Claim Missing Document
Check
Articles

Unjuk Kerja Turbin Angin Savonius Dua Tingkat Empat Sudu Lengkung L. Widodo, Syamsul Bahri; Adlie, Taufan Arif; Umar, Hamdani
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 1 No 01 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v1i01.705

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan perencaan, pembuatan dan pengujian turbin angin Savonius dua tingkat menggunakan sudu tipe L. Turbin ini terdiri dari dua buah sudu tiap tingkat yang di pasang dengan beda sudut 90 derajat. Sudu (bucket) terbuat dari bahan plat plastik dengan ketebalan 2 mm. Hasil pengujian diperoleh putaran maksimum pada beban generator dan lampu 3.8 V adalah 62 rpm dan daya yang dibangkitkan sebesar 13,81 W pada kecepatan angin 8.05 m/s. Putaran minimum yang dihasilkan Turbin angin Savonius dua tingkat dengan beban generator adalah 29 rpm dan daya yang dibangkitkan adalah 6,46 W pada kecepatan angin 3,72 m/s.
Kaji Eksperimental Unjuk Kerja Pengering Surya Tipe Lorong Untuk Mengeringkan Ikan Widodo, Syamsul Bahri; Amin, Muhammad; Umar, Hamdani
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 1 No 01 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v1i01.714

Abstract

Pada Tahun 2013, produksi ikan tangkap dan ikan tambak Kota Langsa masing-masing 7.185 Ton, dan 2.195 Ton. Salah satu usaha yang dilakukan nelayan dalammeningkatkan pendapatannya adalah melakukan produksi ikan kering. Sampai saat ini masyarakat sekitar belum mampu menghasilkan ikan kering yang berkualitas, karena sistem pengeringan yang dilakukan masih secara alami. Pada penelitian ini telah dilakukan pembuatan dan pengujian satu unit pengering tenaga surya tipe lorong (solar tunnel dryer) untuk mengeringkan ikan. Alat pengering yang telah dibuat memiliki ukuran panjang 240 cm x lebar 80 cm yang didalamnya ada 2 buah rak yang masing- masing dengan ukuran 120 cm x 80 cm. Hasil pengujian pada alat pengering surya tanpa beban diperoleh temperatur dalam ruang cenderung konstan pada kisaran 60-64 oC, kelembaban relatif pada kisaran 42-44%. Dari hasil pengujian alat pengering dengan beban pengeringan ikan mujair dengan berat kotor 1 kg, diperoleh massa akhir ikan kering adalah 0,28 kg, waktu pengeringan 24 jam. Hasil pengujian alat pengering energi surya tipe lorong dengan beban ikan mujair sebanyak 15 kg, diperoleh berat akhir ikan kering adalah 6,28 kg dengan waktu pengeringan 24 jam dan efisiensi pengeringnya sebesar 10,46%. Kadar air awal ikan hasil pengukuran diperoleh 71 %, dan kadar air ikan kering adalah 17,14%. Pada saat yang sama juga dilakukan pengujian pengeringan dengan cara menjemur 1 kg ikan mujair. Setelah dijemur selama 48 jam (2 hari)diperoleh kadar air akhir ikan kering sebesar 32,84%. Dari hasil penelitian ini terlihat bahwa alat pengering tenaga surya tipe lorong dapat digunakan oleh nelayan Kota Langsa untuk meningkatkan produksi dan kualitas ikan kering.
Analisis Pemanfaatan Boil-Off Gas Sebagai Bahan Bakar Kapal Pengangkut Gas Rizal, Teuku Azuar; Umar, Hamdani; Amin, Muhammad
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 1 No 01 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v1i01.723

