Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search
Journal : APTEK

Optimasi Pembuatan Briket Berdasarkan Analisis Kalor Menggunakan Arang Tempurung Kelapa Dan Hazelnut Oil Heri Suripto; Purwo Subekti; Yose Rizal; Saiful Anwar
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 15, No. 02, Juni 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v15i2.1929

Abstract

Briket telah dikembangkan sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan energi di daerah yang memiliki keterbatasan akses terhadap sumber daya energi konvensional seperti listrik atau gas alam. Briket ini merupakan alternatif energi yang lebih terjangkau dan tersedia secara lokal. Biasanya, briket dibuat dari limbah biomassa seperti biomassa, limbah pertanian, serbuk kayu, atau tempurung kelapa. Untuk meningkatkan nilai kalor atau kandungan energi briket sebagai sumber energi alternatif, beberapa langkah dapat diambil, seperti memilih bahan baku dengan nilai kalor yang tinggi, menggunakan bahan tambahan yang memiliki sifat pembakaran baik, meningkatkan densitas briket, dan mengatur parameter proses produksi seperti suhu, tekanan, dan waktu pembakaran. Dalam penelitian ini, tahapannya melibatkan pembuatan briket dengan kombinasi arang tempurung kelapa dan hazelnut oil dalam perbandingan 3:1, serta menggunakan komposisi perekat 90:10%, 85:15%, 80:20%, dan 75:25%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai kalor optimal terdapat pada sampel B, yaitu sebesar 6061 kJ. Hal ini menunjukkan bahwa sampel B memiliki potensi energi yang paling tinggi dibandingkan dengan sampel lainnya. Briket tersebut memiliki kandungan debu sebesar 4,3% dan kandungan air sebesar 4,7%. Waktu bakar untuk briket tersebut adalah 1,6 g/menit.
Effect of Pyrolysis Temperature of Glass Packaging Plastic Mineral Water Waste on Alternative Fuel Production Purwo Subekti; Heri Suripto; Riszki Hidayat
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 01, Desember 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i1.2221

Abstract

The aim of this research is to obtain information on the effect of pyrolysis temperature of plastic waste from mineral water glass packaging on the production of liquids that can be used as alternative fuels (BBA). The material used to obtain BBA is plastic waste from xx brand mineral water glass packaging, which is heated using a pyrolysis reactor at a temperature of 255 to 280 ⁰C for 3 hours. Through the pyrolysis process, 369 to 404 mL of BBA liquid is produced. Based on the results of production data analysis, differences in combustion temperatures affect the yield of BBA liquid, the higher the combustion temperature will increase the BBA production produced.
The Role of Water Electrolysis in Clean Hydrogen Generation: A Review of Techniques, Materials, and Processes Heri Suripto
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 17, No. 01, Desember 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v17i1.3054

Abstract

Pembangkitan hidrogen bersih melalui elektrolisis air telah hadir sebagai strategi penting dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan memajukan solusi energi berkelanjutan. Artikel ini membahas bagaimana elektrolisis air dapat digunakan untuk menghasilkan hidrogen bersih, di tinjau daru teknik, material, dan proses yang digunakan serta membaha bagaimana prinsip dasar elektrilisis air, reaksi elektrokimia yang terlibat dalam prosesnya. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur. Artikel ini mengumpulkan, mengevaluasi, dan mensintesis berbagai sumber literatur ilmiah yang membahas elektrolisis air untuk menghasilkan hidrogen bersih. Elektrolisis air untuk menghasilkan hidrogen bersih melalui teknik seperti Elektrolisis Alkaline (AE), Elektrolisis Membran Penukar Proton (PEM), dan Elektrolisis Oksida Padat (SOE) memiliki keunggulan dan tantangan unik. Penggunaan katalis seperti Platinum, Iridium, Nikel, dan Kobalt, serta pengembangan membran ekonomis dan tahan lama, krusial untuk kemajuan teknologi ini. Efisiensi proses memerlukan energi berkelanjutan seperti tenaga surya dan angin untuk menurunkan biaya operasional dan emisi karbon. Integrasi dengan sistem energi yang ada penting untuk skala aplikasi praktis. Meskipun ada kemajuan dalam katalis dan membran baru, tantangan biaya awal dan ketahanan material perlu diatasi melalui penelitian lebih lanjut
Desain dan Studi Ekonomi Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid Berbasis Energi Matahari dan Energi Hidro Suripto, Heri; Purwo Subekti
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 14, No. 02, Juli 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v14i2.1337

