Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PERAN TOKOH ADAT (TUNGKU TIGO SAJARANGAN) DALAM MENGINTERNALISASIKAN NILAI-NILAI PANCASILA PADAANAK DI NAGARI ANDURIANG KECAMATAN 2X11 KAYU TANAM A. Syadza Faradisa. PS; Azwar; Jamurin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.32753

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tokoh adat Tungku Tigo Sajarangan dalam menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila pada anak usia 7–13 tahun di Nagari Anduriang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, guru, orang tua, dan anak-anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai Pancasila berlangsung melalui keteladanan, pembiasaan, penguatan nilai, serta interaksi sosial oleh tokoh adat, keluarga, guru, dan masyarakat. Keterlibatan anak dalam kegiatan adat, sosial, dan keagamaan belum merata karena dipengaruhi lingkungan terdekat, serta lebih efektif apabila dilakukan dengan pendekatan partisipatif sesuai tahap perkembangan anak. Faktor pendukung antara lain keteladanan tokoh adat, dukungan orang tua, guru, serta forum sosial-keagamaan dan adat. Sedangkan faktor penghambat meliputi dominasi gawai, minimnya ruang edukatif, dan lemahnya sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Simpulan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan internalisasi nilai Pancasila membutuhkan pembiasaan nyata, keteladanan konsisten, dan dukungan ruang sosial yang kondusif. Tanpa sinergi lintas elemen, nilai Pancasila berisiko sekadar menjadi jargon, sementara generasi muda kehilangan arah pembinaan karakter berbasis adat dan budaya lokal.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PPKn BERBASIS METODE INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN POLITIK SISWA KELAS IX FASE F Rahma Nindi Putri; Asril; Azwar
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.31760

Abstract

This research is motivated by low student interest and participation in political issues, as well as the need for a more applicable and participatory learning approach. Interactive methods such as group discussions and election simulations are considered capable of accommodating students' needs to understand political dynamics in a more concrete and enjoyable way. This study aims to assess the effectiveness of interactive-based Pancasila and Citizenship Education (PPKn) learning in increasing the political awareness of 11th-grade Phase F students at SMA Negeri 1 Lembah Gumanti. This research used a qualitative case study approach, with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results indicate that the application of interactive methods in PPKn learning has a positive impact on increasing student participation, understanding, and political awareness. Students become more active in discussions, confidently express their opinions, and are able to connect the material to political events around them. The mini-election simulation serves as an effective means of instilling democratic values, such as responsibility, honesty, and tolerance. The findings of this study indicate that interactive learning is relevant in the context of the Independent Curriculum as a strategy to shape democratic and national-minded student character. The main supporting factors for the success of this learning process are the teacher's role as a facilitator, the availability of learning resources, and active student involvement. Obstacles faced include time constraints, diverse student communication skills, and limited experience in political practice. Overall, interactive PPKn learning has proven effective in comprehensively increasing students' political awareness.
ANALISIS KEBERANEKARAGAMAN PENGOLAHAN BUAH NENAS MAHKOTA SIAK UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN UMKM KAMPUNG REMPAK, KABUPATEN SIAK, RIAU Hasibuan, Rahmawaty; Eka Rizki Meiwinda; Sri Murda Niati; Azwar; Lucyana; Sunanto; Tika Handayani
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 7 No. 1 (2025): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/tekesnos.v7i1.6253

Abstract

Buah nenas merupakan buah yang kaya akan vitamin C, selain itu nenas juga mengandung Vitamin B, terutama Vitamin B1 (tiamin), dan Vitamin B6. Banyak jenis nenas yang ada di Provinsi Riau. Kebun nenas yang ada di Kabupaten Siak, Provinsi Riau terkenal dengan sebutan “Nenas Mahkota” dengan cita rasa manis dan rapuh sangat melimpah hasilnya. Hasil panen ini sangat berpengaruh terhadap pendapatan masyarakat siak terutama yang mempunyai usaha kecil menengah terhadap keberanekaragaman pengolahannya. Semakin beranekaragam pengolahan nenas diharapkan semakin tinggi minat masyarakat utk membeli nenas yang berdampak positif terhadap pendapatan masyarakat di Kampung Rempak Siak. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis regresi linier berganda (Multiple Regression Analysis). Hasil penelitian berdasarkan metode analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel keberanekaragaman pengolahan buah nenas berpengaruh positif signifikan terhadap pendapatan pada UMKM Kampung Rempak, Kabupaten Siak. Data diambil dari 30 UMKM yang ada di Kampung Rempak, Kabupaten Siak. Hasil penelitian menyatakan keberanekaragaman pengolahan buah nenas dampak positifnya yaitu akan menambah pendapatan daerah untuk distribusikan kembali kepada masyarakat. Sedangkan, dampak negatif yang akan ditimbulkan diantaranya meningkatnya harga buah nenas, inflasi semakin meningkat, dan daya beli masyarakat semakin menurun.
Bridging Tradition and Digitalization: Government’s Role In Transforming Indonesia’s Heritage MSMEs Eka Putri, Zeni; Bintarsih Sekarningrum; Azwar; Anang Muftiadi
Journal of Sumatera Sociological Indicators Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jssi.v4i2.23017

Abstract

This study aims to examine the role of government policies in facilitating the digital transformation of traditional SMEs in Kampung Rendang and Kampung Tenun, Indonesia. It explores how digitalization impacts business sustainability, MSMEs' challenges, and the opportunities enabled through government interventions. Employing a comparative case study approach, this research analyzes SMEs' adoption of e-commerce platforms, digital marketing, and financial technologies. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and policy analysis, focusing on government-led digitalization programs and SME adaptation strategies. The study finds that government initiatives—such as branding programs, digital training, and financial assistance—play a critical role in enabling SMEs to adopt digital tools. However, challenges persist, including low digital literacy, inadequate infrastructure, and regulatory inconsistencies. Despite these obstacles, digital platforms like Tokopedia, Shopee, and social media have facilitated access to broader markets and new business opportunities. This research offers a novel perspective by integrating digital transformation frameworks with social capital theory to understand how government policies shape the digital resilience of heritage-based S,MEs. It contributes fresh insights into the intersection of digitalization, cultural heritage, and SME empowerment in rural settings.