Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Implementation of The Merdeka Belajar Kurikulum Merdeka Curriculum to Improve The Quality of Prospective Chemistry Teachers Oktariani, Oktariani; Rochintaniawati, Diana; Riandi, Riandi; Nahadi*, Nahadi; Munawarah, Heli Siti Halimatul; Baruri, Andhika; Virijai, Febrian; Sari, Yelfira
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 13, No 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpsi.v13i2.43875

Abstract

Curriculum is a plan used to guide teaching and learning activities. This study aimed to identify the alignment of the Chemistry Education Study Program curriculum documents at University X with the merdeka belajar kurikulum merdeka (MBKM) policy, evaluate its implementation, and assess lecture and student perceptions regarding MBKMs impact on prospective teachers competencies. A case study approach was employed, utilizing analysis of curriculum document, observation of course, questionnaires, and interviews. Data collected through triangulation were then analyzed descriptively. The results indicated that the curriculum documents were aligned with the higher education curriculum development guide-MBKM, including the formulation of graduate profiles, learning outcomes, curriculum maps, and course plans. These elements supported prospective teachers in developing competencies relevant to field demands and enabled student participation in MBKM activities. The MBKM implementation in this study program showed active involvement of lecture and students in activities such as kampus mengajar and wirausaha merdeka, which positively impacted prospective teachers' competencies. Institutional support was a key factor in the programs success. However, areas for improvement remained, particularly in the use of innovative learning methods such as problem based learning, project-based learning, discovery, and inquiry to help enhance prospective chemistry teachers' critical thinking skills
PENGEMBANGAN INSTRUMEN LITERASI DIGITAL SEKOLAH SISWA DAN GURU Febliza, Asyti; Oktariani, Oktariani
Jurnal Pendidikan Kimia Universitas Riau Vol. 5 No. 1 (2020): Januari: Jurnal Pendidikan Kimia Universitas Riau
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia, FKIP, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen literasi digital sekolah, guru dan siswa yang berfungsiuntuk mengukur sejauh mana tingkat literasi digital sekolah, guru, dan siswa. Tidak mungkin suatu sekolah dapat mengikuti perkembangan IPTEK jika potensi sekolah tidak memadai dan sumber daya manusianya belum siap. Oleh karena itu, pengembangan instrument literasi digital perlu dibuat agar dapat mengidentifikasi tingkat kesiapan sekolah, guru dan siswa dalam menghadapi era digital di revolusi industri 4.0. Subjek penelitian yaitu 90 responden yang terdiri dari 30 orang guru dan 60 orang siswa di SMA Negeri 14 Pekanbaru. Angket yang telah dibuat terlebih dahulu divalidasi oleh 2 validator ahli, setelah dinyatakan valid oleh validator ahli selanjutnya angket dilakukan uji terbatas untuk menghitung tingkat validitas dan realiabilitas masing-masing item pertanyaan. Angket menggunakan skala likert dengan 3 kategori pilihan jawaban (sering, jarang, tidak pernah atau ada, sedang direncanakan, tidak, dsb). Berdasarkan hasil dan kesimpulan dapat ditarik kesimpulan yaitu: butir pertanyaan yang dapat dijadikan sebagai alat pengumpul data pada instrumen angket literasi digital sekolah yaitu sebanyak 23 butir pertanyaan, sedangkan butir pertanyaan yang dapat dijadikan sebagai alat pengumpul data pada instrumen angket literasi digital guru 52 butir pertanyaan dan instrumen angket literasi digital siswa sebanyak 31 butir pertanyaan. Berdasarkan kriteria reliabilitas, ketiga angket literasi digital menunjukkan kriteria reliabilitas tinggi dan sangat tinggi dengan tingkat reliabilitas lebih besar dari 0,684.
Kaitan Kematangan Sensori Motorik dengan Kesiapan Sekolah Anak Usia Dini Yuris, Evicenna; Nasution, Mawaddah; Sitepu, Julimaini; Masitah, Widya; Oktariani, Oktariani
AL-HANIF: Jurnal Pendidikan Anak dan Parenting Vol 5, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/al-hanif.v5i1.25667

