Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

The Effectiveness of the Snakes and Ladders Game in Improving Knowledge, Attitudes, and Behavior in Preventing Anemia in Adolescent Girls Prahastuti, Brian Sri; Jumhati, Siti; Kurnia, Ai Lela
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v5i2.3058

Abstract

Anemia among adolescent girls remains a significant public health concern, with a prevalence of 36% in Sukabumi District in 2024. The main contributing factors include iron deficiency, unbalanced dietary patterns, and limited nutritional knowledge. Engaging educational interventions are urgently needed to improve adherence to anemia prevention programs, particularly iron supplementation, free health screenings for adolescents, and the Free Nutritious Meal initiative. This study examined the effectiveness of a modified snakes-and-ladders–based educational game incorporating anemia-related content. A quasi-experimental quantitative design with a two-group pretest–posttest approach was employed, involving 80 adolescent girls in 2025. Data analysis utilized normality testing (skewness), paired t-tests, independent t-tests, and the N-Gain test. The mean knowledge score increased by 2.3 points, attitude score by 3.3 points, and behavior score by 2.4 points. Paired t-test results in the intervention group showed significant improvements in knowledge (p = 0.001), attitudes (p = 0.001), and behaviors (p = 0.001) before and after the intervention. Similarly, the control group demonstrated differences in knowledge (p = 0.001), attitudes (p = 0.001), and behaviors (p = 0.001) over time. Post-intervention independent t-tests indicated significant differences between the intervention and control groups in knowledge (p = 0.001), attitudes (p = 0.001), and behaviors (p = 0.001). The N-Gain analysis revealed an average score of 58,4% (moderately effective) in the intervention group and 23% (ineffective) in the control group. These findings indicate that the educational snakes-and-ladders game is moderately effective in enhancing knowledge, attitudes, and behaviors related to anemia prevention. It is recommended that the Health and Education Offices integrate this game into extracurricular programs and school-based health checks as a complementary strategy to the Free Nutritious Meal initiative.
The Relation of Food Taboo, Diet Patern and Anaemia Among Pregnant Women in Puskesmas Cipayung Prahastuti, Brian Sri; Jumhati, Siti; Meilani, Reni
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v5i2.3066

Abstract

Anemia is a global public health problem. The prevalence of anemia in pregnant women in Indonesia reaches 27.7%, while anemia in third-trimester pregnant women at the Cipayung Community Health Center in January–May 2025 was recorded at 14.35%. Several factors influence the incidence of anemia in pregnant women, including sociocultural factors, diet, income, and knowledge. A good diet for pregnant women should include sources of carbohydrates, protein, fat, vitamins, and minerals, tailored to the needs of the pregnancy. This study aims to determine the risk factors for anemia in pregnant women due to the influence of cultural taboos and dietary patterns. This study design uses a quantitative analytical method with a cross-sectional approach. This study was conducted in July 2025, the population was pregnant women who underwent ANC examinations at the Cipayung Community Health Center with a sample of 105 respondents. Data analysis of this study began with univariate data analysis, simple correlation tests, using the Chi-square method and subsequent analysis using multiple logistic regression tests. The results of the multivariate analysis study showed that the cultural variables of food taboos (p.value = 0.003 with OR 5.569), dietary patterns (p.value = 0.043 with OR 2.759) were associated with the incidence of anemia in pregnant women, nutritional adequacy (p = 0.003; OR = 5.113) was associated with the incidence of anemia. Suggestions for education to be carried out in the 20-35 year age group about dietary patterns and cultural food taboos.
PERCEIVED INSUFFICIENT MILK SUPPLY AND EXCLUSIVE BREASTFEEDING: A SYSTEMATIC REVIEW OF CONTRIBUTING FACTORS Jumhati, Siti
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.3305