Abstract

Teknologi Energi hybrid berbasis energi alternatif terus berlanjut untuk pengembangannya. Pemanfaatan energi hybrid dapat meningkatkan efisiensi output daya yang dihasilkan, hemat dalam perakitan dan murah dalam perawatan. Penelitian ini akan mendesain serta menganalisis kelayakan secara ekonomi dari pembangkit listrik tenaga hybrid yang berbasis energi matahari dan energi hydro. Analisis ini meliputi perhitungan secara numerik berdasarkan formula yang digunakan untuk menentukan kelayakan teknologi yang telah dikembangkan. Hasil desain dari energi hybrid tersebut menghasilkan daya total 2 energi hybrid sebesar 1450 watt DC, hasil perhitungan nilai ekonomi dengan biaya investasi awal sebesar Rp.14.400.000 dengan nilai NPV sebesar Rp. 28.498.408 sedangkan nilai IRR pembangkit sebesar 47 %, IRR ini lebih besar dari IRR awal sebesar 12 % maka pembangkit ini layak untuk dikembangkan. Pembangkit ini akan direncanakan beroperasi selama periode 10 tahun
Pengaruh Jenis Palm Oil Mill Effluent terhadap Kadar Air dan pH Pasca Proses Anaerobik pada Reaktor PLTBg Subekti, Purwo; Heri Suripto; Ahmad Fathoni; Eddy Elfiano; Romi Arjuna Putra; Mohd. Sabri Safii Hasibuan
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 14, No. 02, Juli 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jenis Palm Oil Mill Effluent (POME) terhadap kadar air dan pH setelah melalui proses anaerobik pada reaktor Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg). Tiga jenis POME, yaitu POME liquid, POME sluge, dan POME solid dianalisis dengan tiga kali ulangan untuk setiap jenis sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis POME berpengaruh signifikan terhadap kadar air dan pH dengan nilai F-hitung kadar air sebesar 1456,23 dan pH sebesar 38,57 (p < 0,05). Analisis korelasi Pearson menghasilkan nilai r = 0,9998 (p = 0,012), nilai tersebut sebagai indikasi hubungan positif yang kuat antara kadar air dan pH. Semakin tinggi kadar air, maka nilai pH cenderung meningkat. POME liquid menunjukkan karakteristik paling stabil dengan kadar air 97,92% dan pH 7,64. Hasil tersebut memberikan informasi dasar bahwa nilai kelembaban yang tinggi mendukung kestabilan proses biologis dalam sistem biogas, serta penting untuk optimalisasi pengelolaan limbah cair industri kelapa sawit
Analisis Faktor Penyebab Serta Cara Mengatasi Keterlambatan Proyek Infrastruktur Desa Di Kabupaten Rokan Hulu Hidayat, Arifal; Suripto, Heri; Afrina, Yuli
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 02, Juni 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i2.2693

