Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Edukasi Perundungan Dan Dampaknya Pada Konselor Remaja Panti Asuhan Al Fallah: Bullying Education and its Impact on Youth Counselors at Al Fallah Orphanage Akbar, Resti Rahmadika; Anissa, Mutiara; Hariyani, Insil Pendri
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 2 (2024): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v6i2.54411

Abstract

Bullying, also known as bullying, is a physical, verbal, or psychological action against a weak group carried out by a superior person or group. Bullying can occur in schools, Islamic boarding schools, or orphanages. Bullying sometimes goes unnoticed, so awareness of all parties needs to be increased so that the impact of bullying on victims can be prevented. This service targets teenagers who live in the Al Falah orphanage and students at the Al Falah Islamic Boarding School. The service activities began with providing material regarding bullying and how to prevent it, then continued with discussions and sharing experiences regarding bullying. Next is a quiz to assess participants' understanding of bullying and its prevention. The quiz participants' knowledge of the material showed that 93% could answer seven questions correctly. It is estimated that schools, Islamic boarding schools, or institutions have anti-bullying and bullying prevention programs at school so that problems resulting from bullying will not be serious. Focusing on promotion and prevention will have a good impact on all parties.   ABSTRAK Perundungan atau dikenal juga dengan bullying merupakan tindakan baik fisik, verbal maupun psikis kepada kelompok yang lemah yang dilakukan oleh sesorang atau kelompok yang lebih unggul. Perundungan dapat terjadi di sekolah, pesantren ataupun panti asuhan. Perundungan kadang tidak disaadari terjadinya, sehingga perlu ditingkatkan kesadaran semua pihak agar dampak bullying  pada korban dapat dicegah. Pengabdian ini sasarannya pada remaja yang tinggal di panti asuhan Al Falah sekalaligus sebagai santri di Pesantren Al Falah. Kegiatan pengabdian dimulai dengan pemberian materi mengenai perundungan dan cara pencegahannya, kemudian dilanjutkan dengan diskusi serta berbagi pengalaman mengenai perundungan. Selanjutnya kuis untuk menilai pemahaman peserta menegnai perundungan dan pencegahannya. Hasil dari kuis pemahaman peserta terhadap materi 93% dapat menjawab benar 7 pertanyaan. Diharapkan sekolah, pesantren atau panti punya program anti perundungan dan pencegahan perundungan di sekolah, sehingga permasalahan akibat perundungan tidak akan berat. Fokus pada promotif dan pencegahan akan berdampak baik untuk semua pihak.
Analysis of Pain and Depression Level in Knee Osteoarthritis Patients at Islamic Hospital Siti Rahmah Anissa, Mutiara; Aswad, Fauziah Amelia; Darmayanti, Anita; Putra, Eko Perdana; Deny, Fitra
Muhammadiyah Medical Journal Vol. 6 No. 1 (2025): Muhammadiyah Medical Journal (MMJ)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mmj.6.1.41-49

Abstract

Background: Knee osteoarthritis is a degenerative joint disease involving slow cartilage damage. Pain is the main symptom of osteoarthritis, and it causes patients to feel desperate, which further affects their emotional well-being, leading to depression. Purposes: This study aims to determine the relationship between the level of pain and the level of depression in knee osteoarthritis patients at RSI Siti Rahmah Padang. Methods: The materials used in this study are medical records, the Patient Health Questionnaire (PHQ)-9, and the Visual Analog Scale (VAS). This research uses univariate data analysis presented in the form of frequency distribution. Bivariate data analysis uses the chi-square, cross-sectional technique with 75 respondents. Results: Knee osteoarthritis patients with severe pain mostly also experience severe depression, with a percentage of 11%; patients with moderate pain mostly also experience moderate depression, with a rate of 14%; and patients with mild pain also experience mild depression, with a percentage of 10%. Bivariate analysis results show that there is a relationship between the level of pain and the level of depression with a value of p <0.05 (p = 0.000). Conclusion: This study found a relationship between the level of pain and the level of depression in knee osteoarthritis patients at RSI Siti Rahmah Padang.
POTENSI KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA VAL.) SEBAGAI AGEN ANTIPIRETIK ALAMI: SUATU TINJAUAN LITERATUR Abdullah, Dessy; Nova, Riki; Darmayanti, Anita; anissa, Mutiara; Vivekananda, Shahazad V
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i1.2236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kunyit (Curcuma domestica Val) terhadap penurunan suhu tubuh saat demam sebagai agen antipiretik alami. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan menelusuri berbagai artikel ilmiah melalui database Google Scholar menggunakan pendekatan PICO-S serta operator Boolean (AND, OR). Kata kunci yang digunakan mencakup: demam, pengaruh kunyit, terapi, dan penurunan suhu. Dari 200 studi yang ditelusuri, hanya 6 studi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang ditetapkan, yakni artikel dalam bahasa Indonesia yang membahas secara spesifik efek antipiretik kunyit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kunyit, khususnya melalui senyawa aktif kurkumin, memiliki efek signifikan dalam menurunkan suhu tubuh dengan cara menghambat enzim COX-2 dan molekul inflamasi lainnya. Metode perasan kunyit menunjukkan hasil antipiretik terbaik dibandingkan metode infusa dan dekokta. Simpulan dari kajian ini menunjukkan bahwa kunyit berpotensi besar sebagai alternatif terapi demam yang alami, aman, dan minim efek samping. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk menguji bioavailabilitas, stabilitas, serta efektivitasnya pada subjek manusia agar dapat diterapkan dalam praktik klinis. Kata Kunci : Kunyit, Antipiretik Alami, Demam, Kurkumin, Penurunan Suhu Tubuh
Edukasi Pengelolaan Keselamatan Kerja Nelayan dengan Media Brosur di Kecamatan Bungus Kota Padang Akbar, Resti Rahmadika; Maribeth, Annisa Lidra; Hariyani, Insil Pendri; Anissa, Mutiara; Rifki, Muhammad; Lathifa, Ananda; Mailinda; Asmi, Atika Karina
Abdika Sciena Vol 3 No 1 (2025): JURABDIKES Volume 3 No 1, Juni 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/jurabdikes.v3i1.232

