Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pelatihan Terapi Nonfarmakologi untuk Mengurangi Kecemasan sebagai Upaya Menjaga Kesehatan Mental Masyarakat Desa Tambakboyo Wulansari; Fiktina Vifri Ismiriyam; Ummu Muntamah; Suwanti
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i1.3886

Abstract

Training is a learning activity that aims to improve cognitive and psychomotor abilities. This ability improvement aims to be able to apply what has been trained. One of the trainings that can be given to the community is non-pharmacological therapy training. The skills to carry out non-pharmacological therapy can be used to overcome symptoms or handle health problems as an initial nursing action. Several non-pharmacological therapies based on evidence-based practice are widely used to maintain mental health and overcome anxiety. The purpose of this activity is to improve the ability to recognize anxiety problems, carry out several non-pharmacological therapies as a prevention effort that can later be used to overcome mental health problems experienced, especially anxiety, and share the skills possessed with other community members. The method used in this service activity is to start with an in-depth interview, then a participatory method and training. The results obtained from this service activity are the needs of the community related to the problem of maintaining health, especially mental health, community participation in activities and the implementation of training activities with the results of an increase in the level of skills in carrying out good non-pharmacological therapy reaching 85.96% and maximum participation with 100% attendance. The main conclusion of this community service activity is that training activities, especially non-pharmacological training, will improve skills as an effort to maintain community mental health.   ABSTRAK Pelatihan merupakan suatu kegiatan pembelajaran yang bertujuan meningkatkan kemampuan pada kognitif sekaligus psikomotor. Peningkatan kemampuan ini memiliki tujuan agar mampu mengaplikasikan apa yang sudah dilatihkan. Salah satu pelatihan yang bisa diberikan kepada masyarakat adalah pelatihan terapi nonfarmakologi. Keterampilan melakukan terapi nonfarmakologi dapat digunakan untuk mengatasi gejala atau penanganan masalah kesehatan sebagai tindakan keperawatan awal. Beberapa terapi nonfarmakologi berdasarkan evidencebased practice banyak digunakan untuk menjaga kesehatan mental dan mengatasi kecemasan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan dalam mengenali masalah kecemasan, melakukan beberapa terapi nonfarmakologi sebagai Upaya pengahan yang nantinya bisa digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan mental yang dialami khususnya kecemasan dan membagi ketrampilan yang dimiliki kepada anggota Masyarakat lainnya. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabian ini adalah diawali dengan in depth interview selanjutnya metode partisipasif serta pelatihan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini adalah diketahui kebutuhan masyarakat terkait masalah menjaga kesehatan khususnya kesehatan mental, partisipasi masyarakat dalam kegiatan dan terlaksana kegiatan pelatihan dengan hasil peningkatan tingkat ketrampilan melakukan terapi nonfarmakologi yang baik mencapai 85,96% serta partisipasi yang maksimal dengan kehadiran 100%. Kesimpulan utama dari kegiatan pengabian kepada Masyarakat ini adalah kegiatan pelatihan khususnya pelatihan nonfarmakologi akan meningkatkan ketrampilan sebagai Upaya menjaga kesehatan mental Masyarakat.  
PENINGKATAN LITERASI BUKU DIGITAL PADA PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) ORKAPI DESA KALISIDI, KECAMATAN UNGARAN BARAT, KABUPATEN SEMARANG Adhi Pratama, Mochamad Rizqi; Dewi, Maya Kurnia; Suwanti
Jurnal Bakti Humaniora Vol. 3 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jbh.v3i1.2133

