Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

EMPOWERING YOUNG WOMEN THROUGH BALANCED NUTRITION EDUCATION TO PREVENT ANEMIA: PEMBERDAYAAN REMAJA PUTRI MELALUI EDUKASI GIZI SEIMBANG UNTUK MENCEGAH ANEMIA Petronela Janggu, Jayanthi; Dafiq, Nur; K Senudin, Putriatri; Hamat, Viviana; Panggor, Atma
Darmabakti Cendekia: Journal of Community Service and Engagements Vol. 6 No. 1 (2024): JUNE 2024
Publisher : Faculty of Vocational Studies, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/dc.V6.I1.2024.15-20

Abstract

Background: Physical and physiological changes in women aged 10-19 make them prone to anemia. Anemia in adolescents negatively affects cognitive, physical, and emotional development. Objective: The community service aimed to increase youth knowledge regarding balanced nutrition to prevent anemia. This activity was carried out at the Ruteng Tsanawiyah Middle School for young girls in class IX. Method: We conducted some service activities consisting of three stages namely the pre-activity stage, the preparation stage, and the implementation and evaluation stage. The activities included pre-test and post-test, measurement of body weight and height, and nutrition education. The data obtained were analyzed using the Paired T-Test through SPSS 16. Results: It was found that 57% of female adolescents had good nutritional status, 33% were undernourished, and 10% were over nourished. After education, significant results were obtained, with an increase from 54% to 86%. Conclusion: Balanced nutrition education can have a significant impact, namely an increase in knowledge.
Proses Coaching Terhadap Perawat untuk Meningkatkan Motivasi Kerja dan Kinerja Perawat pada Rumah Sakit XYZ Kabupaten Manggarai, NTT Jakri, Yohanes; Beo, Yosef Andrian; Dafiq, Nur; Meku, Fransiskus X.
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.13010

Abstract

ABSTRAK Rumah   sakit   sebagai   tempat   pelayanan   kesehatan,   sudah seharusnya mempunyai kualitas pelayanan kesehatan yang baik dan bermutu. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan tersebut, perlu dilakukan pendidikan dan pelatihan kepada para perawat yang bekerja di lingkungan rumah sakit. Pemberdayaan staf,  dapat  dilakukan dengan menggunakan berbagai metode, yaitu metode pelatihan, mentoring, counselling atau Coaching. Coaching merupakan salah satu cara atau kunci pembuka potensi seseorang untuk memaksimalkan kinerja. Inti dari coaching adalah memberdayakan orang dengan memfasilitasi pembelajaran   diri,   pertumbuhan   pribadi,   dan perbaikan   kinerja. Coaching menekankan pada aspek hubungan interpersonal yang mensyaratkan adanya hubungan saling percaya, saling menghormati, dan saling bebas mengungkapkan pikiran dan isi  hatinya  masing- masing. Permasalahan  yang  terdapat  di  Rumah  Sakit  XYZ adalah belum pernal dilakukan Coaching pada perawat, walaupun metode pendidikan dan pelatihan lainnya sudah pernah dilakukan. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama 5 bulan, dengan melibatkan 30 perawat yang bekerja di Rumah Sakit XYZ. Metode pendekatan/ solusi yang ditawarkan dalam pengabdian masyarakat ini adalah pelaksanaan sesi coaching grup, dalam satu grup sesi coaching terdiri dari 5 orang perawat. Hasil pengabdian ini, sebelum dilakukan sesi coaching di ukur motivasi dan kinerja perawat dengan hasil mean 1,68 dan SD 0,48 dan setelah dilakukan proses coaching dikur lagi motivasi dan kinerja perawat meningkat dengan mean 2,94 dan SD 0,71 dengan p-value 0,005. Dengan melihat nilai pengukuran diatas, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan motivasi dan kinerja perawat setelah dilakukan proses sesi coaching. Kata Kunci: Coaching, Motivasi Kerja dan Kinerja Perawat  ABSTRACT Hospitals as places of health services, should have good and high quality health services. To improve the quality of these services, it is necessary to provide education and training to nurses who work in the hospital environment. Staff empowerment can be done using various methods, namely training, mentoring, counseling or coaching methods. Coaching is one way or key to unlock a person's potential to maximize performance. The essence of coaching is to empower people by facilitating self-learning, personal growth, and performance improvement. Coaching emphasizes aspects of interpersonal relationships which require a relationship of mutual trust, mutual respect, and mutual freedom to express one's thoughts and feelings. The problem at XYZ Hospital is that coaching has never been carried out for nurses, even though other education and training methods have been carried out. This community service was carried out for 5 months, involving 30 nurses who worked at XYZ Hospital. The approach/solution method offered in this community service is the implementation of group coaching sessions, in one coaching session group consisting of  5 nurses. The results of this service, before the coaching session was carried out, nurses' motivation and performance were measured with a mean of 1.68 and SD 0.48 and after the coaching process was carried out, nurses' motivation and performance were measured again with a mean of 2.94 and SD 0.71 with p- value 0.005. By looking at the measurement values above, it can be concluded that there is an increase in nurses' motivation and performance after the coaching session. Keywords: Coaching, Work Motivation and Nurse Performance
Pelaksanaan Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) sebagai Deteksi Dini Kanker Payudara Pada Remaja Putri di SMKS Santu Petrus Ruteng Banul, Maria Sriana; Halu, Silfia A.N; Dafiq, Nur; Manggul, Makrina S.; Banur, Patrisia M.S; Pati, Maria V.
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15552

