Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengenalan Literasi Fisik Sebagai Pendidikan Jasmani dan Menjawab Gangguan Gadged Siswa SMP 1 Muhammadiyah Jember Hardovi, Bahtiar hari; Susetyo, Agus Milu; Aabid, Moh. Fathoni; Aprilia, Adetya Pratika
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v3i1.1054

Abstract

Kecanduan gadget pada siswa merupakan masalah serius yang dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental serta prestasi akademik mereka. Penggunaan gadget yang berlebihan mengganggu fokus belajar dan keterampilan sosial siswa, serta meningkatkan risiko keamanan online. Karenanya, adalah esensial bagi siswa untuk menyadari risiko kecanduan menggunakan gadget dan mengutamakan keseimbangan antara penggunaan teknologi dengan kegiatan di kehidupan nyata. Pendekatan yang bijaksana dari sekolah dan orang tua dalam memberikan pemahaman dan dukungan akan menjadi kunci untuk menjamin penggunaan gadget yang sehat dan bertanggung jawab. Studi ini mengevaluasi efek kecanduan gadget pada siswa SMP 1 Muhammadiyah Jember, dengan fokus pada literasi fisik sebagai solusi. Dengan kegiatan pengabdian, penyuluhan, dan pelatihan, guru diidentifikasi sebagai kunci untuk memahami dan mengimplementasikan literasi fisik. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada bulan Desember-Januari (2023-2024). Lokasinya di Aula SMP Muhammadiyah 1 Jember. Peserta yang ikut adalah seluruh warga (kepala sekolah, guru, tendik) sekolah tersebut. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan literasi fisik, dengan dampak positif pada siswa. Kerja sama antara perguruan tinggi dan sekolah membuktikan keberhasilan dalam mengatasi masalah kecanduan gadget. Penting untuk diingat bahwa memperkenalkan literasi fisik harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, karena perubahan kebiasaan membutuhkan waktu dan upaya yang besar. Sekolah juga disarankan untuk mengintegrasikan literasi fisik ke dalam kurikulum yang ada, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh semua pihak. Kesimpulannya, penanaman literasi fisik secara berkelanjutan diperlukan dengan dukungan sekolah dan pendidik untuk mengatasi dampak negatif kecanduan gadget pada siswa.
Pemanfaatan Google Clasroom sebagai Media Penunjang Pembelajaran pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas X di SMA Negeri 1 Rogojampi Muksa, Virgi Riyan; Citraningrum, Dina Merdeka; Susetyo, Agus Milu; Anggraeni, Astri Widyaruli
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 5, No 2 (2023): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v5i2.3265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) langkah-langkah yang dilakukan guru dalam pemanfaatan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi, 2) langkah-langkah yang dilakukan siswa dalam pemanfaatan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi, 3) kelebihan dan kekurangan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi, 4) kriteria kelayakan Google Classroom sebagai media penunjang pebelajaran pada mata pelajaran bahasa indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa langkah-langkah yang dilakukan guru dalam pemanfaatan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi meliputi: membuat kelas, membuat lembar kehadiran siswa, menyusun materi, membuat tugas, menyampaikan materi, dan melakukan penelitian. Langkah-langkah yang dilakukan siswa meliputi: bergabung ke dalam kelas, mengikuti pembelajaran, mengakses materi, dan mengerjakan tugas pada google classroom. Kelebihan google classroom: mudah digunakan, mengemat waktu, fleksibel dan hemat biaya. Kekurangan google classroom: membutuhkan panduan pengguna baru, memerlukan jaringan internet yang stabil, dan perangkat yang mendukung dalam pemanfaatanya. Kriteria kelayakan Google Classroom sebagai media pembelajaran meliputi kualitas isi dan tujuan, kualitas instruksional, dan kualitas teknis.
Pemanfaatan Google Clasroom sebagai Media Penunjang Pembelajaran pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas X di SMA Negeri 1 Rogojampi Muksa, Virgi Riyan; Citraningrum, Dina Merdeka; Susetyo, Agus Milu; Anggraeni, Astri Widyaruli
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 5, No 2 (2023): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v5i2.3244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) langkah-langkah yang dilakukan guru dalam pemanfaatan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi, 2) langkah-langkah yang dilakukan siswa dalam pemanfaatan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi, 3) kelebihan dan kekurangan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi, 4) kriteria kelayakan Google Classroom sebagai media penunjang pebelajaran pada mata pelajaran bahasa indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa langkah-langkah yang dilakukan guru dalam pemanfaatan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi meliputi: membuat kelas, membuat lembar kehadiran siswa, menyusun materi, membuat tugas, menyampaikan materi, dan melakukan penelitian. Langkah-langkah yang dilakukan siswa meliputi: bergabung ke dalam kelas, mengikuti pembelajaran, mengakses materi, dan mengerjakan tugas pada google classroom. Kelebihan google classroom: mudah digunakan, mengemat waktu, fleksibel dan hemat biaya. Kekurangan google classroom: membutuhkan panduan pengguna baru, memerlukan jaringan internet yang stabil, dan perangkat yang mendukung dalam pemanfaatanya. Kriteria kelayakan Google Classroom sebagai media pembelajaran meliputi kualitas isi dan tujuan, kualitas instruksional, dan kualitas teknis.
Representasi Kekuasaan dalam Novel Negeri Para Bedebah Karya Tere Liye: Analisis Wacana Kritis Ardiansyah, Muhammad Hardika; Mijianti, Yerry; Susetyo, Agus Milu
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 3 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i3.1633