Abstract

Persepsi ketidakcukupan air susu ibu (perceived insufficient milk supply/PIMS) merupakan hambatan utama dalam pemberian ASI eksklusif (ASI-E) dan berkontribusi pada penghentian dini meskipun manfaat ASI sudah terbukti secara luas. Kajian sistematis ini bertujuan mensintesis bukti terbaru mengenai faktor-faktor penentu PIMS untuk memperkuat intervensi yang lebih terarah. Pencarian literatur dilakukan melalui PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, SagePub, dan Google Scholar untuk artikel yang diterbitkan antara Januari 2020 hingga Mei 2025. Artikel yang memenuhi syarat adalah publikasi terindeks, berbahasa Inggris, dengan desain penelitian kuantitatif atau kualitatif yang membahas faktor biologis, psikologis, sosial, pekerjaan, atau pendidikan terkait PIMS. Kriteria eksklusi mencakup studi yang tidak secara eksplisit menilai persepsi ibu atau yang terbatas pada determinan umum menyusui. Dari 1.280 artikel yang disaring, sepuluh memenuhi kriteria: delapan studi potong lintang, satu uji klinis teracak, dan satu meta-analisis. Penilaian risiko bias dilakukan sesuai desain, menggunakan Newcastle–Ottawa Scale untuk studi potong lintang, Cochrane RoB 2.0 untuk uji klinis, dan AMSTAR-2 untuk meta-analisis. Hasil telaah konsisten menunjukkan bahwa stres ibu, depresi pascapersalinan, pendidikan rendah, minimnya dukungan pasangan, kondisi kerja yang kaku, serta kemiskinan merupakan prediktor utama PIMS. Kajian ini menegaskan bahwa struktur kerja dan kesehatan mental ibu secara bersama-sama membentuk PIMS, sehingga diperlukan reformasi kebijakan ketenagakerjaan serta intervensi kesehatan mental untuk mendukung keberlanjutan ASI eksklusif.
Analisis Pengaruh Simultan Pelatihan Pegawai, Kepuasan Kerja, dan Kompensasi terhadap Kinerja Pegawai Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya Bayu Aribowo, Antonius; Djaali, Nur Asniati; Jumhati, Siti
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 3 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss3.1947

Abstract

Kinerja pegawai menjadi indikator utama mutu layanan kesehatan di rumah sakit dan dipengaruhi oleh berbagai faktor organisasi. Penelitian ini menganalisis pengaruh simultan pelatihan, kepuasan kerja, dan kompensasi terhadap kinerja pegawai di Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya, yang masih menghadapi disparitas kinerja antarunit. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 172 responden dari 12 unit kerja yang dipilih melalui proportionate random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstandar yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan uji asumsi klasik untuk memastikan keandalan model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, baik secara simultan maupun parsial, dengan kompensasi sebagai faktor paling dominan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,848 menunjukkan bahwa variasi kinerja pegawai dijelaskan secara substansial oleh ketiga variabel tersebut. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi kebijakan pelatihan berbasis kebutuhan unit kerja, peningkatan kepuasan kerja yang berkelanjutan, serta sistem kompensasi yang adil dan transparan dalam memperkuat kinerja organisasi rumah sakit.
Pengaruh Abdominal Stretching Exercise Terhadap Penurunan Nyeri Haid (Dismenorea) Primer Pada Mahasiswi DIII Analis Kesehatan Nuralam, Nuralam; Dharmayanti, Ni Deni; Jumhati, Siti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v12i2.432

Abstract

Dismenore merupakan keluhan yang sering dialami oleh wanita saat mengalami menstruasi yang ditandai dengan adanya nyeri kram perut pada bagian bawah. Prevalensi dismenorea di dunia sebesar 1.769.425 jiwa (90%) wanita yang mengalami dismenorea berat sebanyak 10-15% dan prevalensi di Indonesia adalah 64,25% terdiri atas 54,89% dismenorea primer dan 9,36% dismenorea sekunder. Salah satu cara meredakan dismenorea adalah dengan latihan abdominal stretching exercise yang dapat meningkatkan kadar hormone endorphin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh abdominal sretching exercise terhadap penurunan nyeri haid (Dismenorea) primer pada mahasiswi DIII Analis Kesehatan.  Metode penelitian yang digunakan adalah pre eksperimen dengan rancangan penelitian the one group pretest-posttest desaign. Penelitian dilaksanakan pada bul an oktober-november 2020. Pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh latihan abdominal stretching Exercise terhadap penurunan nyeri haid (nilai p=0,000<0,05) dengan hasil 10 responden (30,3%) mengalami nyeri sedang dan yang mengalami nyeri ringan sebanyak 23 responden (69,7%). Latihan abdominal sretching disarankan untuk digunakan sebagai bagian dari intervensi dalam mengatasi dismenorea. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh latihan abdominal stretching exercise terhadap penurunan nyeri haid (dismenorea) pada mahasiswa DIII Analis Kesehatan Universitas MH. Thamrin.Keyword:  Latihan Abdominal Stretching Exercise, Dismenorea
Hiperbilirubinemia pada Bayi Baru Lahir di RSUD Cengkareng: Kajian Gambaran Berdasarkan Usia Kehamilan dan BBLR Chairy, Abdul; Jumhati, Siti; Sulistio, Athifah Putri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v15i1.1831