Abstract

Literasi Digital memainkan peran yang sangat penting di era globalisasi saat ini karena hampir seluruh aspek kehdupan berkaitan dengan teknologi. Salah satu bentuk digitalisasi yang terus dikembangkan dalam dunia pendidikan adalah penggunaan buku digital atau lumrah disebut e-book. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyediakan berbagai sumber belajar bagi masyarakat dalam bentuk e-book yang bisa diunduh secara gratis. Oleh karena itu, pengenalan tentang e-book kepada generasi muda sangatlah penting untuk dilakukan, khususnya di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Orkapi, Desa Kalisidi, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Hal yang telah dilakukan oleh tim pengabdian adalah memperkanalkan sumber-sumber yang disediakan Pemerintah untuk mengunduh e-book untuk memperkaya sumber belajar secara gratis. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa para peserta sangat antusias mengetahui sumber-sumber tersebut karena mereka bisa secara langsung mengakses dan mengunduh e-book tersebut melalui gawai yang mereka miliki. Kata Kunci: literasi digital, e-book, buku digital, PKBM
Pengaruh Karakteristik Individu dan Karakteristik Pekerjaan Terhadap Komitmen Afektif Pegawai Pada Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Barat Nelda, Nela; Suwanti; Mu’fidatul Nurul Hajjad
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 8 No. 4 (2025): Agustus - Oktober
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v8i4.1908

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik individu dan karakteristik pekerjaan terhadap komitmen afektif pegawai pada Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Sampel ditentukan melalui teknik total sampling, melibatkan 99 Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai responden. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda, dengan uji parsial (t-test), uji simultan (F-test), serta koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik karakteristik individu maupun karakteristik pekerjaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen afektif pegawai, baik secara parsial maupun simultan. Secara bersama-sama, kedua variabel tersebut memberikan kontribusi sebesar 51,5% terhadap pembentukan komitmen afektif, yang termasuk dalam kategori sedang, sedangkan sisanya sebesar 48,5% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian. Temuan ini menegaskan pentingnya kesesuaian karakteristik personal dan lingkungan kerja dalam membangun keterikatan emosional pegawai terhadap organisasi.
Pemerintah dan Korban Kekerasan Dalam Keluarga Islam di Indonesia: Perlindungan Hukum, Peran dan Pemenuhan Hak Suwanti; Syamsudin; Baehaqi
Empirisma: Jurnal Pemikiran dan Kebudayaan Islam Vol. 33 No. 1 (2024): Empirisma: Jurnal Pemikiran dan Kebudayaan Islam
Publisher : Prodi Studi Agama-agama Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/empirisma.v33i1.2158

Abstract

Family violence poses a significant threat to the well-being and human rights of individuals, particularly children. This article examines the initiatives undertaken by the Boyolali Government's Office of Population Control, Family Planning, Women's Empowerment, and Child Protection (DP2KBP3A) to safeguard victims of violence within Islamic households. Utilizing a legal framework, the study evaluates the role and the extent to which the rights of victims of familial violence are met. Through the analysis of secondary data and qualitative assessments, this article sheds light on the strategies, policies, and programs implemented by DP2KBP3A Boyolali to ensure effective legal protection for victims of violence within Islamic families. The discussion concludes that such protection is paramount and encompasses various forms of violence, including emotional, verbal, sexual, and physical abuse, which are addressed in Law No. 35 of 2014 and other relevant regulations. The repercussions of violence against children are severe, posing risks to their physical and mental health and diminishing their quality of life. Poor parenting practices, including child abuse, can profoundly impact a child's development and well-being. In response, DP2KBP3A Boyolali District offers complaint, prevention, and rehabilitation services spanning legal assistance, health assessments, and counseling. These endeavors are crucial in shielding children from violence and fostering a nurturing family environment conducive to their growth. The insights gleaned from this study offer valuable guidance for enhancing the legal protection of family violence victims and underscore the pivotal role of governmental agencies in upholding their rights.
Pengaruh Walking Exercise terhadap Kadar Gula Darah (GDP dan G2PP) pada Orang Dewasa yang Mengalami Prediabetes: The Effect of Walking Exercise on Blood Sugar Levels (FBS and FBS) in Adults with Prediabetes Febyolla Dia Angelyna; Suwanti
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i2.646

