Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

ANALISIS PERDAGANGAN INTERNASIONAL STUDI KASUS PERKEMBANGAN EKSPOR KOMODITAS LEMAK DAN MINYAK HEWANI ATAU NABATI (KODE HS 1518) PROVINSI SULAWESI BARAT Riady Ibnu Khaldun
Jurnal Bina Bangsa Ekonomika Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Bina Bangsa Ekonomika (JBBE)
Publisher : LP2M Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jbbe.v17i1.439

Abstract

Trade can be interpreted as a form of interaction carried out by certain actors to fulfill their needs. Often, in the international scope, the parties interacting within it are more easily categorized between one country and another, but more specifically, they are business actors in each country. Likewise, Indonesia can be said to have carried out a lot of international interaction or trade with other countries, both bilaterally and multilaterally. If studied more deeply, it can be understood that there are various types of commodities traded, including each region that contributes to it. One of them is that West Sulawesi Province also has superior products that are traded internationally or globally, not only in imports, but also in the form of exports. Available data shows that West Sulawesi Province has superior commodities but in non-oil and gas form, namely Animal or Vegetable Fats and Oils (HS Code 1518). In recent years, it has been shown that this commodity has an important role in supporting the increase in the export value of West Sulawesi Province, namely 430 million US$ in 2018, 459.2 million US$ in 2019, 503 million US$ in 2020, and 647 million US$ $ in 2021 where 91.65% of the province's export commodities are animal or vegetable fats and oils. The West Sulawesi government can provide support through policies, infrastructure development and export promotion to encourage increased exports of these commodities
Analisis Perdagangan Internasional Indonesia dengan Papua Nugini di Bidang Pertanian Tahun 2019-2021 Ros Andikayani; Riady Ibnu Khaldun; Abdul Hafid; Andi Ismira
Indonesian Journal of Peace and Security Studies (IJPSS) Vol. 5 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Peace and Security Studies
Publisher : Department of International Relations, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ijpss.v5i1.119

Abstract

Kerjasama bilateral Indonesia dan Papua Nugini sudah lama terjalin dalam berbagai bidang ketika hubungan diplomatik kedua negara dimulai di mana saat ini Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri berupaya untuk membangun hubungan kerjasama yang lebih erat khususnya di bidang perdagangan pada sektor pertanian. Kerjasama ini merupakan salah satu upaya pemerintah Indonesia dalam mendorong terciptanya pembangunan sektor pertanian di Indonesia mengingat potensi SDA dan SDM di Indonesia yang sangat memadai namun masih kurang dalam pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan dalam rangka untuk memaksimalkan perdagangan dan bagaimana perkembangan perdagangan antara Indonesia dan Papua Nugini. Perkembangan perdagangan antara Indonesia dan Papua Nugini dari Tahun 2019 hingga 2021 terus mengalami perkembangan yang positif di bidang pertanian sehingga kerja sama perdagangan akan terus dilakukan untuk bisa memenuhi kebutuhan kedua negara. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dalam memaksimalkan perdagangan dengan Papua Nugini yaitu dengan meningkatkan akses pasar, mengembangkan investasi, dan memperkuat peran diplomasi pertanian.
Tantangan Pengembangan Ekonomi Hijau di China Khaldun, Riady Ibnu
Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jgg.v12ii2.01

