Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Potensi Ekonomi Prospektif Kobalt (Co) Sebagai Mineral Ikutan dalam Penambangan Bijih Nikel di Kecamatan Langgikima Kabupaten Konawe Utara Nafiu, Wd Rizky Awaliah; Anshari, Erwin; Passaly, Thegar Aditya
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v5i2.53443

Abstract

Penelitian ini mengkaji potensi nilai ekonomi kobalt sebagai mineral ikutan pada pertambangan bijih nikel di Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara. Kabupaten ini dikenal sebagai salah satu penghasil bijih nikel terbesar di Indonesia dengan kobalt (Co) yang ditemukan sebagai mineral ikuran yang sering ditemukan bersama bijih nikel. Kobalt memiliki nilai strategis dalam industri modern, khususnya baterai lithium-ion, yang penting dalam kendaraan listrik dan perangkat elektronik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan data sekunder dari perusahaan pertambangan dan literatur terkait. Analisis dilakukan untuk memperkirakan kandungan kobalt dalam sumber daya bijih nikel yang teridentifikasi dan menghitung potensi nilai ekonominya berdasarkan harga pasar kobalt saat ini. Analisis dilakukan untuk memperkirakan kandungan kobalt dalam sumber daya bijih nikel yang teridentifikasi dan menghitung potensi nilai ekonominya berdasarkan harga pasar kobalt saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di lokasi penelitian mempunyai potensi kandungan kobalt dengan perkiraan sumber daya sebesar 643.580,85 ton dan cadangan diperkirakan sebesar 382.360 ton. Analisis prospektif nilai ekonomi kobalt sebagai mineral ikutan dari sumber daya dan cadangan menunjukkan potensi ekonomi dengan nilai masing-masing sekitar 16,8 miliar USD dan 10,01 miliar USD. Penelitian ini juga memberikan landasan untuk mengembangkan strategi pengelolaan yang berkelanjutan dan optimal atas potensi kobalt sebagai aset mineral ikutan dalam industri pertambangan bijih nikel.
Estimation of Tsunami Arrival Time and Run-up Height Using The Cornell Multi-Grid Coupled Tsunami Model (COMCOT) at Ujung Bulu and Bira Beaches, Bulukumba Regency, Indonesia Chaerul, Muhammad; Muh. Imran Tahir; Anshari, Erwin
Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Vol. 11 No. 1 (2026): JGEET Vol 11 No 01 : March (2026)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jgeet.2026.11.1.24759

Abstract

This study aims to estimate tsunami arrival times and wave heights at Ujung Bulu Beach and Bira Beach, Bulukumba Regency, using numerical simulations with the Cornell Multi-grid Coupled Tsunami Model (COMCOT). Two potential tsunamigenic earthquake scenarios were considered: the West Nusa Tenggara segment of the Flores Back-Arc Thrust (Mw 7.5) affecting Ujung Bulu District, and the eastern segment of the Selayar Fault (Mw 7.2) impacting Bira Beach in Bontobahari District.Modeling results indicate that tsunami arrival times at Ujung Bulu range from approximately 46 minutes at the coastline to 56 minutes inland, with modeled wave heights varying between 0.02 and 1.96 m. In contrast, Bira Beach experiences significantly shorter arrival times, ranging from 3 to 6 minutes, with wave heights between 0.10 and 10.00 m. The reported tsunami heights represent the maximum modeled water surface elevation above mean sea level at each location.These results highlight the near-field tsunami hazard at Bira Beach and the moderate but widespread inundation potential in Ujung Bulu District. The findings provide important implications for disaster risk reduction in Bulukumba Regency, including improvements in early warning dissemination, evacuation planning, and community preparedness. Nevertheless, the results are subject to uncertainties associated with earthquake source parameterization, bathymetric resolution, and numerical modeling assumptions.
Perencanaan Kemajuan Tambang Berdasarkan Target Produksi Perbulan pada Pit C Blok Samaenre Pt. Ceria Nugraha Indotama Kecamatan Wolo Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara Rahman Rahman; Erwin Anshari; Muhammad Ilham Kadar
Jurnal Inovasi Global Vol. 2 No. 6 (2024): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v2i6.108