Abstract

Kapal pengangkut LNG merupakan sarana utama yang paling handal dalam transportasi LNG di dunia. Dalam operasionalnya, setiap kapal pengangkut LNG akan menghasilkan boil-off gas akibat ekspansi dari tangki penyimpan LNG. Jumlah rata-rata BOG yang dapat dihasilkan adalah 0,15% dari kapasitas tangki ruang muat per hari. Untuk itu, ada peluang untuk memanfaatkan BOG sebagai bahan bakar kapal pengangkut LNG. Salah satu sistem penggerak mula yang dapat memanfaatkan BOG adalah penggerak mula yang menggunakan siklus gabungan turbin gas dan turbin uap. Paka kajian ini telah dilakukan analisa perbandingan penggunaan siklus kombinasi dengan 3 alternatif keluaran daya. Siklus kombinasi yang menjadi pilihan adalah yang membutuhkan bahan bakar yang rendah dan menghasilkan daya yang besar. Dari hasil analisa untuk kapal pengangkut dengan volume LNG 138.000 m3, diperoleh kombinasi turbin gas dengan daya keluar 25.060 KW dan turbin uap 5.000 KW, akan dapat beroperasi menggunakan BOG sebagi bahan bakar dibandingkan dengan kombinasi daya turbin gas 14.900 KW dan turbin uap 15.000 KW akan membutuhkan bahan bakar tambahan untuk penyediaan panas pada HRSG.
Simulative Study of Fuel Performance of Jatropha Curcas Biodiesel versus Palm Oil Biodiesel on Fishing Vessel Rizal, Teuku Azuar; Umar, Hamdani
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 5 No 01 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v5i01.730

Abstract

The paper is investigated the application of Jatropha Curcas biodiesel (JCFAME) as well as Palm biodiesel (PFAME) as an alternative fuel and its performance effect in the diesel engines using Diesel–RK computational simulation. Both alternative fuel was simulated to run in four stroke marine diesel engine with 65 HP and single cylinder engine at 178 g/HP.h fuel consumption rate. The computational model will be running on different diesel fuel mode to simulate and investigate each fuel effect upon engine performance. The result of the simulation shown the effect of each alternative fuel in terms of rpm against brake mean effective pressure (BMEP), rpm against power and rpm against specific fuel consumption (SFC). Also, the comparison will be presented in term of Compression Ratio (CR) against BMEP, CR against SFC and CR against Thermal Efficiency (TE).
Enhancing Thermal Efficiency of a Solar Water Heating System with a Parabolic Trough Collector Sukuria Mungkur, Rahmat; Umar, Hamdani; Abdullah, Nazaruddin; Amir, Fazri
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 11 No 02 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v11i02.11033

Abstract

The growing population drives the construction of high-rise buildings as residential areas, leading to an increased demand for hot water for bathing, consumption, and other purposes. Conventional water heating using fossil energy negatively impacts the environment, making solar water heater (SWH) technology an eco-friendly alternative. However, the efficiency of conventional SWHs with evacuated tube collectors remains limited due to suboptimal solar energy capture. This study aims to enhance water heater efficiency by utilizing concentrated solar power (CSP) technology with a parabolic trough collector (PTC). The PTC focuses solar energy on a square-shaped receiver containing a sensible heat storage medium and a main pipe for heating water. The research was conducted experimentally by measuring water temperature with thermocouples and solar radiation using a pyranometer. The results show that the maximum water temperature achieved was 84°C at a solar radiation intensity of 1.112 W/m², with a maximum system efficiency of 35%. This technology demonstrates potential for improving the efficiency of renewable energy-based water heating systems.
Thermodynamic Analysis of Gas Turbine Power Plant of PT PLN Belawan Generation Implementation Unit Sofyan, Sarwo Edhy; Umar, Hamdani; Tamlicha, Akram; Ramafunna, Fitra Ilham
Jurnal Polimesin Vol 22, No 4 (2024): August
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v22i4.5365

Abstract

The low quality of the thermodynamic process in a gas turbine power plant results in the waste of potential energy and impacts the power plant's efficiency. Analysing the thermodynamic performance of a gas turbine power plant is crucial to evaluating its efficiency in converting fuel energy into useful work. This analysis helps identify opportunities for improvement and optimise the plant's design for better performance by examining the components (e.g., the compressor, combustion chamber, and turbine). This study aims to evaluate the performance of a Gas Turbine Power Plant (GTPP) through thermodynamic analysis considering the variation of cycle loads. The study was conducted based on the field survey data obtained from the GTPP PT PLN Belawan generation implementation unit. The collected operation data was used to perform a thermodynamic analysis by applying the principles of conservation of mass and energy, along with the laws of thermodynamics. The study examined five cycle load variations: 31.7 MW, 34.3 MW, 48.1 MW, 60.7 MW, and 71.7 MW. Results showed a consistent reduction in the gas turbine heat rate as the load increased, with a significant 53.3% drop in heat rate from 34.3 MW to 71.7 MW. Higher cycle loads also correlated with increased turbine and compressor work, with the turbine producing 55.8% more work than the compressor at 71.7 MW. The turbine's thermal efficiency ranged from 40% to 44%, with potential for a 5% efficiency increase.
STUDI EKSPERIMENTAL PERPINDAHAN PANAS DAN BILANGAN REYNOLDS-NUSSELT PADA COMPACT HEAT EXCHANGER DENGAN SIRIP SPIRAL BERPOTONGAN Muhammad Syahril; Ahmad Syuhada; Hamdani; Muhammad Amin; Ali Akbar; Syamsul Bahri Widodo; Sumawijaya
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v7i2.3264