Abstract

Bayi baru lahir (BBL) merupakan golongan umur dengan risiko gangguan kesehatan tertinggi. Salah satu gangguan kesehatan yang dapat dialami BBL adalah hiperbilirubinemia, yaitu kondisi kadar bilirubin dalam darah bayi yang tinggi. Hiperbilirubinemia dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kelahiran prematur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar bilirubin total pada BBL di RSUD Cengkareng. Penelitian ini menggunakan data sekunder hasil pemeriksaan bilirubin total dengan metode Diazo sulfanilat pada alat Architect c4000 di RSUD Cengkareng sebanyak 62 responden periode Januari-Desember. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar bilirubin total pada BBL di RSUD Cengkareng sebagian besar tinggi, yaitu sebesar 77%. Berdasarkan usia kehamilan, kadar bilirubin total mayoritas melebihi nilai normal pada BBL dengan usia kehamilan 37 minggu (65%) dan 37-42 minggu (83%). Berdasarkan berat badan lahir rendah (BBLR), kadar bilirubin total mayoritas di atas batas normal (67%). Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan bahwa lebih dari 60% BBL di RSUD Cengkareng mengalami hiperbilirubinemia. Hal ini perlu menjadi perhatian karena hiperbilirubinemia dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti kernikterus.
Analisis Implementasi Program Pelayanan Antenatal Terpadu di Klinik Pratama Dokter Abdul Radjak DKI Jakarta Chairy, Abdul; Jumhati, Siti; Dharmayanti, Ni Deni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v15i2.1867

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih menjadi salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara, dengan data terakhir mencatat AKI sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015. Upaya asuhan antenatal menjadi kunci utama dalam mengurangi angka kematian ibu dan mencapai tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) yang telah diterapkan di berbagai negara. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2016 melaporkan tingkat angka kematian maternal (Maternal Mortality Rate/MMR) di negara berkembang yang sangat tinggi, mencapai sekitar 415/100.000 kelahiran hidup, yang jauh lebih tinggi daripada negara-negara Eropa dan negara maju. WHO juga mencatat bahwa sekitar setengah juta perempuan meninggal setiap tahunnya akibat kehamilannya, dan 99% dari kematian ini terjadi di negara-negara berkembang. Sebanyak 75% kematian ibu disebabkan oleh komplikasi obstetri langsung, termasuk perdarahan, hipertensi, sepsis, aborsi, emboli, dan penyebab lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program pelayanan antenatal terpadu di Klinik Pratama Dr. Abdul Radjak.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melibatkan berbagai informan seperti Koordinator Klinik Pratama, Kepala Klinik Pratama, pemegang program KIA, Bidan, dan ibu hamil. Pendekatan cross sectional digunakan untuk memberikan gambaran tentang pelaksanaan program pelayanan antenatal terpadu di Klinik Pratama Dr. Abdul Radjak. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur, FGD, serta pengumpulan data primer dan sekunder. Sampel dipilih secara purposive sampling dengan melibatkan 20 orang. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelaksanaan pelayanan antenatal terpadu di Klinik Pratama Dr. Abdul Radjak cukup baik, dengan sumber daya manusia bidan yang telah mengikuti pelatihan pelayanan antenatal Terpadu. Kata Kunci : analisis, klinik pratama, pelayanan antenatal terpadu
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIRACAS Jumhati, Siti; Chairy, Abdul
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v14i1.2043

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan permasalahan gizi akut dengan kondisi tinggi badan anak tidak sesuai usianya. Stunting disebabkan oleh berbagai faktor. Kejadian stunting masih cukup tinggi khususnya di Jakarta Timur yaitu di Puskesmas Ciracas Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, jenis kelamin, ASI Eksklusif, kepemilikkan jamban sehat, dan akses air bersih dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Simpang Pandan. Metode: Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian desain cross sectional. Penelitian ini terdiri dari 73 sampel dengan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 45,2% responden dengan pengetahuan kurang, 60,3% anak laki-laki, 80,8% anak tidak ASI Eksklusif, 84,9% tidak memiliki jamban sehat, dan 68,5% tidak memiliki akses air bersih yang layak. Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu (p=0,000) ASI Ekslusif dan Jamban sehat(p<0,05) dengan kejadian stunting pada anak usia 0-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Ciracas. Pengumpulan data dilakukan pada bulan desember 2021.Kesimpulan: Dapat disimpulkan pengetahuan ibu, ASI ekslusif dan Jamban sehat mempengaruhi anak mengalami stunting. Untuk itu perlu peningkatan informasi kepada masyarakat serta pengadaan air bersih agar dapat dikendalikan lebih dini.Kata Kunci: Stunting, Pengetahuan, ASI Eksklusif, Jamban Sehat, Air Bersih  
PEMBERDAYAAN IBU TERKAIT STIMULASI TUMBUH KEMBANG ANAK MELALUI PENDEKATAN MODELING Chairy, Abdul; Jumhati, Siti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v13i2.2046

