Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

EDUKASI TERAPI KOMBINASI AKUPRESUR DAN AROMA TERAPI PADA KADER POSYANDU DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN PEREMPUAN DENGAN HIPERTENSI Maineny, Arie; Silfia, Niluh Nita; Tondong, Henrietta Imelda; Asrawaty, Asrawaty; Narmin, Narmin; Sumiaty, Sumiaty; Lisnawati, Lisnawati; Tempali, Sri Restu; Pani, Widya; Kusika, Sri Yanti; Asriwidyayanti, Asriwidyayanti; Hasnawati, Hasnawati; Astuti, Novi Dwi; Taqwin, Taqwin; Masda, Masda
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.25030

Abstract

Abstrak: Hipertensi menjadi permasalahan kesehatan karena setiap tahun prevalensi hipertensi terus meningkat. Penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan secara farmakologi dan terapi non farmakologi. Terapi komplementer merupakan salah satu pengobatan non farmakologi penyakit hipertensi. Kombinasi terapi akupresur dan aroma terapi merupakan salah satu terapi komplementer sebagai bentuk pendekatan inovatif penanganan hipertensi. Kegiatan pengabbdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader posyandu dalam pelayanan kesehatan tradisional komplementer kombinasi akupresur dan aroma terapi untuk meningkatkan kesehatan perempuan dengan hipertensi. Kegiatan dimulai dengan melakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan kader posyandu, dilanjutkan penyampaian edukasi dan demonstrasi kombinasi terapi akupresur dan aroma terapi, serta praktik mandiri peserta.  Mitra yang terlibat adalah Puskesmas Mamboro, dengan peserta 15 orang kader posyandu. Evaluasi dilakukan melalui pengisian kuesioner pre-post test. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat terlaksana baik dan terdapat peningkatan pengetahuan kader posyandu kategori baik dari 60% sebelum edukasi, menjadi 93% sesudah edukasi.Kata Kunci: Edukasi; akupresur; aroma terapi; hipertensi; kader.Abstract: Hypertension is a health problem because every year the prevalence continues to increase. Management of hypertension can be pharmacologically and non pharmacologically. Complementary therapy is a non pharmacological hypertension  treatment. Combination of acupressure therapy and aroma therapy is a complementary therapy as an innovative approach to treating hypertension. This community service activity aims to increase knowledge and skills posyandu cadres in complementary traditional health services, a combination of acupressure and aroma therapy to improve the health of women with hypertension. The activity began with a Focus Group Discussion (FGD), delivery of education and demonstrations, as well as participants' independent practice. The partner involved was the Mamboro Community Health Center, with 15 posyandu cadres participating. Evaluation is carried out by filling out a pre-post test questionnaire. The activities were carried out well and there was an increase in the knowledge of posyandu cadres in the good category from 60% before education, to 93% after education.
Permainan Puzzle Efektif Meningkatkan Perkembangan Motorik Halus Anak Prasekolah: Puzzle Games Effectively Enhance Fine Motor Development in Preschool Children Admasari, Yuli; Maineny, Arie; Patuju, Isda Rahmi
Jurnal Kesehatan Marendeng Vol. 10 No. 1 (2026): JURNAL KESEHATAN MARENDENG
Publisher : LPPM STIKES Marendeng Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58554/jkm.v10i1.203

Abstract

Keterlambatan perkembangan motorik halus pada anak prasekolah dapat berdampak pada kesiapan mereka untuk belajar dan kemampuan mereka untuk mandiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana permainan puzzle memengaruhi perkembangan motorik halus anak-anak berusia lima hingga enam tahun. Penelitian ini dilakukan menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan kelompok kontrol non-ekuivalen dan dilakukan di Taman Kanak-Kanak Pembina Kota Palu dari April hingga Mei 2025. Sampel penelitian terdiri dari 32 partisipan yang dibagi secara merata ke dalam kelompok intervensi (n = 16) dan kelompok kontrol (n = 16), yang dipilih melalui teknik stratified random sampling dengan menggunakan sistem undian. Denver Developmental Screening Test II (DDST II) digunakan untuk melakukan penilaian perkembangan motorik halus. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok intervensi dengan kategori perkembangan normal sebesar 81,3% dibandingkan dengan kelompok kontrol sebesar 31,3%. Kelompok intervensi memiliki nilai p = 0.001, sedangkan kelompok kontrol memiliki nilai p = 0,083 (p < 0.05). Berdasarkan hasil penelitian, aktivitas bermain puzzle pada anak-anak prasekolah berusia lima hingga enam tahun memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan keterampilan motorik halus mereka.