Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analysis Of The Impact Of Covid-19 On The Income Of Oil Palm Farmers In Kuantan Singingi Regency Alatas, Andi; WM Vermila, Chezy; Jamalludin, Jamalludin
International Journal of Educational Research & Social Sciences Vol. 3 No. 2 (2022): April 2022
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijersc.v3i2.355

Abstract

With the title Analysis of the Impact of Covid-19 on the Income of Oil Palm Farmers in Kuantan Singingi Regency. The purpose of this study was to find out how the impact of covid-19 on the income of oil palm farmers in Kuantan Singingi Regency. The analytical method used is mathematical analysis and descriptive analysis by simplifying table data. The data collected in this study are primary and secondary data. Primary data obtained through interviews with respondents using questionnaires. The results showed that there was a significant difference in palm oil production before and during the COVID-19 pandemic and there was a significant difference in farmers' income before the pandemic, which was Rp. 13,795,936 and during the pandemic, which was Rp. 11,175,474.
Model Sorpsi Isotermis sebagai Dasar Pendugaan Masa Simpan Biji Pala (Myristica fragrans) Jamalludin, Jamalludin; Nurjanah, Sarifah; Rialita, Tita; Rienoviar, Rienoviar; Rosalinda, Sarinarulita
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2026): TEKNOTAN, April 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pala (Myristica fragrans) merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan Indonesia dengan nilai ekspor yang cukup tinggi dan prospek pasar yang terus meningkat. Biji pala banyak dimanfaatkan pada berbagai bidang, mulai dari industri pangan sebagai bahan penyedap dan flavoring, industri farmasi sebagai komponen obat tradisional, hingga industri kosmetik. Meskipun demikian, dalam beberapa tahun terakhir sejumlah negara tujuan ekspor menolak pengiriman pala Indonesia karena kadar aflatoksin yang terdeteksi melebihi ambang batas maksimum yang diizinkan. Aflatoksin umumnya terbentuk akibat kontaminasi jamur selama proses panen maupun pascapanen, terutama ketika kondisi kadar air tidak terkendali. Proses pengeringan yang kurang optimal dan penyimpanan yang tidak sesuai seringkali meningkatkan kadar air biji pala sehingga menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan kapang penghasil aflatoksin. Oleh karena itu, penentuan kadar air kesetimbangan dan kondisi penyimpanan yang tepat melalui pendekatan sorpsi isotermis sangat penting untuk meminimalkan risiko kontaminasi. Penelitian bertujuan mengidentifikasi kondisi penyimpanan optimal yang mampu mencegah pertumbuhan mikroorganisme penghasil aflatoksin pada biji pala. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan menentukan Kurva Sorpsi Isotermis menggunakan larutan garam jenuh NaOH, CH3COOK, MgCl2, Kl, NaCl, KCl, BaCl2, pada berbagai tingkat aktivitas air. Data hasil pengukuran kemudian dianalisis menggunakan model sorpsi Halsey, Henderson, Caurie, Oswin, Chen-Clayton, GAB, dengan mengevaluasi akurasi melalui perhitungan nilai Mean Relative Deviation (MRD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Oswin  y=0.0851x+0.0333 menghasilkan nilai MRD terendah yaitu 1,6497, sehingga model yang paling sesuai dalam memprediksi kadar air kesetimbangan bubuk pala. Dengan demikian, model Oswin dapat dijadikan acuan dalam merancang strategi pengeringan dan penyimpanan pala untuk menjaga mutu serta meningkatkan ekspor
STUDI KARAKTERISTIK DAS DAN KUALITAS AIR UNTUK IRIGASI PADA SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) TAYAN BAGIAN HILIR KABUPATEN SANGGAU Jamalludin, Jamalludin; Riduansyah, Riduansyah; Krisnohadi, Ari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66878

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) termasuk wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung, menyimpan dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami yang batas di darat merupakan pemisah topografis (punggung bukit) dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi karakteristik Sub DAS Tayan di Kabupaten Sanggau, mengidentifikasi kualitas air untuk irigasi Sub DAS Tayan bagian hilir di Kabupaten Sanggau. Pola drainase yang terbentuk pada DAS Tayan merupakan pola dendritik, pola aliran ini anak-anak sungainya terlihat seperti cabang-cabang pohon dan memiliki bentuk DAS yang radial dengan anak-anak sungai langsung masuk ke induk sungai sehingga bentuknya seperti bulu burung dan mempunyai ciri utama menyempit pada daerah bagian hilirnya. Nilai IKD DAS Tayan sebesar 0,85 km/km2. Ini berarti nilai IKD termasuk dalam kategori sedang. Profil melintang sungai berbentuk trapesium, dan orde WRb pada DAS Tayan adalah 3,77. Hubungan antara tinggi muka air dengan debit aliran persamaannya adalah Q=4,265(H- 2.626)0,1212 dengan koefisien determinasi sebesar 0,2328 dengan tingkat kesalahan sebesar 0,482494. Hubungan antara besarnya debit aliran dengan debit sedimen persamaan regresinya adalah Qs=10.192 Qw8.243604 dengan nilai korelasi sebesar 0,669403 dan koefisien determinasi sebesar 0,4481. Hasil kualitas air sungai untuk pengamatan pH selama 5 hari pada outlate DAS Tayan dapat diketahui bahwa kisaran nilai pH 5,1 "“ 6 dengan nilai rata-rata pH adalah 5,53. Suhu berkisar antara 260C hingga 270C dengan fluktuasi 20C dan memiliki rata-rata 26,30C ini berarti suhu dititik pengamatan tersebut masih tergolong baik. Kisaran kecerahan air di DAS Tayan sebesar 37 cm "“ 64 cm dengan rata-rata 48,35 cm. Nilai DHL pada DAS Tayan masuk dalam kategori sedang yaitu produksi tanaman yang sensitif garam dapat terganggu, nilai SAR masuk dalam kategori rendah, maka dapat dipergunakan untuk mengairi hampir segala jenis tanah dengan kemungkinan yang kecil untuk terkumpulnya sodium pada tingkat yang membahayakan dan untuk nilai RSC nya termasuk dalam kategori kelas sedang, maka Air ini cocok untuk jenis tanah tertentu dan untuk tanaman tertentu pula. Biasanya tanaman yang toleran dan agak toleran terhadap sodium dapat tumbuh. Air ini tidak dapat digunakan pada drainase buruk dan juga perlu pengolahan tanah secara khusus untuk mengurangi salinitas misalnya dengan mengaliri air bersih.Kata kunci: Karakterisik DAS, Kualitas Air,Sedimentasi.