Abstract

PT. Ceria Nugraha Indotama merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan jenis komoditas nikel laterit dengan luas wilayah izin usaha pertambangan (IUP) 6.785 Ha. Rencananya perusahaan tersebut akan membuka lahan penambangan baru pada Pit C Blok Samaenre untuk mempertahankan produksinya. Target produksi bijih nikel pada Pit C Blok Samaenre sebesar 80.000 ton/bulan dengan kriteria nilai Cut Off Grade ≥1,50% Ni dan standar penjualan perusahaan sebesar 1,60% Ni. Dalam mencapai hal tersebut maka diperlukan perencanaan yang baik untuk mencapai target produksi yang diinginkan. Rancangan Pit Limit dibuat berdasarkan rekomendasi geometri jenjang penambangan berupa tinggi jenjang 5 meter, lebar jenjang 2 meter, sudut lereng jenjang dan lebar ramp 9 meter. Dengan menggunakan bantuan software Micromine dibuat rancangan Pit limit nya, kemudian berdasarkan rancangan Pit limit tersebut menghasilkan jumlah cadangan bijih nikel (ore) sebanyak 557.297,26 ton dengan kadar Ni 1,70% dan overburden/waste sebanyak 1.577.757,69 ton dengan nilai stripping ratio sebesar 3,15 : 1. Kemajuan tambang direncanakan sebanyak 6 tahap berdasarkan target produksinya, dengan berdasarkan kemajuan tambang ditentukan penjawalan produksi selama 6 bulan yang akan dimulai pada bulan Oktober 2024 sampai pada bulan Maret 2025. Umur tambang didapat dengan membagi jumlah cadangan dengan target produksi sehingga umur tambangnya selama 6 bulan lebih dan digenapkan menyesuaikan penjadwalan produksinya selama 6 bulan.
Rancangan Geometri lereng Penambangan Bijih Nikel laterit pada blok ulusawa 10 pt gerbang multi sejahtera kecamatan laonti kabupaten konawe selatan provinsi sulawesi tenggara Hardiyanti Hakim; Erwin Anshari; Marwan Zam Mili
Jurnal Inovasi Global Vol. 2 No. 6 (2024): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v2i6.112

Abstract

Nilai faktor keamanan lereng tambang di Indonesia diatur dalam Keputusan Menteri ESDM No. 1827 K/30/MEM Tahun 2018 tetang Pedoman Pelakasanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi geometri lereng penambangan yang stabil dan optimal berdasarkan sifat fisik dan sifat mekanik tanah penyusun lereng pada rencana penambangan Blok Ulusawa 10 PT. Gerbang Multi Sejahtera. Metode yang digunakan dalam penentuan kestabilan lereng pada penelitian ini adalah metode Bishop Simplified. Hasil penelitian menunjukkan simulasi kestabilan lereng pada profil endapan nikel laterit dalam kondisi terdistribusi beban tambahan oleh alat gali-muat Excavator Sumitomo SH350 HD-6 sebesar 56 kN/m2 dan beban dari alat angkut Dumptruck Mercedes Benz Axor 2528C (6x4) sebesar 13,30 kN/m2 serta pengaruh getaran gempa sebesar 0,4 gal (Aulia et al., 2019). Untuk lereng tunggal setinggi 5 meter lapisan Saprolite pada kondisi dinamis dengan sudut 45o dan lebar Bench 2 meter adalah material yang memiliki nilai FK paling rendah, yaitu FK = 1,590 dengan PL = 3,10% sehingga dapat mewakili semua material sebagai kondisi paling pesimis dan digunakan sebagai acuan untuk merancang geometri lereng keseluruhan dengan tinggi maksimum 65 meter. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan untuk rekomendasi geometri lereng penambangan menggunakan geometri lereng keseluruhan dengan tinggi maksimum 65 meter, lebar bench 2 meter, lebar ramp 9 meter dengan FK dalam kondisi dinamis sebesar 1,226 dan PL = 17,70% serta sudut kemiringan lereng keseluruhan 27o dengan nilai FK dalam keadaan terdistribusi beban (dinamis) = 1,203 dan PL = 13,10% .
Edukasi Masyarakat melalui Diseminasi Analisis Kandungan Logam Berat Sumur Gali Desa Lapoa Ika Sartika Ambarsari; Firdaus; Erwin Anshari; Deniyatno; Marwan Zam Milli; Wahab; Muhammad Ilham Kadar; Mohammad Suriyaidulman Rianse
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2026): September
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i3.872