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui persepsi dari pemerintah desa, BPD dan kepala dusun terhadap faktor penyebab serta cara mengatasi keterlambatan kegiatan infrastruktur di Desa Babussalam Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu. Jenis penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif yaitu metode yang didasarkan pada data hasil pengukuran variabel penelitian melalui studi pustaka dan penyebaran kuesioner kepada 18 responden. Kemudian data kuesioner yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode analisis indeks kepentingan dan analisis statistik korelasi produk momen. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: 1. Faktor penyebab keterlambatan proyek infrastruktur di Desa Babussalam tahun 2023 menurut urutan ranking adalah : (a) Non Excusable Delays (Keterlambatan proses pencairan dana desa); (b) Conpesable Delays (Dana dari pemilik yang tidak mencukupi); (c) Excusable Delays (Respon dari masyarakat sekitar yang kurang mendukung dengan adanya proyek); 2. Cara mengatasi keterlambatan kegiatan infrastruktur di Desa Babussalam untuk tahun yang akan datang adalah : (a) Meminta pertanggung jawaban TPK agar tetap menyelesaikan pembangunan tepat waktu; (b) Membuat kontrak kerja perencanaan dan mengadakan pengawasan; (c) Memilih metoda kerja terbaik dan tercepat, menambah jumlah tenaga kerja, menambah jumlah alat, peningkatan kinerja, mengajukan tambahan waktu kepada owner.
Effect of Recondition of Fracture Shaft Palm Lorry Using The Shielded Metal Arc Welding Process Hakim Nasution, Lukman; Eka Ariefyanto Putra; Gapar; Fajar Budiman; Rama Yoedha Satria; Andersen; Sofyan Hadi; Ferry Adriyan; Nasrol Akmal; Rinaldi; Nazaruddin; Safril Safar; Heri Suripto
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 02, Juni 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i2.2694

Abstract

Examination and analysis of the 2,640 working hours AISI 1045 palm lorry shaft fracture were carried out to determine the effect of reconditioning using Shielded Metal Arc Welding on the reliability of the shaft. Laboratory test results and analysis showed that the shaft experienced a static brittle fracture at an angle between 65 mm diameter and 90 mm diameter. For a long time, evidence of weld defects in the form of inclusions, porosity, and cold cracks in the Heat Affective Zone has been observed. The various hardness levels in the weld metal are 200 to 210 HV; HAZ is 280 to 386 HV, and base metal is 202 to 210 HV due to oxygen affecting on shaft's mechanical qualities deterioration. When the martensitic structure is produced, the carbon equivalent value rises to 15.66%, over the minimum value of 0.65%, reducing shaft reliability and triggering the occurrence of static brittle fracture. The macro-micro structure at the initial area of crack and fracture is bainite and ferrite-pearlite, while the shaft base material is ferrite-pearlite. Furthermore, there is a difference in tensile strength between the shaft material and the power of the electrodes utilized in the reconditioning process. From this experiment, the recondition
Karakterisasi Hasil Pack Carburizing Menggunakan Campuran Serbuk Arang Kayu Jati Dan Cangkang Sawit Pada Baja Aisi 1040 Setelah Double Quenching Bambang Prahoro Aji; Hakim Nasution, Lukman; TO Rajagukguk; Chandra Aditiya; Candra Irianto; Aditya Sapta Nugraha; Weriono; Nazaruddin; Heri Suripto
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 02, Juni 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i2.2695

Abstract

Hasil karakterisasi proses pack carburizing menggunakan campuran serbuk arang kayu jati dan cangkang sawit berukuran mesh 40 dengan perbandingan 1:1 pada baja AISI 1040 setelah double quenching dilakukaan dengan X-Ray Fluorescence portable dan Field Emission Scanning Electron Microscopes Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy. Raw material (RA) yaitu baja AISI 1040 yang dipanaskan pada suhu 8000C dengan holding time 120 menit sebagai spesimen A, dan 8000C dengan holding time 360 menit sebagai spesimen B, dimana ukuran masing-masing spesimen adalah tebal 3 mm, panjang 50 mm dan lebar 20 mm; menggunakan media pendingin air biasa 1.200 ml. Hasil analisis karakterisasi X-Ray Fluorescence portable menunjukkan peningkatan nilai persentase kadar unsur Fe sebesar 1,04% dan Si 0,04% pada spesimen A, dan pada spesimen B unsur Fe sebesar 0,4% dan Si sebesar 0,18% dibandingkan dari Fe dan Si pada spesimen RA. Sedangkan berdasarkan analisis karakterisasi Field Emission Scanning Electron Microscopes Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy manunjukkan bahwa distribusi ukuran partikel lebih menstubtitusi ke area permukaan spesimen B, yang menunjukkan proses pack carburizing menggunakan campuran serbuk arang kayu jati dan cangkang sawit berukuran mesh 40 setelah double quenching terbaik untuk meningkatkan ketahanan aus baja AISI 1040 adalah pada suhu 8000C dengan holding time selama 360 menit.
Karakterisasi Hasil Pack Carburizing Menggunakan Campuran Serbuk Arang Tulang Sapi Dan Arang Batok Kelapa Pada Baja Aisi 1040 Setelah Double Quenching Aditya Sapta Nugraha; Hakim Nasution, Lukman; TO Rajagukguk; Chandra Aditiya; Candra Irianto; Bambang Prahoro Aji; Nazaruddin; Heri Suripto
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 02, Juni 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i2.2696

