Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Relevansi Ide Poin SDG’s dan GNH Dalam Implementasi Pembangunan Sosial-Ekonomi yang Adil Melalui Sektor Pariwisata di Bhutan Havidz Ageng Prakoso; Vivi Alayda Anwar; Malasari
Jurnal Partisipatoris Vol. 6 No. 1 (2024): March
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jp.v6i1.39009

Abstract

Pariwisata berkelanjutan di Bhutan didasarkan pada prinsip Gross National Happiness (GNH), sebuah filosofi pembangunan unik yang menekankan keseimbangan antara pembangunan material dan non-material, seperti pelestarian budaya dan lingkungan, tata kelola yang baik, dan kesejahteraan sosial. Filosofi ini relevan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang dirancang oleh PBB untuk mengatasi tantangan global, termasuk keberlanjutan pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi ide GNH terhadap SDGs dalam konteks pembangunan sosio-ekonomi pariwisata berkelanjutan di Bhutan. Dengan menggunakan teori konstruktivisme sosial Alexander Wendt, yang menekankan pentingnya ide dan gagasan dalam membentuk norma internasional, penelitian ini mengeksplorasi kesamaan antara GNH dan SDGs. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur, mencakup sumber dari buku, jurnal terindeks Scopus, laporan UNWTO, dan dokumen dari GNH Center Bhutan serta Pemerintah Bhutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GNH telah menjadi inspirasi dalam penyusunan poin-poin SDGs, terutama yang terkait dengan pelestarian lingkungan (poin 13 dan 15), budaya (poin 11), dan pemberdayaan masyarakat (poin 8). Kebijakan "High Value Low Impact" yang diterapkan Bhutan mencerminkan integrasi antara GNH dan SDGs, menciptakan model pembangunan pariwisata yang mendukung ekonomi lokal sambil tetap menjaga keberlanjutan alam dan budaya.
Kerjasama Bilateral Indonesia-Jerman Melalui Ekspor-Impor Kopi dan Coffee Machine Moh. Ilham Rifandi; Havidz Ageng Prakoso
Econetica: Jurnal Sosial, Ekonomi, dan Bisnis Vol. 4 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul UlamaNusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/econetica.v4i2.296

Abstract

Produksi kopi di Indonesia sangat banyak, hampir setiap daerah di Indonesia memiliki lahan dan kebun kopi sangat luas, hal ini mengakibatkan Indonesia mengalami kendala dalam mengolah dan memasarkan akibat kelebihan yang diproduksi. Berbagai cara dan usaha telah dilakukan oleh pemerintah, salah satunya dengan meningkatkan nilai ekspor. Banyak negara eropa yang juga memiliki tingkat konsumsi kopi terbesar, salah satunya Jerman dengan memiliki tingkat konsumsi kopi terbesar ketiga di dunia, ini merupakan hal yang potensial bagi Indonesia sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kerjasama Indonesia-Jerman melalui ekspor dan impor kopi dan coffee machine guna mempererat hubungan bilateral antar kedua negara. Analisis ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat ekspor kedua negara pada tahun 2020-2021 mengalami perubahan yang signifikan dan dengan adanya Kerjasama kedua negara tersebut, Indonesia dan Jerman ikut berkontribusi dalam perdagangan internasional
UNIQLO x Manga & Anime: Cultural Globalization and Community Acceptance in Indonesia Novi Amalia Putri; Hamdan Nafiatur Rosyida; Havidz Ageng Prakoso
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 8 (2025): August 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i8.582

Abstract

This research aims to examine the role of UNIQLO's collaboration with manga and anime in the globalization of Japanese culture and the global community's acceptance of products with a Japanese cultural identity. This study uses a qualitative method with an in-depth interview approach with 51 respondents involved in the consumption of manga- and anime-themed UNIQLO products. The data obtained were analyzed using NVivo software to identify the main themes in the public acceptance of the product. In addition to the interviews, this research is also supported by a literature review of various studies. The results show that the majority of respondents agree that manga and anime play an important role in people's acceptance of Japanese culture, especially through UNIQLO's collaboration, which integrates popular characters in their product designs. This collaboration not only increases interest in the product, but also introduces broader elements of Japanese culture into consumers' daily lives.
Diplomasi Ekonomi Indonesia untuk Keberlanjutan Hilirisasi Nikel melalui Negosiasi IEU-CEPA Pasca-Sengketa di WTO: Perspektif Resource Nationalism Adinda Dian Salsa Sabila; Devita Prinanda; Havidz Ageng Prakoso
NeoRespublica : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi April
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan, FISIP - Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/neores.v7i2.1254

Abstract

Studi ini menganalisis strategi diplomasi ekonomi Indonesia dalam menanggapi gugatan Uni Eropa di WTO terkait larangan ekspor bijih nikel, dengan fokus pada dinamika Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia berupaya mempertahankan kebijakan hilirisasi melalui diplomasi ekonomi adaptif dengan tiga pendekatan utama: menempatkan nikel sebagai bahan baku kritis, memperkuat negosiasi bilateral untuk membuka akses pasar, dan mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan (ESG) untuk memenuhi standar lingkungan UE. Studi terdahulu belum secara spesifik mengkaji CEPA sebagai instrumen diplomasi pasca-sengketa yang mampu mempertahankan otonomi kebijakan industri sekaligus membuka akses pasar produk olahan. Penelitian ini hadir untuk mengisi celah tersebut dengan mengajukan model diplomasi ekonomi adaptif yang berakar pada teori resource nationalism dalam konteks sengketa perdagangan global. CEPA diproyeksikan menjadi alat penting dalam memperluas ekspor produk nikel olahan dan meningkatkan investasi di sektor hilir, sekaligus memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar global.