Abstract

An imbalance in blood glucose levels can lead to prediabetes, which if not properly managed, may progress to type 2 diabetes mellitus. Complications of type 2 diabetes include cardiovascular problems (heart disease, stroke), nerve damage (neuropathy), kidney damage (nephropathy), diabetic retinopathy, diabetic ulcers, as well as an increased risk of skin and oral infections, and hyperosmolar hyperglycemic coma. Walking exercise has been shown to improve insulin sensitivity and lower blood glucose levels; however, its effectiveness in individuals with prediabetes still requires further investigation. This study aimed to determine the effect of walking exercise on blood glucose levels (fasting blood glucose/FPG and 2-hour post prandial blood glucose/2hPPG) in adults with prediabetes. This quasy-experimental study used a pre-test and post-test control group design involving 24 respondents selected through purposive sampling, consisting of 12 respondents in the intervention group and 12 respondents in the control group. The walking exercise was performed for 30 minutes per day, three consecutive days per week, covering a distance of 3 kilometers, and blood glucose levels were measured using an Accu-Chek glucometer. Data were analyzed using an independent t-test. The results showed a significant difference in blood glucose levels (FPG and 2hPPG) before and after the intervention in the intervention group, while no significant difference was found in the control group (p-value = 0.001 < 0.05). It was concluded that walking exercise has a significant effect on reducing blood glucose levels (FPG and 2hPPG) (p-value = 0.001 < 0.05), and it is recommended as a preventive strategy against type 2 diabetes mellitus.   ABSTRAK Ketidakseimbangan kadar gula darah dapat menyebabkan kondisi prediabetes. Kondisi ini apabila tidak dilakukan penanganan dengan baik akan berisiko berkembang menjadi diabetes mellitus tipe 2. Komplikasi diabetes tipe 2 meliputi masalah jantung dan pembuluh darah (penyakit jantung, stroke), kerusakan saraf (neuropati), kerusakan ginjal (nefropati), masalah retinopati diabetik, luka diabetik), serta peningkatan risiko infeksi kulit dan mulut, dan koma hiperglikemik hiperosmolar. Walking exercise bermanfaat meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar gula darah, namun efektivitasnya pada prediabetes masih perlu diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh walking exercise terhadap kadar gula darah (GDP dan D2PP) pada orang dewasa dengan prediabetes. Desain penelitian menggunakan quasy-experimental dengan pendekatan pre-test post-test with control group design. Penelitian ini melibatkan 24 responden yang dipilih secara purposive sampling, dengan 12 responden (kelompok intervensi) dan 12 responden (kelompok control). Walking exercie dilakukan dengan durasi 30 menit/hari yang dilakukan selama 3 hari berturut-turut selama satu minggu dengan jarak tempuh 3 km dan alat ukur gula darah menggunakan Accu Check glucometer. Uji analisis menggunakan uji t-test independent. Ada perbedaan kadar gula darah (GPP dan G2PP) sebelum dan sesudah pada kelompok intervensi, dan tidak ada perbedaan yg signifikan gula darah (GPP dan G2PP) pada kelompok kontrol (p-value=0,001<0,05). Ada pengaruh yang signifikan walking exercise terhadap kadar gula darah (GPP dan G2PP) (p-value=0,001<0,05). Walking exercise direkomendasikan sebagai strategi pencegahan diabetes mellitus.
Metode Efektivitas Intervensi Woop Self-Management dalam Menurunkan Kecanduan Media Sosial Remaja di SMA Negeri 2 Ungaran: The Effectiveness of the Woop Self-Management Intervention Method in Reducing Social Media Addiction in Adolescents at SMA Negeri 2 Ungaran Yennisa Nanda Prastiwi; Anit Savia Damayanti; Reike Kumalasari; Shinta Uqbadamayanti; Selvira Risti Pamasi; Suwanti
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i2.660