Abstract

ABSTRAK Kanker payudara merupakan salah salah satu penyakit ganas yang paling umum dan terus berkembang dikalangan perempuan saat ini. Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka kematian akibat kanker payudara termasuk kurangnya kesadaran akan pentingnya deteksi dini, terutama di kalangan wanita yang tinggal di daerah pedesaan atau dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan. Pemeriksaan payudara sendiri merupakan salah satu metode yang sederhana namun efektif untuk mendeteksi adanya kelainan pada payudara yang mungkin menjadi tanda awal kanker payudara. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai pencegahan kanker payudara sejak dini sehingga meningkatkan kesadaran untuk melakukan SADARI secara teratur. Kegiatan ini diikuti oleh remaja putri SMKS Santu Petrus Ruteng yang berjumlah 45 orang. Motode yang digunakan adalah melalui edukasi dengan penyajian materi menggunakan metode ceramah, demosntrasi, diskusi serta tanya jawab. Semua peserta yang ikut dalam kegiatan ini sangat antusias dan aktif dan mampu memahami materi yang disampaikan. Ada perubahan pengetahuan ditandai dengan peningkatan hasil post test  secara signifikan. Semakin sering seseorang terpapar informasi maka akan semakin meningkat pemahamannya yang akan berpengaruh pada sikap dan tindakannya para remaja putri untuk melakukan pemeriksaan payudara secara teratur. Oleh karena itu diharapkan  keterlibatan  semua  pihak  untuk menyusun program berkelanjutan terkait pencegahan kanker payudara melalui teknik pemeriksaan payudara sendiri. Kata Kunci: Kanker Payudara, SADARI, Remaja  ABSTRACT Breast cancer is one of the most common malignant diseases and continues to grow among women today. Several factors that contribute to the high death rate from breast cancer include a lack of awareness of the importance of early detection, especially among women who live in rural areas or with limited access to health services. Breast examination itself is a simple but effective method for detecting abnormalities in the breast that may be an early sign of breast cancer. This activity was carried out to increase the knowledge of young women regarding breast cancer prevention from an early age so as to increase awareness of doing BSE regularly. This activity was attended by 45 young women from SMKS Santu Petrus Ruteng. The method used is education by presenting material using lecture, demonstration, discussion and question and answer methods. All participants who took part in this activity were very enthusiastic and active and were able to understand the material presented. There is a change in knowledge marked by a significant increase in post test results. The more often someone is exposed to information, the more their understanding will increase, which will influence the attitudes and actions of young women to carry out regular breast examinations. Therefore, it is hoped that all parties will be involved in developing a sustainable program related to breast cancer prevention through breast self-examination techniques. Keywords: Breast Cancer, Breast Examination, Adolescent
Hubungan antara Aktivitas Fisik dengan Kejadian Depresi pada Lansia di Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur Dewi, Claudia Fariday; Iwa, Kornelia Romana; Eka, Angelina Roida; Dafiq, Nur; Halu, Silfia Angela Norce
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i12.11207

