Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Entrepreneurial Financial Leadership Kepala Sekolah dalam Pengembangan Pembiayaan Pendidikan Berkelanjutan Agustina Rahmi; Iswiyati Rahayu; Jarkawi Jarkawi; Didi Susanto; Dwi Sogi Sri Redjeki; Eka Rusmayanti
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 6, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v6i2.24935

Abstract

Keterbatasan sumber pembiayaan pendidikan dan tingginya ketergantungan sekolah terhadap dana pemerintah mendorong kepala sekolah untuk mengembangkan strategi kepemimpinan yang inovatif dalam menjamin keberlanjutan pembiayaan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis praktik Entrepreneurial Financial Leadership kepala sekolah dalam pengembangan pembiayaan pendidikan berkelanjutan di SD Negeri Tembarangan 2 Tapin. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian terdiri atas pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, bendahara Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan ketua komite sekolah yang dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan mereka dalam pengelolaan pembiayaan sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Entrepreneurial Financial Leadership kepala sekolah diwujudkan melalui enam praktik utama. Pertama, diversifikasi sumber pembiayaan dilakukan dengan membangun kemitraan dengan berbagai pihak, mengoptimalkan akses terhadap program bantuan, serta memperluas jejaring dukungan masyarakat. Kedua, efisiensi pengeluaran diterapkan melalui penyusunan skala prioritas, evaluasi kebutuhan secara berkala, dan optimalisasi penggunaan sumber daya yang tersedia. Ketiga, partisipasi komunikasi dikembangkan dengan melibatkan guru, orang tua, komite sekolah, dan komunitas melalui berbagai saluran komunikasi yang terbuka. Keempat, penguatan kemitraan dan jejaring dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung pencapaian tujuan pembiayaan sekolah. Kelima, transparansi dan akuntabilitas diwujudkan melalui pencatatan keuangan yang rinci, pelaporan terbuka, serta penyediaan akses informasi kepada para pemangku kepentingan. Keenam, pengakuan eksternal dipandang sebagai bentuk legitimasi yang mampu meningkatkan kepercayaan publik dan memperluas peluang memperoleh dukungan pembiayaan tambahan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai administrator keuangan, tetapi juga sebagai pemimpin kewirausahaan yang mampu mengidentifikasi peluang, memobilisasi partisipasi, membangun kepercayaan, dan mengembangkan pembiayaan pendidikan yang berkelanjutan. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian manajemen pembiayaan pendidikan melalui penguatan konsep Entrepreneurial Financial Leadership dalam konteks sekolah dasar di Indonesia. 
IMPLEMENTASI TABALONG SMART DALAM OPTIMALISASI PERAN KEPALA SEKOLAH DI KABUPATEN TABALONG syarif hidayat; Husnul Madihah; Iswiyati Rahayu
Jurnal Terapung : Ilmu - Ilmu Sosial Vol 8 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jt.v8i1.22628

Abstract

Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada beberapa sekolah binaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Tabalong SMART memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan tata kelola sekolah digital. Kepala sekolah berperan sebagai aktor strategis dalam mengintegrasikan nilai Sejahtera, Maju, Religius, dan Terdepan ke dalam kepemimpinan, kebijakan, serta budaya sekolah. Keberhasilan implementasi didukung oleh komunikasi yang efektif, kolaborasi antaraktor pendidikan, dan komitmen kepala sekolah terhadap inovasi digital. Namun demikian, terdapat kendala berupa keterbatasan infrastruktur teknologi, rendahnya literasi digital, kesenjangan pemanfaatan teknologi antar sekolah, serta kondisi jaringan internet yang belum stabil. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas kepemimpinan digital dan pemerataan akses teknologi guna mendukung keberlanjutan implementasi kebijakan pendidikan berbasis smart governance