Abstract

Kesiapan sekolah pada anak usia dini berkorelasi dengan sejumlah kemampuan yang meliputi fungsi eksekutif, keterampilan persepsi motorik dan visual, serta pemrosesan sensorik dan karakteristik perkembangan ini penting untuk keberhasilan di kemudian hari. Salah satu kemampuan yang harus dimatangkan adalah kemampuan sensori motorik pada anak. Namun yang terjadi pada saat ini banyak anak yang mengalami gangguan sensori motorik pasca Covid 19. Menurut data statistik yang dipublikasikan Kemenko PMK pada Juni 2022, angka kisaran disabilitas anak usia 5-19 tahun adalah 3,3% .Selama pandemi Covid-19, anak-anak harus tinggal di rumah. Anak tidak banyak melakukan aktivitas yang banyak melibatkan sensori seperti menyentuh, menjilat, melempar dan melakukan banyak gerakan untuk menstimulasi motorik halus dan motorik kasarnya sehingga berdampak pada terhambatnya tumbuh kembang anak. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dan metode yang digunakan adalah  literatur review, yaitu metode kepustakaan. Penelitian yang di lakukan oleh Piek et al. menyatakan perkembangan motorik sebagai landasan pembelajaran, khususnya dalam menumbuhkan rasa percaya diri dan disiplin diri pada anak selama melakukan kegiatan pembelajaran.  Hal ini sejalan juga dengan konsep piramida pembelajaran (Pyramid of Learning), dimana sebelum kemampuan kognitif  matang dibutuhkan pematangan dahulu sensori motoriknya, jika tidak matang akan membuat anak tidak mampu duduk lama dan memiliki atensi yang pendek.
Psikoedukasi Management Stres Pada Ibu Rumah Tangga Di Desa Klampok Gunung Kidul Yogyakarta Ramadhanty, Nada Nabilah; Oktariani, Oktariani; Ariani, Arnis
Conscilience: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 03 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi stres yang terjadi terus menerus memiliki banyak dampak negatif terutama bagi seorang ibu rumah tangga. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang tepat melalui psikoedukasi agar dapat mengelola stress dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas psikoedukasi dalam meningkatkan pemahaman ibu rumah tangga mengenai manajemen stress. Hipotesis dalam penelitian ini terdapat pengaruh psikoedukasi terhadap pemahaman ibu rumah tangga mengenai manajemen stress, di mana terdapat perbedaan pemahaman manajemen stress sebel dan setelah pemberian psikoedukasi. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen pretest and posttest group design. Pengukuran dilakukan menggunakan skala dalam bentuk pertanyaan. Hasil analisis menggunaoan paired sample T-test yang menunjukkan terdapat pengaruh signifikan t= -10.357 dengan nilai sig. <0.001 (p<0.01). Artinya psikoedukasi manajemen stress pada ibu rumah tangga berpengaruh dalam meningkatkan pemahaman peserta sehingga hipotesis dalam penelitian ini diterima. Kata Kunci: Masyarakat, Pengabdian Masyarakat, Budaya Islam, Pemberdayaan Masyarakat
Fungsi Eksekutif dan Disfungsi Eksekutif pada ADHD (Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas) Oktariani, Oktariani; Syamsuyurnita, Syamsuyurnita; Simon, Jhon
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 4, No 3 (2023): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v4i3.220

Abstract

Fungsi eksekutif (Executive function) merupakan kemampuan umum untuk mengatur dan bertindak berdasarkan informasi dengan cara yang bertujuan untuk mencapai tujuan yang direncanakan. Fungsi eksekutif yang terganggu dapat merusak kemampuan seseorang untuk mengatur dan mengendalikan perilaku mereka Keterampilan fungsi eksekutif seseorang memungkinkan mereka untuk hidup, bekerja dan belajar secara mandiri dan kompeten untuk usianya. Dengan bantuan aktivitas eksekutif, individu dapat memperoleh informasi, memikirkan solusi, dan mengimplementasikannya Individu yang mengalami gangguan fungsi eksekutif (Disfungsi eksekutif) dapat menyebabkan: terganggu kinerja di tempat kerja atau sekolah, kesulitan membangun atau mempertahankan hubungan. masalah suasana hati, harga diri rendah, menghindari tugas-tugas sulit, memiliki motivasi rendah atau kehilangan minat dalam aktivitas, Disfungsi eksekutif ini umumnya terjadi pada anak yang mengalami ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Dimana anak yang mengalami ADHD mempunyai kendala dalam memori, konsentrasi, dan manajemen waktu. Disfungsi eksekutif ini terjadi karena rusaknya sirkuit diotak sehingga membuat anak ADHD sulit untuk mengontrol perhatian, perilaku, dan juga emosi
Peran Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Siswa SMK PAB 2 Helvetia Medan Syaibani, Rahmat; Lubis, Ikhbal Hidayat; Oktariani, Oktariani; Syamanta, Arbana; Prabudi, Bayu Arif
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 6, No 3 (2025): J-P3K
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v6i3.820

