Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Deteksi Dini dan Penapisan Kadar Asam Urat Usia Produktif di SMA Kalam Kudus II, Jakarta Sim, Alfred Sutrisno; Goh, Daniel; Gracieene Gracienne
jurnal ABDIMAS Indonesia Vol. 2 No. 2 (2024): Juni : Jurnal ABDIMAS Indonesia
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jurai.v2i2.1233

Abstract

Uric acid is an end product of purine metabolism that can crystallize at high concentrations, causing gout and other related conditions. This study aims to describe the proportion and risk factors for hyperuricemia in the productive age population. This descriptive research was conducted in March 2024 at Kalam Kudus II High School, Duri Kosambi Village, using purposive sampling techniques. The sample consisted of 74 respondents aged 18-64 years. Data collection includes demographic characteristics and uric acid levels using the Point Of Care Testing (POCT) tool. The results showed that 67 respondents (90.5%) had normal uric acid levels, while 7 respondents (9.5%) had hyperuricemia. Identified risk factors include a high-purine diet, obesity, metabolic syndrome, certain medical conditions, and genetic factors. The results of this research are the importance of changing diet, weight loss, adequate hydration, and the use of medication in managing uric acid levels. Health education has proven important for improving patient compliance with diet and medication, as well as preventing complications. Therefore, it is necessary to develop comprehensive educational programs and further research to improve the treatment of hyperuricemia.  
Program Pengelolaan Dan Pencegahan Depresi Melalui Pemeriksaan Apolipoprotein A Dan B Pada Kelompok Lanjut Usia Sim, Alfred Sutrisno; Alifia, Khalisya; Aditya, Vincent; Christian, Farell; Destra, Edwin
jurnal ABDIMAS Indonesia Vol. 2 No. 2 (2024): Juni : Jurnal ABDIMAS Indonesia
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jurai.v2i2.1408

Abstract

Depresi adalah kondisi kesehatan mental yang serius dan sering terjadi yang dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup dan berbagai komplikasi kesehatan. Apolipoprotein A dan B diketahui memiliki hubungan dengan depresi, sehingga dalam upaya pencegahan dan pengelolaan depresi pada lansia, perlu dilakukan skrining apolipoprotein A dan B. Maka dari itu kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan menggunakan metode PDCA (Plan, Do, Check, Act) untuk memastikan keberlangsungan kegiatan ini dan meningkatkan kualitas kegiatan dengan evaluasi berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan edukasi kesehatan mengenai pentingnya nutrisi dan aktivitas fisik, serta dukungan sosial. Hasil menunjukkan bahwa pada lansia, didapatkan kadar apolipoprotein A rata-rata adalah 155.59 mg/dL dan apolipoprotein B rata-rata adalah 93.2 mg/dL. Sebanyak 59.1% lansia tidak mengalami depresi, sementara 20.4% mengalami depresi ringan, 9.7% depresi sedang, dan 10.8% depresi berat. Deteksi dini merupakan hal yang penting sehingga individu dapat mencari yang tepat dapat membantu mengelola kadar apolipoprotein, mengurangi risiko depresi, dan pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup lansia.
ADVANCEMENTS IN REGENERATIVE THERAPIES FOR LUMBAR DISCOGENIC PAIN : THEORETICAL REVIEW OF STEM CELL THERAPY AND GENE THERAPY Aurellia, Aurellia; Sim, Alfred Sutrisno
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.34928