Abstract

Latar Belakang: Keselamatan  dan kesehatan kerja adalah suatu kegiatan untuk menciptakan  lingkungan  kerja yang  aman, nyaman  dan  cara  peningkatan  serta pemeliharaan  kesehatan  tenaga  kerja  baik jasmani, rohani dan sosial. Keselamatan dan kesehatan  kerja  secara  khusus  bertujuan untuk  mencegah  atau  mengurangi kecelakaan  dan  akibatnya,  dan  untuk mengamankan  kapal,  peralatan  kerja,  dan produk  hasil  tangkapan.  Komponen terpenting dalam menjaga keselamatan jiwa dan  keselamatan  peralatan  kerja  adalah pengetahuan  tentang  penggunaan perlengkapan keselamatan kerja  bagi awak kapal, utamanya adalah  awak kapal bagian mesin.  Penggunaan  alat  perlengkapan keselamatan  kerja  ini telah  di  standarisasi baik secara nasional  maupun internasional, sehingga  wajb  digunakan  ketika  akan melaksanakan  kegiatan  kerja  utamanya adalah  kegiatan  kerja  di  ruang  mesin. Tujuan: Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat nelayan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja. Metode: Kegiatan dimulai dari persiapan materi edukasi, membuat brosur dan melaksanakan kegiatan edukasi. Setelah pemberian materi edukasi, responden diminta untuk mengisi survei. Hasil: Hasil pemahaman dari responden cukup baik. Kesimpulan: Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini, pengetahuan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja nelayan sangat penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan cedera, serta menjaga kesejahteraan nelayan.
Peran Brain-Derived Neurotrophic Factor pada Fungsi Kognitif Orang dengan Skizofrenia Anissa, Mutiara; Akbar, Resti Rahmadika; Malik, Rifkind
Health and Medical Journal Vol 7, No 2 (2025): HEME May 2025
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v7i2.1669

Abstract

Skizofrenia adalah gangguan mental kronis yang memengaruhi fungsi kognitif, emosi, dan perilaku. Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF) berperan penting dalam neurogenesis, plastisitas neuron, dan fungsi otak. Penurunan kadar BDNF pada pasien skizofrenia telah dikaitkan dengan gejala klinis, terutama gejala negatif dan gangguan kognitif seperti defisit memori, perhatian, dan fungsi eksekutif. Studi menunjukkan bahwa penurunan BDNF berkontribusi terhadap perubahan struktural di otak, khususnya di hipokampus dan korteks prefrontal. Tinjauan ini mengevaluasi literatur yang menunjukkan hubungan antara BDNF rendah dan gejala skizofrenia, serta potensi BDNF sebagai biomarker untuk diagnosis dan terapi. Meskipun peran BDNF sudah mulai dipahami, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengungkap interaksi molekuler yang mendasari dan mengembangkan intervensi terapeutik yang lebih efektif.
OPTIMALISASI LAHAN RUMAH UNTUK KESEHATAN: PENGEMBANGAN TAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) Abdullah, Dessy; Nova, Riki; Dramayanti, Anta; anissa, Mutiara
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 3 (2025): Juni
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i3.2235