Abstract

Compact heat exchanger (CHE) banyak digunakan pada sistem pendinginan mesin termal karena memiliki rasio luas permukaan terhadap volume yang tinggi sehingga mampu meningkatkan efektivitas perpindahan panas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik perpindahan panas pada compact heat exchanger dengan variasi konfigurasi sirip spiral berpotongan serta mengevaluasi kinerjanya menggunakan pendekatan bilangan Reynolds–Nusselt. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan pipa galvanis berdiameter luar 22 mm dengan panjang laluan 300 mm. Sirip spiral terbuat dari aluminium dengan ketebalan 0,3 mm, tinggi 10 mm, dan jarak antar sirip 30 mm. Variasi konfigurasi meliputi tanpa sirip, tanpa berpotongan, serta sirip spiral berpotongan 2 mm, 5 mm, dan 7 mm. Fluida kerja berupa air panas dengan temperatur inlet konstan 80°C dan laju aliran massa 0,57 kg/s, sedangkan pendinginan menggunakan aliran udara dengan kecepatan 3,59 m/s; 4,45 m/s; dan 5,07 m/s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kecepatan udara meningkatkan bilangan Reynolds dari 4.936 hingga 6.971, yang menunjukkan bahwa aliran telah berada pada kondisi turbulen. Seiring dengan peningkatan bilangan Reynolds, bilangan Nusselt juga mengalami peningkatan pada seluruh konfigurasi pengujian, yang menunjukkan meningkatnya intensitas perpindahan panas secara konveksi. Di antara seluruh konfigurasi yang diuji, konfigurasi sirip spiral berpotongan 5 mm menghasilkan kinerja termal terbaik, dengan laju perpindahan panas maksimum sebesar 11.682,7 W dan koefisien perpindahan panas konveksi sebesar 604 W/m²·K. Peningkatan kinerja tersebut dipengaruhi oleh intensifikasi turbulensi aliran serta gangguan lapisan batas termal akibat geometri sirip. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi konfigurasi sirip spiral dan peningkatan kecepatan aliran udara berpengaruh signifikan terhadap kinerja perpindahan panas pada compact heat exchanger.
Optimization of Clove Oil Blending Ratio to Gasoline Engine Performance Nasruddin A. Abdullah; Bagas Prayoga; Fazri Amir; Teuku Azuar Rizal; Muhammad Amin; Hamdani Umar
ZERO: Jurnal Sains, Matematika dan Terapan Vol 9, No 2 (2025): Zero: Jurnal Sains Matematika dan Terapan
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/zero.v9i2.26659

Abstract

The increasing need for cleaner and more efficient fuels encourages the use of bio-additives to improve the combustion quality of gasoline engines. However, research on the direct effect of variations in the ratio of clove oil in Pertalite gasoline on engine performance and emissions is still limited. This study examined the effect of mixing clove oil in four fuel compositions, namely pure Pertalite (P0), Pertalite + clove oil 0.5% (P0.5), 1% (P1), and 2% (P2), on engine performance parameters and exhaust emission characteristics. The results showed that the P2 blend provided the most significant improvement in engine performance, characterized by a 4.6% increase in torque and 6.3% power, a decrease in specific fuel consumption of up to 7.1%, and an increase in calorific value of up to 7.8%. Thermal efficiency also increased at high rounds of 1 %, indicating better energy conversion. In terms of emissions, a decrease in CO of 0.006% and a decrease in CO₂ of 0.1% indicate more complete combustion, although HC increases by 34 ppm (parts per million) due to the volatile characteristics of clove oil. Overall, the addition of 2% clove oil has been shown to improve combustion quality without engine modification. These findings confirm the potential of clove oil as a viable and relevant renewable bio-additive to support energy transition efforts towards a cleaner and more sustainable transportation system.