Abstract

Nyeri diskogenik lumbal yang diakibatkan oleh degenerasi diskus intervertebralis merupakan kondisi yang umum dan melemahkan yang berdampak signifikan pada kualitas hidup pasien dan membebani sistem perawatan kesehatan. Perawatan tradisional sering kali gagal mengatasi patologi yang mendasarinya, sehingga mendorong peningkatan minat pada terapi regeneratif seperti terapi sel punca, biologik, dan terapi gen, yang bertujuan untuk memulihkan fungsi diskus dan memberikan kelegaan yang bertahan lama. Tinjauan pustaka dilakukan menggunakan PubMed, MEDLINE, dan Embase, dengan fokus pada studi dari 10 tahun terakhir. Kata kunci meliputi "regenerasi diskus intervertebralis," "terapi sel punca," dan "terapi gen." Studi dipilih berdasarkan relevansi dan kualitas metodologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi sel punca menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam meningkatkan regenerasi diskus melalui diferensiasi seluler dan sekresi faktor pertumbuhan. Terapi gen menawarkan perbaikan diskus yang terarah tetapi menghadapi kendala terkait sistem pemberian dan keamanan. Terapi regeneratif berpotensi mengubah manajemen nyeri diskogenik lumbal dengan mengatasi akar penyebabnya daripada gejalanya. Namun, tantangan etika, regulasi, dan teknis harus diatasi. Penelitian lebih lanjut, termasuk uji coba jangka panjang dan multipusat, sangat penting untuk memvalidasi manfaat klinisnya.
Skrining Kadar Gula Darah Puasa dalam Upaya Pencegahan Neuropati Diabetik pada Kelompok Usia Lanjut Sim, Alfred Sutrisno; Santoso, Alexander Halim; Kusuma, Kanaya Fide; Putra, Muhammad Dzakwan Dwi; Destra, Edwin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2024): Desember : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/pengabmas.v6i4.600

Abstract

Neuropati diabetik merupakan komplikasi kronis yang sering dialami oleh individu dengan diabetes, terutama pada kelompok usia lanjut, dan disebabkan oleh kadar glukosa darah yang tinggi. Edukasi dan skrining gula darah puasa menjadi langkah preventif yang penting untuk mengurangi risiko neuropati. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA) untuk melaksanakan edukasi dan skrining gula darah puasa pada lansia. Edukasi mencakup pengenalan faktor risiko neuropati diabetik, penerapan pola hidup sehat, dan deteksi dini melalui skrining gula darah. Hasil: Kegiatan ini melibatkan peserta usia lanjut yang mengikuti sesi edukasi dan pemeriksaan gula darah puasa. Sebagian besar peserta memahami pentingnya menjaga kadar gula darah sebagai upaya pencegahan neuropati. Hasil skrining menunjukkan bahwa edukasi kesehatan terkait gula darah puasa berperan penting dalam meningkatkan kesadaran lansia akan pentingnya pengelolaan glukosa darah. Skrining yang dikombinasikan dengan edukasi memberikan pengetahuan yang mendalam dan mendorong gaya hidup sehat pada kelompok ini. Skrining kadar gula darah puasa efektif dalam mendeteksi risiko neuropati diabetik serta meningkatkan pemahaman lansia tentang pentingnya kontrol gula darah sebagai upaya preventif.
ADENOCARCINOMA TUMOR IN THE CEREBELLUM AS METASTASIS FROM LUNG CANCER WITH KLEBSIELLA OXYTOCA WITHIN THE TUMOR: A CASE REPORT Sim, Alfred Sutrisno; Uinarni, Herlina; Destra, Edwin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34198

Abstract

Laporan kasus ini merinci kejadian langka metastasis serebelar akibat kanker paru-paru, yang dipersulit oleh infeksi intratumoral Klebsiella oxytoca pada pria berusia 57 tahun dengan riwayat perokok berat. Pasien awalnya mengalami vertigo persisten, tidak responsif terhadap pengobatan standar. Pemindaian MRI menunjukkan massa serebelar dengan peningkatan kontras, disertai massa paru multipel. Tes darah menunjukkan leukositosis, anemia, dan peningkatan jumlah neutrofil, menunjukkan adanya infeksi aktif. Evaluasi patologis selanjutnya pada tumor serebelar memastikan adanya adenokarsinoma metastatik, dengan temuan tambahan infeksi Klebsiella oxytoca di dalam jaringan tumor. Mengingat diagnosis ganda adenokarsinoma metastatik dan infeksi bakteri sekunder, pasien menjalani operasi trepanasi darurat untuk mengurangi tekanan dan mengangkat tumor. Terapi antibiotik yang ditargetkan dimulai untuk mengatasi infeksi, diikuti dengan pemantauan pasca operasi yang berkelanjutan. Strategi pengobatan komprehensif ini menghasilkan perbaikan signifikan pada gejala pasien, khususnya resolusi vertigo, dan peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan. Kasus ini menyoroti pentingnya pemeriksaan diagnostik menyeluruh dan pendekatan multidisiplin ketika menangani kasus kompleks yang melibatkan tumor otak metastatik dengan komplikasi infeksi sekunder. Identifikasi dini agen infeksi, bersama dengan intervensi bedah yang cepat dan terapi yang ditargetkan, sangat penting untuk mengoptimalkan hasil pasien dan meningkatkan prognosis jangka panjang dalam skenario klinis yang jarang dan menantang.
CHALLENGING MANAGEMENT OF FAIL BACK SURGERY SYNDROME IN A 66-YEAR-OLD FEMALE : A CASE REPORT OF PERSISTENT PAIN AFTER MULTIPLE LUMBAR SURGERIES Sim, Alfred Sutrisno; Uinarni, Herlina; Destra, Edwin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34970

