Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGARUH METODE PPNI INFORMATION SYSTEM DENGAN KECEPATAN PERHITUNGAN KEBUTUHAN PERAWAT Rani Kawati Damanik; Adventy Riang Bevy Gulo
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 11 (2020): JURNAL KESEHATAN - Special Issue Hari Kesehatan Nasional 2020
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v11i0.394

Abstract

Metode Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dapat dikembangkan dengan menggunakan sistem informasi. Menghitung kebutuhan tenaga perawat dengan mengubah satuan hari dengan minggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan metode persatuan perawat nasional Indonesia information system dalam perhitungan tenaga perawat. Penelitian ini adalah penelitian pendekatan kuantitatif dengan design quasy eksperiment, sampel dalam penelitian ini 30 orang perawat, 15 untuk kelompok yang diberikan intervensi dan 15 kelompok kontrol. Penelitian ini dilakukan dengan tehnik observasi untuk mengukur kecepatan perawat dalam mengerjakan perhitungan kebutuhan tenaga perawat. Data dianalisis statistik deskriptif dan diuji menggunakan Mann whitney test. diperoleh nilai mean kelompok kontrol 4.27 sedangkan kelompok intervensi 1.47 dengan (Z: -3,742) dengan signifikan 0.000. Metode PPNI information system dapat meningkatkan kecepatan perhitungan kebutuhan perawat.
EVALUASI PROGRAM DAPUR SEHAT ATASI STUNTING (DASHAT) DENGAN PENINGKATAN STATUS GIZI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEDAN SUNGGAL Damanik, Rani Kawati; Sipayung, Rosetti; Hutabarat, Tiara Slorinda Br
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/keperawatan.v7i2.5748

Abstract

The evaluation of the implementation of DASHAT (Healthy Kitchen to Combat Stunting) is aimed at the cadres of TP-PKK, posyandu cadres, pregnant women, and mothers with toddlers. This research aims to examine the relationship between the evaluation of the Healthy Kitchen Program to Address Stunting (Dashat) and the improvement of nutritional status in the working area of the Medan Sunggal Community Health Center. The research method uses a descriptive correlational approach with a cross-sectional design. This study population of all mothers who have stunting children of 21 people this study sample uses Total Sampling technique. Data analysis using the Spearman test. The results of the research on the Evaluation of the Healthy Kitchen Program to Address Stunting (Dashat) indicate that the majority of the healthy kitchen programs have not been achieved, with 22 individuals (57.9%). The nutritional status in the working area of the Medan Sunggal Health Center is predominantly moderate, with 22 individuals (55.3%). There is a significant relationship between the evaluation of the healthy kitchen program to address stunting (Dashat) and the improvement of nutritional status, showing a significant correlation with a p-value of 0.000 (r = 0.560). Conclusion: The better the healthy kitchen program is implemented, the better the nutrition of children in the community will be. Suggestions are very important for promoting healthy eating habits and supporting initiatives aimed at improving nutrition in the community.
GERAKAN PERUT HAPPY CEGAH GASTRITIS PADA SISWA DI SD NEGERI 066652 MEDAN Damanik, Rani Kawati; Eva Kartika Hasibuan; Rosetty Sipayung; Goklas Royani Sitanggang; Meidar Wati Buulolo
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v6i2.6148