Abstract

The phenomenon of social media addiction in adolescents, especially TikTok and YouTube Shorts, is increasingly worrying. This study aims to assess the effectiveness of the WOOP (Wish, Outcome, Obstacle, Plan) Self-Management intervention in reducing social media addiction levels. The study design used a quasi-experiment with a pre-post control group. Respondents were 40 grade X students of SMA Negeri 2 Ungaran (20 treatment, 20 control). The instrument used was the Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS), with Cronbach’s alpha values ranging from 0.79 to 0.88, indicating good internal consistency, while previous studies reported test–retest reliability values between r = 0.75 and ICC = 0.96. In the initial stage, students received  WOOP Self-management website coaching, followed by a 14-day self-management intervention. Data analysis used the Shapiro–Wilk normality test and the Mann–Whitney U test. The results showed that the treatment group experienced a decrease in the average social media addiction score from 44.85 to 38.15, while the control group showed no significant change (32.35 to 33.40). The Mann–Whitney U test resulted in p = 0.007 (<0.05), indicating a significant difference between groups. These findings prove that WOOP Self-Management is effective in reducing social media addiction in adolescents.   ABSTRAK Kecanduan media sosial pada remaja, terutama melalui platform TikTok dan YouTube Shorts, menjadi masalah serius yang berdampak pada kesehatan mental dan perilaku. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas WOOP (Wish, Outcome, Obstacle, Plan) Self-Management dalam menurunkan tingkat kecanduan media sosial. Metode penelitian menggunakan desain quasi-eksperimen dengan kelompok perlakuan dan kontrol. Sampel sebanyak 40 siswa kelas X SMA Negeri 2 Ungaran dibagi menjadi dua kelompok (20  perlakuan, 20 kontrol). Instrumen penelitian adalah kuesioner Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS) nilai Cronbach’s alpha BSMAS berada pada rentang 0,79–0,88, yang menunjukkan tingkat konsistensi internal yang baik. Penelitian lain melaporkan nilai test–retest reliability berkisar antara r = 0,75 hingga ICC = 0,96. Tahap pertama siswa diberikan edukasi cara penggunaan web WOOP self-Management dan tahap kedua diberikan intervensi mandiri selama 14 hari, Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk dan uji Mann–Whitney U. Hasil menunjukkan kelompok perlakuan mengalami penurunan skor rata-rata kecanduan media sosial dari 44,85 menjadi 38,15, sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan signifikan (32,35 menjadi 33,40). Uji Mann–Whitney U menghasilkan p = 0,007 (<0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antar kelompok. Penelitian ini menyimpulkan bahwa WOOP Self-Management efektif dalam mengurangi kecanduan media sosial pada remaja.
PENGGUNAAN BAHAN ALAM DAN BARANG BEKAS SEBAGAI MEDIA KOLASE UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK FIRDAUS DI TK AL-FURQON CAMPANG TIGA KECAMATAN KOTA AGUNG KABUPATEN TANGGAMUS Anggraini, Wardah; Septiani, Dewi; suwanti
ATH-THALIB: JURNAL PENELITIAN MAHASISWA Vol 1 No 1 (2023): ATH-THALIB
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Tanggamus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah berbagai kajian tentang pentingnya kemampuan motorik yang harus dimiliki dan dikembangkan oleh anak. Kemampuan motorik halus anak merupakan kemampuan anak untuk bergerak dengan menggunakan otot-otot halus, mengkoordinasikan panca indera yang dimilikinya. Sebagaimana yang harus diterapkan dalam pendidikan anak usia dini, maka kolase salah satu kegiatan yang dapat mengembangkan motorik halusnya karena kegiatan kolase kegiatan yang menyenangkan untuk anak. Adapun penggunaan bahan alam dan barang bekas dalam kegiatan kolase ini sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan menjaga kelestraian lingkungan,menjaga kelangsungan hidup bersama. Fokus penelitian ini adalah: 1. Bagaimana pemanfaatan bahan alam sebagai media kolase untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak kelompok Firdaus di TK Al-Furqon Campang Tiga?; 2. Bagaimana pemanfaatan barang bekas sebagai media kolase untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak kelompok Firdaus di TK Al-Furqon Campang Tiga?; Tujuan penelitian ini adalah: 1.Untuk mendeskripsikan pemanfaatan bahan alam sebagai media kolase untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak kelompok Firdaus di TK Al-Furqon Campang Tiga. 2. Untuk mendeskripsikan pemanfaatan barang bekas sebagai media kolase untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak kelompok Firdaus di TK Al-Furqon Campang Tiga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskrptif. Pengumpulan data ini menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, dan observasi melalui video call. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yakni reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau pemeriksaan tentang kebenaran laporan. Hasil penelitian ini adalah: 1. Pemanfaatan bahan alam: a. RPPH sebagai acuan pembelajaran kolase bahan alam. b. Bahan alam yang digunakan yakni daun kering, ranting kering, dan bunga kering. c. Guru melakukan pendampingan d. Guru melakukan evaluasi. e. Guru memberikan apresiasi. f. Penggunaa bahan alam juga membantu mengambangkan kecerdasan naturalis anak. 2. Pemanfaatan barang bekas; a. RPPH sebagai acuan pembelajaran kolase barang bekas. b. Barang bekas yang digunakan adalah kertas bekas, koran bekas dan majalah bekas. c. Guru melakukan pendampingan. d. Guru melakukan evaluasi. e. Penggunaan barang bekas juga untuk menanamkan sikap peduli lingkungan.
Edukasi Web Woop Self-Management pada Siswa SMA (Alternatif Menurunkan Social Media Addiction ) Reike Kumalasari; Yennisa Nanda Prastiwi; Anit Savia Damayanti; Shinta Uqbadamayanti; Selvira Risti Pamasih; Suwanti
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4565