Abstract

Menggunakan halaman rumah sebagai sumber obat herbal keluarga (TOGA) adalah salah satu langkah menuju kemandirian dalam menjaga kesehatan masyarakat. Proyek pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, terutama ibu rumah tangga dan kelompok lingkungan setempat, dalam menanam tanaman herbal di sekitar rumah mereka. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan demonstrasi langsung penanaman serta perawatan tanaman obat seperti jahe, kunyit, daun sirih, kumis kucing, dan lidah buaya. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap manfaat dan teknik budidaya tanaman obat serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya pemanfaatan pengobatan alami untuk kesehatan keluarga. Kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap efisiensi ekonomi rumah tangga serta keberlanjutan lingkungan. Pengembangan TOGA terbukti menjadi solusi strategis dalam menciptakan apotek hidup yang mandiri, ekonomis, dan berkelanjutan.
Edukasi dan Pendampingan Ibu dengan Anak Berkebutuhan Khusus di SLB N I Padang Anissa, Mutiara; Akbar, Resti Rahmadika; Darmayanti, Anita
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v5i1.20229

Abstract

Abstrak Anak berkebutuhan khusus (ABK) adalah anak yang memiliki keluarbiasaan atau keterbatasan  baik secara mental-intelektual, fisik, emosional maupun sosial yang dapat mempengaruhi proses  perkembangan dan pertumbuhannya dibandingkan dengan anak-anak lain yang seumuran dengannya. Setiap ABK memiliki kemampuan dan potensi yang berbeda walaupun dengan keterbatasan yang mereka miliki. Dalam mengembangkan kemampuan dan potensi anak berkebutuhan khusus maka perlu diperlukan keluarga atau orang tua yang memberikan dukungan utama dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Mitra merupakan Sekolah Luar Biasa Negeri 1 Padang dengan jumlah siswa berkebutuhan khusus cukup banyak. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah adanya orangtua yang belum bisa menerima kondisi anaknya dan orangtua yang masih belum memahami keterbatasan dari anaknya sehingga solusi yang dibutuhkan adalah kebutuhan informasi dan emosional. Pada kegiatan ini diperoleh hampir sebagian perserta mengalami keluhan mudah menjadi takut, merasa cemas, tegang dan khawatir serta tidak mampu berperan dalam kehidupan. Sekitar 37,5% peserta mengalami keluhan fisik seperti sakit kepala, kehilangan nafsu makan, gangguan pencernaan. Edukasi yang diberikan meliputi kebutuhan untuk informasi dan dukungan emosional. Dukungan informasi meliputi pemberian informasi mengenai gangguan yang termasuk dalam kategori ABK, gejala dan tatalaksana yang diberikan pada ABK serta sikap orangtua dalam menghadapi ABK. Dukungan emosional berupa pengenalan gejala stress dan manajemen stress. Kata kunci: ABK, ibu, stres
ASPECTS THAT INFLUENCE ADOLESCENT MENTAL HEALTH Akbar, Resti; Anissa, Mutiara; Fitri, Amelia; Fitria, Annisa
Nusantara Hasana Journal Vol. 3 No. 9 (2024): Nusantara Hasana Journal, February 2024
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v3i9.1076

Abstract

Mental health is how a person adapts to themselves, others, and the environment. Adjusting to oneself is an effort to understand and accept one's strengths and weaknesses. The transition period from childhood to adulthood is called adolescence. According to the World Health Organization (WHO), adolescents are individuals aged 10 to 19 years, 80% of whom live in developing countries. Teenagers' emotional and mental well-being is related to the type of parenting they receive, whether it is authoritarian, permissive, or democratic. Adolescents who have a poor peer environment are in line with the increase in adolescents who experience mental and emotional problems. This is because teenagers do not get enough emotional support or social support from friends their age. Also, the living environment significantly impacts teenagers' lives, especially in character development. It can also endanger mental health if something terrible happens in the surrounding environment, creating a feeling of insecurity or discomfort about living in a slum area. The high use of social media can also influence adolescent behavior. Apart from that, it also has an indirect negative impact on mental health, such as the emergence of anti-social attitudes or, what is usually called apathy, and various other mental health disorders. So, several aspects can influence teenagers' mental health, one of which is parenting style, social environment, and internet addiction.
GENERATION TRANSITION OF MEDICAL STUDENTS Akbar, Resti; Adma, Azkira Zahara; Ortiz, Letizia Andrea; Anissa, Mutiara; Hariyani, Insil Pendri
Nusantara Hasana Journal Vol. 4 No. 1 (2024): Nusantara Hasana Journal, Juny 2024
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v4i1.1134

