Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan Mutu Pelayanan dengan Kepuasan Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Mandaya Karawang Tahun 2025 Suntini, Nine; Kridawati, Atik; Aprillia, Yuna Trisuci
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jukmas.v9i2.6911

Abstract

Patient satisfaction depends on the quality of service provided. Service encompasses all efforts made by healthcare personnel to meet patient needs. A service is considered good if it meets patient expectations and is perceived as satisfactory rather than disappointing. Patient satisfaction is experienced from the moment of arrival until discharge from the hospital. This study aims to examine the relationship between service quality and inpatient satisfaction at Mandaya Hospital Karawang in 2025, as well as the influencing factors. This research is a quantitative study with a cross-sectional approach, analyzed using univariate, bivariate, and multivariate methods through ordinal logistic regression with 97 patient. The results show that the majority of inpatients (64.9%) felt satisfied with the inpatient services, while 35.1% were not satisfied. Bivariate analysis revealed a significant relationship between patient satisfaction and several services: registration, emergency department, room facilities, nursing, physician, pharmacy, nutrition, and security services. Multivariate analysis identified that the most dominant variables associated with patient satisfaction were registration service, emergency department service, and nutrition service. The odds ratio (OR) for nutrition service was 1154.820, indicating that good nutrition service increases the likelihood of inpatient satisfaction by approximately 1154 times. The Nagelkerke R Square value was 0.929, suggesting that the independent variables explain 92.9% of the variation in the dependent variable, leaving 7.1% explained by other factors.
Kelompok Pendukung ASI Moms Support Squad: Inovasi Pemberdayaan Kader Posyandu untuk Mendukung Keberhasilan Menyusui di Depok Sari, Fitria; Aprillia, Yuna Trisuci; Ulfa, Laila
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/pamas.v9i4.7002

Abstract

The coverage of exclusive breastfeeding in Indonesia has not yet reached the national target despite the issuance of various regulations, thus requiring community-based strategies to strengthen breastfeeding support. This Community Service Program (PKM) aimed to empower Posyandu cadres through the establishment of the Moms Support Squad as a breastfeeding support group to improve breastfeeding success in Depok City. The program was carried out through several stages, including socialization, training of 25 Posyandu cadres from two Posyandus, provision of educational media (pocket book, flip chart, logbook, diorama, and mannequins), as well as mentoring and evaluation using focus group discussions (FGDs). The results showed significant improvements in knowledge, skills, and caregiving practices. The average knowledge score of cadres increased from 76.14% (pre-test) to 80.91% (post-test), indicating the effectiveness of structured training on exclusive breastfeeding, breastfeeding techniques, and lactation problem-solving. Education delivered by cadres also contributed to improved understanding among pregnant and breastfeeding mothers regarding the benefits of breastfeeding, thereby enhancing their motivation to breastfeed optimally. In terms of skills, cadres demonstrated improved counseling abilities that were more empathetic and solution-oriented. Furthermore, improvements in infant caregiving practices were observed, as mothers began to adopt healthier and more natural parenting based on responsive breastfeeding practices. In conclusion, the Moms Support Squad program effectively enhanced the capacity of Posyandu cadres, improved maternal understanding, and strengthened infant caregiving. This program has the potential to be replicated in other regions as a community-based strategy to support the achievement of national exclusive breastfeeding targets.
Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif Dewi, Intan Permata; Ulfa, Laila; Aprillia, Yuna Trisuci; Kurniasari, Hikmah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 04 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i04.2494

Abstract

Masih adanya budaya dan mitos yang tidak mendukung pemberian ASI eksklusif, dan masih adanya promosi produk pengganti ASI secara terselubung melalui media online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Kelurahan Kalisari Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur Tahun 2022. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik menggunakan rancangan pendekatan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 7 - 12 bulan di Puskesmas Kelurahan Kalisari Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur sebanyak 104 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Dari Hasil uji regresi logistik sederhana menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara umur (nilai p = 0,02), pendidikan (nilai p = 0,00), status pekerjaan (nilai p = 0,00), pengetahuan (nilai p = 0,01), sikap ibu (nilai p = 0,00), dukungan keluarga (nilai p = 0,03), dan dukungan petugas kesehatan (nilai p = 0,00) dengan pemberian ASI eksklusif. Sedangkan tidak ada hubungan pendapatan (nilai p = 0,03) dan promosi susu formula (nilai p = 0,13) dengan pemberian ASI eksklusif. Faktor yang paling dominan adalah pendidikan (OR; 9,03, nilai p = 0,00). Maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan faktor penting untuk memperbaiki perilaku menyusui ASI eksklusif. Oleh karena itu upaya edukasi untuk meningkatkan pengetahuan ibu terhadap perilaku ASI eksklusif perlu ditingkatkan.
Survei Penerapan Prinsip Who dan Unicef Dalam Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) ( Studi Eksplanatori) Mawarni, Endang Siti; Ambarwati, Kusmayra; Aprillia, Yuna Trisuci
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jukmas.v8i1.4165