Abstract

Laporan kasus ini menggambarkan seorang pasien wanita berusia 66 tahun yang didiagnosis menderita Fail Back Surgery Syndrome (FBSS) setelah dua kali operasi tulang belakang lumbal. Pasien awalnya mengalami nyeri punggung bawah kronis yang menjalar ke kedua kaki, yang menetap meskipun telah dilakukan intervensi bedah. Pencitraan resonansi magnetik (MRI) pra-bedah menunjukkan stenosis kanal pada L3-4 dan L5-S1, dengan spondylolisthesis pada L4-5. Operasi pertama melibatkan dekompresi saluran akar dan penempatan sangkar lumbal pada L4-5 dan L5-S1, diikuti dengan operasi kedua yang terdiri dari laminektomi dan fiksasi internal lumbal posterior dengan batang dan sekrup. Meskipun telah dilakukan prosedur ini, pasien terus mengalami rasa sakit yang parah dan berkurangnya mobilitas. Gejala pasca operasi yang sedang berlangsung menghadirkan tantangan dalam menangani kasus ini, terutama mengingat usia pasien dan penyebab utama FBSS. Penilaian neurologis menunjukkan berkurangnya refleks dan defisit sensorik, yang mengindikasikan kompresi akar saraf. Evaluasi diagnostik mengesampingkan kegagalan perangkat keras dan kompresi sisa, sehingga mengkonfirmasikan diagnosis FBSS. Pengelolaan FBSS masih merupakan tantangan dan memerlukan pendekatan yang disesuaikan. Kasus ini menekankan pentingnya perencanaan pra-bedah individual, pemantauan ketat pasca operasi, dan menggabungkan berbagai pilihan pengobatan. Intervensi di masa depan, seperti stimulasi sumsum tulang belakang, dapat memberikan bantuan, menyoroti perlunya penelitian berkelanjutan untuk meningkatkan hasil pada pasien FBSS.
Strategi Pencegahan Hipertensi Pada Populasi Lansia Melalui Edukasi Gizi Dan Pemeriksaan Tekanan Darah Sim, Alfred Sutrisno; Santoso, Alexander Halim; Gunaidi, Farell Christian; Kasvana; Nikita; Enike, Sylvia Cendy
Gotong Royong Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : CV. Akira Java Bulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63935/gr.v2i2.164

Abstract

Hypertension is a major health problem in the elderly that contributes to an increased risk of morbidity and mortality due to cardiovascular disease and other complications. Early detection of hypertension is very important to prevent serious complications and improve the quality of life of the elderly. This community service activity was carried out at Panti Werdha Hana, Babakan, South Tangerang, involving 36 elderly people (7 men and 29 women). The methods used included socialization about hypertension and the importance of early detection, as well as blood pressure screening using a calibrated digital tensiometer. The screening results showed that 22.22% of participants had hypertension, 63.89% pre-hypertension, and 13.89% had normal blood pressure. Education about healthy lifestyle modifications was given to participants who were at risk or had hypertension. This activity emphasized the importance of blood pressure screening and education as a strategy to prevent hypertension in the elderly. With early detection and appropriate intervention, the risk of hypertension complications can be minimized so that the quality of life of the elderly increases. Keywords: Hypertension, Blood Pressure, Education, Screening, Elderly
KYPHOPLASTY FOR MANAGING COMPRESSION, PAIN, AND DIAGNOSTIC CONFIRMATION OF THORACOLUMBOSACRAL METASTASES FROM AXILLARY APOCRINE ADENOCARCINOMA: A CASE REPORT Sim, Alfred Sutrisno; Uinarni, Herlina; Destra, Edwin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43974