Abstract

Generations are groups of people who are born, grow, and maintain their lives over a certain period and are considered to have the same characteristics and points of view because they are influenced by events that occurred at that time. Generations themselves are classified based on year of birth. There are four generations are Baby Boomers, X Generation, Y Generation, and Z Generation. Each generation has different learning methods, styles, and attitudes. Medical educators have developed and implemented various teaching methods to develop students' abilities more effectively and efficiently in future generations. However, there are barriers related to institutional resources, policies, and support that slow down the transition from traditional face-to-face classes to online classes. The transition itself began to be felt at the beginning of 2020, the Covid-19 pandemic caused very rapid changes, because it forced the implementation of fully online learning without face-to-face options. Students generally respond positively to the transition to online learning, but some students feel dissatisfied when learning online because they face stress and a huge workload. The end of the Covid-19 pandemic has resulted in digital transformation, such as hybrid learning and the medical learning process through mobile-based applications which makes it easier for students to learn from anywhere and at any time. It can be concluded that there are differences in learning methods, styles, and attitudes of medical students from generation to generation, this is due to the rapid development of technology and science, which makes the learning style of the current generation different from previous generations.
Evaluasi Kualitas Hidup Pasien Skizofrenia: Studi Efek Obat Antipsikotik dengan Menggunakan Short Form-36 Abiensy, Salsa Sedilla; Hasni, Dita; Saputra, Muhammad Rizki; Widiastuti, Wisda; Anissa, Mutiara
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i12.11204

Abstract

ABSTRACT Schizophrenia, classified as a chronic and severe mental disorder, affects not only patients suffering from the disorder, but also their caregivers and families. In many cases, the cost of care and support required by schizophrenic patients can be quite high, often becoming a burden for the patient's family. This study was conducted with the specific aim to explore and understand the quality of life of schizophrenic patients who have consumed antipsychotic drugs. For this purpose, the short form-36, a quality of life measurement tool, was used as the primary assessment tool. This descriptive study was carried out at the HB Saanin Hospital in Padang from July to September 2022. The study included 40 diagnosed schizophrenic patients who were treated on an outpatient basis in the clinic and met the inclusion and exclusion criteria as primary samples. Results showed that the majority of patients were male (87.5%) and adults (65%). More than half of the sample (52.5%) were unemployed. Paranoid schizophrenia was the most common diagnosis (75%). Nevertheless, a large number of the sample (90%) reported an improvement in quality of life after consuming antipsychotics.The conclusion that can be drawn from this study is that the use of antipsychotic drugs potentially improves the quality of life of schizophrenic patients. This provides important insights for future schizophrenia care. Keywords: Antipsychotics, Schizophrenia, Short Form – 36, Quality of Life,   ABSTRAK Skizofrenia, yang diklasifikasikan sebagai gangguan mental kronis dan berat, mempengaruhi tidak hanya pasien yang menderita gangguan tersebut, tetapi juga pengasuh dan keluarga mereka. Dalam banyak kasus, biaya perawatan dan dukungan yang diperlukan oleh pasien skizofrenia bisa sangat tinggi, dan ini seringkali menjadi beban bagi keluarga pasien. Studi ini dilakukan dengan tujuan spesifik untuk mengeksplorasi dan memahami kualitas hidup pasien skizofrenia yang telah mengonsumsi obat antipsikotik. Untuk tujuan ini, alat pengukuran kualitas hidup, short form-36, digunakan sebagai alat penilaian utama. Penelitian deskriptif ini dilaksanakan di RS HB Saanin Padang pada bulan Juli sampai September 2022. Penelitian ini mengikutsertakan 40 pasien yang didiagnosis skizofrenia yang dirawat jalan  di poliklinik dan telah memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi sebagai sampel primer. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas pasien adalah laki-laki (87,5%), dan dewasa (65%). Lebih dari setengah dari sampel (52,5%) tidak memiliki pekerjaan. Skizofrenia paranoid adalah diagnosis yang paling umum (75%). Meski demikian, sejumlah besar sampel (90%) melaporkan peningkatan kualitas hidup setelah mengonsumsi antipsikotik. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan obat antipsikotik berpotensi memperbaiki kualitas hidup pasien skizofrenia. Ini memberikan wawasan penting untuk perawatan skizofrenia di masa depan. Kata Kunci: Antipsikotik, Kualitas Hidup, Short Form – 36, Skizofrrenia