Abstract

Gastritis adalah suatu penyakit yang terjadi pada saluran pencernaan pada lambung yang disebabkan oleh pola makan serta gaya hidup yang tidak sehat dan tidak teratur. Tujuan utama dari pengabdian ini adalah pelaksanaan gerakan perut happy cegah gastritis pada siswa SD Negeri 066652 Medan. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif yang melibatkan langsung siswa-siswi SD Negeri 066652 Medan sebagai mitra dalam kegiatan ini. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui tahapan, yaitu: (a) tahap persiapan, (b) tahap pelaksanaan, dan (c) tahap evaluasi. Hasil: yang diperoleh bahwa anak mengalami peningkatan pengetahuan dalam pencegahan gastritis. Kesimpulan diperoleh bahwa anak melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan siswa-siswi dapat meningkatkan pemahaman mereka dalam pencegahan gastritis melalui menjaga kebersihan diri sehingga terhindar dari kuman penyakit, pola makan yang sehat dengan mengkonsumsi makanan bergizi. Sehingga disarankan pada orangtua untuk memperhatikan makanan yang dikonsumsi oleh anak serta kebiasaan mencuci tangan sebelum makan
The Relationship Between Family Support And Anxiety Levels In Children Aged 5–18 Years With Chronic Kidney Disease At Haji Adam Malik Hospital Medan Damanik, Rani Kawati; Sipayung, Rosetty Rita; Purba, Sri Dearmaita; Rejeki, Rika
Jurnal Kesmas Prima Indonesia Vol. 9 No. 2 (2025): July Edition
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jkpi.v9i2.7221

Abstract

Anxiety is a problem characterized by refusing to be given nursing care, sleep disturbances, restlessness, worry, fear, crying easily, decreased appetite. The presence of family support can reduce the patient's anxiety level and influence the level of support they receive. The aim of this research is to identify the relationship between family support and the anxiety level of children suffering from chronic kidney failure aged 5-18 years at Haji Adam Malik Hospital. This type of research is correlation analysis with a Cross Sectional approach. The population in this study were families and children with GGK, the sample in this study was 73 people using a total sampling technique. The tool used to measure family support and the anxiety level of children with chronic kidney failure aged 5-18 years is a questionnaire. From the data, 18 people (24.7%) had good family support with anxiety in children, 10 people (13.7%) in the non-anxious category, 6 people in the mild anxiety category (8.2%), 2 people in the moderate anxiety category (2.7%). Of the 37 people (50.7%) who have sufficient family support, 5 people (6.8%) are not anxious in the child's anxiety category, 22 people are in the mild anxiety category (30.1%), 10 people are in the moderate anxiety category (13.7%). Of the 18 people (24.7%) who had less family support with anxiety in children in the non-anxious category, 3 people (4.1%), in the mild anxiety category, 5 people. It was concluded that there was a relationship between family support and the level of anxiety in children with CKD aged 5-18 years at Haji Adam Malik Hospital (p value = 0.005). It is hoped that the suggestions in this study can increase family support in reducing anxiety in children by providing religious education to children, always accompanying children in the treatment of chronic kidney failure. Keywords: Family Support, Anxiety for CKD Children
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAAN ANAK PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK USIA (5-18 TAHUN) DI RSUP HAJI ADAM MALIK MEDAN Linda; Damanik, Rani Kawati; Rika Rejeki
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/tekesnos.v7i2.6457