Abstract

Angka stunting dan gizi tidak baik masih tinggi di indonesia. Banyak faktor yang berhubungan dengan hal ini. Salah satunya adalaha pola pemberian makan yang tidak tepat. Gencarnya pemberian makanan ultra proses berhubungan dengan hal ini. Padahal organisasi kesehatan dunia telah memberikan panduan yang tepat dalam pemberian makanan ini. Akan tetapi angka gizi buruk dan stunting semakin tinggi. Ditambah lagi tidak adanaya regulasi yang tegas mengatur konsumsi makanan yang diproses secara pabrikan. Hal ini meimbulkan pertanyaan besar apakah pedoman yang diberikan dilakukan dengan baik. Studi ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pedoman pemberian makanan yang tepat oleh para ibu, kader dan stakeholder terkait. Studi ini menggunakan metode campuran dengan spesifikasi strategi eksplanatoris skuensial. Ini dicapai dengan melakukan analisis kuantitatif, analisis kualitatif, dan kesimpulan bersama. Sekitar sebelas kader penyuluh mp-asi terlibat pada survey ini dan dua ibu yang memiliki anak di bawah 24 bulan, serta petugas kesehatan setempat dan stakeholder setempat. Kegiatan ini dilakukan pada bulan januari 2023 di wilayah kerja posyandu Wijaya Kusuma, kelurahan, Kedaung Sawangan Depok. Hasil studi yang telah dilakukan, diketahui bahwa kader dan ibu masih belum menerapkan standar pemberian mp-asi dengan tepat, terutama pada pemberian jenis makanan dan prinsip aktif responsive. Perlu adanya edukasi menyeluruh, baik mulai tenaga kesehatan setempat, kader hingga para orang tua. Kata kunci: MP-ASI, anak, stunting
Analisis Penggunaan Alat Kontrasepsi Sebelum Dan Saat Pandemi Covid-19 Aprillia, Yuna Trisuci; Adawiyah, Asyifa Robatul; Agustina, Santi
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jukmas.v4i2.1026

Abstract

WHO menyatakan penyakit virus korona (COVID-19) sebagai darurat kesehatan global. Pemerintah Indonesia telah menetapkan bencana non alam penyebaran COVID-19 sebagai Bencana Nasional. Dalam menghadapi wabah bencana non alam COVID-19 ini dilakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk pencegahan penularan COVID-19. Kondisi ini menyebabkan dampak terhadap kelangsungan pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk pelayanan KB dan kesehatan reproduksi. Penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif dengan menggunakan survei cepat pada bulan Juni-Agustus 2020 menggunakan analisis Uji-T dependen. Sampel pada penelitian ini sebanyak 290 responden. Pada hasil analisis bivariat didapatkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara penggunaan alat/obat/cara kontrasepsi sebelum dan saat pandemi, hal ini disebabkan bahwa jika kita lihat persentase tertinggi pada alat/obat/cara kontrasepsi yang digunakan adalah AKDR/IUD, sebagaimana yang diketahui bahwa AKDR/IUD merupakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MJKP). IUD merupakan salah satu alat kontrasepsi yang disarankan oleh ahli, memastikan penggunaan kontrasepsi yang tepat pada saat COVID-19 sangat penting. Kita mendorong perempuan, tenaga kesehatan (bidan, perawat dan dokter), pembuat kebijakan, dan masyarakat untuk mempertimbangkan layanan seksual dan kesehatan reproduksi  sebagai prioritas.
Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif Dewi, Intan Permata; Ulfa, Laila; Aprillia, Yuna Trisuci; Kurniasari, Hikmah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 04 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i04.2494

Abstract

Masih adanya budaya dan mitos yang tidak mendukung pemberian ASI eksklusif, dan masih adanya promosi produk pengganti ASI secara terselubung melalui media online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Kelurahan Kalisari Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur Tahun 2022. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik menggunakan rancangan pendekatan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 7 - 12 bulan di Puskesmas Kelurahan Kalisari Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur sebanyak 104 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Dari Hasil uji regresi logistik sederhana menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara umur (nilai p = 0,02), pendidikan (nilai p = 0,00), status pekerjaan (nilai p = 0,00), pengetahuan (nilai p = 0,01), sikap ibu (nilai p = 0,00), dukungan keluarga (nilai p = 0,03), dan dukungan petugas kesehatan (nilai p = 0,00) dengan pemberian ASI eksklusif. Sedangkan tidak ada hubungan pendapatan (nilai p = 0,03) dan promosi susu formula (nilai p = 0,13) dengan pemberian ASI eksklusif. Faktor yang paling dominan adalah pendidikan (OR; 9,03, nilai p = 0,00). Maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan faktor penting untuk memperbaiki perilaku menyusui ASI eksklusif. Oleh karena itu upaya edukasi untuk meningkatkan pengetahuan ibu terhadap perilaku ASI eksklusif perlu ditingkatkan.