Abstract

The development of social media such as TikTok and YouTube Shorts has a significant impact on the lives of teenagers, especially in psychological aspects and social behavior. Excessive use of social media can lead to addiction, reduce self-control, and impact mental health and academic achievement. This Community Service activity aims to increase student literacy about the web which is useful for reducing social media addiction. This website is about training self-management through the WOOP method (Wish, Outcome, Obstacle, Plan). The approach used in this service is an educational approach (Educational/Training Approach). The activity is carried out with a focus on increasing students' knowledge and skills in using the web. The activity was carried out at SMA Negeri 2 Ungaran involving 40 students. The results of the activity showed an increase in knowledge and skills in using the web as shown by students being able to use the web by identifying goals (wish), obstacles (obstacle), results (Outcome), concrete plans (plan) to reduce excessive use of social media. Thus, WOOP Self-Management web education has been proven to be able to increase students' knowledge and skills in using WOOP self-management web to reduce the level of social media addiction and increase healthy digital behavior in adolescents. This program is recommended to be integrated into school guidance and counseling activities to support character development and students' mental health.   ABSTRAK Perkembangan media sosial seperti TikTok dan YouTube Shorts memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan remaja, khususnya dalam aspek psikologis dan perilaku sosial. Penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menimbulkan kecanduan, menurunkan kontrol diri, serta berdampak pada kesehatan mental dan prestasi akademik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi siswa tentang web yang yang berguna untuk menurunkan addiksi/ kecanduan sosial media. Web ini tentang  melatih self-management melalui metode WOOP (Wish, Outcome, Obstacle, Plan). Pendekatan yang digunakan dalam pengabdian ini dengan pendekatan edukasi (Educational/Training Approach).Kegiatan dilaksanakan fokusnya pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menggunakan web. Kegiatan dilakukan di SMA Negeri 2 Ungaran dengan melibatkan 40 siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dalam menggunakan web yang ditunjukkan dari siswa mampu menggunakan web dengan mengidentifikasi tujuan (wish), hambatan (obstacle), hasil (Outcome), rencana konkret (plan) untuk mengurangi penggunaan media sosial secara berlebihan. Dengan demikian, edukasi web WOOP Self-Management terbukti mampu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan siswa dalam menggunakan web WOOP self-management untuk menurunkan tingkat social media addiction dan meningkatkan perilaku digital yang sehat pada remaja. Program ini direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam kegiatan bimbingan konseling sekolah guna mendukung pengembangan karakter dan kesehatan mental siswa.
The Influence of Leadership Style and Knowledge Sharing on Employee Performance at the Mamuju Regency Transportation Service Office Nur Indah Rukmana; Suwanti; Roshita Amalyah Rasyid
Economos : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 8 No. 3 (2025): ECONOMOS : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/economos.v8i3.4198