Abstract

Hasil karakterisasi proses pack carburizing menggunakan campuran serbuk arang tulang sapi dan arang batok kelapa berukuran mesh 40 dengan perbandingan 1:1 pada baja AISI 1040 setelah double quenching dilakukaan dengan X-Ray Fluorescence portable dan Field Emission Scanning Electron Microscopes Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy. Raw material (RA) yaitu baja AISI 1040 yang dipanaskan pada suhu 8000C dengan holding time 2 jam sebagai spesimen A, dan 8000C dengan holding time 6 jam sebagai spesimen B, dimana ukuran masing-masing spesimen adalah tebal 3 mm, panjang 50 mm dan lebar 20 mm; menggunakan media pendingin air es 1.200 ml. Hasil analisis karakterisasi X-Ray Fluorescence portable menunjukkan nilai kadar unsur dan jenis unsur utama yang di ambil adalah Fe dan Ti sebab kedua unsur ini yang sangat berperan penting untuk ketahanan aus pada baja AISI 1040. Nilainya meningkat sebesar 0,46% hingga 2,07% dibandingkan spesimen RA dan B, serta 5,33% hingga 7,95% dibandingkan spesimen RA dan B. Sedangkan hasil analisis karaterisasi dengan Field Emission Scanning Electron Microscopes Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy (FESEM-EDS) menunjukkan bahwa morfologi spesimen A yang menandakan unsur karbon (C) lebih merata menyebar dan melapisi permukaan spesimen meskipun bentuk bulat, lonjong dan perseginya tidak sempurna. Sehingga dapat disimpulkan bahwa proses pack carburizing menggunakan campuran serbuk arang tulang sapi dan arang batok kelapa berukuran mesh 40 pada baja AISI 1040 berhasil di lakukan dengan proses terbaik adalah pada suhu 8000C, holding time selama 2 jam.
Analisis Kandungan Karbon Organik pada Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit setelah Proses Anaerobik di Reaktor Biodigester Subekti, Purwo; Heri Suripto; Ahmad Fathoni; Eddy Elfiano; M. Handyka Septia
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 02, Juni 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan karbon organic pada tiga fraksi Palm Oil Mill Effluent (POME) setelah melalui proses pengolahan anaerobik di dalam reaktor biodegester Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg). Pemisahan POME menjadi tiga fraksi, yaitu sludge, solid, dan liquid, dilakukan untuk mengidentifikasi karakteristik fisik serta potensi pemanfaatan lanjutan dari sisa proses pengolahan POME di reaktor biodigester PLTBg. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada kadar karbon organik (C-organik) residu antar fraksi tersebut. Secara berurutan, kadar C-organik tertinggi ditemukan pada fraksi sludge (rata-rata 8,91%), diikuti oleh fraksi solid (2,57%) dan liquid (0,12%). Temuan ini mengindikasikan bahwa tingkat biodegradasi bahan organik paling efektif terjadi pada fraksi cair (liquid). Analisis statistik menggunakan uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (α < 0,05). Hasil ini menegaskan bahwa sifat matriks dan komposisi masing-masing fraksi POME secara fundamental memengaruhi kinetika serta efisiensi proses degradasi bahan organik selama pengolahan anaerobik.