Abstract

ABSTRACT Physical activity includes exercise, sports and physical activity performed as part of daily life, work or active transportation. Physical activity is associated with improving mental health, slowing the onset of dementia, and improving quality of life and well-being. However, lack of awareness of the importance of physical activity among the elderly has resulted in an increasing number of elderly people experiencing depression. The purpose of this study was to determine the relationship between physical activity and the incidence of depression in the elderly. The research method uses an analytic survey with a cross sectional approach. This research was conducted from March to April 2023 in Manggarai Regency. The population in this study were residents of Manggarai Regency aged ≥60 years. The research sample was selected using a non-probability sampling technique, namely purposive sampling with a total sample of 195 elderly people. The instrument used in this study was the Physical Activity Scale for Elderly (PASE) by Washburn and the elderly depression questionnaire was measured using the Geriatric Depression Scale (GDS). The data analysis used was the Spearman Correlation test using the SPSS application. The results showed that most of the respondents had moderate physical activity, 147 elderly people (74.2%), and most of the elderly who experienced depression were in the mild depression category, 98 people (50.3%). The results of the bivariate analysis showed a p value of 0.002. This shows that there is a significant relationship between physical activity in the elderly and the incidence of depression. It is hoped that the elderly can still carry out physical activities in the form of gymnastics and daily physical activities carried out independently.   Keywords: Physical activity, depression, elderly   ABSTRAK Aktifitas fisik meliputi latihan, olahraga, dan aktivitas fisik yang dilakukan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, pekerjaan atau transportasi aktif.  Aktifitas fisik dikaitkan dengan peningkatan kesehatan mental , memberlambat timbulnya demensia , dan meningkatkan kualitas kehidupan dan kesejahteraan. Namun kesadaran akan pentingnya aktifitas fisik yang kurang dikalangan lansia berakibat pada makin banyaknya jumlah lansia yang mengalami depresi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian depresi pada lansia. Metode penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tahun bulan Maret sampai dengan April 2023 di Kabupaten Manggarai. Populasi dalam penelitian ini adalah penduduk Kabupaten Manggarai dengan usia ≥60 tahun. Sampel penelitian ini dipilih menggunakan teknik non probability sampling yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 195 lansia. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Physical Activity Scale for Elderly (PASE) oleh Washburn dan kuesioner depresi lansia diukur menggunakan Geriatric Depression Scale (GDS). Analisis data yang digunakan adalah uji Korelasi Spearman menggunakan bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menujukkan sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik dengan katagori cukup sebanyak 147 lansia (74,2%), dan lansia yang mengalami depresi sebagian besar berada pada katagori depresi ringan sebanyak 98 orang(50,3%). Hasil analisis bivariat menunjukkan p value 0,002. Hal ini menujukkan adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik pada lansia dengan kejadian depresi. Diharapkan lansia tetap dapat melakukan aktivitas fisik baik berupa senam maupun aktivitas fisik harian yang dilakukan secara mandiri. Kata Kunci : Aktivitas fisik, depresi, lansia
Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Penerapan KPSP dalam Skrining Tumbuh Kembang Balita Didesa Sita Banul, Maria Sriana; Halu, Silvia A.N; Dafiq, Nur
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.21649

Abstract

ABSTRAK Pemantauan tumbuh kembang balita secara rutin menjadi bagian penting dalam upaya deteksi dini gangguan perkembangan anak. Namun, pelaksanaan skrining tumbuh kembang menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) di Posyandu Desa Sita masih belum optimal karena keterbatasan pengetahuan kader. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan kader Posyandu melalui pelatihan teknis dan pendampingan penerapan KPSP. Metode yang digunakan meliputi ceramah, simulasi, diskusi, pre-test, dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam melakukan skrining tumbuh kembang balita setelah pelatihan. Pemberdayaan kader melalui pelatihan terbukti menjadi strategi efektif untuk mendukung deteksi dini masalah perkembangan anak di tingkat desa. Dengan pengetahuan yang lebih baik, kader diharapkan dapat berperan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar secara mandiri dan berkelanjutan. Kata Kunci: Kader Posyandu, KPSP, Tumbuh Kembang Balita, Pemberdayaan Kader, Deteksi Dini.  ABSTRACT Routine monitoring of child growth and development plays an essential role in the early detection of developmental disorders. However, the implementation of screening using the Developmental Pre-Screening Questionnaire (KPSP) at Posyandu in Sita Village remains suboptimal due to limited knowledge among cadres. This community engagement program aimed to empower Posyandu cadres through technical training and mentoring on KPSP application. The methods included lectures, simulations, discussions, pre-test, and post-test evaluations. The results showed an improvement in cadres’ knowledge and skills in conducting child development screening after the training. Empowering Posyandu cadres through structured training is proven to be an effective strategy to strengthen early detection of developmental problems at the village level. With enhanced knowledge and skills, cadres are expected to play a key role as the front line of primary health services independently and sustainably. Keywords: Posyandu Cadres, KPSP, Child Development, Cadre Empowerment, Early Detection.