Abstract

Pengembangan ekonomi hijau di China masih sulit untuk diwujudkan sepenuhnya dalam upaya pengaplikasian, kondisi ini dilatarbelakangi oleh perekonomian China yang berkaitan erat dengan industrialisasi dan produksi karbon yang tidak ramah lingkungan. Kegiatan produksi, investasi, dan perluasan ekonomi oleh China menciptakan celah besar antara target ekonomi dan ambisi ekonomi hijau yang diupayakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tantangan serta strategi yang diterapkan oleh China dalam pengembangan ekonomi hijaunya dengan berfokus pada tahun 2016-2020. Konsep yang digunakan pada penelitian adalah green economy, dan industrial development. Konsep tersebut kemudian menjadi pengarah dalam analisis tantangan dan strategi yang diterapkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan jenis data primer dan sekunder, data didapatkan melalui penelitian mendalam atas fenomena dan wawancara mandiri terkait fenomena ekonomi hijau di China. Ekonomi China sejak awal 2000-an mengalami perubahan mendasar yang berkaitan dengan investasi dan ekstraksi sumber daya. Tantangan dalam negeri yang terdiri dari masalah industralisasi China, pembangunan infrastruktur, penggunaan bahan bakar yang berlebihan, serta demografi China yang turut andil dalam pola konsumsi masyarakat yang memberikan pengaruh besar pada produksi dan konsumsi masyarakat China. Pada skala internasional terdapat tantangan berupa tuntutan pengurangan emisi karbon, dan ekspansi ekonomi China diberbagai negara atau relokasi industri dibeberapa negara.
Globalisasi, Ancaman dan Upaya Peningkatan Daya Saing Tenaga Kerja Domestik terhadap Serangan Tenaga kerja Asing di Indonesia Khaldun, Riady Ibnu; Fita, Gia Ayu; Utami, Andi Nur Fiqhi; Tahawa, Taufik Hidayat B.
Jurnal Ilmu Hubungan Internasional LINO Vol 1 No 1 (2020): Asia Tenggara dan Dinamika Hubungan Internasional Multidimensional
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/lino.v1i1.827

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis dampak globalisasi terhadap peningkatan jumlah tenaga kerja asing di Indonesia. Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa globalisasi menyebabkan dunia memasuki era tanpa batas (borderless) diakibatkan oleh perkembangan teknologi baik komunikasi maupun transportasi, sehingga membuat akses masyarakat di seluruh dunia menjadi sangat mudah untuk dapat berpindah-pindah dari suatu negara ke negara lainnya. Hal tersebut menjadikan bahwa perpindahan masyarakat dunia akan memberikan pengaruh terhadap peningkatan tenaga kerja asing ke Indonesia. Peningkatan jumlah tenaga kerja asing ke Indonesia akan menjadi sebuah ancaman bagi tenaga kerja domestik dalam mendapatkan pekerjaan di tempat dan posisi posisi tertentu. Dibutuhkan adanya upaya dari Pemerintah Indonesia dalam rangka untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja domestik Indonesia satu di antaranya adalah berupa pengembangan korelasi input penunjang tenaga kerja dengan menambahkan dimensi keterampilan sebagai dimensi penting dalam peningkatan daya saing tenaga kerja domestik.
Dampak Kebijakan Hilirisasi Nikel terhadap Peningkatan Ekspor Komoditas Besi dan Baja Indonesia Ibnu Khaldun, Riady
RELASI : JURNAL EKONOMI Vol 20 No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi dan Sains Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31967/relasi.v20i1.973

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan hilirisasi nikel terhadap peningkatan ekspor komoditas besi dan baja Indonesia. Hilirisasi nikel merupakan strategi pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah industri pertambangan nikel melalui pengembangan industri hulu dan hilir. Fokus penelitian ini terutama pada pengaruh kebijakan hilirisasi nikel terhadap ekspor komoditas besi dan baja, yang menjadi sektor terkait secara langsung. Metode penelitian ini melibatkan analisis data sekunder berupa statistik ekspor, kebijakan hilirisasi nikel, dan kondisi pasar global. Pendekatan analisis dampak kebijakan digunakan untuk mengevaluasi perubahan signifikan dalam ekspor komoditas besi dan baja setelah penerapan kebijakan hilirisasi nikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan hilirisasi nikel berkontribusi positif terhadap peningkatan ekspor komoditas besi dan baja Indonesia. Langkah-langkah hilirisasi, seperti pengembangan industri peleburan nikel dan produksi baja berkualitas tinggi, telah meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global. Peningkatan nilai tambah dan kualitas produk juga berdampak positif pada harga jual dan permintaan global. Selain itu, kebijakan ini juga berperan dalam diversifikasi ekonomi dan pengurangan ketergantungan pada ekspor nikel mentah. Dengan adanya kebijakan hilirisasi nikel, Indonesia dapat lebih mandiri dalam memanfaatkan sumber daya alamnya dan mengoptimalkan potensi ekspor produk bernilai tambah. Adapun hasil dari pelaksanaan kebijakan tersebut adalah adanya peningkatan nilai ekspor besi dan baja Indonesia di pasar global sampai dengan Tahun 2022 yang juga sejalan dengan perkembangan nilai ekspor komoditas tersebut di Provinsi Sulawesi Tengah dari Tahun 2013 sampai dengan Tahun 2022 yang merupakan satu di antara beberapa provinsi di Indonesia yang memiliki lokasi tambang dan smelter pengolahan nikel.
IMPLEMENTASI KONSEP GREEN ECONOMY DALAM PENGEMBANGAN WISATA BERWAWASAN LINGKUNGAN PADA PANTAI DATO KABUPATEN MAJENE , Rezky Ramadhan; Muhammad Sajidin; Riady Ibnu Khaldun; Muhammad Qeyz
Moderat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 11 No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/moderat.v11i1.4575