Abstract

Kecemasaan merupakan masalah yang ditandai dengan menolak diberikan Tindakan keperawatan, ganguan tidur, gelisah, khawatir, takut, mudah menanggis, menurunya nafsu makan Kehadiran dukungan keluarga dapat mengurangi tingkat kecemasan pasien serta memengaruhi tingkat dukungan yang mereka terima.Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan dukungan keluarga dengan Tingkat kecemasan anak penderita gagal ginjal kronik usia 5-18 tahun di RSUP Haji Adam Malik. Jenis penelitian ini adalah analisis korelasi dengan pendekatan Croos Sectional. Populasi dalam studi ini adalah keluarga dan anak GGK , sampel dalam penelitian ini adalah 73 orang menggunakan teknik sampling total. Alat yang digunakan untuk mengukur Tingkat kecemasan anak penderita gagal ginjal kronik adalah kuesioner Zung-Self Rating Anxiety . Dari data 18 orang (24.7%) mempunyai dukungan keluarga baik dengan kecemasan pada anak kategori tidak cemas 10 orang (13.7%), kategori kecemasan ringan 6 orang (8.2%) kategori kecemasan sedang 2 orang (2.7%). Dari 37 orang (50.7%) mempunyai dukungan keluarga cukup dengan kecemasan pada anak kategori tidak cemas 5 orang (6.8%), kategori kecemasan ringan 22 orang (30.1%), kategori kecemasan sedang 10 orang (13.7%). Dari 18 orang (24.7%) mempunyai dukungan keluarga kurang dengan kecemasan pada anak kategori tidak cemas 3 orang (4.1%), kategori kecemasan ringan 5 orang Disimpulkan bahwa ada hubungan Dukungan keluarga dengan Tingkat kecemasaan anak penderita GGK usia 5-18 tahun di rsup haji adam malik (nilai p = 0,005). Saran dalam studi ini Diharapkan dapat meningkatkan dukungan keluarga dalam mengurangi kecemasaan pada anak melalui memberikan pendidikan relizi pada anak, senangtiasa mendampingi anak dalam dalam pengobatan gagal ginjal kronik.
TERAPI KOGNITIF TERHADAP KEMAMPUAN INTERAKSI PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN ISOLASI SOSIAL Rani Kawati Damanik; Jek Amidos Pardede; Licy Warman Manalu
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v11i2.822

Abstract

Abstrak Isolasi sosial merupakan keadaan dimana seseorang individu mengalami perilaku menarik diri, serta penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain, terutama untuk mengungkapkan dan mengonfirmasi perasaan negatif dan positif yang dialaminya. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan pasien dalam kemampuan berinteraksi, maka dibutuhkan terapi, salah satunya terapi kognitif.Terapi kognitif diperuntukkan kepada seseorang yang mengalami kesalahan dalam berpikir yang terjadi pada pasien isolasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi kognitif terhadap kemampuan berinteraksi pasien skizofrenia dengan masalah isolasi sosial di RSJ Prof. Dr.Muhammad Ildrem Medan Tahun 2019. Desain penelitian ini adalah Quasi Experimental one group pre-post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien skizofrenia dengan masalahisolasi sosial. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan purposive sampling yang dilakukan dengan mengambil sampel sesuai dengan kriteria peneliti dengan menggunakan screening isolasisosial, sehingga didapatkan sejumlah 22 pasien. Berdasarkan hasil uji mc-neymar diperoleh hasil p value = 0.001 (p0.05), sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh terapi kognitif terhadap kemampuan berinteraksi pasien skizofrenia dengan masalah isolasisosial di RSJ Prof.Dr. Muhammad Ildrem Medan tahun 2019. Diharapkan kepada pasien skizofrenia dengan masalah isolasisosial, mampu mengubah pikiran negatif menjadi positif, meningkatkan aktivitas serta mampu berinteraksi dengan baik setelah melaksanakan terapi kognitif dengan baik dan teratur. Kata Kunci: Terapi Kognitif, Interaksi, Isolasi Sosial AbstractSocial isolation is a condition in whichindividual experiences withdrawal behavior, as well as a decrease or even completely unable to interact with other people, especially to express and confirm the negative and positive feelings they experience. So as to meet the needs of patients in their ability to interact, therapy is needed, one of which is cognitive therapy. Cognitive therapy is for someone who experiences errors in thinking that occur in patients with social isolation. This study aims to determine the effect of cognitive therapy on the ability to interact with schizophrenic patients with the problem of social isolation at the RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan. The design of this study was Quasi Experimental one group pre-post test design. The population in this study were all schizophrenic patients with social isolation problems. The sampling technique in this study was purposive sampling which was carried out by taking samples according to the criteria of researchers using social isolation screening, so that a total of 22 patients were obtained. Based on the results of the mc-neymar test, the results obtained p value = 0.001 (p 0.05), so it can be concluded that there is an influence of cognitive therapy on the ability to interact with schizophrenic patients with the problem of social isolation. It is expected that schizophrenic patients with social isolation problems can be able to change negative thoughts to be positive, increase activities and be able to interact well after carrying out cognitive therapy well and regularly. Keywords: Cognitive Therapy, Interaction Ability, Social Isolation
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP IBU DALAM MELAKUKAN PERTOLONGAN PERTAMA TERSEDAK PADA ANAK USIA DINI Sipayung, Normi Parida; Damanik, Rani Kawati; Amila, Amila; Kynanti, Kynanti
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/keperawatan.v8i2.6860