Abstract

This study examines the influence of leadership style and knowledge sharing on employee performance at the Mamuju Regency Transportation Service Office. Employee performance in public organizations plays a strategic role in ensuring service quality, yet initial observations indicated issues related to coordination, discipline, and task implementation. Using a quantitative approach, data were collected through questionnaires distributed to all 38 civil servants using a saturated sampling technique. Data analysis employed validity and reliability testing, multiple linear regression, and hypothesis testing using t-tests and F-tests. The results reveal that leadership style partially has no positive and significant effect on employee performance, indicating that existing leadership behaviour has not optimally contributed to improving individual performance. Conversely, knowledge sharing shows a positive and significant effect on employee performance, demonstrating the critical role of knowledge exchange in enhancing work quality and problem-solving capacity. Simultaneously, leadership style and knowledge sharing significantly influence employee performance, implying that these variables collectively contribute to organizational effectiveness. These findings support prior research highlighting the importance of knowledge sharing in public sector performance, yet differ from studies that emphasize leadership as a primary determinant. The study provides theoretical implications for strengthening human resource management in government institutions and practical recommendations for improving collaborative work culture and knowledge dissemination.
Pelatihan Penanganan Cedera Ringan dengan Teknik Pembalutan dan Pembidaian Metode Drill and Practice pada Remaja di Dusun Sendang Putri Desa Nyatnyono Puji Lestari; Suwanti; Liyanovitasari; Muhamad Sandi Rizki; Aditya Putra
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4440

Abstract

Minor injuries caused by physical activities are a common health issue faced by young people. Often, incorrect initial management traditionally can worsen the injury condition. This community service program is designed to enhance the understanding and skills of adolescents in handling minor injuries through counseling and training on bandaging and immobilization techniques using the drill and practice method. The training takes place in Dusun Sendang Putri RW 06, Desa Nyatnyono, and involves 20 adolescents aged 15 to 20 years. The methods used include interactive lectures, demonstrations, repetitive practice, discussions, and evaluations. The results of this activity show an increase in the knowledge and skills of the participants, evident from their ability to explain procedures as well as to independently apply bandaging and suturing techniques. The drill and practice approach has proven successful in enhancing the participants' confidence and accuracy in practice. This training is expected to contribute to the formation of responsive and skilled adolescents in providing first aid for minor injuries in their surroundings.   ABSTRAK Cedera ringan yang disebabkan oleh aktivitas fisik merupakan masalah kesehatan yang sering dihadapi oleh anak muda. Seringkali, penanganan awal yang dilakukan secara tidak benar secara tradisional dapat memperburuk kondisi cedera tersebut. Program pengabdian masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan remaja dalam menangani cedera ringan melalui penyuluhan serta pelatihan mengenai teknik pembalutan dan pembidaian dengan metode drill and practice. Pelatihan ini berlangsung di lingkungan Dusun Sendang Putri RW 06 Desa Nyatnyono dan melibatkan peserta remaja berusia 15 hingga 20 tahun yang berjumlah 20 orang remaja. Metode yang digunakan mencakup ceramah interaktif, demonstrasi, praktik berulang, diskusi, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta, terlihat dari kemampuan mereka untuk menjelaskan prosedur serta mengaplikasikan teknik pembalutan dan pembidaian secara mandiri. Pendekatan drill and practice terbukti berhasil dalam meningkatkan kepercayaan diri dan akurasi praktik peserta. Pelatihan ini diharapkan bisa berkontribusi pada pembentukan remaja yang responsif dan terampil dalam memberikan pertolongan pertama untuk cedera ringan di lingkungan sekitar.