Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Perbedaan perubahan intensitas nyeri ibu post seksio sesarea menggunakan teknik distraksi dan relaksasi AS, Emilda; Yuniwati, Cut; Ramli, Nurlaili; Dewi, Silfia
Femina: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Program Studi D3 Kebidanan Langsa, Polteknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/femina.v4i1.579

Abstract

Latar Belakang: Proses persalinan tidak selalu berlangsung secara spontan (pervaginam) tetapi memerlukan tindakan seperti operasi Sectio Caesarea (SC). Salah satu ketakutan terbesar klien seksio sesarea adalah nyeri. Upaya mengatasi nyeri pada ibu post seksio sesarea dengan menggunakan teknik distraksi dan relaksasi. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan peran konselor laktasi dalam konseling menyusui terhadap keberhasilan ibu dalam memberikan ASI eksklusif. Metode: Desain penelitian ini adalah quasi eksperiment, pre-test and post-test. Sampel adalah ibu post seksio sesarea 4 jam sampai 3 hari post seksio sesaria berjumlah 24 responden. Metode pengambilan sampel dengan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji statistik paired sample t-test dan uji t-Independent. Hasil: Hasil uji paired t-test kelompok teknik distraksi dengan nilai p<0,05 yaitu 0,001, kelompok teknik relaksasi diperoleh nilai p<0,005 yaitu 0,001, yang artinya ada terdapat perubahan yang bermakna antara sebelum dan sesudah intervensi. Uji statistik independent t-test diperoleh nilai t hitung pada masing-masing kelompok lebih kecil dari t tabel (t=1,721) dan taraf signifikan p>0,05 yaitu 0,368. Kesimpulan: Teknik distraksi dan teknik relaksasi sama-sama efektif dalam menurunkan intensitas nyeri selama perawatan post seksio sesarea dan tidak ada perbedaan keefektifan antara kedua teknik tersebut.
Pengaruh edukasi gizi dengan media booklet terhadap pengetahuan remaja putri dalam upaya pencegahan stunting Emilda AS, Emilda AS; Putri, Isnaini; Yuniwati, Cut; Dewi, Silfia; Al Rahmad, Agus Hendra
Femina: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 4 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Program Studi D3 Kebidanan Langsa, Polteknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/femina.v4i2.762

Abstract

Latar Belakang: Remaja berperan penting dalam upaya penurunan stunting. Remaja sebagai agent of change di masyarakat juga memiliki suara untuk memberikan sumbang saran dan mendukung program-program pemerintah dalam upaya pencegahan stunting. Edukasi pencegahan stunting dapat dilakukan lebih ringan dan menarik serta tidak membosankan terutama dikalangan remaja. Pemberian edukasi atau pendidikan kesehatan dengan menggunakan booklet sangat efektif digunakan sebagai media informasi tentang upaya pencegahan stunting pada remaja. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi dengan media booklet terhadap pengetahuan remaja putrid dalam upaya pencegahan stunting. Metode: Desain penelitian ini adalah quasi eksperiment, one group pre-test and post-test. Sampel yang digunakan sebanyak 30 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Alat penelitian ini menggunakan kuesioner pengetahuan nutrisi dan booklet. Data dianalisis menggunakan uji statistik wilcoxon. Hasil: sebelum diberikan edukasi pengetahuan responden rata-rata 11,23 dan setelah dilakukan edukasi pengetahuan responden mayoritas dengan nilai rata-rata 16,40. Uji Wilcoxon didapatkan p-value 0,000. Kesimpulan: Media booklet dapat menjadi media edukasi yang efektif dalam upaya pencegahan stunting pada remaja putri.
Hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam deteksi dini komplikasi dengan kepatuhan antenatal care Yuniwati, Cut; Yusnaini; Kartinazahri; Fitraniar, Iin
Femina: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 4 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Program Studi D3 Kebidanan Langsa, Polteknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/femina.v4i2.763

Abstract

Latar Belakang: Tingginya angka kematian ibu salah satu penyebabnya dikarenakan ibu hamil tidak melakukan antenatal care, sehingga tidak terdeteksi secara dini komplikasi yang terjadi pada ibu dan janin selama kehamilan. Kurangnya pengetahuan dan sikap ibu mengenai deteksi dini komplikasi kehamilan dapat mempengaruhi kepatuhan ibu dalam kunjungan antenatal care. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam deteksi dini komplikasi dengan kepatuhan antenatal care. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah ibu hamil trimester III di Puskesmas Langsa Timur. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil uji statistik didapat nilai p value sebesar 0,002 dan 0,001 (> 0,05), yang berarti bahwa pengetahuan dan sikap dalam detensi dini komplikasi berhubungan dengan kepatuhan antenatal care. Kesimpulan: Pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam deteksi dini komplikasi dengan kepatuhan antenatal care.
Pengaruh terapi murottal al’quran terhadap tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III Maulidar Maulidar; Adri Idiana; Evi Zahara; Sulastri Sulastri; Cut Yuniwati
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 7 (2025): October Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i7.1374