Abstract

Desa Lapoa yang berada di Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, letaknya hanya berjarak kurang lebih 3 km dari area industri pertambangan. Jarak yang dekat ini memicu kekhawatiran warga akan risiko pencemaran lingkungan, terutama pencemaran air tanah yang selama ini dipakai sebagai sumber air sumur gali untuk keperluan harian maupun konsumsi. Menindaklanjuti temuan riset terdahulu terkait kadar logam berat pada sumur gali warga, dilaksanakan kegiatan pengabdian berupa penyebaran hasil analisis serta edukasi tentang mutu air sumur gali. Tujuan kegiatan ini adalah menambah wawasan dan pemahaman warga mengenai kondisi air yang mereka pakai sekaligus memberi informasi ilmiah tentang risiko paparan logam berat. Metode yang diterapkan mencakup pemaparan materi lewat sosialisasi, penyajian hasil uji laboratorium, diskusi interaktif, serta sesi tanya jawab dengan warga. Temuan riset memperlihatkan bahwa kadar logam berat pada sumur gali tersebut masih di bawah ambang baku mutu, sehingga air tersebut dinilai masih aman dipakai. Pemaparan hasil analisis secara langsung kepada warga memberi pemahaman yang lebih baik tentang kondisi air di lingkungan mereka, meredakan kekhawatiran terhadap dampak kegiatan tambang, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pemantauan mutu air secara rutin demi kesehatan dan kelestarian lingkungan. Kegiatan diseminasi ini diharapkan mampu memperkuat jalinan komunikasi antara kalangan akademisi dan masyarakat serta menjadi landasan bagi pengelolaan mutu lingkungan yang berbasis data ilmiah.
Strategi Pengelolaan Limbah Rumah Tangga melalui Pemilahan Sampah Terpadu: Evaluasi Program KKN Tematik di Desa Waworaha, Kecamatan Soropia, Sulawesi Tenggara Masri Masri; Erwin Anshari; Harisma Harisma; Ali Okto; Firdaus Firdaus; Marwan Zam Mili
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1770

Abstract

Program KKN Tematik di Desa Waworaha dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga dan pencemaran mikroplastik di kawasan pesisir. Kondisi awal menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat belum mempraktikkan pemilahan sampah, dengan banyaknya sampah yang dibakar atau dibuang langsung ke laut dan lahan kosong. Praktik ini berisiko besar terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Program ini terdiri dari tiga kegiatan utama: sosialisasi mengenai bahaya mikroplastik kepada siswa SMP untuk menumbuhkan kesadaran dini, bimbingan teknis mengenai pemilahan sampah rumah tangga untuk masyarakat dan aparat desa, serta pemasangan tempat sampah terpilah di lokasi strategis desa. Sosialisasi bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang dampak mikroplastik, sedangkan bimbingan teknis dilakukan untuk mengajarkan cara memilah sampah sesuai dengan kategori organik, anorganik, dan B3. Tempat sampah terpilah dipasang di lokasi-lokasi dengan tingkat aktivitas tinggi, seperti kawasan wisata dan fasilitas umum, untuk mendukung praktik pemilahan di tingkat pengguna. Evaluasi yang dilakukan melalui kuesioner dan wawancara menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terkait pengelolaan sampah dan mikroplastik. Program ini dinilai efektif, namun untuk menjaga keberlanjutan, diperlukan tindak lanjut berupa pemantauan, pelatihan lanjutan, serta penguatan kelembagaan agar pengelolaan sampah yang baik dapat terus berlanjut di Desa Waworaha.
Machine Learning Approaches to Soil Erosion Risk Mapping: A Comparison between Logistic Regression and Fast Large Margin Muhammad Ramdhan Olii; Marzieh Mokarram; Erwin Anshari; Rizky Selly Nazarina Olii; Ririn Pakaya
Journal of the Civil Engineering Forum Vol. 12 No. 2 (May 2026)
Publisher : Department of Civil and Environmental Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jcef.24796

Abstract

Soil erosion is a critical environmental issue that accelerates land degradation, reduces agricultural productivity, and increases sedimentation in water bodies. Despite its importance, spatial prediction of erosion risk remains a challenge due to the complex interaction of topographic and vegetation-related factors. Previous studies have often overlooked the integration of topographic and remote sensing indices into advanced predictive models, thereby limiting the accuracy of erosion risk mapping. This study aims to evaluate the spatial distribution of soil erosion risk in the Tamalate Watershed, Gorontalo Province, Indonesia, by integrating topographic and remote sensing conditioning factors into Logistic Regression (LR) and Fast Large Margin (FLM) models. Eight conditioning factors—Normalized Difference Moisture Index (NDMI), Terrain Ruggedness Index (TRI), Stream Power Index (STI), Soil Adjusted Vegetation Index (SAVI), Normalized Difference Tillage Index (NDTI), Topographic Wetness Index (TWI), Sediment Power Index (SPI), and Vegetation Condition Index (VCI)—were analyzed using multicollinearity diagnostics and weighted scoring to quantify their relative importance. The results revealed that NDMI (0.253 in LR; 0.258 in FLM) and TRI (0.193 in LR; 0.244 in FLM) were the most influential factors controlling erosion risk, followed by STI (0.186 in LR; 0.166 in FLM). Spatially, both models classified most of the watershed into moderate risk (44.26% in LR; 48.31% in FLM) and high risk (26.09% in LR; 22.35% in FLM) categories, while very high-risk areas were minimal (<0.2%), yet critically important for soil conservation. The findings confirm that integrating topographic and remote sensing indices enhances the precision of erosion risk assessment. This research contributes theoretically and practically by demonstrating the robustness of the FLM approach in soil erosion risk modeling and by providing spatial evidence to support land management and conservation strategies in tropical watershed environments.
Perubahan Formula Harga Patokan Mineral dan Implikasinya terhadap Nilai Ekonomi Mineral Ikutan pada Bijih Nikel : Changes in the Mineral Reference Price Formula and Their Implications for the Economic Value of Associated Minerals in Nickel Ore Mahader; Wd Rizky Awaliah Nafiu; Erwin Anshari
Journal of Engineering Science and Technology Applications Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Engineering Science and Technology Applications
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jesta.v4i1.434