Abstract

ABSTRACTBackground : Pregnancy is a very meaningful experience for women. Examination and supervision of pregnant women really needs to be carried out regularly. This aims to prepare the mother and child as optimally as possible physically and mentally during pregnancy, childbirth and postpartum so that a healthy mother and child are obtained. For pregnant women who have never been pregnant or given birth before (primigravida), pregnancy or childbirth is something foreign to them. This is because it is something new he has experienced. Family support, especially husbands, greatly influences antenatal care (ANC) visits for primigravida mothers. Family support is able to motivate primigravida mothers to visit antenatal care. Antenatal care is a pregnancy examination carried out on pregnant women during their pregnancy to prevent complications during pregnancy and to prepare for a healthy birth.Objective : This study aims to determine whether there is a relationship between husband and family empowerment and compliance with antenatal care (ANC) for pregnant women in the Pasar Rebo Health Center working area.Methods: This research used an analytical research design with a cross sectional approach which was carried out at the Air Salobar Community Health Center with a sample size of  32 respondents. Data collection was carried out using questionnaires and observation sheets. From the Chi Square statistical test.Results: The results of this study indicate that there is a significant relationship between husband's support and compliance with ANC visits (p = 0.003).Conclusions and suggestions: The conclusion of this research is that there is a significant relationship between family support and compliance with ANC visits for pregnant women at the Pasar Rebo Health Center. This research is expected to provide information and understanding to pregnant women, husbands and community health center midwives about the relationship between family support and compliance with antenatal care (ANC) in pregnant women.Recommendation: In further research, it is hoped that research can be developed even better Keywords:  Family Support, Compliance in Antenatal Care Visit
Kapasitas Laboratorium dalam Deteksi Dini Preeklampsia pada Ibu Hamil (Studi Kasus di Kabupaten Pandeglang) Jumhati, Siti; Sabarinah, Sabarinah; Siregar, Kemal N.; Chairy, Abdul
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i1.2134

Abstract

Kejadian preeklampsi di Kabupaten Pandeglang meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2020 sebanyak 7 kasus dan tahun 2021 sebanyak 8 kasus (19.5%) dari 41 kasus kematian ibu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kapasitas laboratorium dalam deteksi dini preeklampsi pada ibu hamil di Kabupaten Pandeglang tahun 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian kualitatif rancangan studi kasus. Total subjek penelitian adalah dua orang yang dilakukan wawancara mendalam secara langsung, namun tetap memperhatikan prokes yang ketat yaitu memakai masker dan menjaga jarak. Studi kasus ini menggunakan teknik probing untuk mendapatkan penjelasan dan kronologi mengenai kematian ibu. Proses triangulasi data menggunakan hasil wawancara mendalam dan juga data sekunder yang didapat dari puskesmas dan dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang. Dalam penelitian ini terdapat 2 variabel yaitu ketidaktepatan deteksi dini dan keterlambatan diagnosis dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaktepatan deteksi dini ini akibat gagalnya bidan puskemas dalam menjalankan prosedur sesuai dengan SOP dan standar pemeriksaan laboratorium urin pada trimester 1 sebanyak 1 kali dan trimester 2 sebanyak 2 kali. Karena pada kenyataannya, setelah kondisi ibu parah baru dilakukan pemeriksaan protein urin. Selain itu keterlambatan diagnosis dini juga terjadi dengan adanya penolakan dari ibu hamil saat dijemput ke posyandu dengan alasan dilarang oleh keluarga dan kurangnya rasa percaya masyarakat terhadap tenaga kesehatan di posyandu dan puskesmas. Pelayanan Kesehatan meliputi bidan desa dan tenaga kesehatan di puskesmas belum sepenuhnya menerapkan tata pelaksanaan diagnosa dini preeklampsia. Selain itu juga, masyakarat belum memahami tanda bahaya preeklampsia. bidan desa yang kurang sigap dalam penatalaksaan antenatal care yang sesuai SOP, kapasitas laboratorium yang kurang merata, dan jauhnya akses masyarakat ke pelayanan kesehatan. Hal ini perlu mendapatkan perhatian serius dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang untuk menurunkan angka kematian ibu karena preeklampsia.Kata Kunci : Kapasitas Laboratorium, Deteksi Dini Preeklampsia, Ibu hamil, Studi Kasus