Abstract

Background: Anxiety in pregnant women in the third trimester reaches 28.7% in Indonesia, negatively impacting the health of the mother and fetus. The limitations of pharmacological interventions include the possibility of side effects on the fetus, so non-pharmacological therapy, such as murottal, Al-Qur’an, becomes an alternative. Murottal treatment has been proven to be effective in reducing anxiety through alpha wave stimulation that calms the autonomic nervous system. Purpose: to determine the effect of murottal Al-Qur’an therapy on anxiety levels in pregnant women in the third trimester. Method: This study used a quantitative design with a quasi-experimental method (quasi-experiment), pre-test, post-test, and control group. A sample of 46 pregnant women in the third trimester at the Sukamakmur Health Center was selected using purposive sampling and divided into two groups: an intervention group (listening to murottal Al-Qur’an Surah Maryam for 25-30 minutes every day for 2 weeks) and a control group (no intervention). Anxiety levels were measured using the HRS-A questionnaire before and after the intervention. Data analysis employed the Wilcoxon test for within-group differences and the Mann-Whitney test for between-group differences. Results: The results of the bivariate analysis revealed a significant difference in the average anxiety score between the intervention group before and after the intervention (p-value = 0.000), but there was no difference in the control group (p-value = 0.062). There was a difference in the average anxiety score between the intervention group and the control group in pregnant women (p-value = 0.013). Conclusion: Al-Quran murottal therapy is effective in reducing the level of anxiety in pregnant women in the third trimester in the Sukamakmur Health Center work area.It is recommended for health workers to integrate murottal therapy into antenatal services, as well as educate pregnant women about the benefits of murottal treatment as an independent effort to reduce anxiety during pregnancy.
Maternal Nutritional Adequacy and Breast Milk Production Among Lactating Mothers in a Rural Primary Health Care Setting in Indonesia Aguslina Aguslina; Cut Yuniwati; Hendrika Wijaya Kartika Putri
Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 19 No. 1
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/kia.v19i1.2923

Abstract

Adequate maternal nutrition during lactation is essential for maintaining maternal health and supporting optimal breast milk production. However, evidence regarding the relationship between maternal nutritional adequacy and breast milk production in primary health care settings remains limited, particularly in rural areas of Indonesia. This study aimed to examine the association between maternal nutritional adequacy and breast milk production among lactating mothers in a primary health care setting in North Aceh, Indonesia. A descriptive analytic study with a cross-sectional design was conducted from June to August 2024 among lactating mothers in the catchment area of the Nisam Primary Health Center, North Aceh, Indonesia. Total sampling was employed, and all eligible lactating mothers were included, resulting in a final sample of 41 participants. Maternal nutritional adequacy was assessed as a composite variable encompassing dietary intake, meal patterns, nutritional knowledge, and socioeconomic conditions. Breast milk production was evaluated using validated maternal-report indicators and categorized as adequate or inadequate. Data were analyzed using descriptive statistics and the Chi-square test, with statistical significance set at p < 0.05. Complete data were obtained from all 41 participants. Lactating mothers with adequate maternal nutritional status were more likely to report adequate breast milk production than those with inadequate nutritional status. The Chi-square analysis demonstrated a statistically significant association between maternal nutritional adequacy and breast milk production (p < 0.05). Maternal nutritional adequacy was significantly associated with adequate breast milk production among lactating mothers in a rural primary health care setting in North Aceh. These findings suggest that integrating routine nutritional assessment and nutrition-focused counseling into maternal and child health services may support favorable breastfeeding outcomes. Further longitudinal studies using objective measures of breast milk production are warranted to clarify the temporal relationship between maternal nutritional adequacy and breastfeeding outcomes.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Risiko Diabetes Melitus pada Remaja di Desa Karang Anyar Cut Yuniwati; Fithriany Fithriany; Emilda Emilda; Anda Syahputra; Fazdria Fazdria
Femina: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 6 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : Program Studi D3 Kebidanan Langsa, Polteknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/femina.v6i1.1378

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat, termasuk pada kelompok remaja. Perubahan pola hidup, peningkatan prevalensi obesitas, rendahnya aktivitas fisik, dan faktor genetik menjadi faktor yang dapat meningkatkan risiko diabetes melitus pada usia remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan risiko diabetes melitus pada remaja di Desa Karang Anyar. Metode: Jenis penelitian ini analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di Desa Karang Anyar dengan jumlah sampel sebanyak 79 remaja usia 12–18 tahun yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95% (α=0,05). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki risiko diabetes rendah (67,1%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dengan risiko diabetes melitus (p=0,001), aktivitas fisik dengan risiko diabetes melitus (p=0,004), serta riwayat keluarga diabetes dengan risiko diabetes melitus (p=0,001). Kesimpulan: Indeks massa tubuh, aktivitas fisik, dan riwayat keluarga diabetes berhubungan signifikan dengan risiko diabetes melitus pada remaja di Desa Karang Anyar. Remaja dengan status overweight/obesitas, aktivitas fisik kurang, dan memiliki riwayat keluarga diabetes cenderung memiliki risiko diabetes yang lebih tinggi