Abstract

Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat, di mana orang tua berperan penting sebagai pendidik pertama dalam mendukung perkembangan akademik anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peran orang tua memengaruhi motivasi belajar siswa di SMK PAB 2 Helvetia Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan populasi seluruh siswa kelas XI berjumlah 116 orang. Sampel penelitian ditentukan dengan rumus Slovin pada taraf kesalahan 10%, sehingga diperoleh 52 responden. Instrumen penelitian berupa angket tertutup skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan dengan distribusi frekuensi dan perhitungan modus menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak berada pada kategori sedang, ditandai dengan dominasi jawaban responden pada skala “kadang-kadang”. Bentuk peran orang tua yang cukup tampak adalah memberikan nasihat, mendukung kegiatan sekolah, serta mencontohkan sikap sosial yang baik. Sementara itu, motivasi belajar siswa berada pada kategori sedang–tinggi, dengan indikator yang menonjol berupa ketekunan, kemandirian belajar, serta semangat menghadapi kesulitan. Temuan ini menegaskan bahwa peran orang tua memiliki pengaruh penting terhadap motivasi belajar siswa, meskipun belum optimal. Diperlukan peningkatan kerja sama antara sekolah dan orang tua untuk membangun dukungan yang konsisten, baik dalam aspek emosional, akademik, maupun penyediaan fasilitas belajar, sehingga motivasi siswa dapat berkembang secara lebih maksimal.
Analisis Kebutuhan Instrumen Penilaian Keterampilan Abad 21 bagi Calon Guru Oktariani, Oktariani; Fauziah, Nurul; Baruri, Andhika; Fathia, Adinda
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 8 No 2 (2023): Volume 8 Nomor 2, Mei 2023
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/briliant.v8i2.1276

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan instrumen penilaian keterampilan abad 21 bagi calon guru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini adalah 60 orang mahasiswa dari Fakultas Keguruan yang merupakan calon guru. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1) 100% responden menyatakan keterampilan abad 21 penting untuk dikuasai oleh calon guru; (2) 86,7% responden keterampilan abad 21 calon guru perlu untuk dievaluasi; (3) 76% responden menyatakan bahwa belum pernah ada penilaian secara khusus terkait keterampilan abad 21 yang dimilikinya; (4) 100% responden menjawab perlu adanya instrumen penilaian keterampilan abad 21 bagi calon guru; (5) 83,3% responden menjawab bahwa salah satu bentuk instrument penilaian keterampilan abad 21 yang sesuai adalah penilaian dengan instrument elektronik atau e-assesment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlu segera dikembangkan instrumen penilaian keterampilan abad 21 bagi calon guru dan menjadi masukan untuk perancangan pembuatan instrumen. 
Need Analysis for Development (E-Module) of Analytical Chemistry Integrated with Environmental Analysis Research Results Yulis, Putri Ade Rahma; Oktariani, Oktariani
Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Vol. 12 No. 1 (2024): February 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/hjkk.v12i1.10601