Abstract

This study aims to identify associated elements in nickel ore and estimate their economic value in the stockpile area of PT. Z, South Konawe Regency. A quantitative approach was applied using photogrammetric data, material density, moisture content, X-Ray Fluorescence (XRF) assay results, and benchmark mineral prices for July 2026. The volumes of seven stockpiles (NDJ 1–NDJ 7) were determined through three-dimensional modelling and converted into tonnage using a material density of 1.6 t/m³. The estimated economic value was calculated using the Mineral Reference Price (HPM) formulation stipulated in Ministerial Decree of Energy and Mineral Resources No. 144.K/MB.01/MEM.B/2026 and compared with the formulation under Decree No. 268.K/MB.01/MEM.B/2025. XRF results indicated Ni grades of 1.54%–1.73%, Fe 11.71%–18.41%, Co 0.030%–0.062%, and Cr 0.595%–1.197%. The total stockpile material amounted to 501,192.0 WMT. The estimated economic value based on the 2026 HPM formulation reached USD 38,314,418.4, compared with USD 19,233,221.8 under the 2025 formulation, resulting in an estimated difference of USD 19,081,196.6. The findings indicate that the revised HPM formulation results in a higher estimated economic value of the stockpile material by incorporating qualifying associated elements into mineral valuation.
Co-Authors Abd. Hadid Rahman Ulfa Abubakar Abubakar Ahmad Hidayat Aksara, L.M. Bahtiar Ali Okto Alrum Armid Ambarsari, Ika Sartika Ambarsari, IkaSartika Arif Setiawan Asri Arifin Awaliah Nafiu, Wd Rizky Awaliah Nafiu, Wd. Rizky Awaliah, Wd Rizky Awaliah, Wd. Rizky Dandy Ashari Daniyatno Daniyatno Deniyatno, Deniyatno Firdaus Firdaus Firdaus Firdaus Firdaus Firdaus Fitra Saleh Hardiyanti Hakim Harisma Buburanda, Harisma Harziman Ningrat Hasria Hasria Hasria Hasria Hasria Hasria, Hasria Ika Sartika Ambarsari Ika Sartika Ambarsari Irfan Saputra Isnaen Muhidin, Moh. Ita Juita, Ita Jamhir Safani Jaya, Rio Irhan Mais Cendra Jufri Karim La Ode Nafiu Mahader Marwan Zam Milli Marwan Zamili Marzieh Mokarram Masri Masri Mili, Marwan Zam Mohammad Suriyaidulman Rianse Muh. Imran Tahir Muh. Nuzul Khaq Muhammad Chaerul Muhammad Ichsanul Akbar Natsir Muhammad Ilham Kadar Muhammad Ramdhan Olii Muhammad Taupan Muhammad Yasser Arsy Akbar Muhardi Mustafa Muliddin Nafiu, WD Rizky Awaliah Nento, Sartan Nopri Asharun Oksteming, Jenly Okto, Ali Olii, Muhammad Ramdhan Passaly, Thegar Aditya Rachman, Ranno Marlany Rahman Rahman Rasmita, Riza Restele, La Ode Rezky, Tri Binajaya Rianse, Mohammad Suriyaidulman Ririn Pakaya Ririn Pakaya Riza Rasmita Rizal Adi Saputra Rizky Awaliah N, Wd. Rizky Selly Nazarina Olii Sarfin.L, Wiil Suparwi Suparwi Tri Utomo Taliding Ulfa, Abd. Hadid Rahman Wahab Wahab Wahab Wahab Wd Rizky Awaliah Nafiu Yayat Iman Supriyatna Yayat Iman Supriyatna Zeth Yoseptian Batupadang Zulkifli Zulkifli