Abstract

This study aims to analyze the representation of power in the novel Negeri Para Bedebah by Tere Liye using the Norman Fairclough model of Critical Discourse Analysis (AWK) framework combined with Michel Foucault's concept of power. This study uses a qualitative approach with the Critical Discourse Analysis method through Fairclough's three-dimensional analysis, namely text analysis, discourse practice, and social practice, combined with three categories of power according to Foucault. The data collection technique was carried out through documentation studies by identifying, selecting, and recording narrative quotes and dialogues in the novel Land of the Babies that represent power relations. Data analysis was carried out by examining the text based on the three dimensions of AWK Fairclough, then associating it with Foucault's concept of power. The results of this study indicate that the representation of power in the novel Negeri Para Bedebah by Tere Liye operates through three main mechanisms, namely the formation of desires, regulation of behavior, and the formation of social norms. AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis representasi kekuasaan dalam novel Negeri Para Bedebah karya Tere Liye dengan menggunakan kerangka Analisis Wacana Kritis (AWK) model Norman Fairclough yang dipadukan dengan konsep kekuasaan Michel Foucault. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Analisis Wacana Kritis melalui analisis tiga dimensi Fairclough, yaitu analisis teks, praktik wacana, dan praktik sosial, yang dikombinasikan dengan tiga kategori kekuasaan menurut Foucault. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dengan mengidentifikasi, menyeleksi, dan mencatat kutipan narasi serta dialog dalam novel Negeri Para Bedebah yang merepresentasikan relasi kekuasaan. Analisis data dilakukan dengan mengkaji teks berdasarkan tiga dimensi AWK Fairclough, kemudian mengaitkannya dengan konsep kekuasaan Foucault. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa representasi kekuasaan dalam novel Negeri Para Bedebah karya Tere Liye beroperasi melalui tiga mekanisme utama yaitu pembentukan keinginan, pengaturan perilaku, dan pembentukan norma sosial. 
Sosialisasi Implementasi Literasi dengan Metode Project-Based Learning di SMK Muhammadiyah 4 Kalisat Jember Susetyo, Agus Milu; Werdiningsih, Indah; Susetyo, Bigharta Bekti; Tyas, Intan Lestari Mulyaning
JUPAMU: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/jupamu.v1i1.39

Abstract

Kemampuan literasi membaca dan menulis merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki siswa untuk menghadapi tantangan pendidikan tinggi dan dunia kerja. Namun, siswa di SMK Muhammadiyah 4 Kalisat Jember masih menghadapi kendala literasi, yang disebabkan oleh metode pengajaran konvensional yang kurang interaktif. Untuk mengatasi permasalahan ini, program pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan menerapkan model Project-Based Learning (PjBL) untuk meningkatkan literasi siswa dan kompetensi guru. Kegiatan ini berlangsung selama satu bulan, dari 3 Februari hingga 28 Februari 2025, yang mencakup pelatihan guru, penerapan PjBL di kelas, serta monitoring dan evaluasi. Pelatihan diberikan untuk meningkatkan pemahaman guru terhadap PjBL, sementara siswa dilibatkan dalam proyek literasi seperti membaca kritis dan penulisan esai. Evaluasi dilakukan melalui tes dan survei kepuasan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan siswa dalam membaca teks secara mendalam, berpikir kritis, dan menyusun tulisan runtut. Guru juga menunjukkan peningkatan kompetensi dalam merancang dan menerapkan pembelajaran berbasis proyek secara mandiri. Program ini membuktikan bahwa PjBL efektif dalam meningkatkan literasi dan menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif
THE EFFECT OF THE STORYTELLING METHOD ON STUDENTS’ SPEAKING SKILLS IN SENIOR HIGH SCHOOL Zahra Al Muhdlar, Hanina; Susetyo, Agus Milu; Mubaroq, Syahrul
Jurnal Konseling Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Konseling Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAI Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jkpi.v7i1.1244

Abstract

This study seeks to assess the impact of the narrative pedagogical approach on the speaking abilities of tenth-grade students at SMAN Pakusari Jember.  This research is predicated on the students' inadequate speaking proficiency, as seen by their diminished confidence and participation in oral communication.  This study utilized a quantitative methodology using a one-group pretest-posttest experimental design.  The participants comprised 29 kids in the tenth grade.  The research tool was a speaking proficiency assessment that evaluated fluency, linguistic precision, and self-assurance in public speaking.  Data were assessed by descriptive and inferential statistics to evaluate enhancement following the application of the storytelling method.  The findings indicated a notable enhancement in students' speaking proficiency following the implementation of storytelling.  Students exhibited increased confidence, fluency, and the capacity to articulate concepts logically.  Consequently, the storytelling approach has been demonstrated to be an effective alternative instructional tool for improving students' speaking skills in the Indonesian language.