Abstract

Tourism is an inseparable aspect of people's lives in various parts of the world because it is closely related to economic and social aspects. Tourism must be built on the principle of sustainability, which means that the development is supported by environmental aspects in the long term and must adhere to the principles of justice, morality, and economic benefits for the community. By using the concept of green economy, environmental conditions related to environmental sustainability can be achieved as well as possible. This study was conducted by collecting primary data through direct interviews with participants and conducting field observations. The purpose of the study was to analyze the implementation of the green economy concept in the development of sustainable tourism at the Dato Beach tourist attraction in Majene Regency. The results of this study indicate that Dato Beach has implemented several things included in the green economy concept, including focusing on efficient natural resource management, reducing environmental impacts, and increasing inclusive social welfare.
THE IMPACTS OF UNITED STATES EMBARGO ON VENEZUELA DURING PRESIDENT NICOLÁS MADURO’S ADMINISTRATION Nuranilam, Nuranilam; Prawira, Muhammad Rizky; Khaldun, Riady Ibnu
BHUVANA: Journal of Global Studies Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Department of International Relations Universitas Satya Negara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59408/bjgs.v3i1.212

Abstract

This research analyzes the impact of U.S. embargo on Venezuela’s struggling economy, worsened by falling global oil prices. Venezuela relies heavily on oil exports, and the decline in oil prices has led to a significant drop in revenue. During Venezuelan President Nicolás Maduro’s administration, U.S. sanctions—such as restrictions on international finance, a ban on oil trade, and asset freezes—have intensified the crisis. The study uses a qualitative descriptive methodology and case study approach, relying on secondary data and literature reviews. Findings show that U.S. sanctions have worsened Venezuela’s economic situation, leading to hyperinflation, shortages of essential goods, and reduced foreign investment. The oil sector, crucial for national revenue, has seen declines in production and exports, exacerbating the budget deficit. Additionally, the sanctions have triggered a humanitarian crisis, increased poverty, and caused mass migration. This study emphasizes that U.S. sanctions disrupt economic stability and severely affect citizens’ daily lives, creating a destructive cycle that further deteriorates Venezuela’s economic, social, and humanitarian conditions.
Peningkatan Kapasitas Kelompok Home Industri Pandebassi di Desa Pamboborang dalam Penggunaan Digital Marketplace Riady Ibnu Khaldun; Rezky Ramadhan Antuli; Muhammad Sajidin; Nursafila, Nursafila; Mus Muliadi
PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/pakmas.v5i1.3174