Abstract

Latar belakang: Tersedak adalah suatu kondisi yang sangat sering terjadi pada anak usia dini yaitu tersumbatnya jalan napas akibat benda asing baik secara total atau parsial, yang dapat menyebabkan korban kesulitan bernapas, kekurangan oksigen, dan penyebab kematian. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap ibu tentang pertolongan pertama tersedak pada anak usia dini di Dusun Vl Desa Padang Pulau. Metode: Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan pendekatan analisis korelasi dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Ibu yang memiliki anak usia dini di Dusun Vl Desa Padang Pulau. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 42 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji spearman rank. Hasil: Hasil penelitian pada tingkat pengetahuan baik sebanyak 52,4%, tingkat pengetahuan cukup sebanyak 47,6%, untuk sikap baik sebanyak 73,8%, sikap tidak baik sebanyak 26,2%. Hasil uji spearman rank  didapatkan hasil p=0,000 yang artinya ada hubungan pengetahuan ibu dengan sikap melakukan pertolongan pertama tersedak pada anak usia dini, dengan nilai  r=0,516 yang artinya memiliki keeratan hubungan yang kuat. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap ibu tentang pertolongan pertama tersedak pada anak usia dini, semakin baik tingkat pengetahuan ibu semakin baik juga sikap ibu dalam melakukan pertolongan pertama tersedak pada anak usia dini.
ANALISIS RISIKO K3 DENGAN METODE HIRARC (HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESSMENT, AND RISK CONTROL) PADA PEKERJA PRODUKSI PENGOLAHAN KAYU DI PT BUKIT INTAN ABADI MEDAN Sitorus, Mido Ester J.; Hia, Niscaya Kristiani; Damanik, Rani Kawati; Rajagukguk, Desy Lustiyani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.11220

Abstract

Industri pengolahan kayu memiliki potensi tinggi terhadap risiko kecelakaan kerja, terutama di bagian produksi yang melibatkan mesin, bahan kimia, dan aktivitas fisik berulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko K3 pada pekerja produksi di PT Bukit Intan Abadi Medan. Ruang lingkup penelitian mencakup identifikasi bahaya, penilaian risiko berdasarkan kemungkinan dan keparahan, serta mengetahui upaya pengendalian risiko yang diterapkan pada bagian produksi. Penelitian dilakukan pada bulan Maret hingga Juli 2025 dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan berjumlah 12 orang yang dipilih melalui teknik snowball sampling, terdiri dari manajer produksi, staf HSE, operator forklift, dan pekerja produksi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control). Hasil penelitian menunjukkan adanya berbagai jenis bahaya kerja, yaitu bahaya mekanik (terjepit, tersayat, tertimpa), bahaya fisik (kebisingan, suhu tinggi, serpihan kayu, korsleting listrik), bahaya kimia (uap bahan pengawet dan lem), serta bahaya ergonomi akibat postur kerja tidak ergonomis dan aktivitas berulang. Penilaian risiko menunjukkan sebagian besar aktivitas berada pada tingkat risiko sedang hingga sangat tinggi, dengan dua aktivitas tergolong ekstrim. Upaya pengendalian risiko dilakukan melalui pendekatan rekayasa teknis, administratif, dan penggunaan alat pelindung diri (APD), namun implementasinya belum optimal karena rendahnya kepatuhan dan kurangnya pelatihan K3. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengendalian risiko K3 masih perlu dikembangkan lebih lanjut.