah saaat verifikasi kepesertaan adalah ketidaksesuaian antara identitas (KTP, KK) dengan kartu BPJS Kesehatan, kartu BPJS Kesehatan tidak aktif karena tunggakan, tetapi hal ini tidak menjadi penyebab terjadinya pending claim. Hal yang menjadi penyebab pending claim terjadi pada saat verifikasi administrasi pelayanan, antara lain: ketidaksesuaian kode dan diagnosa dari rumah sakit dengan kode dari verifikator BPJS Kesehatan.Dengan demikian diharapkan kepada pihak rumah sakit agar memberikan pelatihan pada koder agar lebih memahami pengkodean diagnose sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan. Hal ini tentunya akan mengurangi tingginya angka pending claim.