Abstract

In the current digital era, the ability to leverage technology and online platforms has become a key factor for success across various industries, including home industries. One example is the Pandebassi home industry group in Pamboborang Village, which has enhanced its capacity to use digital marketplaces to promote its products. Pandebassi consists of a group of local artisans in Pamboborang Village. Previously, they faced challenges in marketing their products due to limited market access and a lack of knowledge about how to utilize online platforms. To overcome these challenges, the group decided to improve its capacity in using digital marketplaces. The training helped them understand the basics of online marketing, sales strategies, and product optimization techniques to increase online visibility. With increased income from online sales, the group was able to improve product quality, expand market reach, and empower more members within the group. Additionally, the success of the Pandebassi group in utilizing digital marketplaces is expected to have a positive impact on the local economy in Pamboborang Village. With the growth of their online business activities, more job opportunities are created for the local community, contributing to better economic growth. In conclusion, the capacity enhancement of the Pandebassi home industry group in Pamboborang Village in using digital marketplaces is expected to have a significant impact on local economic development and the welfare of group members. This demonstrates the importance of leveraging technology to develop home industries and expand market access for small and medium-sized enterprises.
DYNAMICS OF INTERNATIONAL INVESTMENT FLOWS AND THEIR IMPLICATIONS FOR INDONESIA’S ECONOMIC SOVEREIGNTY Riady Ibnu Khaldun
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 5 No. 3 (2025): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v5i3.4157

Abstract

This study explores international investment flows and their influence on Indonesia’s economic sovereignty in the era of globalization. The main goal is to analyze how foreign direct investment (FDI) affects national economic resilience, especially regarding policy independence and strategic development priorities. The research uses a descriptive qualitative approach with secondary data from international financial institutions and national economic reports, covering the period 2019–2023. The findings show that foreign investment brings major benefits, such as boosting economic growth, enabling technology transfer, and creating jobs. However, it also creates risks of dependency and limits Indonesia’s ability to make independent policies. In addition, global economic competition and regional integration frameworks shape the movement of capital and domestic policy responses. The study highlights the need for a balanced strategy: maximizing the benefits of foreign investment while protecting long-term economic sovereignty through strong regulations, selective sector priorities, and closer regional cooperation. In conclusion, sustainable sovereignty requires not only attracting investment but also strengthening institutions and ensuring consistent policies so that external capital supports rather than undermines national development goals
Pengembangan Komoditas Rumput Laut Melalui Kerja Sama Pemerintah Daerah dan Pelaku Usaha di Sulawesi Tengah Khaldun, Riady Ibnu
Bomba: Jurnal Pembangunan Daerah Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sulawesi Tengah merupakan satu di antara beberapa provinsi sebagai produsen rumput laut terbesar di Indonesia setelah Sulawesi Selatan. Dari keseluruhan potensi lahan budidaya rumput laut yang dimiliki ternyata Sulawesi Tengah hanya mampu memanfaatkan tujuh persen potensi lahan budidaya yang tersedia. Jumlah produksi rumput laut Sulawesi Tengah yang sangat besar ternyata tidak sebanding dengan tingginya kualitas produk rumput laut yang diproduksi. Tidak adanya koordinasi di antara pemerintah dan para pengusaha rumput laut baik dalam bentuk pembudidayaan, pengelolaan pasca panen, distribusi, maupun pemasaran dianggap sebagai faktor yang menyebabkan rumput laut di Sulawesi Tengah tidak berkembang dengan maksimal. Dibutuhkan adanya upaya untuk melakukan pengembangan komoditas rumput laut di Sulawesi Tengah. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan kualitas dan hasil produksi rumput laut melalui kerja sama pemerintah daerah dan pelaku usaha di Sulawesi Tengah. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Adapun upaya yang dapat dilakukan dalam mengembangkan komoditas rumput laut di Sulawesi Tengah adalah dengan membangun kerja sama yang erat dan berkelanjutan di antara Pemerintah Sulawesi Tengah dan para pelaku usaha, seperti: 1) peningkatan kualitas hasil produksi bahan baku rumput laut di beberapa daerah seperti Kabupaten Morowali dan Kabupaten Banggai Laut sebagai produsen rumput laut terbesar; 2) penyediaan tempat penyimpanan hasil produk bahan baku rumput laut serta sarana transportasi untuk mengirimkan dan mendistribusi produk rumput laut; 3) pembangunan industri pengolahan rumput laut baik dalam bentuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menegah maupun skala besar; serta 4) penataan zonasi budidaya rumput laut.