Abstract

Metastasis tulang belakang merupakan komplikasi umum pada keganasan lanjut, yang sering kali menyebabkan nyeri hebat dan ketidakstabilan struktural. Adenokarsinoma apokrin aksila jarang bermetastasis ke tulang belakang, sehingga perjalanan klinisnya kurang dipahami. Kyphoplasty, teknik pembesaran tulang belakang minimal invasif, menawarkan penghilangan nyeri yang cepat, stabilisasi struktural, dan konfirmasi diagnostik lesi metastasis. Seorang pria berusia 72 tahun dengan riwayat adenokarsinoma apokrin aksila kiri datang dengan nyeri punggung dan pinggang yang progresif. Pencitraan menunjukkan metastasis torakolumbosakral dengan stenosis kanal, dan histopatologi mengonfirmasi adenokarsinoma metastasis. Kyphoplasty dilakukan pada vertebra L2-L4 untuk mengatasi nyeri dan kompresi. Pascaprosedur, pasien melaporkan penghilangan nyeri yang signifikan, peningkatan mobilitas, dan tidak ada komplikasi. Prosedur ini juga memfasilitasi pengambilan sampel jaringan untuk konfirmasi diagnostik. Kyphoplasty secara efektif mengatasi nyeri, kompresi tulang belakang, dan tantangan diagnostik dalam kasus metastasis torakolumbosakral yang langka ini dari adenokarsinoma apokrin aksila. Laporan ini menekankan pentingnya kyphoplasty sebagai alat terapi dan diagnostik untuk penyakit tulang belakang metastasis dan menyoroti perlunya penelitian lebih lanjut tentang kemanjurannya dalam jangka panjang.
Skrining Kekuatan Genggaman Tangan: Langkah Awal Cegah Sarkopenia untuk Populasi Dewasa di SMP Kalam Kudus Sim, Alfred Sutrisno; Santoso, Alexander Halim; Destra, Edwin; Putra, Feri Yanto; Felicia, Ivana
Journal of Community Service and Society Empowerment Том 3 № 02 (2025): Journal of Community Service and Society Empowerment
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/jcsse.v3i02.1776

Abstract

Sarcopenia is a degenerative condition characterized by decreased muscle mass and strength, significantly affecting quality of life and functional ability, especially in the adult and elderly population. This community service activity was conducted at SMP Kalam Kudus, West Jakarta, involving 87 productive age participants. Screening was conducted using handgrip strength measurement, a non-invasive, practical, and effective method for early detection of sarcopenia risk. The results showed that 8.05% of participants had low handgrip strength, indicating an early risk of sarcopenia. Education on the importance of maintaining muscle strength through physical exercise and a healthy lifestyle was provided to participants. Handgrip strength screening has been shown to be an effective early detection tool and can be used as an indicator of chronic disease risk, including stroke. This activity contributes to increasing public awareness of the importance of muscle health and prevention of related complications. Routine implementation of screening and education is expected to improve quality of life and reduce the risk of disability in the adult population.
PENTINGNYA EDUKASI KESEHATAN DAN PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH DALAM MENCEGAH STROKE HEMOLITIK Sim, Alfred Sutrisno; Santoso, Alexander Halim; Destra, Edwin; Febriastuti, Abebi; Sitorus, Ribka Anggelline Hariesti
AlMurtado Journal of Social Innovation and Community Service Vol 2 No 2 (2025): sinergi berdaya untuk masyarakat
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hemorrhagic stroke is a severe condition caused by the rupture of blood vessels in the brain, often resulting from uncontrolled high blood pressure. Routine blood pressure monitoring is a key preventive measure to detect hypertension risk and prevent hemorrhagic stroke complications, particularly among the productive-age population. This community service activity was conducted using the Plan–Do–Check–Act (PDCA) approach, which included counseling on risk factors, promoting healthy lifestyles, and blood pressure screening for 40 productive-age individuals. The results showed that the average participant age was 43.97 years, with 47.5% identified as having hypertension. These findings highlight the need for regular preventive interventions. The high prevalence of hypertension in this age group underscores the importance of health education to improve public awareness regarding blood pressure management. Recommendations include adopting a healthy diet, engaging in regular physical activity, avoiding alcohol consumption, and maintaining routine blood pressure checks. Education and early detection play critical roles in reducing the risk of hypertension and preventing hemorrhagic stroke complications among productive-age adults. Keywords: Hypertension, Blood Pressure, Hemolytic Stroke, Health Education, Early Detection