Abstract

The current condition is still limited to analytical chemistry teaching materials that are integrated with research results, only using Analytical Chemistry textbooks as teaching materials or in the form of e-books. This is one of the causes of the lack of student interest in participating in the teaching and learning process. The purpose of this research is to produce innovative teaching materials in analytical chemistry based on research results, aiming to enhance students' interest in learning.This research is the initial stage as a basis for developing analytical chemistry e-modules integrated with research results. The development model used is ADDIE which consists of five stages, namely Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation. This research is limited to the needs analysis stage which includes RPS analysis, analysis of problems and needs of lecturers and problems and needs of students. Data collection instruments used interviews and questionnaires. The subjects of this study consisted of 6 Analytical Chemistry lecturers and 59 students from Riau Province, Riau Islands, North Sumatra, and West Java. The research results of this preliminary analysis include RPS analysis where there are 10 topics of study material and based on the needs questionnaire the topic of quantitative analysis is the topic with the highest percentage to be developed into an e-module. Then also obtained the results that there are still some shortcomings with the teaching materials used today, so that 98% of lecturers and students stated that they need the development of teaching materials, especially those that are digital-based and can be integrated with research results which are evidence of the implementation of analytical chemistry learning theory. 
PENDIDIKAN SEBAGAI SUATU SISTEM Purwaningsih, Ika; Oktariani, Oktariani; Hernawati, Linda; Wardarita, Ratu; Utami, Puspa Indah
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v10i1.5113

Abstract

Abstract: This article is entitled Education as a System, with the type of qualitative research using a library approach, a library approach, namely a study that uses data analysis based on written materials. Library materials in the form of published notes, books, magazines, newspapers, manuscripts, journals or articles. From the results of the study that education as a system is a unified whole in an education consisting of components that are interconnected with each other in order to achieve the desired goals. The components are basic education, educational goals, educational content, educational methods, tools, educated, educators and goals.Keywords: education, a systemAbstrak: Artikel ini berjudul Pendidikan Sebagai Suatu Sistem, dengan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatannya adalah pendekatan kepustakaan, pendekatan kepustakaan yakni kajian yang menggunakan analisis data berdasarkan bahan tertulis. Bahan kepustakaan berupa catatan yang terpublikasikan, buku, majalah, surat kabar, naskah, jurnal ataupun artikel. Dari hasil penelitian bahwa bahwa pendidikan sebagai suatu sistem merupakan suatu kesatuan yang utuh dalam suatu pendidikan yang terdiri dari komponen-komponen yang saling berhubungan satu sama lainnya dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan. Adapun komponen-komponen tersebut yakni dasar pendidikan, tujuan pendidikan, isi pendidikan, metode pendidikan, alat, terdidik, pendidik dan tujuan.Kata Kunci: pendidikan, Suatu Sistem
Hubungan Pola Asuh Permisif Orang Tua Dengan Kemandirian Anak Asd Di Ourkidz Situmorang, Rangga Satrio Prayoga; Oktariani, Oktariani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3472

Abstract

Menurut temuan pengamatan, menunjukkan sebagian besar anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) di Ourkidz Medan masih mengalami kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri, seperti makan, berpakaian, dan mengikuti rutinitas tanpa bantuan. Sebagian faktor yang menyebabkan rendahnya kemandirian anak yaitu pola asuh permisif dari orang tua, di mana orang tua cenderung memberikan kebebasan tanpa batas dan minim kontrol, sehingga anak tidak terbiasa dengan struktur dan tanggung jawab. Metode kuantitatif digunakan pada penelitian ini dengan pendekaran korelasi. Populasi pada studi ada 30 orang tua dari anak ASD yang menjalani terapi di Ourkidz Medan. Teknik sampling yang dipakai ialah total sampling, dengan melibatkan seluruh populasi sebagai sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner berskala Likert, yang meliputi dari dua skala, satunya adalah skala pola asuh permisif dan skala kemandirian anak ASD. Berdasarkan hasil uji validitas, seluruh 40 item pernyataan pada skala pola asuh permisif dan skala kemandirian anak ASD dinyatakan valid. Hasil temuan uji reliabilitas menunjukkan bahwa skala pola asuh permisif mempunyai nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,988, sedangkan skala kemandirian anak ASD sebesar 0,987 yang dimana kedua nilai tersebut menunjukkan reliabel karena > 0,70. Hasil uji korelasi Pearson memperlihatkan hubungan negatif antara kemandirian anak dengan gangguan spektrum autisme dan pola asuh permisif ditemukan (r = -0,499; p = 0,005). Ini menunjukkan bahwa semakin permisif pola asuh orang tua, semakin rendah kemandirian anak dengan gangguan spektrum autisme.